ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

SEHAT SEPERTI RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Rasulullah Muhammad SAW wafat pada usia 63 tahun, di mana sepanjang hidupnya beliau hanya mengalami dua kali sakit ringan. Bahkan hingga menjelang wafatnya, beliau masih gemar makan daging kambing, terutama paha kambing. Oleh karena kesehatan beliau yang prima, maka kita layak belajar dan mencontoh gaya hidup sehat beliau.


Dalam Hadist Riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa Aisyah RA menyatakan, bahwa Rasulullah Muhammad SAW sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah. Inilah tradisi Rasulullah Muhammad SAW dalam menjaga kesehatannya.


Mentimun mengandung: (1) protein 0,65 %, (2) lemak 0,1 %, dan karbohidrat 2,2 %. Selain itu mentimun mengandung zat bermanfaat, seperti: kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Oleh karena itu, mentimun sangat baik bila digunakan sebagai tonik (untuk menjaga kesehatan).


Jus mentimun dapat mendinginkan badan, dan menurunkan panas saat seseorang demam. Mentimun juga berguna untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dan menyehatkan saluran pencernaan makananan.


Selain mentimun, Rasulullah Muhammad SAW juga gemar makan labu. Dalam Hadist Riwayat Muslim disebutkan bahwa Anas RA menyatakan, bahwa ia berangkat bersama Rasulullah Muhammad SAW menghadiri jamuan makan. Kepada Rasulullah Muhammad SAW tuan rumah menghidangkan roti dari gandum serta kuah berisi labu dan dendeng. Anas RA melihat Rasulullah mencari labu dari mangkok kuahnya.


Oleh karena sangat menggemari labu, Rasulllah Muhammad SAW pernah berpesan kepada Aisyah RA untuk memperbanyak labu dalam masakannya. Buah labu bersifat dingin dan basah sehingga memberi asupan gizi ringan. Biji labu mengandung asam amino khusus yang berkhasiat mencegah dan mengatasi hipertrofi, atau pembesaran prostat.


Demikianlah sekelumit konsumsi Rasullah Muhammad SAW. Tetapi perlu diketahui bahwa Rasulullah Muhammad SAW juga menjaga kesehatan akal dan pikirannya. Untuk itu Rasulullah Muhammad SAW mengelola pola pikir, sikap, tindak, dan perilaku yang khas, yaitu: fathonah, amanah, shiddiq, dan tabligh.


Berbekal kesehatan fisik, akal, dan pikirannya, sepanjang hidupnya Rasulullah Muhammad SAW giat memperjuangkan aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak. Melalui perjuangannya, Rasulullah Muhammad SAW berikhtiar membangun peradaban yang: (1) transenden atau meruhani, yaitu bertaqwa kepada Allah SWT; (2) humanis atau manusiawi, yaitu mampu mempertuhankan Allah SWT dan sanggup rahmatan lil’alamiin; dan (3) emansipatoris atau pembebasan, yaitu membebaskan manusia dari jerat kejahiliahan, baik jahiliah kuno, maupun jahiliah modern.


Inilah cara Rasulullah Muhammad SAW menjaga kesehatannya. Selamat mencoba cara tersebut, semoga Allah SWT berkenan meridhai...

Sabtu, 31 Juli 2010

SHALAT TARAWIH

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pembaca blog yang dirahmati Allah SWT, blog "NU Online" (http://www.nu.or.id) dalam postingnya tanggal 24-6-2008 pernah menulis artikel menarik, berjudul "Praktik Bid'ah Hasanah Para Sahabat Setelah Rasulullah Wafat". Artikel itu memberi contoh salah satu praktik bid'ah hasanah adalah Shalat Tarawih berjamaah di Bulan Ramadhan.

Artikel itu menjelaskan, bahwa Umar ibn Khattab R.A. mengumpulkan sebagian Umat Islam untuk mendirikan Shalat Tarawih berjamaah pada Bulan Ramadhan. Ketika Umar ibn Khattab R.A. melihat orang-orang berkumpul untuk Shalat Tarawih berjamaah, ia berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini."

