ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label citra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label citra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

PEMIMPIN TAK ADIL

Allah SWT dan Rasullullah Muhammad SAW selalu mengingatkan tentang pentingnya setiap manusia menjadi orang-orang yang adil. Terlebih lagi bila bila seseorang menjadi pemimpin, maka ia harus menjadi pemimpin yang adil. Allah SWT telah menjanjikan bahwa salah satu tipe manusia yang akan diadzab olehNya di akherat adalah pemimpin yang tidak adil.


Namun demikian pada kenyataannya banyak pemimpin yang mengabaikan seruan Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Pemimpin semacam ini sangat cinta dengan kekuasaan, kewenangan, dan kehendak dzalimnya. Ia mengerti, bahwa ia menjadi pemimpin bukan karena dibutuhkan oleh orang-orang yang dipimpinnya melainkan karena kedekatannya dengan pemimpin puncak, yang menugaskan dirinya untuk memimpin suatu organisasi tertentu.


Ia membeda-bedakan sikap dan perilakunya terhadap bawahan, staf, atau orang yang dipimpinnya berdasarkan kedekatan dengan dirinya. Kedekatan ditentukan oleh organisasi yang dikelolanya. Apabila ia berasal dari organisasi A, maka ketika ia memimpin organisasi B, orang-orangnya yang berasal dari organisasi A adalah orang-orang yang dekat dengannya.


Ketika ia memimpin organisasi B, maka ia membawa orang-orangnya dari organisasi A untuk masuk dalam organisasi B. Ia memperlakukan orang-orang dari organisasi A sangat istimewa dihadapan orang-orang organisasi B. Baginya orang-orang di organisasi B adalah orang-orang yang tidak bermutu, sedangkan orang-orangnya dari organisasi A adalah para super hero yang sangat hebat mujarobat.


Ia tidak bersedia menghargai orang-orang di organisasi B yang selama ini telah berupaya memberi kontribusi optimal bagi organisasi B, di tengah lemahnya kepemimpinan pada masa itu dan terbatasnya dukungan infra struktur dan dana pada masa itu. Baginya orang-orang di organisasi B adalah orang-orang lemah yang berkualitas rendah, yang harus banyak belajar pada orang-orangnya dari organisasi A. Ia menutup mata atas orang-orangnya dari organisasi A yang berkualitas rendah ketika disandingkan dengan sebagian orang-orang di organisasi B.


Ia pandai membangun citra buruk orang-orang di organisasi B, dan membangun citra heroik menakjubkan bagi orang-orangnya dari organisasi A. Apapun yang dilakukan oleh orang-orang di organisasi B buruk baginya, dan sebaliknya, apapun yang dilakukan oleh orang-orangnya dari organisasi A adalah heroik baginya. Ia hanya memuji orang-orang di organisasi B yang pandai menjilatnya, serta menguntungkan dirinya dan orang-orangnya dari organisasi A.


Ia berupaya agar sebagian besar dana yang ada pada organisasi B dapat dicurahkan kepada orang-orangnya dari organisasi A. Hal ini didukung oleh kemampuannya menciptakan ketentuan dan tolok ukur yang dapat mewujudkan kondisi tersebut, serta dukungan orang-orang di organisasi B yang menjadi penjilatnya dan yang tak berdaya menghadapi kekuasaannya.


Inilah sebagian dari ciri-ciri pemimpin tak adil yang harus dihindari oleh setiap manusia, karena selain merugikan dirinya sendiri (dimurkai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW) juga merugikan orang-orang yang dipimpinnya. Orang-orang yang dipimpinnya akan berdoa, “Semoga Allah SWT berkenan mengadzabnya!”

Selasa, 24 Februari 2009

CITRA MANUSIA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kita seringkali lupa, bahwa Allah SWT memberi citra positif bagi manusia. Padahal dalam berbagai firmanNya dalam Al Qur'an, Allah SWT menunjukkan hal itu. Allah SWT memperlihatkan kebanggaannya pada manusia, ketika Ia meminta para malaikat memperhatikan penjelasan Adam AS, tentang hal-hal yang diketahuinya. Allah SWT juga menjelaskan, bahwa Ia menciptakan manusia dalam format yang sempurna (sebaik-baik bentuk).
Apabila Allah SWT telah mencitrakan manusia, sebagai makhluk positif, atau makhluk unggul, yaitu lebih unggul dari malaikat, dan sudah barang tentu lebih unggul dari iblis, maka alangkah naifnya ketika manusia tidak percaya diri sebagai manusia. Lihatlah fenomena Indonesia, beberapa tokoh mengatakan, bahwa dalam mengatasi dinamika (kesulitan multi aspek) Indonesia, dibutuhkan malaikat sebagai pemimpin. Ucapan tokoh ini menunjukkan, bahwa ia (dan pengikutnya) tidak percaya diri sebagai manusia.
Selain itu, dalam konteks manusia secara luas, manusia juga seringkali terpeleset menjadi iblis, dengan mendurhakai Allah SWT (tidak memperTuhankan Allah SWT). Kondisi ini, sesungguhnya juga menunjukkan, bahwa manusia tidak percaya diri sebagai manusia. Seharusnya tentulah tidak demikian. Seharusnya manusia percaya diri sepenuhnya sebagai manusia dengan berpegang pada petunjuk Allah SWT, yaitu nilai-nilai Islam.
Jika seorang manusia sungguh-sungguh percaya diri sebagai manusia, maka ia akan hidup dalam koridor AIM-A2 (Aqidah, Ibadah, Muamallah, Adab, dan Akhlak), dengan berpikir, bersikap, dan berperilaku FAST-I2R (Fathonah, Amanah, Shiddiq, Tabligh, Istiqamah, Ikhlas, dan Ridha), sehingga dapat berperan sebagai MUASiR (Mujahiddin, Uswatun hasanah, Asabiquunal awaluun, Sirajan muniran, dan Rahmatan lil'alamiin), yang pada akhirnya kolektivisasi aktivitas ini akan menghasilkan peradaban manusia yang TRANSHUME (TRANSenden, HUManis, dan Emansipatori).
Inilah indahnya nilai-nilai Islam, dan indahnya suatu kondisi, ketika manusia percaya diri, karena ia faham bahwa Allah SWT memberikan citra manusia yang positif (unggul).
Wassallamu'alaikum Wr.Wb.