ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Selasa, 29 Maret 2011

"ADU DOMBA" BARAT DI LIBIA

Sebagai muslim, kita sedih ada sekian banyak saudara-saudara kita, sesama muslim, yang tewas di Libia, baik dari kalangan oposisi maupun kalangan pro Pemerintah Libia (pro Khadafi). Kita sedih, karena sesama muslim, oposisi dan pro Pemerintah Libia, saling bunuh. Kita sedih, karena muslim dari kalangan pro Pemerintah Libia tewas dibantai oleh Barat, atau Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Sebagai muslim kita faham bahwa di Benua Eropa dan Benua Amerika terdapat masyarakat yang cinta damai, yang menolak sepak terjang Barat. Untuk masyarakat cinta damai ini, Umat Islam memberi apresiasi yang tinggi, dan siap hidup berdampingan secara damai.


Oleh karena itu, yang dimaksud dengan Barat, atau Komunitas Iblis Internasional, adalah komunitas yang terdiri dari Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Perancis, serta para pendukungnya (seperti: Pemerintah Israel, Pemerintah Kanada, Pemerintah Italia, dan lain-lain).


Terkejut oleh runtuhnya rezim pro Barat di Afrika Utara dan Timur Tengah (seperti: Rezim Tunisia dan Rezim Mesir), Barat segera melakukan operasi balasan, yaitu melumat Umat Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah. Libia dipilih sebagai wilayah operasi, karena situasi dan kondisinya menguntungkan.


Sejak sepuluh tahun terakhir, Moamar Khadafi (penguasa Libia) sangat dekat dengan Barat, minyak bumi Libia sebagian besar mengalir ke Barat, bahkan segenap keluarga Moamar Khadafi bersemangat menabung dan menginvestasikan uangnya di Barat. Pada sisi yang lain, Barat telah sejak lama mendanai berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada di Libia, yang bersedia menjadi komparador (agen atau kaki-tangan) Barat di Libia.


Ketika rakyat Libia menuntut pemerintahan yang lebih adil kepada Moamar Khadafi, maka LSM komparador Barat segera melakukan langkah-langkah strategis menunggangi tuntutan rakyat Libia. Sementara itu, agen-agen Barat yang ada di sekitar Moamar Khadafi, yang menduduki jabatan tinggi, juga segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menjerumuskan Moamar Khadafi.


Upaya agen Barat berhasil, Moamar Khadafi emosional merespon tuntutan rakyat Libia, dan menuduh Al Qaida sebagai pihak yang mendalangi tuntutan rakyat Libia. Respon ini berhasil memposisikan Moamar Khadafi sebagai lawan Al Qaida, yang merupakan komunitas pejuang muslim dunia.


Pada awalnya Moamar Khadafi seolah berada di atas angin, karena dengan menyebut kata “Al Qaida”, ia seakan mendapat legitimasi untuk mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun.


Pada sisi yang lain LSM komparador Barat di Libia mulai bergerak mempersenjatai rakyat, dengan berbagai cara, termasuk dengan menyerang dan merampas gudang senjata milik polisi dan militer Libia. Setelah kondisi dipandang matang, maka LSM komparador Barat di Libia segera menggerakkan rakyat bersenjata untuk menyerang polisi dan militer Libia.


Dengan demikian kini berhadap-hadapanlah dua kelompok bersenjata, yaitu rakyat bersenjata yang disebut oposisi atau pemberontak, dengan polisi, militer, dan pemerintah Libia yang disebut pro Khadafi. Situasi ini sekaligus meresmikan terjadinya “perang saudara di Libia”, yaitu perang sesama muslim yang menjadi warga negara Libia. Situasi inilah yang menimbulkan kesedihan bagi Umat Islam dunia.


Setelah perang saudara meletus di Libia, Barat memperhitungkan bahwa Moamar Khadafi tidak lagi populer. Oleh karena itu, Barat memutuskan untuk mendukung oposisi atau pemberontak Libia, karena lebih populer, terutama dalam hal tuntutan keadilan dan upaya penegakan demokrasi (ideologi Barat).


Keberpihakan Barat pada oposisi atau pemberontak Barat juga dilatar-belakangi oleh peluang mendapat konsesi atas minyak bumi Libia yang sangat berlimpah, dan kesempatan membekukan kekayaan keluarga besar Moamar Khadafi yang berlimpah ruah di Benua Eropa dan Benua Amerika.


Akhirnya, Barat segera mendorong PBB (Pecundang Bangsa-Bangsa) untuk mengeluarkan resolusi “larangan terbang di wilayah udara Libia”. Berbekal logika penegakan resolusi PBB maka pesawat-pesawat Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis segera hilir mudik berpatroli di wilayah udara Libia.


Setelah masyarakat dunia terlihat mendukung resolusi PBB dan penegakkannya oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, maka tibalah waktunya bagi Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis untuk membantai Umat Islam Libia yang diidentifikasi sebagai kelompok pro Khadafi. Sejak saat itu, banyak Umat Islam Libia yang tewas dihantam rudal (peluru kendali) Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis; demikian juga dengan kota-kota Libia yang luluh lantak oleh serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.


Masyarakat dunia yang cenderung fasiq (mendustai Allah SWT) nampak gamang menyikapi serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis terhadap Libia. Akibatnya mengalir dukungan bagi Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang sedang asyik membantai Umat Islam Libia.


Bahkan beberapa pemerintah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, mengisyaratkan dukungannya atas Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang kemudian diperluas dengan bergabungnya beberapa anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization), seperti: Pemerintah Jerman, Pemerintah Italia, Pemerintah Kanada, dan lain-lain, dalam operasi pembantaian Umat Islam Libia.


Demikianlah pembantaian yang dilakukan Barat terhadap Umat Islam Libia, dengan menggunakan skenario “adu domba”, yang mendapat dukungan masyarakat dunia yang cenderung fasiq. Oleh karena itu, penting bagi Umat Islam di seluruh dunia untuk: Pertama, berikhtiar mendamaikan oposisi dengan Pemerintah Libia. Kedua, mengirim bantuan kemanusiaan untuk mengurangi korban tewas di kalangan oposisi dan Pemerintah Libia. Ketiga, berdoa atau memohon kepada Allah SWT agar berkenan menghentikan perang saudara di Libia, dan mengusir Barat dari bumi Libia.


Pembantaian atas Umat Islam Libia oleh Barat, antara lain dapat difahami dengan memperhatikan firman Allah SWT, sebagai berikut: Pertama, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (QS.5:44). Kedua, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim” (QS.5:45). Ketiga, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq” (QS.5:47).”


Berdasarkan ketiga firman Allah SWT tersebut, dan sehubungan dengan serangannya atas Libia yang menewaskan banyak Umat Islam Libia, maka Barat adalah komunitas kafir, dzalim dan fasiq di dunia, yang lebih tepat disebut sebagai Komunitas Iblis Internasional (berdasarkan QS.114 dan QS.2:120).


Semoga Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam Libia, dan semoga Bangsa Indonesia berkenan bersungguh-sungguh belajar dari peristiwa Libia, dengan menciptakan kedamaian di bumi Indonesia.


Selamat berikhtiar, damai selalu negeriku Indonesia...

Minggu, 20 Maret 2011

TIPUDAYA BARAT DI LIBIA

Banyak orang-orang yang ceroboh mengagungkan Barat sebagai penegak hak asasi manusia. Pada hari Jum’at 19 Maret 2011, Allah SWT memperlihatkan bahwa Barat adalah komunitas pengejar rente dan sumberdaya alam (minyak bumi). Pada hari itu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, serta negara-negara Barat lainnya, dan yang pro dengan mereka, berbondong-bondong menyerang Libia, dengan alasan membela kelompok oposisi (pemberontak) Libia.


Begitulah ciri khas komunitas Barat, bila ada kesempatan menyerang negara berpenduduk muslim, maka mereka dengan sangat gembira akan melakukannya. Demikianlah yang dilakukan oleh Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan kawan-kawannya, yang dengan penuh kegembiraan melakukan serangan udara ke wilayah Libia, untuk menewaskan muslim Libia.


Sebagai muslim, kita seharusnya cerdas dan menolak serangan Barat di Libia. Jangan pernah mendukung serangan Barat di Libia, yang menewaskan saudara-saudara kita. Sesungguhnya serangan Barat di Libia adalah dalam rangka memperoleh konsesi minyak bumi di Libia, apabila oposisi berhasil berkuasa di Libia.


Dalam konteks serangan Barat di Libia, perhatikan penegasan Allah SWT, bahwa banyak di antara ahli kitab (Nasrani dan Yahudi) yang menginginkan agar Umat Islam tunduk pada mereka. Semua ini antara lain karena kedengkian mereka terhadap Umat Islam. Padahal semua ini mereka lakukan, justru karena mereka mengetahui kebenaran nilai-nilai Islam. Allah SWT juga telah mengingatkan, bahwa mereka tidak akan pernah rela atas penerapan nilai-nilai Islam oleh Umat Islam. Mereka ingin agar Umat Islam keluar atau meninggalkan nilai-nilai Islam, dan mengikuti cara hidup mereka, yang berarti tunduk pada mereka (lihat QS.2:109 dan QS.2:120).


Dalam konteks kekinian, dan berdasarkan sejarah di masa lalu, umat manusia sesungguhnya mengetahui bahwa karakter Barat adalah menjarah sumberdaya alam negara-negara lain, termasuk negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam.


Oleh karena itu, tolak serangan Barat terhadap Umat Islam di Libia. Waspadai tipudaya Barat yang membantu oposisi Libia untuk mendapatkan konsesi minyak bumi di Libia. Berdoalah, agar Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam di Libia.


Semoga Allah SWT berkenan menggerakkan negara-negara berpenduduk muslim, dan tokoh-tokoh muslim dunia, untuk menjadi juru damai bagi oposisi dan pemerintah Libia. Walaupun mudah dimengerti, bahwa upaya mendamaikan oposisi dengan pemerintah Libia akan dihalang-halangi oleh Barat, karena akan menggagalkan upaya mereka mendapat konsesi minyak bumi di Libia.


Semoga Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam Libia dari kejahatan Barat...


Catatan:


Dalam siaran persnya pada hari Minggu tanggal 20 Maret 2011, Pemerintah Jepang menyatakan dukungannya atas serangan Barat di Libia. Oleh karena itu, kita dapat lebih mudah memahami, mengapa Allah SWT menimpakan gempa berkekuatan 8,9 sekala richter dan tsunami kepada masyarakat Jepang beberapa hari yang lalu, yang menghancurkan 40 % wilayah Jepang dan menewaskan 20.000 orang.

Selama ini Pemerintah Jepang mendukung serangan dan penjajahan Amerika Serikat dan NATO (North Atlantic Treaty Organizations) di bumi Afghanistan dan Iraq.


Subhanallah...

Rabu, 05 Agustus 2009

KEDZALIMAN PEMERINTAH ISRAEL

Sejak awal Juli 2009, Pemerintah Israel yang dzalim dan yang telah merampok tanah Palestina untuk mendirikan Negara Dzalim Israel, telah melakukan program yang keji terhadap rakyat Palestina. Program tersebut berupa pengusiran rakyat Palestina dari setiap jengkal tanah, yang berhasil dirampok oleh Pemerintah Israel.
Dalam konteks kekinian, nampak bahwa sangat sulit menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina yang ditindas dan didzalimi oleh Pemerintah Israel. Hal ini dikarenakan Pemerintah Israel mendapat dukungan kuat dari Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120), yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan lain-lain.
Namun demikian Umat Islam hendaknya tidaklah berputus-asa, tetaplah berdoa, agar rakyat Palestina mampu menegakkan keadilan bagi diri mereka sendiri di Tanah Palestina, karena Allah SWT telah berfirman:
"Orang-orang kafir berkata berkata kepada Rasul-Rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu (para Rasul dan pengikutnya, termasuk pengikut Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Bangsa Palestina) dari negeri kami (misal: Israel), atau kamu kembali kepada agama kami (misal: Yahudi)." Maka Allah mewahyukan kepada mereka (para Rasul, yang kemudian tercatat dalam Al Qur'an), "Kami (Allah) pasti akan membinasakan orang-orang yang dzalim itu (misal: Pemerintah Israel), dan Kami pasti akan menempatkan kamu (orang-orang saleh, misal: Palestina) di negeri-negeri itu, sesudah mereka (orang-orang kafir, misal: Pemerintah Israel). Yang demikian itu disampaikan sebagai penyemangat bagi orang-orang yang takut kepadaKu dan ancamanKu" (lihat QS.14:13-14).