Setelah membaca blog tersebut, saya kemudian mencari definisi bid'ah. Akhirnya saya menemukan definisi bid'ah menurut Imam Asy Syathibi. Menurutnya, bid'ah adalah suatu cara dalam beragama (beribadah) yang dibuat untuk menandingi syari'at yang ada. Imam Asy Syathibi juga menjelaskan, bahwa bid'ah menjadikan seseorang berlebih-lebihan dalam beribadah.

Sementara itu, saya teringat dalam suatu pengajian di Masjid Darunnajah Kampus STPN-Yogyakarta tahun 2008, seorang ustadz menjelaskan tentang perbedaan antara ibadah dengan muamallah. Menurut ustadz tersebut: Pertama, dalam ibadah, pada prinsipnya segala sesuatunya dilarang, kecuali yang diperintahkan. Kedua, dalam muamallah, pada prinsipnya segala sesuatunya dibolehkan, kecuali yang dilarang.

Kemudian saya mencoba menelusuri sikap dan perilaku Rasulullah Muhammad SAW pada Bulan Ramadhan. Ketika membaca "Terjemah Hadits Shahih Bukhari" Jilid I - IV, yang diterjemahkan dari teks aslinya oleh Zainuddin Hamidy dan kawan-kawan, serta diterbitkan oleh Penerbit Fa. Wijaya Jakarta bekerjasama dengan CV. Wicaksana Semarang, saya menemukan Hadits No.587, sebagai berikut:

Diceritakan dari Aisyah R.A., bahwa pada suatu malam di Bulan Ramadhan, Rasulullah Muhammad SAW berada di masjid. Rasulullah Muhammad SAW shalat, maka orang banyak mengikuti pula beliau shalat. Malam berikutnya Rasulullah Muhammad SAW shalat, maka orang yang mengikuti beliau shalat bertambah banyak. Pada malam ketiga, orang semakin banyak berkumpul, tetapi Rasulullah Muhammad SAW tidak datang. Keesokan paginya Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya aku telah tahu apa yang kamu lakukan. Tidak sesuatupun yang melarangku untuk keluar, untuk shalat malam bersama-sama kamu sekalian. Hanya aku khawatir, kalau-kalau perbuatan itu menjadi wajib atasmu."

Berdasarkan Hadits Shahih No.587 yang diriwayatkan Bukhari, maka diketahui bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah di Bulan Ramadhan sebagaimana yang dilakukan sebagian Umat Islam saat ini. Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkan Shalat Lail (Malam) yang dilakukan secara individual (perseorangan), semasa hidup beliau, termasuk pada Bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, nampaknya lebih tepat jika Umat Islam mendahulukan Shalat Lail seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Untuk aktivitas Ramadhan yang memakmurkan Masjid, dapat dilakukan kajian tentang nilai-nilai Islam, yang topiknya dipilih yang paling mendesak urgensinya dalam membangkitkan kemajuan Umat Islam.

Inilah sekedar bahan pemikiran kita bersama, sebagai upaya mencontoh Rasulullah Muhammad SAW dan menggapai ridha Allah SWT. Akhir kata, demikian yang dapat disampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Selasa, 21 April 2009

