ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Bani Israil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bani Israil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2008

BANI ISRAIL, YAHUDI, ZIONIS, DAN ISRAEL

Bani Israil adalah nama suatu kaum, yang secara tradisional menganut Agama Yahudi. Sebagian besar dari kaum ini mendukung zionis, yaitu program perampokan tanah Palestina dan penguasaan dunia. Setelah berhasil merampok tanah Palestina (atas bantuan Inggris dan Amerika Serikat), kaum ini mendirikan Negara Israel. Untuk memahami kaum ini (Bani Israel, Yahudi, Zionis, atau Israel), maka hendaklah membaca firman Allah SWT dalam Al Qur'an (sebagai sumber kebenaran absolut).
Antara lain, Allah SWT berfirman, "Dan ingatlah ketika kamu (Bani Israil) berkata, "Hai Musa, kami tidak bisa sabar dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami segala sesuatu yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. Musa berkata, "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh segala sesuatu yang kamu minta." Lalu ditimpakanlah kepada mereka (Bani Israil) nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu terjadi karena mereka (Bani Israil) selalu megingkari ayat-ayat Allah, dan membunuh para Nabi, padahal tidak dibenarkan. Demikian itu terjadi karena mereka (Bani Israil) selalu berbuat durhaka dan melampaui batas" (QS.2:61).
Perhatikanlah firman Allah SWT dalam QS.2:61 tersebut, nampak bahwa Allah SWT memurkai Bani Israil, karena pemikiran, sikap, dan perilaku mereka yang gemar mendurhakai Allah SWT, dan bertindak melampaui batas. Bila Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain mengatakan Bangsa Israel adalah bangsa yang beradab, maka Allah SWT mengatakan sebaliknya. Konsekuensi logisnya, sebagai muslim, umat Islam tentu mempercayai Allah SWT, terlebih-lebih lagi dengan maraknya fakta kedzaliman yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan sekutu-sekutunya.
Sejarah Bani Israil yang dikabarkan QS.2:61 adalah suatu peristiwa setelah Rasulullah Musa AS berhasil mengeluarkan Bani Israil dari kekuasaan Fir'aun. Rasulullah Musa AS membawa Bani Israil ke tanah Bangsa Palestina, yang siap menerima Bani Israil sebagai tamu yang dihormati. Sejarah kemudian berkembang unik, di mana Bani Israil tidak bersedia bersama-sama Bangsa Palestina mempertahankan tanah Bangsa Palestina dari serangan beberapa kerajaan besar. Bani Israil memilih melakukan diaspora (menyebar) ke luar tanah Bangsa Palestina menuju berbagai negara, terutama ke Eropa.
Di Eropa, Bani Israil yang lebih dikenal sebagai Yahudi (Jew) menguasai perekonomian Eropa, dan berupaya menguasai Eropa secara politik. Segeralah terjadi perlawanan terhadap Yahudi di beberapa wilayah Eropa , seperti Swiss, Austria, dan Jerman. Hingga muncullah Partai Nazi di Jerman yang kemudian dipimpin Hitler.
Hitler mendapati fakta bahwa Bangsa Yahudi telah membentuk Zionis Internasional, dan menetapkan Protocol Zion (1901) sebagai tujuan, yang isinya antara lain keinginan untuk menguasai dunia, terutama Jerman. Maka Hitler mendahului Yahudi dengan menyerang terlebih dahulu (tahun 1939), sehingga timbul Perang Dunia II yang melibatkan Eropa dan Amerika Serikat. Hasilnya Hitler kalah (tahun 1945) dan Jerman tunduk pada Sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Uni Sovyet, dan lain-lain).
Paska Perang Dunia II, Yahudi mengumumkan bahwa pada saat Perang Dunia II telah terjadi pembantaian terhadap Yahudi (holocaust). Padahal sesungguhnya pada Perang Dunia II telah terjadi pembantaian terhadap Non Yahudi. Dari 60 juta orang yang tewas pada Perang Dunia II, Yahudi yang tewas hanya 6 juta orang, sedangkan Non Yahudi yang tewas sebanyak 54 juta orang. Oleh karena itu tidak benar telah terjadi holocaust saat Perang Dunia, yang benar adalah bahwa pada Perang Dunia II telah terjadi korban di kalangan Non Yahudi sebanyak 54 juta orang, akibat provokasi ekonomi dan politik Yahudi di Eropa.
Uniknya lagi, karena terpengaruh Yahudi, Inggris dan Amerika Serikat melibatkan diri dalam pendirian Negara Israel di tanah Bangsa Palestina yang saat itu dijajah Inggris. Akibatnya berdirilah Negara Israel di tanah Bangsa Palestina, sejak tahun 1948 hingga saat ini. Berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina inilah yang dilawan dengan sungguh-sungguh (jihad) oleh Bangsa Palestina, yang saat ini diperlihatkan terus oleh para pejuang Hammas.
Semoga Allah SWT meridhai, sebagaimana janji Allah SWT dalam QS.2:61 bahwa Yahudi (Bani Israil) akan dinistakan, dihinakan, dan dimurkai oleh Allah SWT. Semoga ... , karena janji Allah SWT selalu ditepatiNya.