Kamis, 01 Januari 2009

MELAWAN KEKUATAN JAHAT GLOBAL

Jika sampai saat ini, ada di antara kita, yang bingung menentukan siapa kekuatan jahat global, maka bacalah QS.2:120. Komunitas yang dimaksud dalam QS.2:120 itulah yang dinyatakan oleh Allah SWT sebagai kekuatan jahat global.
Secara nyata, peristiwa serangan Yahudi Israel ke Jalur Gaza, yang menewaskan 350 orang warga Palestina (sejak jum'at 26 Desember 2008 sampai dengan Kamis 1 Januari 2009) merupakan bukti kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Bukankah serangan itu dilakukan oleh Yahudi Israel? dan bukankah Yahudi Israel didukung sepenuhnya oleh negara-negara barat (Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya)? Mereka itulah komunitas kekuatan jahat global yang dimaksud Allah SWT dalam QS.2:120.
Berita terbaru (Kamis 1 Januari 2009 dalam Headline Metro TV jam 17.00 WIB), serangan udara Yahudi Israel ditujukan dan telah menghancurkan Rumah Sakit Khusus Anak-Anak di Jalur Gaza. Inilah bukti nyata kekuatan jahat global. Inilah bukti nyata, bahwa Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya merupakan kekuatan jahat global.
Oleh sebab itu, jika saat ini ada pihak yang masih bersimpati pada kekuatan jahat global, maka ia boleh jadi tidak faham QS.2:120. Jika ia seorang muslim, maka boleh jadi ia telah mengkhianati Allah SWT. Jika ada tokoh muslim, yang mendapat penghargaan dari yayasan Yahudi (Wiesenthal Center), maka sesungguhnya tokoh muslim tersebut telah menjual Agama Islam yang dianutnya dengan harga yang murah.
Akhirnya, Umat Islam hendaknya merapatkan barisan. Jauhi tokoh-tokoh Islam yang telah menjual Agama Islam yang dianutnya kepada kekuatan jahat global. Galang terus persatuan Umat Islam. Bantu rakyat Palestina sesuai kemampuan masing. Bagi yang sanggup memberi bantuan medis, berilah bantuan medis. Bagi yang sanggup memberi bantuan dana, berilah bantuan dana. Dan tentu saja, setiap muslim memiliki kewajiban untuk terus mendoakan agar rakyat Palestina dan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) tidak gentar dengan gertakan kekuatan jahat global (Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya).
Perjuangan rakyat Pelestina dan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam menghadapi kekuatan jahat global, insyaAllah memang panjang (hingga akhir zaman). Namun rakyat Palestina dan Pejuang Muslim Palestina berada di jalan yang diridhai Allah SWT, sedangkan kekuatan jahat global (Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya) berada di jalan yang dimurkai Allah SWT (lihat QS. Al Fatihah).
Selamat berjuang saudaraku, Pejuang Muslim Palestina (Hamas). Jika engkau gugur dalam perjuangan, itu merupakan jalan mulia yang engkau persembahkan kepada Allah SWT, dan juga kepada kami (Umat Islam Dunia). Kami (Umat Islam Dunia) terus menerus berdoa untukmu. Kami juga mengerti bahwa Negara Yahudi Israel adalah negara yang didirikan secara tidak sah, karena didirikan di atas tanah hasil merampok tanah Bangsa Palestina. Oleh karena itu, bila kebenaran yang dijanjikan Allah SWT suatu saat terwujud, maka insyaAllah, akan hapuslah Negara Yahudi Israel dari muka bumi. Sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT.