KEMULIAAN HATI SAUDAH BINTI ZAM'AH RA

Setiap muslim tentu mencintai Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di "jalan" Allah SWT. Oleh karena itu, seorang muslim tentu berupaya untuk meneladani manajemen keluarga Rasulullah Muhammad SAW, termasuk dengan meneladani kemuliaan hati istri-istri Rasulullah Muhammad SAW.
Salah satu istri Rasulullah Muhammad SAW adalah Saudah binti Zam'ah RA, yaitu seorang janda tua yang sudah tidak lagi mampu menampakkan sisa-sisa kecantikannya. Tetapi sebagaimana kepada istri-istrinya yang lain, Rasulullah Muhammad SAW juga menyayangi Saudah binti Zam'ah RA, dan berupaya membahagiakannya sebatas kemampuan Rasulullah Muhammad SAW, sebagai manusia biasa.
Kemuliaan Saudah binti Zam'ah mulai nampak dari komitmen kesyukurannya kepada Allah SWT, atas pernikahannya dengan Rasulullah Muhammad SAW. Saudah binti Zam'ah menyatakan, bahwa ia sangat bersyukur jika pada Hari Kiamat Allah SWT berkenan menghidupkannya kembali sebagai istri Rasulullah Muhammad SAW. Komitmen ini menunjukkan adanya kekuatan kasih sayang seorang istri (muslimah) terhadap suaminya (muslim), yang melampaui ruang dan waktu.
Bagi Rasulullah Muhammad SAW komitmen Saudah binti Zam'ah RA merupakan "mutiara" semangat yang ditebar di "kebun" kehidupan. Boleh jadi kehidupan itu berat, tetapi "mutiara" semangat seorang istri (muslimah) akan menjadi "suar" menuju sukses seorang suami (muslim).
Secara fisik, Saudah binti Zam'ah berperawakan gemuk, dan kalau berjalan nampak sebagai orang yang berkelebihan berat badan. Tetapi Saudah binti Zam'ah RA adalah istri yang seringkali membuat Rasulullah Muhammad SAW tertawa. Humor (joke) yang dicelotehkan Saudah binti Zam'ah RA menjadi hiburan utama Rasulullah Muhammad SAW, yang membantunya menghilangkan penat setelah seharian memperjuangkan kepentingan manusia (beribadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin).
Komitmen dan humor yang menjadi ciri khas Saudah binti Zam'ah RA merupakan wujud kemuliaan hati seorang istri (muslimah) kepada suaminya (muslim). Oleh karena itu, menjadi penting bagi seorang laki-laki muslim untuk hanya menikahi wanita muslim (muslimah) yang akan menjadi mitra sinerginya dalam beribadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin.
Sesungguhnya dibalik kesuksesan seorang suami (muslim) dalam memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam, terdapat seorang istri (muslimah) yang kemuliaannya luar biasa. Semoga Allah SWT meridhai setiap muslimah yang berkenan menjadi istri mulia seorang muslim.

Selasa, 07 April 2009

RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Rasulullah Muhammad SAW adalah Rasulullah terakhir, setelah datangnya Rasulullah Musa AS dan Rasulullah Isa AS. Oleh karena itu, sudah selayaknya manusia menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai idola universal atau universal idol. Kedatangan Rasulullah Muhammad SAW memenuhi doa yang dilantunkan Rasulullah Musa AS dan Rasulullah Isa AS kepada Allah SWT.
Ketika Islam telah diturunkan ke muka bumi (down to earth), maka Allah SWT menetapkan, bahwa: Pertama, Islam diperuntukkan bagi Umat Manusia, maka janganlah mati melainkan dalam keadaan muslim (lihat QS.2:132). Kedua, agama yang diridhai oleh Allah SWT hanyalah Islam (lihat QS.3:19). Ketiga, tidak ada paksaan bagi manusia untuk menjadikan Islam sebagai agamanya, karena sudah jelas perbedaan antara kebenaran (the truth) dengan kesalahan, namun segenap pikiran, sikap, dan perilakunya akan membawa konsekuensi baginya (lihat QS.2:256). Keempat, barangsiapa beragama selain Islam, maka Allah SWT menolak agamanya tersebut (lihat QS.3:85).
Keberatan pihak-pihak di luar Islam, terhadap ketetapan Allah SWT ini tidaklah dapat digugatkan kepada Umat Islam, karena Umat Islam hanyalah pelaksana segenap ketentuan Allah SWT. Gugatan selayaknya dihaturkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Hanya saja gugatan ini menjadi irasional, karena penggugat (manusia) adalah pihak yang tak berhak menggugat, sebab pihak tergugat adalah pihak Yang Maha Kuasa.
Oleh karena itu, Allah SWT sejak abad ke-7 telah mengingatkan, bahwa kelompok manusia yang telah diberi kitab-kitab sebelum Al Qur'an, sesungguhnya telah mengenal Rasulullah Muhammad SAW sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri, tetapi mereka mendustai Allah SWT, sehingga mereka menolak Rasulullah Muhammad SAW (lihat QS.6:20). Allah SWT juga menjelaskan, bahwa kedustaan mereka (para penentang Islam dan Rasulullah Muhammad SAW) masih ditambah lagi dengan "kitab suci" hasil buah pikiran manusia, dengan mengatakannya sebagai firman Tuhan.
Allah SWT berfirman, "Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, "Ini dari Allah." Karena mereka hendak memperoleh keuntungan dari perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, atas hal-hal yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, atas hal-hal yang mereka kerjakan" (QS.2:79).

