ABOUT ISLAM

Sabtu, 06 September 2008

ROVING BANDIT

Negara-Negara Barat telah sejak lama membangun tradisi liberal dan kapitalis. Tradisi ini kemudian berkembang, dan berhasil membangun sistem masyarakat yang mempraktekkan demokrasi sekuler dan pasar bebas. Lambat laun terciptalah perusahaan-perusahaan berbasis rente (riba) yang besar, yang kemudian menggurita ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan ini biasa dikenal dengan sebutan MNC (Multi National Corporation's).
MNC kemudian mendorong Pemerintah Negara-Negara Barat untuk melakukan sesuatu yang disebut globalisasi. Sejak itu, globalisasi dilandakan ke seluruh dunia oleh Pemerintah Negara-Negara Barat. Akibatnya di seluruh dunia berkembang demokrasi sekuler dan pasar bebas.
Demokrasi sekuler dan pasar bebas inilah yang kemudian menghasilkan roving bandit, baik di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Mereka yang tergolong sebagai roving bandit, antara lain politisi busuk (dalam konteks demokrasi sekuler), dan pengusaha hitam (dalam konteks pasar bebas).
Roving bandit merampas semua sumberdaya di suatu wilayah (negara), sehingga mengakibatkan rakyat tak dapat lagi memanfaatkan sumber-sumber kemakmuran yang selama ini menjadi basis kesejahteraannya. Akibatnya pengangguran, kemiskinan, dan kebodohan merajalela di mana-mana.
Pertanyaannya, "Mengapa masih ada yang menolak nilai-nilai Islam?" Padahal nilai-nilai Barat hanya memberi pengangguran, kemiskinan, dan kebodohan bagi manusia pada umumnya, karena nilai-nilai Barat hanya mensejahterakan orang-orang Barat.

Tidak ada komentar: