ABOUT ISLAM

Rabu, 29 Juli 2009

RELIGIOUS MIND SET

Moslems were going through some very difficult time, when West relations with moslem have polarized. Continuously devastating conditions of Palestinians, who had robbed his land by Israel Government (a robber of Palestinians land); and West (USA and Europe Government) who supporting Israel Government to robbed Palestinians land, had make this polarize relation. God (Allah) said that West very hate a moslem (look Qur'an 2:120).
This polarize relation make the world in lawless and unjust. Million moslems had killed by West in Palestine, Iraq, and Afghanistan. To build of truth, moslems hope God protect moslems in the world, and give religious mind set for West.
Religious mind set hold that there is only One God, and claim that the One God is worshiped in religion under one name, that is Islam. Approximately 20 % of the world population identifies with Islam, and 32 % Christian, 1 % Judaism, 6 % Budhism, 13 % Hinduism, 6 % traditional Chinese religion, 7 % various other religion, and 15 % atheist.
The holy book of Islam (The Holy Qur'an) asserts the existence of a single and absolute God, that transcends the world, a unique and independent of the creation. Similarly The Holy Qur'an rejects the modes of thinking, such as: duality god (god and evil), trinity god (father god, son god, and holy spirit), and poly god (god and friends).
Islam is a monotheistic religion based on the teaching contained in The Holy Qur'an, and include many religious practices. As such, the religion of Islam teaches that in order to achieve true peace of mind surety of heart, one must submit to God and live according to God divinely revealed law.
God said, "Say, God the only one, God the indivisible, God gives not birth, nor is God begotten, and God is in God self, not dependent or anything" (Qur'an 114:1-4). According to this view, the fundamental message of all of the prophet is, "There is no god worthy of more of worship but God." The truth is absolute and one, and is not relative to each induvidual and society. The only one who has the right to legislate right and wrong is the one who created the universe, that is God.

Senin, 27 Juli 2009

PERILAKU MANUSIA

Allah SWT berfirman, "Dan sungguh kamu telah mengetahui orang-orang (Yahudi) yang melanggar ketentuan di antara kamu pada Hari Sabtu (Hari Sabath), lalu Allah berkata untuk mereka, "Jadilah kamu "kera" yang hina" (QS.2:65).
Allah SWT juga menyatakan, "Katakanlah, "Apakah akan aku beritahukan kepada kamu hal-hal yang lebih buruk balasannya dari durhaka di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dilaknat Allah dan dimurkaiNya, dan di antara mereka, Dia (Allah) jadikan kera-kera, babi-babi, dan orang-orang yang menyembah berhala. Mereka itu amat buruk tempatnya, dan tersesat dari jalan yang benar" (QS.5:60).
Allah menyatakan kembali, "Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap hal-hal yangh dilarang bagi mereka. Allah katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera-kera yang hina" (QS.7:166).
Kera dan babi adalah hewan yang cenderung bersikap tamak (kera) dan rakus (babi), maka penyebutan kera dan babi dalam firman Allah SWT tersebut merupakan simbol perilaku manusia yang tamak dan rakus. Bahkan dalam firman Allah SWT tersebut dapat ditarik suatu hikmah, bahwa sifat tamak dan rakus bersumber dari kegemaran manusia melanggar perintah Allah SWT, mempertuhankan selain Allah SWT, dan bersikap sombong.
Oleh karena itu, manusia harus kembali pada perilaku khas manusia, yaitu perilaku yang mencerminkan dirinya sebagai abdullah (hamba Allah SWT), yang sekaligus merupakan khalifatullaah (pemimpin) di muka bumi. Inilah perilaku manusia seharusnya, semoga Allah SWT berkenan