Senin, 26 Januari 2009

KEMAMPUAN LUAR BIASA

Kita seringkali menemukan atau mengetahui adanya seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa, yaitu dapat melakukan hal-hal yang di luar kemampuan manusia pada umumnya. Dalam perspektif Islam, kemampuan luar biasa ini diidentifikasi dalam karakter yang berbeda-beda.
Pertama, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang kafir, misalnya mampu berjalan di atas air. Kemampuan ini disebut "sihir". Tujuan dari tindakan orang kafir (orang yang menolak keberadaan Allah SWT) tersebut adalah untuk mempengaruhi keimanan seseorang, yaitu agar orang yang melihatnya segera bergeser keimananannya, dengan tidak lagi beriman kepada Allah SWT.
Kedua, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang fasik, misalnya mampu menyembuhkan penyakit tertentu. Kemampuan ini disebut "istidraj". Tujuan dari tindakan orang fasik tersebut adalah untuk mempengaruhi keimanan seseorang, yaitu agar orang yang melihat atau mendapat penyembuhan dari dirinya, segera berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagaimana dirinya, yaitu tidak melaksanakan perintah Allah SWT.
Ketiga, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang awam (orang yang Keislamannya belum memadai), misalnya mampu membengkokkan besi baja. Kemampuan ini disebut "maunah". Tujuan dari tindakan orang awam tersebut adalah untuk menghibur orang yang melihatnya, namun karena keawaman dirinya dan orang yang melihatnya, maka keduanya dapat tergelincir pada kemusyrikan.
Keempat, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh para wali atau orang-orang shaleh, misalnya mampu mengubah buah mangga menjadi emas berbentuk mangga. Kemampuan ini disebut "karomah". Tujuan dari tindakan wali atau orang shaleh ini adalah untuk mengingatkan orang yang melihat atau mengetahuinya, agar faham, bahwa bila Allah SWT berkenan, maka sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi.
Kelima, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh para Rasulullah (utusan Allah SWT), misalnya: (1) Rasulullah Musa AS mampu membelah lautan, (2) Rasulullah Isa AS mampu menghidupkan orang yang telah mati, dan (3) Rasulullah Muhammad SAW mampu memberi kemampuan pada Umat Islam dalam memaknai hidup dan kehidupannya, dengan berbekal nilai-nilai Islam, yang tertuang dalam Al Qur'an. Kemampuan ini disebut "mukjizat". Tujuan ditampilkannya mukjizat, agar orang yang mengetahui atau melihatnya dapat bersegera beriman kepada Allah SWT, dan menjalankan perintah-perintah Allah SWT.
Dengan demikian, mereka yang pada kondisi kekinian menyatakan diri memiliki mukjizat, adalah pembohong besar. Sebab Rasulullah Muhammad SAW adalah Rasulullah terakhir, tidak ada lagi Rasulullah setelah Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini juga berarti, tidak ada mukjizat yang dapat ditampilkan oleh orang yang bukan Rasulullah.
Oleh karena itu, Umat Manusia perlu berhati-hati, agar tidak tertipu oleh: (1) oknum-oknum masa kini yang mengaku diri Rasulullah dan dapat menghadirkan mukjizat, (2) oknum-oknum masa kini yang mengaku diri Malaikat Jibril dan dapat menyampaikan firman, (3) oknum-oknum masa kini yang mengaku manusia biasa, tetapi mampu menghadirkan mukjizat.
Ingatlah firman Allah SWT dalam QS.114, bahwa di masa kini ada setan (pengikut iblis) yang berbentuk manusia, atau manusia yang telah menjadi pengikut setan/iblis. Mereka inilah yang selalu berupaya menyesatkan Umat Manusia, hingga akhir zaman.

