ABOUT ISLAM

Sabtu, 19 Desember 2009

GOD BEGETS NOT, NOR IS GOD BEGOTTEN

Allah (God) said, "Say please, "God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor is Allah begotten. And none is like Allah" (Qur'an, 112:1-4).
Allah also said, "Hi men (human)! Serve your God (Allah), who created you and those before you, so that you may have the righteousness" (Qur'an, 2:21).
So... the people who have their reason know, that no god, but God. God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor is Allah begotten, and none is like Allah.
So... the people must use their reason to know the truth. The people must be resist the myth about "the son of God". Try this at home, please...

Sabtu, 12 Desember 2009

KEMAMPUAN MENAHAN AMARAH

Allah SWT berfirman, "Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (Allah), dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya pada waktu lapang dan waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS.3:133-134).
Firman Allah SWT dalam QS.3:133-134 menempatkan kemampuan menahan amarah sebagai kemampuan orang yang bertaqwa, yang disejajarkan dengan kemampuan menafkahkan harta, dan memaafkan kesalahan orang lain. Relasi ketiga kemampuan ini dapat dipandang sebagai relasi yang bersifat paralel, maupun linier. Ketika dipandang sebagai relasi paralel, maka masing-masing kemampuan difahami sebagai kemampuan yang dapat dikonstruksi secara bersamaan. Sebaliknya, ketika dipandang sebagai relasi linier, maka kemampuan awal yang dapat dikonstruksi adalah kemampuan menahan amarah, lalu kemampuan memaafkan orang lain, dan akhirnya kemampuan menafkahkan harta.
Secara rasional diketahui, bahwa kemampuan menahan amarah pada diri seseorang, akan memberinya kesempatan untuk memaafkan kesalahan orang lain, yang telah menimbulkan amarah. Pada gilirannya, setelah seseorang berdamai dengan orang lain, dan kemudian menjadi sahabat atau merasa sebagai saudara, maka seseorang tersebut berpeluang menafkahkan hartanya (misal: memberi hadiah) kepada orang lain sebagaimana dimaksud.
Demikianlah Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan dan mengajak manusia untuk berbuat kebaikan. Karena sesungguhnya, nilai-nilai Islam yang merupakan terminologi kodifikan (istilah yang menyatukan) segenap ajaran Islam, merupakan seperangkat nilai-nilai kebaikan. Oleh karena itu pula, setiap manusia hendaknya bersungguh-sungguh menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 06 Desember 2009

ISLAMIC PHOBIA

Islamic world has refers to the worldwide community of moslems. This community number about 1.3 - 1.5 billion people, roughly one-fifth of the world population. This community is spread across many different nations and ethnic groups connected by religion and a shared sense of humanity.
In a historical or geopolitical sense the term usually refers collectively to moslem majority countries or countries in which Islam dominates politically. Moslem history involves the history of the Islamic faith as a religion, and as a social institution.
The history of Islam began in Arabia with The Prophet Muhammad (peace be upon him) first recitations of The Holy Qur'an in the 7th century. The Caliphate grew rapidly geographically expansion of moslem power well beyond the Arabian peninsula in the form of a vast moslem empire with an area of influence that stretched from northwest India, across Central Asia, the Middle East, North Africa, southern Italy, and the Iberian Peninsula, to the Pyrenees.
The Islamic Empire significantly contributed to globalization during the Islamic Golden Age, when the knowledge, trade, and economies from many previously isolated regions, and civilizations began integrating due to contacts with moslem explorers, sailors, scholars, traders, and travelers. This helped establish the Islamic Empire as the world's leading extensive economic power throughout the 7th-13th centuries. Several contemporary medieval Arabic reports also suggest that moslem explorers from al-Andalus (Spain) may have travelled in expeditions across the Atlantic Ocean between the 9th and 14th centuries.
Now, many peoples in West world have Islamic phobia. They manifest their phobia in attack to moslem peoples in West world, and Islamic world. The U.S.-led "war on terrorism" has been a war on Islam. In 2009, in his first formal television interview as USA President, Barack Obama, addressed the Islamic world for a new partnership, "based on mutual respect and mutual interest." But until now, moslem peoples in Iraq, Afghanistan, and Palestine still oppressed by NATO and Israel.