Kamis, 13 September 2007

MEMAHAMI ISRAEL

Tidak mudah memahami Israel, karena keunikannya. Ketika berbicara tentang "Israel" ingatan kita tertuju pada Bangsa Yahudi (yang dalam Al Qur'an disebut dengan nama "Bani Israil") yang mendirikan Negara Israel dengan cara merampas tanah milik Bangsa Palestina. Oleh karena itu, agar dapat memahami Israel secara obyektif (sebenar-benarnya), maka kita harus mempelajarinya dari Sumber Kebenaran, yaitu Allah SWT.
Allah SWT berfirman, bahwa hendaknya Bani Israil (dapat dibaca: Bangsa Israel atau Bangsa Yahudi) ingat tentang nikmat Allah SWT kepada mereka (lihat QS.2:47), ketika mereka diselamatkan dari kekejaman Raja Mesir, Fir'aun (lihat QS.2:49). Allah SWT menyelamatkan mereka dengan cara yang luar biasa (melampaui nikmat Allah SWT kepada bangsa-bangsa lain), ketika Rasulullah Musa AS berhasil membelah lautan untuk disebrangi oleh Bani Israil yang sedang dikejar oleh tentara Fir'aun (lihat QS.2:50).
Selanjutnya dalam rangka rahmat Allah SWT kepada Bani Israil, Allah SWT juga memberikan kepada Bani Israil (melalui Rasulullah Musa AS) sebuah Kitab Suci, yaitu: Taurat (lihat QS.2:51). Namun Bani Israil mendustai Allah SWT dengan tetap mempertuhankan anak lembu (lihat QS.2:54). Bahkan dalam konteks kekinian, Bani Israil dengan sangat berani (sangat durhaka) menggantikan peran Taurat dengan kitab yang mereka buat sendiri, yaitu Talmud.
Allah SWT juga mengizinkan Bani Israil untuk memasuki Baitul Maqdis (tanah Palestina) dengan rendah hati, sebagai tamu yang dihormati oleh Bangsa Palestina (lihat QS.2:58). Tetapi harmoni menjadi rusak, ketika Bani Israil mengganti perintah (rendah hati) dengan mengerjakan hal-hal yang tidak diperintahkan Allah SWT, yaitu: memusuhi Bangsa Palestina (lihat QS.2:59).
Harmoni antara tamu (Bani Israil) dengan tuan rumah (Bangsa Palestina) di tanah Palestina menjadi sulit terwujud, karena Bani Israil memusuhi dan memerangi Bangsa Palestina. Disharmoni di tanah Palestina ini segera dimanfaatkan oleh negara-negara besar yang ada pada saat itu, untuk menyerang dan menguasai tanah Palestina. Uniknya, tanpa rasa terimakasih kepada Bangsa Palestina, Bani Israil tidak bersedia membantu Bangsa Palestina yang tanahnya sedang diserang oleh negara-negara lain. Bani Israil lebih memilih melakukan diaspora (melarikan diri ke berbagai negara).
Lebih unik lagi, ketika tanah Palestina dijajah Inggris, Bani Israil bekerjasama dengan Inggris melakukan migrasi Bani Israil secara besar-besaran ke tanah Palestina sejak tahun 1920, untuk mendirikan Negara Israel di tanah Palestina. Kejahatan Bani Israil ini berhasil terwujud pada tahun 1948 dengan berdirinya Negara Israel di tanah Palestina. Kejahatan Bani Israil semakin parah, karena setelah berdirinya Negara Israel mereka mendapat dukungan yang kuat dari Amerika Serikat hingga saat ini. Hal ini dapat difahami, karena secara faktual Bangsa Amerika Serikat yang multi ras berada dalam hegemoni (kekuasaan) Bani Israil yang terorganisir dalam berbagai lobby Yahudi.