Kamis, 17 Juli 2008

PESAN BUAT KAUM WANITA

Adalah keliru atau mungkin bahkan fitnah yang keji, bila ada seseorang yang mengatakan bahwa Allah SWT tidak menyayangi kaum wanita. Sesungguhnya Allah SWT sangat menyayangi kaum wanita. Bukankah Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang kepada umat manusia (termasuk wanita)?
Oleh karena sayangnya kepada kaum wanita, maka dalam nilai-nilai Islam pesan-pesan yang disampaikan kepada wanita, seringkali melalui pesan Allah SWT kepada istri-istri Rasulullah Muhammad SAW. Bukankah Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia yang paling dimuliakan oleh Allah SWT? Maka istri-istri beliau tentulah wanita-wanita yang paling dimuliakan oleh Allah SWT.
Dalam pesanNya buat kaum wanita, Allah SWT meminta agar wanita tidak melakukan perbuatan keji (lihat QS.33:30), yaitu melakukan "nusyuz" atau bersifat angkuh dan membangkang terhadap suami yang saleh (lihat Tafsir Al Mishbah, 11:259). Ketika dalam konteks wanita, "nusyuz" dipandang sebagai perbuatan keji, maka hal ini menunjukkan betapa bermartabatnya wanita dalam tataran sosial Islami.
Martabat ini bukan muncul karena "tidak melakukan nusyuz" menunjukkan kepatuhan, melainkan karena "tidak melakukan nusyuz" menunjukkan kesungguhan wanita (sebagai istri) untuk bersinergi dengan laki-laki (sebagai suami) dalam membina keluarga, dan menghasilkan generasi penerus (anak-anak) yang saleh (bertaqwa kepada Allah SWT).
Dalam positioning keluarga sebagai mozaik-mozaik Umat Islam, maka kehadiran generasi penerus yang saleh sangatlah penting dan sangat berarti. Oleh karena itu, kehadiran pihak yang bersedia bersinergi untuk menghasilkan generasi penerus yang saleh sangatlah penting dan sangat berarti. Pihak yang sangat penting dan sangat berarti ini adalah wanita, sosok bermartabat yang dimuliakan Allah SWT dan dihormati oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Konsekuensinya, bila Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW memuliakan dan menghormati wanita, maka segenap manusia (terutama laki-laki) haruslah juga memuliakan dan menghormati wanita.