Minggu, 28 Desember 2008

LAWAN TENTARA YAHUDI ISRAEL

Jum'at 26 Desember 2008 malam, Tentara Yahudi Israel membom pemukiman Palestina di Jalur Gaza, 155 orang Palestina tewas (terdiri dari anak-anak dan wanita). Sementara itu, Tentara Yahudi Israel juga sedang mempersiapkan serangan darat, untuk membantai Bangsa Palestina. Serangan Tentara Yahudi Israel ini didukung terutama oleh Amerika Serikat dan Inggris.
Oleh karena itu, Umat Islam di seluruh dunia, dari tempat kediaman masing-masing, apapun bangsa dan warna kulit Anda, marilah berdoa untuk keselamatan Bangsa Palestina. Berdoalah agar Allah SWT berkenan meridhai upaya Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam bertempur menghadapi Tentara Yahudi Israel.
Kedzaliman, kejahatan, dan kebengisan Tentara Yahudi Israel yang dibantu dan didukung sepenuhnya oleh Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya secara terus menerus kepada Bangsa Palestina, sesungguhnya membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Oleh sebab itu, silahkan Tentara Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya berdalih seribu satu kata, maka kedzaliman, kejahatan, dan kebengisan mereka hanya akan membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Selamat berjuang Saudaraku, Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam pertempuran hingga akhir zaman, melawan Tentara Yahudi Israel dan para sekutunya. InsyaAllah kemuliaan berada di sisi Pejuang Muslim Palestina.
Wahai saudaraku. Umat Islam, di seluruh dunia ketahuilah, suatu saat Tentara Yahudi Israel dan Negara Israel akan dihancurkan Allah SWT. Ingatlah nasib Ariel Sharon (mantan Komandan Tentara Yahudi Israel) yang sejak digantikan Ehut Olmert (2005) hingga kini masih dalam keadaan koma. Itulah balasan Allah SWT bagi Tentara Yahudi Israel di dunia. InsyaAllah di akherat tersedia hukuman yang lebih berat. Amin....

Rabu, 03 September 2008

KEJAHATAN INGGRIS PADA UMAT ISLAM

Pertama, di masa kolonial menjajah dan merampas hasil bumi, wilayah-wilayah muslim.
Kedua, mendorong dan membantu berdirinya Negara Israel di Tanah Bangsa Palestina, sejak tahun 1920 sampai berdirinya Negara Israel tahun 1948, dan hingga kini.
Ketiga, mendorong agen Inggris, Kemal Ataturk, menghancurkan Kekhalifahan Islam Ottoman, dan mendirikan Negara Turki yang sekuler.
Keempat, menyediakan London bagi Markas Besar Ahmadiyah Internasional, yang mendirikan Kekhalifahan Islam Palsu, dan merusak atau menodai Islam.
Kelima, membantu Amerika Serikat menjajah Negeri-Negeri Muslim, seperti Afghanistan dan Irak.
Keenam, dan lain-lain