Minggu, 19 Juli 2009

SURETY OF HEART

Two bomb explosion has killed at last 8 people at Ritz Carlton Hotel and J.W. Marriot Hotel in Jakarta, at Friday July 17-th 2009. Moslem peoples strongly condemn this bomb attack, and belief that peace will come in the world, when unjust disappear.
God (Allah) said, "Whoseover kills a human being without any reason like man slaughter, or corruption on earth, it is as though he/she had killed all mankind (Qur'an 5:32).
A moslem is an adherent of the religion of Islam. The word "Islam" in Arabic word which mean "submission to the will of God". This word comes from the same root as the Arabic word "salam" which means "peace". Then "Islam" have mean "submission to the will of God with peace". As such, the religion of Islam teaches that in order to achive true peace of mind a surety of heart, one must submit to God and live according to God divinely revealed law.
Islam is a monotheistic religion based on the teachings contained in The Holy Qur'an, and include many religious practices. Adherents are generally required to observe the five pillars of Islam, which are five duties that unite moslems into a community.
In addition to the five pillars, Islamic law or "sharia" (Arabic) has developed a tradition of rulings that touch on virtually all aspects of life and society. This tradition encompasses everything from practical matters like dietry laws and banking to warfare and welfare.
Islam's fundamental theological concept is "tawhid" (Arabic), the belief that there is only one God, who is a universal God, rather than a local, tribal, or parochial one. God is an absolute, who integrates all affirmative values, who tells people about "who God is" by speaking through the prophet. According to this view, the fundamental message of all of the prophets is, "There is no god worthy of worship but God (Allah)."
God said, "Say, God is the only one, God is the indivisible, God gives no birth, nor is God begotten, and God is in God self, not dependent on anything" (Qur'an 114:1-4).

Sabtu, 18 Juli 2009

MENENTANG TINDAKAN PEMBOMAN DI JAKARTA

Allah SWT dalam QS.5:32 menyatakan, bahwa Ia (Allah SWT) menentang pembunuhan seorang manusia secara semena-mena, secara keji, atau secara serampangan. Allah SWT mengatakan, bahwa seseorang yang membunuh seorang manusia lainnya, sesungguhnya identik dengan membunuh manusia seluruhnya. Para pembunuh ini sesungguhnya telah membunuh kemanusiaan manusia, dan merusak tatanan harmoni sosial manusia, yang didorong oleh nilai-nilai Islam untuk ditegakkan di alam semesta. Islam menyebutnya dengan istilah "Rahmatan lil' Alamiin".
Oleh karena itu, Umat Islam menentang tindakan pemboman di Jakarta, yang menimpa Ritz Carlton Hotel, dan J.W. Marriot Hotel pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 2009, sehingga mengakibatkan 8 orang tewas, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Umat Islam juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri untuk tidak saling fitnah, dengan memberi kesempatan jajaran Kepolisian Republik Indonesia melakukan investigasi secara sistematis dan menyeluruh.
Himbauan Umat Islam ini menjadi sesuatu yang penting, karena sebagaimana terjadi pada umumnya, pada kasus-kasus terorisme semacam ini Umat Islam-lah yang paling dirugikan, karena akan menjadi sasaran fitnah yang sistematis dan menyeluruh. Biasanya kasus-kasus pemboman semacam ini akan menjadi titik masuk, bagi mereka yang anti Islam untuk menghujat nilai-nilai Islam. Padahal nilai-nilai Islam adalah seperangkat nilai yang mampu mengharmonisasi antara aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.
Dengan demikian dapatlah diyakini, bahwa para teroris ini adalah juru fitnah yang gemar merancang fitnah terhadap Islam. Para teroris ini, meskipun kerapkali menyebut diri membela Islam, namun sesungguhnya lebih banyak membuktikan diri sebagai memusuhi Islam, dengan memberi pintu masuk pada Islamophobi untuk menghujat Islam.
Hal inilah yang seharusnya menjadi kewaspadaan Umat Islam, dan lebih memperkuat kesungguhannya, dalam mendukung terciptanya stabilitas nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangun terus komunikasi dengan para pihak, baik secara personal, komunal, maupun institusional agar tercipta stabilitas nasional. Semoga Allah SWT berkenan melindungi Bangsa Indonesia dari gelapnya fitnah di era destabilisasi dunia saat ini.

