ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label obama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

PERSPEKTIF KEPENTINGAN OSAMA DAN OBAMA

Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, mengumumkan, bahwa Osama bin Laden telah diserang di Pakistan oleh Navy Seal, Pasukan Komando Angkatan Laut Amerika Serikat. Selanjutnya Obama menyatakan, bahwa mayat Osama telah dibuang ke laut. Obama juga menyatakan, bahwa mayat Osama mengerikan karena kepalanya hancur diterjang peluru berkaliber besar dari Navy Seal.


Berdekatan dengan saat pembunuhan terhadap Osama oleh Navy Seal, Allah SWT telah menurunkan Angin Tornado di Negara Bagian Alabama, Amerika Serikat, yang merusak banyak bangunan dan menewaskan 400 (empat ratus) orang warga Amerika Serikat. Bahkan Obama sempat mengunjungi wilayah yang terkena serangan Angin Tornado. Tetapi tak ada seorangpun warga Amerika Serikat yang mampu menghubungkan fenomena Angin Tornado dengan fenomena kedzaliman Amerika Serikat dan sekutunya di Afghanistan, Iraq, dan Libia.


Padahal, bila mereka mampu menghubungkan fenomena Angin Tornado dengan fenomena kedzaliman Amerika Serikat, maka mereka akan menemukan numena, bahwa Allah SWT tidak menyukai kedzaliman hambanya.


Dalam perspektif kepentingan Obama, maka Osama adalah seorang teroris, karena mengganggu kepentingan Amerika Serikat yang sedang sibuk menghamba pada Pemerintah Israel. Sebaliknya dalam perspektif Osama, maka Obama adalah seorang teroris, karena bersedia memimpin Amerika Serikat yang merupakan negara yang menghamba pada Pemerintah Israel, yang terkenal dzalim di dunia.


Demikianlah perspektif manusia, perspektif Obama dan Osama dapat saling bertentangan, karena kebenaran keduanya bersifat relatif. Kebenaran mutlak bukan berada pada manusia, melainkan berada pada Allah SWT. Dengan kata lain Allah SWT adalah penentu kebenaran di semesta alam (alam semesta dan alam akherat).


Sesuatu yang dikatakan benar oleh Allah SWT, maka benarlah ia di semesta alam. Sebaliknya, sesuatu yang dikatakan salah oleh Allah SWT, maka salahlah ia di semesta alam. Oleh karena Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an, maka sesungguhnya kebenaran versi Allah SWT dapat dilihat di Al Qur’an.


Inilah kebenaran versi Allah SWT, yang dimuat dalam QS.2:120, sebagai berikut: ”Sesungguhnya Nasrani dan Yahudi tidak akan pernah senang kepadamu (muslim), sebelum kamu (muslim) mengikuti millah (cara hidup) mereka (Nasrani dan Yahudi)”.


Allah SWT juga menyatakan, ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan, mereka itu satu sama lain saling melindungi...” (QS.8:72).


Allah SWT menjelaskan, ”Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (tidak turut berjuang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak turut berjuang). ...” (QS.4:94).


Berdasarkan kebenaran versi Allah SWT, maka Osama adalah seorang mujahid (pejuang) yang telah berjihad dengan harta dan jiwanya, terutama dalam upaya membebaskan bumi Afghanistan dari penjajahan Amerika Serikat dan sekutunya. Oleh karena itu, Allah SWT tentulah akan memuliakan Osama dengan karunia dan derajat yang tinggi.


Untuk lebih mudah memahami perbandingan antara Osama dengan Obama dan Pemerintah Amerika Serikat, perhatikan sepak terjang Amerika Serikat selama ini. Pertama, lihatlah jutaan Umat Islam Palestina yang menjadi korban kekejaman Pemerintah Israel yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 1948. Kedua, lihatlah jutaan Umat Islam Afghanistan dan Iraq yang menjadi korban kekejaman tentara Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutunya sejak tahun 2002 (Afghanistan) dan 2003 (Iraq). Ketiga, lihatlah Umat Islam Libia yang tewas akibat adu domba dan serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan sekutunya, sejak awal tahun 2011.


Berdasarkan fakta ini, boleh jadi Osama adalah pahlawan, karena berani melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Sebaliknya, Obama dan Pemerintah Amerika Serikat serta sekutunya adalah setan yang berbentuk manusia (lihat QS.114). Semoga Allah SWT berkenan menunjukkan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Selamat jalan Osama... semoga Allah SWT meridhai perjuanganmu...


Khusus bagi Bangsa Indonesia: Semoga Bangsa Indonesia tetap waspada terhadap skenario Amerika Serikat dan sekutunya.