Jumat, 15 Agustus 2008

SELAMAT HUT KEMERDEKAAN

17 Agustus 2008 Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-63. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, karena atas berkat rahmat Allah SWT, maka Bangsa Indonesia dapat mengenyam kemerdekaan. Berdasarkan perspektif sejarah (seperti pesan Ibn Khaldun) maka sejak dahulu hingga kini, musuh kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah: Pertama, Belanda, yang menjajah selama 250 tahun, sambil memurtadkan sebagian Bangsa Indonesia dari nilai-nilai Islam. Hingga kini, Belanda juga masih memusuhi Indonesia, hal ini dibuktikan dengan penolakan mereka mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kedua, Jepang, yang menjajah selama tiga setengah tahun. Namun kekejiannya melampaui kekejian hewan. Lihatlah bagaimana sumberdaya alam dikuras, dan perempuan-perempuan Indonesia dijadikan jugun ianfu (pemuas sex tentara Jepang). Hingga kini, Jepang tetap mengeksploitasi Indonesia sebagai pasar barang-barang mereka.
Ketiga, Inggris, yang menyerang Bangsa Indonesia di Surabaya, dan membawa masuk tentara Belanda ke wilayah Indonesia. Hingga kini, Inggris tetap memusuhi Indonesia, dengan menyebut Indonesia sebagai negara teroris, dan memojokkan muslim Indonesia.
Keempat, Amerika Serikat, yang melalui Konferensi Meja Bundar, berhasil memaksa Indonesia menanggung hutang Belanda sebesar 1,13 miliar dollar Amerika Serikat, yang 42 %-nya adalah anggaran militer yang digunakan Belanda memerangi Indonesia. Amerika Serikat juga pernah mendukung pemberontakan PRRI-Permesta. Hingga kini, seluruh Bangsa Indonesia tahu sikap tidak bersahabat Amerika Serikat (siapapun presidennya).
Kelima, Australia, yang pada tahun 2000-an bersemangat memisahkan Timor-Timur dari Indonesia. Hingga kemudian oposan Timor-Timur, Mayor Alfredo menjelaskan bagaimana berkuasanya Australia di Timor-Timur.
Seluruh sejarah kemerdekaan Indonesia dan sejarah Indonesia kini menunjukkan, bahwa hanya kepada Allah SWT-lah Bangsa Indonesia dapat berharap. Hal ini penting difahami, karena musuh-musuh bangsa mengintai selalu. Bila tidak dapat melakukan konfrontasi langsung, maka musuh-musuh Bangsa Indonesia akan membayar orang-orang Indonesia yang bersedia berkhianat kepada bangsanya.
Oleh karena itu bersabarlah, dan tetaplah berjuang sesuai kemampuan masing-masing, dengan menegakkan nilai-nilai Islam. Bukankah nilai-nilai ini yang diperjuangkan oleh para pahlawan nasional. Semoga Allah SWT meridhai, dan selamat HUT Kemerdekaan...

Selasa, 29 Juli 2008

KEMULIAAN MANUSIA

Tidaklah benar pendapat Machiavelli yang mengatakan, bahwa manusia pada dasarnya jahat. Juga tidak benar pendapat Adam Smith, yang menyerahkan solusi ketidak-adilan kapitalisme hanya pada "the invisible hand".
Sesungguhnya manusia bertugas untuk: (1) beribadah kepada Allah SWT, dan (2) rahmatan lil'alamiin dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap manusia harus memahami tentang kemuliaan manusia, dan sungguh-sungguh berupaya mengatasi ketidak-adilan kapitalisme dengan melawannya sesuai kemampuan.
Allah SWT menjelaskan, bahwa manusia itu mulia. Hal ini sesuai dengan penjelasan Allah SWT, bahwa manusia diciptakanNya dalam bentuk (fisik dan non fisik) yang sebaik-baiknya (lihat QS.95:4). Namun Allah SWT kemudian menjelaskan, bahwa bila tidak hati-hati dalam menjalani hidupnya, manusia berpeluang menempati posisi yang serendah-rendahnya (lihat QS.95:5). Manusia yang sesungguhnya mulia, akan berada dalam kemuliaannya sebagai manusia, bila berkenan beriman dan mengerjakan amal saleh. Manusia seperti ini akan mendapat pahala yang terus menerus, sebagaimana janji Allah SWT dalam QS.95:6.
Dengan demikian muncul pertanyaan yang menggelitik. Mengapa masih ada manusia yang mendustakan Allah SWT? Bukankah hal ini merupakan tindakan manusia yang melampaui batas? Dalam perspektif fenomenologi, lihatlah kejahatan Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, yang memperagakan kekejian terhadap Bangsa Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Umat Islam pada umumnya.
Untuk menjawab pertanyaan dan fenomena ini, Allah SWT menjelaskan, bahwa sesungguhnya manusia-manusia keji itu benar-benar telah melampaui batas. Mereka berbuat keji karena menganggap dirinya serba cukup, baik dari segi harta dunia, ilmu pengetahuan dunia, keunggulan rasistik, dan lain-lain (lihat QS.96:6-7).
Itulah jawaban singkat Allah SWT kepada manusia. Tugas cendekiawan muslim untuk mengetahuinya lebih detail, dan kemudian menjelaskannya kepada manusia pada umumnya. Sampai suatu saat kekejian Amerika Serikat, Inggris, dan Israel dapat sirna dari muka bumi.
Pertanyaannya, kapan hal itu terjadi? Maka bagi muslim sudah selayaknya menyerahkan D-Day pada Allah SWT, baginya yang penting adalah menjadi bagian dari perjuangan mengenyahkan kekejian Amerika Serikat, Inggris, dan Israel dari muka bumi. Caranya tentu dengan cara-cara yang diridhai Allah SWT, dan sanggup dilakukan oleh muslim tersebut.

