ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Allah.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah.. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Agustus 2010

PREVAILING OVER ALL

When The Prophet Muhammad wife, Aisyah, was asked to described the mode of his life and conduct, she replied, "His morals are The Holy Qur'an." This book is the words of God (Allah), which consist of 114 chapter of varying length. Each chapter is made up of single or multiple revelations.

In other words, his daily life was a true picture of The Qur'anic teachings. He was an embodiment of all the virtues which have been enunciated by The Holy Qur'an. The record of his life which shed light on his conduct as a child, as a father, as a neighbor, as a merchant, as a preacher, as a persecuted fugitive, as a friend, as a warrior, as an army commander, as a conqueror, as a judge, as a law giver, as a ruler and above all, as a devotee of God (Allah), and was all an exemplification on The Book of God (Allah). The sincerity and purity of his pious living was clearly revealed in his daily routine.

But The Prophet Muhammad only a man. He is only "the comforter" or "the spirit of truth", who would guide human beings into all truth. He shall not speak of him self, but shall speak of God (Allah) words.

If anyone has a real desire to be a moslem and has full conviction and strong belief, that Islam is the true religion ordained by God (Allah) for all human beings, then one should pronounce, that Shahada, "I bear witness that there is no deity worthy to be worshipped but Allah, and I bear witness the Muhammad is His (Allah) servant and messenger.

The Holy Qur'an is explicit in this regard as God (Allah) has stated, "Truly, the religion on the sight of Allah is Islam" (Qur'an 3:19). In another verse of The Holy Qur'an, God (Allah) has stated, "And whosoever desire a religion other that Islam, never will it accepted of him, and in the hereafter he will be in the ranks of those who are lost" (Qur'an 3:85).

In addition, Islam is the only religion prevailing over all other religions. God (Allah) has stated in The Holy Qur'an, "And to thee. We have sent The Book (The Holy Qur'an) in truth. This Qur'an confirming the scripture that came before it, and a witness over it" (Qur'an 5:48).

The Prophet Muhammad (peace and blessing of Allah be upon him) said, "Islam is based on five pillars: testifying that there is no God worthy to be worshipped but Allah, and that Muhammad is the messenger of Allah and His servant; performing the prayer (shalat); paying the zakat (obligatory charity); fasting the month of Ramadhan (shaum); and performing hajj (yearly pilgrimage)."

Sabtu, 20 Maret 2010

PALESTINIANS: STRONG MOTIVATION

"God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor begotten; and none is like Allah" (source: The Holy Qur'an 112:1-4).

This declare will being a power (energy) for Palestinians (moslems) to resist and against Israelis (the ultimate evil) violence. This declare also give strong motivation for Palestinian to live and life in "God land" (Palestine). Every moslem in the world had known that Israelis (the ultimate evil) had killed millions Palestinian. This evidence has proved the truth of God said in The Holy Qur'an 2:120 and 114, that Israelis is the ultimate evil in the world.

God states, "The only religion in the sight of God is Islam" (The Holy Qur'an 3:19). In another verse of The Holy Qur'an, God states, "If anyone desires a religion other than Islam, never will it be accepted of him; and in the hereafter, he/she will be in the ranks of those who have lost" (The Holy Qur'an 3:85).

Palestinians are prayer five times a day, include Friday prayer (one time a week), that make Palestinans have communicated with God. In his or her prayer, Palestinians face toward Mecca (for common direction) to worship God. In verse of The Holy Qur'an (3:19) God states, "The only religion in the sight of God is Islam." Islam is Palestinians religion which give strong motivation against the violence (dark behavior) of Israelis.

Islam is a simple, reasonable, practical religion, and free from priestcraft and the above charge. It is away of life for the social, moral, and transcendental development of humanity. It does not demand of man to surrender his reasoning faculties, nor does it demand a blind faith in obscure and inexplicable mysteries. It teaches the purest form of monotheism and regards polytheism as an unpardonable sin.

We are (moslems) support Palestinians to against the Israelis violence.
We are knows about the Israelis violence.
We are knows about the Israelis worst.
We are knows about the ultimate evil, that is Israelis.
Thanks for Palestinians, thanks for your fight.

Kamis, 02 April 2009

ORANG - ORANG INI

Allah SWT berfirman, "Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, dan selanjutnya menghidupkanmu kembali. Adakah di antara sesuatu yang kamu sekutukan dengan Allah, yang dapat berbuat demikian. Maha Suci Dia (Allah), dan Maha Tinggi dari segala sesuatu yang dipersekutukan" (QS.30:40).
Firman Allah SWT ini menolak dengan tegas tindakan orang-orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan segala sesuatu. Dengan demikian orang-orang yang menyatakan Tuhan lebih dari satu, atau tidak menerapkan konsepsi Ketuhanan Yang Maha Esa dengan benar, adalah orang-orang bodoh yang sebodoh-bodohnya, serta berada dalam kesesatan yang sesesat-sesatnya.
Orang-orang ini telah diciptakan oleh Allah SWT untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin. Tetapi orang-orang ini justru menolak beribadah kepada Allah SWT, bahkan lebih senang menyembah seorang manusia yang dipertuhankan. Orang-orang ini juga menolak melakukan rahmatan lil'alamiin, bahkan lebih senang melakukan kerusakan, yang kemudian kerusakan itu difitnahkan kepada Umat Islam.
Orang-orang ini telah mengambil rezeki dari Allah SWT tanpa rasa malu, karena berada dalam sesat pikir yang nyata. Orang-orang ini bagaikan seorang staf, yang ditugaskan oleh atasannya untuk melaksanakan suatu tugas tertentu, tetapi tidak melaksanakan tugasnya, melainkan hanya mengambil uang saku, uang transport, uang hotel, dan biaya hidup lainnya.
Lebih kejinya lagi, orang-orang ini menggunakan rezeki yang diperolehnya, untuk menyesatkan orang lain, dan mengajak orang lain berbangga-bangga dengan kesesatan tersebut. Orang-orang ini adalah orang-orang yang dzalim, yang membahayakan kemanusiaan manusia. Oleh karena itu, Umat Islam hendaknya mampu menghadapi orang-orang ini dengan cerdas. Umat Islam hendaknya mampu memberi respon proporsional atas segala aktivitas orang-orang ini. Orang-orang ini, adalah orang-orang yang mempertuhankan selain Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Minggu, 20 April 2008