Jumat, 21 Maret 2008

PERINGATAN YANG MONUMENTAL

Kamis 20 Maret 2008 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 1429 Hijriah, yang merupakan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Umat Islam menyebut moment ini dengan istilah "Maulud Nabi Muhammad SAW", atau disingkat "Maulud".
Dalam kondisi kekinian, "Maulud" merupakan hal penting bagi Umat Islam. Moment ini seakan kembali memperkuat keteguhan Umat Islam untuk hanya mencintai Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad (berjuang sungguh-sungguh) di "jalan" Allah SWT.
Keteguhan cinta ini penting, karena saat ini (dan sudah sejak dahulu) Pemerintah Negara-Negara Barat dan sebagian besar masyarakat Barat terus menerus menghina Rasulullah Muhammad SAW. Lihatlah kasus Denmark tahun 2005 dan tahun 2008.
Bagi Umat Islam tidaklah penting pemikiran, sikap, dan perilaku bodoh Pemerintah Negara-Negara Barat dan sebagian besar masyarakatnya, yang terus menerus menghina Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini dikarenakan secara filosofis, paradigmatik, dan substantif nilai-nilai Islam lebih unggul, bila dibandingkan dengan nilai-nilai Barat yang penuh kemaksiatan atau kejahiliahan.
Rasululllah Muhammad SAW memang datang untuk mengeluarkan manusia atau masyarakat dari "kegelapan" menuju "cahaya", bila manusia atau masyarakat itu berkenan menerapkan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, bila seorang manusia atau suatu masyarakat tidak berkenan menerapkan nilai-nilai Islam, maka itulah pilihan mereka. Tugas Rasulullah Muhammad SAW dan Umat Islam hanyalah menyampaikan, selebihnya biarlah Allah SWT yang memberi ketetapan kepada orang-orang kafir, fasik, dan munafik.
Pemerintah dan sebagian besar masyarakat Barat seharusnya malu kepada Rasulullah Muhammad SAW dan Umat Islam, karena sampai hari ini hanya mampu mempertuhankan karakter manusia. Mereka juga gagal mencegah sebagian besar masyarakatnya meminum minuman keras, berzinah, dan mengembangkan perkawinan sesama sejenis (laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan).
Lihatlah pengalaman Amerika Serikat yang pernah mengeluarkan Prohibition Act 1920, untuk melarang warganya meminum minuman keras. Tetapi karena tidak menerapkan nilai-nilai Islam, maka undang-undang tersebut dilanggar secara berani oleh warganya. Akhirnya undang-undang tersebut dicabut pada tahun 1930.
Bandingkan dengan pengakuan filsuf Amerika Serikat Louis Lomax yang dimuat Imam Feisal Abdul Rauf (Imam Masjid Al Farah, New York City) dalam bukunya What's Right with Islam: A New Vision for Muslims and West (2004), sebagai berikut: "Anda tidak pernah melihat seorang Muslim (di Amerika Serikat) yang tidak berpakaian bersih, berdasi, dan berjas. Anda tidak pernah melihat seorang Muslim mabuk. Anda tidak pernah melihat seorang Muslim merokok. Anda tidak pernah melihat seorang Muslim berdansa. Anda tidak pernah melihat seorang Muslim memakai obat terlarang. Anda tidak pernah melihat seorang Muslim perempuan dengan seorang laki-laki non Muslim. Anda tidak pernah melihat seorang laki-laki Muslim dengan perempuan yang bukan istrinya.
Oleh karena itu, jika nilai-nilai Barat dibandingkan dengan nilai-nilai Islam, nampak seperti membandingkan bumi dengan langit, karena membandingkan kemaksiatan dengan kebajikan. Sehingga Umat Islam dapat memahami kebencian Pemerintah dan sebagian besar masyarakat Barat terhadap Islam, nilai-nilai Islam, dan Rasulullah Muhammad SAW. Adalah wajar jika penganut kemaksiatan membenci kebajikan.
Sementara itu, bagi Umat Islam di Indonesia, hendaknya tetap tenang. Teruslah perteguh kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di "jalan" Allah SWT. Kenanglah dan praktekkan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.
Untuk itu, sudah saatnya Umat Islam Indonesia meninggalkan tradisi perayaan Maulid yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti: penggunaan sesaji, serta arak-arakan berbagai jimat pusaka, dan berbagai replika benda-benda. Semua kesesatan itu, tentulah tidak disukai Allah SWT, dan juga tidak dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Kesesatan hanyalah akan ditolak dan dimurkai oleh Allah SWT. Dalam konteks manfaat, kesesatan hanyalah sesuatu yang mubazir. Kesesatan hanyalah menghambur-hamburkan uang, tanpa dapat menghadirkan keberkahan dari Allah SWT.
Maka, marilah kita tinggalkan (jangan hadiri) perayaan Maulid yang sesat (musyrik). Biarlah perayaan musyrik semacam itu punah dengan sendirinya. Jangan ada lagi seorang muslim yang menghidup-hidupkan tradisi musyrik yang diwariskan nenek moyang. Sudah saatnya Umat Islam Indonesia hidup lebih shaleh, agar Allah SWT memberkahinya di dunia dan di akherat.