Kamis, 13 September 2007

MEMAHAMI ISRAEL

Tidak mudah memahami Israel, karena keunikannya. Ketika berbicara tentang "Israel" ingatan kita tertuju pada Bangsa Yahudi (yang dalam Al Qur'an disebut dengan nama "Bani Israil") yang mendirikan Negara Israel dengan cara merampas tanah milik Bangsa Palestina. Oleh karena itu, agar dapat memahami Israel secara obyektif (sebenar-benarnya), maka kita harus mempelajarinya dari Sumber Kebenaran, yaitu Allah SWT.
Allah SWT berfirman, bahwa hendaknya Bani Israil (dapat dibaca: Bangsa Israel atau Bangsa Yahudi) ingat tentang nikmat Allah SWT kepada mereka (lihat QS.2:47), ketika mereka diselamatkan dari kekejaman Raja Mesir, Fir'aun (lihat QS.2:49). Allah SWT menyelamatkan mereka dengan cara yang luar biasa (melampaui nikmat Allah SWT kepada bangsa-bangsa lain), ketika Rasulullah Musa AS berhasil membelah lautan untuk disebrangi oleh Bani Israil yang sedang dikejar oleh tentara Fir'aun (lihat QS.2:50).
Selanjutnya dalam rangka rahmat Allah SWT kepada Bani Israil, Allah SWT juga memberikan kepada Bani Israil (melalui Rasulullah Musa AS) sebuah Kitab Suci, yaitu: Taurat (lihat QS.2:51). Namun Bani Israil mendustai Allah SWT dengan tetap mempertuhankan anak lembu (lihat QS.2:54). Bahkan dalam konteks kekinian, Bani Israil dengan sangat berani (sangat durhaka) menggantikan peran Taurat dengan kitab yang mereka buat sendiri, yaitu Talmud.
Allah SWT juga mengizinkan Bani Israil untuk memasuki Baitul Maqdis (tanah Palestina) dengan rendah hati, sebagai tamu yang dihormati oleh Bangsa Palestina (lihat QS.2:58). Tetapi harmoni menjadi rusak, ketika Bani Israil mengganti perintah (rendah hati) dengan mengerjakan hal-hal yang tidak diperintahkan Allah SWT, yaitu: memusuhi Bangsa Palestina (lihat QS.2:59).
Harmoni antara tamu (Bani Israil) dengan tuan rumah (Bangsa Palestina) di tanah Palestina menjadi sulit terwujud, karena Bani Israil memusuhi dan memerangi Bangsa Palestina. Disharmoni di tanah Palestina ini segera dimanfaatkan oleh negara-negara besar yang ada pada saat itu, untuk menyerang dan menguasai tanah Palestina. Uniknya, tanpa rasa terimakasih kepada Bangsa Palestina, Bani Israil tidak bersedia membantu Bangsa Palestina yang tanahnya sedang diserang oleh negara-negara lain. Bani Israil lebih memilih melakukan diaspora (melarikan diri ke berbagai negara).
Lebih unik lagi, ketika tanah Palestina dijajah Inggris, Bani Israil bekerjasama dengan Inggris melakukan migrasi Bani Israil secara besar-besaran ke tanah Palestina sejak tahun 1920, untuk mendirikan Negara Israel di tanah Palestina. Kejahatan Bani Israil ini berhasil terwujud pada tahun 1948 dengan berdirinya Negara Israel di tanah Palestina. Kejahatan Bani Israil semakin parah, karena setelah berdirinya Negara Israel mereka mendapat dukungan yang kuat dari Amerika Serikat hingga saat ini. Hal ini dapat difahami, karena secara faktual Bangsa Amerika Serikat yang multi ras berada dalam hegemoni (kekuasaan) Bani Israil yang terorganisir dalam berbagai lobby Yahudi.