ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label abu bakar ba'asyr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abu bakar ba'asyr. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Februari 2011

ULAMA, UMARO, DAN UMAT ISLAM

Salah satu ulama di Indonesia adalah Ustadz Abu Bakar Ba’asyr. Beliau sudah tergolong sepuh (lanjut usia), Oleh sebab itu blog ini pernah menyarankan agar POLRI (Polisi Republik Indonesia) membebaskan beliau dari tuduhan terorisme.


Beliau memang memiliki pandangan kritis tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi pandangan kritis itu akan lebih indah, bila didekati dengan pendekatan komunikasi.


Perlu dibangun komunikasi yang intens antara Ustadz Abu Bakar Ba’asyr dengan Pemerintah Republik Indonesia, melalui pejabat yang berwenang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang sudah sepuh, dan kepada seorang ulama.


Umat Islam Indonesia faham, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan anugerah Allah SWT. Umat Islam Indonesia bersungguh-sungguh dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan berupaya menjadi bagian dari rahmatan lil’alamiin.


Umat Islam Indonesia juga faham, bahwa ulama adalah pewaris nabi. Demikianlah penjelasan para ulama salaf. Oleh karena itu, penghormatan terhadap ulama akan mendekatkan hubungan (komunikasi dan silaturahmi) antara umat dengan umaro (pemerintah atau pemimpin). Kecintaan kepada ulama, akan menimbulkan kecintaan umat kepada umaro. Akhirnya, kecintaan umat kepada umaro, akan menimbulkan kepercayaan umat kepada umaro.


Oleh karena itu, tidak mengejutkan ketika dalam Acara “Editorial Sepekan” di TV-One tanggal 27 Februari 2011 jam 7.00 – 8.00 WIB, Effendy Ghazali (pakar komunikasi) menyatakan sebuah survai harian ibukota memperlihatkan, bahwa kepercayaan masyarakat kepada Kejaksaan hanya sebesar 12 %, kepada Dewan Perwakilan Rakyat hanya sebesar 13 %, dan kepada Kepolisian hanya sebesar 20 %.


Rasulullah Muhammad SAW pernah berdoa, “Yaa Allah siapa saja yang diserahi sesuatu dari urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka maka timpakan kesulitan padanya (HR. Muslim).


Pesan Rasulullah ini hendaknya mengingatkan banyak pihak, bahwa perlu ada kesatuan dan persatuan antara ulama, umaro, dan umat. Kesatuan dan persatuan ini akan memudahkan umaro dalam menjalankan tugasnya.


Dalam hal pengelolaan sumberdaya alam, maka umaro akan mengelolanya bagi kesejahteraan rakyat (masyarakat atau umat), sebagaimana arahan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Umaro akan tegas dan berhati-hati terhadap kepentingan asing (perusahaan asing), dan akan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.


Rasulullah Muhammad SAW pernah berpesan, “Kaum muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu: air, padang rumput, dan api (energi). Harga atas ketiganya adalah haram (HR. Ibnu Majah).


Ketika ulama, umaro, dan umat bersatu, maka tidak akan ada satupun kekuatan asing yang dapat merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia. Allah SWT telah mengingatkan, “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman” (QS.4:141).


Allah SWT berfirman, “Maka jika datang kepadamu petunjuk dariKu. Barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta” (QS.22:123-124).


Oleh karena itu, Allah SWT menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah, dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kepadamu sesuatu yang memberi penghidupan padamu” (QS.8:24).


Wassallam…

Kamis, 04 November 2010

NASEHAT BUAT BANGSA INDONESIA

Assallamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ini, Gunung Merapi kembali meletus. Awan panasnya menjangkau radius 15 kilometer. Oleh karena itu wilayah rawan bencana ditetapkan mencapai radius 20 kilometer. Berita Gunung Merapi bukanlah berita bencana satu-satunya. Wasior di Papua Barat dan Mentawai di Sumatera Barat juga menjadi berita bencana beberapa hari ini.

Memperhatikan segenap bencana tersebut, sudah saatnya Bangsa Indonesia kembali introspeksi diri. Sudah saatnya Bangsa Indonesia lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Tidak boleh ada lagi sebagian Bangsa Indonesia yang fasik dan munafik. Perbaiki setiap kekeliruan yang pernah dilakukan, agar Allah SWT berkenan melindungi bangsa ini.

Tidak boleh ada lagi sebagian bangsa ini yang menghina dan meremehkan nilai-nilai Islam. Tidak boleh ada lagi cemooh dan cibiran terhadap mereka yang ingin mempraktekkan nilai-nilai Islam dalam hidupnya. Kini saatnya Bangsa Indonesia lebih menghormati para ulama (kiai, ustadz, dan tuan guru). Jangan lagi memperlakukan para ulama dengan perlakuan yang tidak memperlihatkan rasa hormat pada mereka.

Belajarlah dari keruntuhan Orde Lama yang pernah memenjarakan Buya Hamka. Belajarlah pula dari keruntuhan Orde Baru yang pernah memenjarakan Habib Husein Al Habsyi. Oleh karena itu, Orde Reformasi yang didukung oleh segenap Bangsa Indonesia, jangan lagi memenjarakan ulama. Berbaik-baiklah dengan ulama, dan jika terdapat perbedaan konsepsi mensejahterakan bangsa dengan para ulama, maka berdiskusilah.

Dengan demikian, perkenankan saya menyarankan, agar sudilah kiranya Kepolisian Republik Indonesia yang saya cintai membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba'asyr yang juga saya cintai. Sebagai muslim Indonesia saya mencintai Kepolisian Republik Indonesia sebagai garda terdepan pemelihara keamanan di Indonesia. Sebagai muslim Indonesia saya juga mencintai Ustadz Abu Bakar Ba'asyr sebagai ulama Indonesia.

Demikian harapan saya, di mana harapan yang sama juga saya haturkan pada Bapak Presiden Republik Indonesia sebagai pemimpin Bangsa Indonesia, agar berkenan mendorong hal yang saya sarankan. Semoga Allah SWT berkenan atas segenap ikhtiar Bangsa Indonesia dalam beribadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin. Semoga bangsa ini dapat mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan, ... amin.

Wassallamu'alikum Wr. Wb.