Minggu, 12 Juli 2009

THE LAST SERMON

The Prophet Muhammad (peace be upon him) have companions, that in Arabic called "sahabah". This form is plural, and the singular is "sahabiy" (for masculin), and sahabiyyah (for feminine). Although Islam is regarded as the youngest of all revealed religions, it is not a new religion. Islam is a continuation of the first religion of God to man, purged, and purified, time after time, from all human adulterations, and restored to its original purity.
There were more than two hundred thousand companions of The Prophet Muhammad, and one hundred thousand are believed to have witnessed the last sermon of The Prophet Muhammad delivered after making his last pilgrimage, or hajj, to Mecca.
The Prophet Muhammad said, "Islam is based on five pillars: (1) testifying that there is no god worthy to be worshipped but God (Allah), and that Muhammad is the messenger of God and His servant; (2) performing the prayer; (3) paying the zakat or obligatory charity; (4) fasting the month of Ramadhan; and (5) performing hajj (yearly pilgrimage)."
Abu Bakr As Siddiq was an early person to convert to Islam, and a senior companion of The Prophet Muhammad. When The Prophet Muhammad died, Abu Bakr As Siddiq said, "If anyone amongst you used to worship The Prophet Muhammad, then The Prophet Muhammad is dead. But, if anyone of you used to worship God (Allah), then God is alive and shall never die."
All prophet from Adam (The First Prophet) to Muhammad (The Last Prophet) came to preach the same religion, which continued to grow and grow until it reached perfection at the hand of The Prophet Muhammad.
After The Prophet Muhammad's death, the leader of the Islamic group in Medina met in a hall or house called "saqifah", to discuss whom they would support as their new leader. All agrre that Abu Bakr As Siddiq became the new leader, or the first moslem caliph, who was given the title "Khalifatul Rasul" (Arabic), or "The Successor of Messenger of God". Abu Bakr As Siddiq's acceptance proved to be a milestone in The Prophet Muhammad mission.