Senin, 18 Februari 2008

DENMARK CONNECTION

Pebruari 2008 masyarakat terbelakang Denmark kembali mengulang kebodohannya, yang pernah mereka lakukan pada September 2005, yaitu melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Kita tentu faham, bahwa tidak semua warga Denmark memiliki keterbelakangan mental seperti itu. Setiap umat Islam faham, bahwa ada sebagian kecil warga Denmark yang cerdas, yang faham bahwa menghina Rasulullah Muhammad SAW merupakan wujud nyata keterbelakangan mental.
Oleh karena itu posting kali ini berjudul "Denmark Connection", yang dimaksudkan untuk menunjuk warga Denmark yang memiliki keterbelakangan mental dan para pendukungnya di manapun mereka berada.
Umat Islam tentu faham penghinaan yang dilakukan oleh Denmark Connection merupakan ekspresi keterbelangan, karena: Pertama, mereka cemburu dengan keagungan Rasulullah Muhammad SAW yang tidak mampu diraih oleh mereka, karena setiap hari bergelimang dengan kebodohan dan kenistaan. Denmark Connection adalah komunitas hina dina yang direstui oleh Pemerintah Denmark dan Pemerintah Barat pada umumnya, untuk melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW yang keagungannya tak terjangkau oleh Masyarakat Barat pada umumnya.
Kedua, mereka rindu kehadiran pemimpin seperti Rasulullah Muhammad SAW, yang akan mencerdaskan Masyarakat Barat yang telah sejak awal peradabannya bergelimang kehinaan, kebiadaban, kebodohan, dan kenistaan di tengah-tengah gemerlap ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Seluruh kemajuan ilmu, pengetahuan, dan teknologi gagal melepaskan Masyarakat Barat dari tradisi zaman kegelapan, seperti: (1) penyembahan terhadap manusia, (2) pelacuran dalam berbagai bentuk turunannya, (3) kesia-siaan hidup yang terus merajalela, (4) penghinaan dan perendahan martabat wanita dalam bungkus feminisme dan liberalisme, (5) dan berbagai bentuk kerendahan budaya lainnya.
Oleh karena itu mereka frustasi, karena tidak pernah hadir pemimpin Masyarakat Barat yang memiliki keagungan dan kemuliaan pemikiran, sikap, dan perilaku yang mendekati kualitas Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan di negaranya, Denmark, hanya ditemukan pemimpin yang tumbuh dari keluarga nista dan besar dalam masyarakat hina dina. Kelimpahan harta gagal membentuk pemimpin Denmark yang cerdas, dapat dipercaya, obyektif, dan informatif. Para pemimpin Denmark hanyalah sebatas oportunis (pencari kesempatan) yang memulung perca-perca kekuasaan, untuk mendapat sedikit imbalan harta. Dalam konteks duniapun, Masyarakat Barat hanya menghasilkan orang-orang sekaliber George Walker Bush, yang merupakan perwujudan pemikiran, sikap, dan perilaku iblis dalam sosok manusia.
Dengan demikian umat Islam harus bersabar ketika menghadapi penghinaan Denmark Connection terhadap Rasulullah Muhammad SAW. Umat Islam hendaknya mengerti bahwa menjadi manusia yang dirundung cemburu dan frustasi merupakan beban yang berat. Denmark Connection memang bergelimang harta, tetapi pemikiran dan perasaan mereka hampa dalam 'lautan' kebodohan, maksiat, dan kenistaan. Bila umat Islam berkenan mengerti tentang beratnya kehampaan pemikiran dan perasaan Denmark Connection, maka umat Islam akan faham dengan tindakan bodoh Denmark Connection.
Sudah saatnya umat Islam mengasihani Denmark Connection, dan berkenan berdoa kepada Allah SWT agar Denmark Connection mendapat petunjuk dan hidayah Allah SWT, sehingga mereka dapat mengenal dan memeluk Islam sebagai agama fitrah umat manusia. Lihatlah betapa sulitnya Denmark Connection memahami konsepsi tentang Tuhan. Lihatlah bagaimana Denmark Connection yang limbung pemikirannya, justru mempertuhankan manusia. Bandingkan pemikiran Denmark Connection ini dengan tradisi masyarakat Mesir di zaman kegelapan yang mempertuhankan Fir'aun. Bila masyarakat Mesir dapat bangkit dari kebodohan pemikiran dengan hanya menyembah Allah SWT, mengapa tidak dengan Denmark Connection.
Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain bagi umat Islam selain mengajak Denmark Connection menerapkan nilai-nilai Islam dalam peradabannya. Selayaknya nilai-nilai Islam menjadi basis peradaban masyarakat dunia, karena tiga keunggulan utamanya, yaitu: Pertama, transenden atau merohani, dengan mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Kedua, humanis atau sesuai fitrah manusia yang mulia dan bermartabat. Ketiga, emansipatori atau membebaskan manusia dari nilai-nilai jahiliah (kenistaan, kemaksiatan, dan berbagai kerendahan lainnya).
Marilah umat Islam bergerak mencerdaskan dunia, mengajarkan masyarakat dunia tentang pemikiran, sikap, dan perilaku yang mulia dan bermartabat.