BANI ISRAIL, YAHUDI, ZIONIS, DAN ISRAEL

Bani Israil adalah nama suatu kaum, yang secara tradisional menganut Agama Yahudi. Sebagian besar dari kaum ini mendukung zionis, yaitu program perampokan tanah Palestina dan penguasaan dunia. Setelah berhasil merampok tanah Palestina (atas bantuan Inggris dan Amerika Serikat), kaum ini mendirikan Negara Israel. Untuk memahami kaum ini (Bani Israel, Yahudi, Zionis, atau Israel), maka hendaklah membaca firman Allah SWT dalam Al Qur'an (sebagai sumber kebenaran absolut).
Antara lain, Allah SWT berfirman, "Dan ingatlah ketika kamu (Bani Israil) berkata, "Hai Musa, kami tidak bisa sabar dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami segala sesuatu yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. Musa berkata, "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh segala sesuatu yang kamu minta." Lalu ditimpakanlah kepada mereka (Bani Israil) nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu terjadi karena mereka (Bani Israil) selalu megingkari ayat-ayat Allah, dan membunuh para Nabi, padahal tidak dibenarkan. Demikian itu terjadi karena mereka (Bani Israil) selalu berbuat durhaka dan melampaui batas" (QS.2:61).
Perhatikanlah firman Allah SWT dalam QS.2:61 tersebut, nampak bahwa Allah SWT memurkai Bani Israil, karena pemikiran, sikap, dan perilaku mereka yang gemar mendurhakai Allah SWT, dan bertindak melampaui batas. Bila Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain mengatakan Bangsa Israel adalah bangsa yang beradab, maka Allah SWT mengatakan sebaliknya. Konsekuensi logisnya, sebagai muslim, umat Islam tentu mempercayai Allah SWT, terlebih-lebih lagi dengan maraknya fakta kedzaliman yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan sekutu-sekutunya.
Sejarah Bani Israil yang dikabarkan QS.2:61 adalah suatu peristiwa setelah Rasulullah Musa AS berhasil mengeluarkan Bani Israil dari kekuasaan Fir'aun. Rasulullah Musa AS membawa Bani Israil ke tanah Bangsa Palestina, yang siap menerima Bani Israil sebagai tamu yang dihormati. Sejarah kemudian berkembang unik, di mana Bani Israil tidak bersedia bersama-sama Bangsa Palestina mempertahankan tanah Bangsa Palestina dari serangan beberapa kerajaan besar. Bani Israil memilih melakukan diaspora (menyebar) ke luar tanah Bangsa Palestina menuju berbagai negara, terutama ke Eropa.
Di Eropa, Bani Israil yang lebih dikenal sebagai Yahudi (Jew) menguasai perekonomian Eropa, dan berupaya menguasai Eropa secara politik. Segeralah terjadi perlawanan terhadap Yahudi di beberapa wilayah Eropa , seperti Swiss, Austria, dan Jerman. Hingga muncullah Partai Nazi di Jerman yang kemudian dipimpin Hitler.
Hitler mendapati fakta bahwa Bangsa Yahudi telah membentuk Zionis Internasional, dan menetapkan Protocol Zion (1901) sebagai tujuan, yang isinya antara lain keinginan untuk menguasai dunia, terutama Jerman. Maka Hitler mendahului Yahudi dengan menyerang terlebih dahulu (tahun 1939), sehingga timbul Perang Dunia II yang melibatkan Eropa dan Amerika Serikat. Hasilnya Hitler kalah (tahun 1945) dan Jerman tunduk pada Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Uni Sovyet, dan lain-lain).
Paska Perang Dunia II, Yahudi mengumumkan bahwa pada saat Perang Dunia II telah terjadi pembantaian terhadap Yahudi (holocaust). Padahal sesungguhnya pada Perang Dunia II telah terjadi pembantaian terhadap Non Yahudi. Dari 60 juta orang yang tewas pada Perang Dunia II, Yahudi yang tewas hanya 6 juta orang, sedangkan Non Yahudi yang tewas sebanyak 54 juta orang. Oleh karena itu tidak benar telah terjadi holocaust saat Perang Dunia, yang benar adalah bahwa pada Perang Dunia II telah terjadi korban di kalangan Non Yahudi sebanyak 54 juta orang, akibat provokasi ekonomi dan politik Yahudi di Eropa.
Uniknya lagi, karena terpengaruh Yahudi, Inggris dan Amerika Serikat melibatkan diri dalam pendirian Negara Israel di tanah Bangsa Palestina yang saat itu dijajah Inggris. Akibatnya berdirilah Negara Israel di tanah Bangsa Palestina, sejak tahun 1948 hingga saat ini. Berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina inilah yang dilawan dengan sungguh-sungguh (jihad) oleh Bangsa Palestina, yang saat ini diperlihatkan terus oleh para pejuang Hammas.
Semoga Allah SWT meridhai, sebagaimana janji Allah SWT dalam QS.2:61 bahwa Yahudi (Bani Israil) akan dinistakan, dihinakan, dan dimurkai oleh Allah SWT. Semoga ... , karena janji Allah SWT selalu ditepatiNya.