ABOUT ISLAM
Minggu, 10 Juni 2012
MEMBANGUN HARGA DIRI
Sabtu, 03 Juli 2010
PEMIMPIN TAK ADIL
Allah SWT dan Rasullullah Muhammad SAW selalu mengingatkan tentang pentingnya setiap manusia menjadi orang-orang yang adil. Terlebih lagi bila bila seseorang menjadi pemimpin, maka ia harus menjadi pemimpin yang adil. Allah SWT telah menjanjikan bahwa salah satu tipe manusia yang akan diadzab olehNya di akherat adalah pemimpin yang tidak adil.
Rabu, 26 Maret 2008
MENGELOLA HARTA
Firman Allah tersebut merupakan seruan agar orang-orang beriman (mukmin, muslim, muttaqin, dan mukhlisin) mengelola hartanya dalam perspektif sosial-empatik. Orang-orang beriman wajib mendistribusikan hartanya kepada masyarakat, dengan mengikuti ketentuan Islami. Harta yang didistribusikan harus optimal dari aspek kualitas, kuantitas, dan waktu.
Konsep distribusi inilah yang membedakan nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai kapitalis. Ketika nilai-nilai Islam memerintahkan distribusi, maka nilai-nilai kapitalis menganjurkan akumulas (penimbunan harta). Ajaran kapitalis (kapitalisme) berpandangan, bahwa manusia yang sukses adalah manusia yang mampu melakukan akumulasi harta sebanyak-banyaknya. Pandangan inilah yang dikenali sebagai materialisme.
Turunan dari kapitalis yaitu marketisme, juga berpandangan mirip. Pasar adalah tempat (baik konkret maupun abstrak) terjadinya persaingan antar para pihak. Selanjutnya marketisme semakin menguat dengan adanya liberalisme yang mendorong persaingan bebas (semu atau palsu) antara pengusaha kuat dengan pengusaha lemah (korban penjajahan). Oleh karena itu, maka kini dunia memiliki fenomena "yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin".
Oleh karena itu setiap muslim wajib mengelola hartanya secara bijaksana, misalnya dengan menerapkan zakat, infak, dan sedekah. Hal ini penting dilakukan sebagai bukti, kesediaan berbakti kepada Allah SWT dengan memenuhi perintahnya (rahmatan lil'alamiin). Zakat, infak, dan sedekah juga merupakan wujud dari kolaborasi sosial (social collaboration).
.jpg)