Caranya, Bangsa Indonesia harus tetap bersatu, dan berkenan menghindari anarkisme dan kekerasan, agar tidak terjebak dalam skenario terorisme yang ditebar Amerika Serikat dan sekutunya.


Bangsa Indonesia harus tetap berkomitmen dan berjuang membangun negara yang diridhai Allah SWT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.


Apabila ada perbedaan pendapat di antara komponen bangsa, hendaklah diselesaikan secara musyawarah sebagai keluarga bangsa senasib sepenanggungan. Jalin terus hubungan yang harmoni antara Pemerintah Republik Indonesia, Polisi Republik Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia dengan masyarakat Indonesia, demi kesejahteraan dan kepentingan bersama dalam ridha Allah SWT.


Insya-Allah...

Minggu, 25 Januari 2009

TIDAK MEMBUTUHKAN OBAMA

Pertama, Umat Islam tidak membutuhkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, karena ada perbedaan yang mendasar, antara Umat Islam dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Kedua, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mendukung perampokan oleh Yahudi Israel terhadap tanah Palestina, yang kemudian dijadikan tempat bermukim, dan mendirikan negara Yahudi Israel dengan nama Negara Israel.
Ketiga, Umat Islam menolak perampokan tanah Palestina oleh Yahudi Israel, sehingga Negara Israel adalah negara ilegal, karena didirikan di atas tanah hasil perampokan.
Keempat, Umat Islam tidak membutuhkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang sejak pelantikannya menyatakan diri mendukung Yahudi Israel dan Negara Israel, namun bersikap memusuhi Hamas (Pejuang Muslim Palestina).
Kelima, Umat Islam percaya sepenuhnya pada kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120 dan QS.114.
Keenam, Umat Islam hanya membutuhkan Allah SWT sebagaimana dimaksud dalam QS.112, dan berharap Allah SWT meridhai setiap perjuangan Umat Islam dalam menegakkan nilai-nilai Islam.

Rabu, 21 Januari 2009

JANGAN TERKESIMA

Sejak kemarin Tentara Yahudi Israel menarik diri dari Gaza, alasan formalnya adalah gencatan senjata sepihak yang dinyatakan oleh Pemerintah Yahudi Israel. Padahal sesungguhnya mereka gentar menghadapi strategi sniper yang ditampilkan Hamas (Pejuang Muslim Palestina). Para sniper Hamas yang berada di reruntuhan gedung siap mencabut nyawa manusia berhati Iblis, yaitu Tentara Yahudi Israel yang berada di Gaza.
Penarikan Tentara Yahudi Israel dari Gaza, hendaknya jangan membuat Umat Islam terkesima. Jangan pernah berpikir, bahwa Yahudi Israel adalah komunitas cinta damai. Karena anggota Komunitas Iblis Internasional ini keluar dari Gaza, setelah membantai 1.400 orang Bangsa Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Jangan pernah terkesima pada Yahudi Israel, baik tentara, pemerintah, maupun rakyatnya. Bila Umat Islam terkesima, berarti Umat Islam tertipu, karena Pemerintah, Tentara, dan Rakyat Yahudi Israel adalah perampok tanah Palestina, dan sebagai bagian dari Komunitas Iblis Internasional mereka selalu siap berbuat kerusakan di muka bumi, terutama di Palestina.
Umat Islam juga selayaknya jangan terkesima pada terpilihnya Barack Obama sebagai presiden di Amerika Serikat, karena sebagai suatu sistem yang mapan, Amerika Serikat insyaAllah tak akan berubah. Amerika Serikat akan tetap sebagai bagian dari Komunitas Iblis Internasional, bersama-sama dengan Yahudi Israel, Inggris, dan Perancis.
Oleh karena itu, Umat Islam tetap harus tenang. Kuatkan doa kepada Allah SWT, agar suatu saat Hadist Rasulullah Muhammad SAW dapat terwujud, yaitu "Tidak akan terjadi kiamat, sampai Umat Islam berhasil mengalahkan Yahudi."
Dengan demikian Para Pejuang Muslim di Afghanistan, Iraq, dan Palestina teruslah berjuang, sampai suatu saat Anda berhasil mengalahkan Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya). Tidak ada damai, antara Umat Islam dengan Komunitas Iblis Internasional hingga akhir zaman. Lihatlah firman Allah SWT dalam QS.2:120 dan QS.114.
Tidak ada damai antara perampok tanah Palestina (Yahudi Israel) dengan pemilik tanah Palestina (Bangsa Palestina), sampai sang perampok keluar dari seluruh tanah yang didudukinya, yang diklaimnya sebagai wilayah Israel. Selamat berjuang saudaraku Pejuang Muslim di Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Ketahuilah Allah SWT meridhai perjuangan Anda. Selamat berjuang, dan maafkan kami yang hanya mampu berdoa.........