Jumat, 10 Juli 2009

LOGIKA DEONTIK DALAM ISLAM

Logika deontik, adalah penarikan kesimpulan yang berkaitan dengan konsep-konsep, seperti: kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas (dapat dimaklumi). Sesuatu dikatakan logis secara deontik, bila ia sesuai dengan kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas.
Penentu kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas haruslah suatu Dzat yang menciptakan semesta alam (alam semesta dan alam akherat), yang memiliki kewenangan dan kekuasaan secara mutlak. Dengan demikian manusia tidak berhak menjadi penentu kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas.
Oleh karena Allah SWT merupakan pencipta semesta alam, maka hanya Allah SWT yang berhak menjadi penentu kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas. Kebenaran versi Allah bersifat mutlak, sedangkan kebenaran versi manusia bersifat relatif.
Kebenaran versi manusia bersifat relatif, karena ia memiliki peluang disusun dari ketidak-benaran. Kebenaran versi manusia terdiri dari: Pertama, kebenaran koherensi, di mana sesuatu dianggap benar bila konsisten dengan kebenaran sebelumnya. Kebenaran saat ini selalu berhubungan dengan kebenaran sebelumnya, hingga berjarak tak terhingga. Jarak historis yang relatif jauh inilah yang memberi peluang disisipkannya ketidakbenaran oleh manusia. Dengan demikian ada peluang ketidakbenaran dalam kebenaran koherensi. Bukti sejarahnya dapat dilihat, dari dihadirkannya Islam di alam semesta oleh Allah SWT, sebagai suatu agama yang merupakan koreksi terhadap agama-agama sebelumnya, yang telah diintervensi oleh manusia, dan telah disisipkan ketidak-benaran (lihat QS.2:79).
Kedua, kebenaran korespondensi, di mana sesuatu dianggap benar bila sesuai dengan fakta. Padahal fakta yang ditangkap oleh manusia hanya sebatas daya tangkap indera manusia dan alat bantunya. Di seberang ini semua, terdapat fakta yang berada di luar jangkauan indera, yang bahkan tidak mampu diserap oleh rasionalitas manusia. Fakta yang berada di seberang daya tangkap indera manusia dan alat bantunya ini, hanya dapat difahami dengan memanfaatkan prosesi pewahyuan dari Allah SWT kepada para RasulNya. Dengan demikian kebenaran korespondensi (kebenaran versi manusia) berpeluang mengandung ketidak-benaran.
Ketiga, kebenaran pragmatis, di mana sesuatu dianggap benar bila bermanfaat bagi manusia. Padahal jumlah manusia sangat banyak (lebih dari 8 miliar orang), sehingga kebenarannya tentulah beraneka ragam. Termasuk dalam hal ini, adanya keterbatasan manusia dalam menentukan kebenaran. Kesemua inilah yang kemudian menjadikan kebenaran pragmatis berpeluang mengandung ketidak-benaran.
Allah SWT menjelaskan, bahwa kebenaran itu bersumber pada Allah SWT (lihat QS. 2:147). Oleh karena itu, ketika kebenaran versi Allah SWT telah datang, maka ketidak-benaran yang selama ini dimuliakan dan diagung-agungkan akan hilang. Setiap manusia mendapat kesempatan untuk menetapkan pemikiran, sikap, tindakan, dan perilakunya. Namun demikian sebaik-baik pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku manusia, adalah pemikiran, sikap, tindakan dan perilaku yang sesuai dengan kebenaran versi Allah SWT.
Allah SWT juga menyatakan, bahwa sesungguhnya setiap manusia berbuat sesuatu menurut keadaannya, dan Allah SWT mengetahui manusia yang berada pada jalan yang benar (lihat QS.17:84). Kebenaran versi Allah SWT selanjutnya menjadi sumber, rujukan, dan acuan bagi perumusan kewajiban, keharusan, kepatutan, kelayakan, dan permisibilitas manusia.
Oleh karena itu, tidak patut, dan tidak layak, serta sangat tidak dapat dimaklumi kejahatan Pemerintah Republik Rakyat Cina terhadap Etnis Uighur di Provinsi Xinjiang. Telah sejak berdirinya Republik Rakyat Cina, Etnis Uighur yang beragama Islam mendapat tekanan dan diskriminasi, agar Etnis Uighur melepaskan keIslamannya. Pemerintah Republik Rakyat Cina bahkan mendorong Etnis Han agar mendesak Etnis Uighur, yang puncaknya adalah pembantaian terhadap Etnis Uighur pada awal Juli 2009. Tujuannya tidak lain adalah untuk memusnahkan Etnis Uighur dari masyarakat Cina. Namun demikian, sampai hari ini Etnis Uighur masih terus berupaya bertahan dan melawan penindasan yang dialaminya dengan segenap kemampuannya yang sangat terbatas.
Umat Islam seluruh dunia wajib, selayaknya, dan sepatutnya mendoakan dan membantu Etnis Uighur, agar berhasil dalam perjuangannya, yaitu mempertahankan nilai-nilai Islam yang dianutnya. Inilah bukti logika deontik dalam Islam, yang sedang diperjuangkan dalam kehidupan manusia di masa kini. Semoga Allah SWT berkenan meridhai perjuangan Etnis Uighur di Provinsi Xinjiang, Republik Rakyat Cina.

Sabtu, 04 Juli 2009

THE ESSENTIAL STEP

God (Allah) states, "The only religion in the sight of God is Islam" (Qur'an 3:19). In another verse of The Holy Qur'an, God states, "If anyone desires a religion other than Islam, never will it be accepted of him, and in the hereafter, he will be in the ranks of those who have lost" (Qur'an 3:85).
The Prophet Muhammad (peace be upon him) said, "Whoever testifies that there in none worthy of being worshipped but God, who has no partner, and that Muhammad is God servant and Prophet; and that Isa (Christians claimed as "Jesus") is the servant of God, His prophet, and His word which He bestowed in Mariam and a spirit created by Him; and the heaven is true; and that the hellfire is true: God will eventually admit him into heaven, according to his deeds" (Shaheeh Al Bukhari).
As a moslem, a person must declare, that he or she believe there is no god (the other God), but Allah (God), and Muhammad is the messenger of Allah. This declare is perhaps the bedrock belief in Islam. Without this declare a person is not considered a moslem, he or she still an unbeliever. This phrase is the essential step in a conversion to Islam, by someone who is not a born moslem. This creed will often be repeated by moslem constantly.
This declare will being a power (energy) for moslem to live and life in the world. This declare also give strong motivation for moslem to face to face with violence West Government in Palestine, Afghanistan, Iraq (include Abu Ghraib), and Guantanamo. Peoples know that West Government (USA, NATO, and Israel Government) had killed millions moslem peoples in Afghanistan, Iraq, and Palestine.
Moslem are prayer five times a day, include Friday prayer (one time a week), that make moslem have communicated with God. In his or her prayer, moslem face toward Mecca (for common direction) to worship God. In a verse of The Holy Qur'an (3:19) God states, "The only religion in the sight of God is Islam."

Jumat, 03 Juli 2009

MICHAEL JACKSON: "SO WHAT, GITU LOH?"

Ada tiga kematian fenomenal, yang menjemput tiga legenda musik dunia, yaitu: Pertama, Elvis Presley di tahun 1977, pada saat ia berusia 42 tahun. Kedua, John Lennon di tahun 1980, pada saat ia berusia 40 tahun. Ketiga, Michael Jackson di tahun 2009, pada saat ia berusia 51 tahun.
Kematian fenomenal ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tragis. Pertama, Elvis Presley meninggal karena over dosis obat penenang. Kedua, John Lennon meninggal karena dibunuh oleh penggemarnya (Mark David Chapman) di depan apartemennya. Ketiga, Michael Jackson meninggal karena mengalami gagal jantung.
Satu-satunya perbedaan dari ketiga kematian ini, hanyalah kondisi Michael Jackson yang telah menjadi muslim sebelum ia meninggal. Hal ini memberi peluang baginya untuk mendapat ridha dan tempat yang layak di sisi Allah SWT.
Sebelum memeluk Islam, Michael Jackson adalah penganut Nasrani, atau Kristen, khususnya aliran Jehovah Witnesses. Pada tahun 2008, Michael Jackson beralih memeluk Islam dengan alasan, bahwa Islam adalah agama yang sesuai bagi dirinya.
Islam memang agama yang sesuai bagi setiap manusia dengan latar belakang ras, budaya, dan ekologi apapun. Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan Islam bagi manusia, maka janganlah mati melainkan dalam keadaan muslim (lihat QS.2:132). Tidak ada paksaan dalam memeluk Islam, karena telah jelas jalan yang benar dengan yang salah (lihat QS.2:256). Sesungguhnya agama yang diridhai Allah SWT hanyalah Islam (lihat QS.3:19).
Michael Jackson membaca syahadat, yang merupakan pernyataan menjadi muslim, di rumah sahabatnya, yaitu Steve Porcaro, yang beralamat di Los Angeles, dengan disaksikan oleh ulama setempat. Setelah menjadi muslim, ada satu hal penting yang sempat disampaikan oleh Michael Jackson, bahwa ia ingin memindahkan assetnya ke Bahrain. Hal ini dikarenakan ia mendapat tekanan dan fitnah yang semakin gencar, sejak ia menyatakan diri memeluk Islam. Namun ada satu hal penting yang sempat dilakukan oleh Michael Jackson sebelum kematiannya, yaitu membangun masjid yang megah di Bahrain, yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat ibadah, serta pusat pendidikan dan pengkajian nilai-nilai Islami.
Michael Jackson mengikuti jejak kakaknya, Jermaine Jackson, yang telah memeluk Islam lebih dahulu. Ketertarikan Michael Jackson kepada Islam diawali dari membaca buku-buku tentang Islam, yang dihadiahkan Jermaine Jackson sepulang dari Mekah.
Sesungguhnya bila kebenaran telah datang, maka ketidak-benaran akan menghilang (lihat QS.34:49). Kebenaran itu dari Allah SWT (lihat QS.2:147), karena bila kebenaran diserahkan pada versi manusia, maka akan terjadi kekacauan (lihat QS.23:71). Sesungguhnya setiap orang berbuat sesuatu menurut keadaannya, maka Allah SWT mengetahui manusia yang berada pada jalan yang benar (lihat QS.17:84).