Sabtu, 05 Desember 2009

PROSES PEMBELAJARAN SOSIAL

Umat yang memiliki kualitas interaksi sosial yang benar, baik, dan indah adalah umat yang berkenan menerapkan konsepsi muamallah secara tepat, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi acuannya. Untuk itu dibutuhkan suatu upaya yang disebut "PPS" atau "Proses Pembelajaran Sosial" (Social Learning Process), yang tujuannya agar umat memiliki kecerdasan sosial yang memadai.
Kecerdasan sosial adalah suatu kemampuan pada diri individu atau masyarakat (society), untuk mengendalikan pemikiran, sikap, dan perilakunya bagi kepentingan bersama (masyarakat), sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menjadi acuannya.
Nilai-nilai Islam, antara lain memuat konsepsi, bahwa: Pertama, setiap manusia hendaknya hidup dalam koridor AIM-A2 (Aqidah, Ibadah, Muamallah, Adab, dan Akhlak). Kedua, dengan berpikir, bersikap, dan berperilaku FAST-I2R (Fathonah, Amanah, Shiddiq, Tabligh, Istiqamah, Ikhlas, dan Ridha). Ketiga, untuk menjalankan peran sebagai MUASiR (Mujahiddin, Uswatun hasanah, Assabiquunal awwalluun, Sirajan muniran, dan Rahmatan lil'alamiin). Keempat, sehingga terbentuk peradaban Islam yang TRANSHUME (TRANSenden, HUManis, dan Emansipatori).
Sebagai panduan pelaksanaan PPS, Allah SWT menjelaskan tentang perlunya menggunakan Al Qur'an sebagai referensi utama. Allah SWT berfirman, "Inilah ayat-ayat Kitab yang penuh hikmah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS.31:2-3).
Dalam PPS ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh individu atau masyarakat, yang tertuang dalam firman Allah SWT sebagai berikut, "Maka hal-hal yang diberikan kepada kamu, itu adalah kenikmatan hidup yang ada di dunia. Namun hal-hal yang berada di sisi Allah adalah lebih baik, dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman. Hanya kepada Tuhannya (Allah) mereka bertawakal (berserah diri). Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar, dan perbuatan-perbuatan keji, serta apabila mereka marah, mereka akan memberi maaf" (QS.42:36-37).
Berdasarkan QS.42:36-37 diketahui, bahwa faktor-faktor yang perlu diperhatikan oleh individu atau masyarakat dalam PPS, antara lain: Pertama, kemampuan bersyukur kepada Allah SWT. Kedua, kemampuan memahami bahwa dekat dengan Allah SWT merupakan sesuatu yang memiliki nilai tertinggi. Ketiga, kemampuan berserah diri kepada Allah SWT. Keempat, kemampuan menjauhi (tidak melakukan) perbuatan dosa dan keji. Kelima, kemampuan mengelola amarah secara proporsional, yang biasa disebut "angry management".
Bersumber dari faktor-faktor yang perlu diperhatikan tersebut, lembaga atau institusi penyelenggara dapat menuangkannya ke dalam kurikulum pendidikan dan latihan. Dengan demikian kurikulum pendidikan dan latihan PPS merupakan perwujudan arahan QS.42:36-37, sehingga diharapkan PPS yang diselenggarakan mendapat ridha Allah SWT dan bermanfaat bagi individu dan masyarakat. InsyaAllah........

Kamis, 26 November 2009

COVENANT WITH ISRAEL

The United Nations Fact Finding Mission on the Gaza Conflict was established on 3 April 2009 by the President of the UNHRC (United Nations Human Rights Council). The mission was a team established by the UNHRC during the Gaza War to investigate all violations of international human rights law and international humanitarian law by Israel against the Palestinian peoples. Richard Goldstone of South Africa was appointed to head the mission, accompanied by Christine Chinkin of the United Kingdom, Hina Jilani of Pakistan, and Desmond Travers of Ireland.
Allah (God) said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not serve any, but Allah, and you shall do good to your parents, the near of kin, the orphans, and the needy. You shall speak to men good words, keep up prayer, and pay the poor-rate." Then, you (Israel peoples) turned back, except a very few of you, and now too you turn aside" (Qur'an, 2:83).
Allah (God) statement in The Holy Qur'an 2:83 has proved by Goldstone report, was state that the IDF (Israel Defence Force) committed war crimes, and possibly crimes against humanity for its serious violations of international human rights and humanitarian law, that the Israeli military actions were directed at the Gaza populations.
Goldstone report state, that the strike on the al-Maqadmah mosque on the outskirts of Jabaliya, occured when between 200 and 300 men and women attended for their evening prayer, with 15 peoples being killed and 40 wounded as a result of the attack. The report also says that IDF's mortar shelling near a United Nations-run al-Fakhura school in the Jabaliya refugee camp, which was sheltering some 1,300 peoples, killed 35 peoples, and wounded up to 40 peoples.
The report state that Israeli forces had been systematically reckless in their use of "white phosphorus bombs". The writers highlighted the Israeli attack on the UN Relief and Work Agency compound in Gaza City on 15 January 2009, the attack on the al-Quds hospital, and the attack on al-Wafa hospital, each of which involved using "white phosphorus bombs". The report described its use as disproportionate or excessive under international law. More generaly, the UN report recommended that serious considerations should be given to banning the use of "white phosphorus bombs" in built up areas.
Allah (God) also said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not shed blood (killing peoples), and you shall not turn the peoples (non Jews) out of their cities." Then, you gave a promise, while you witnessed" (Qur'an, 2:84).
But in the real life, Israel peoples slay Palestinian peoples, and turn Palestinian peoples out of their homes and cities. Israel peoples also backing each other to kill Palestinian peoples. Israel peoples believe in a part of The Holy Torah, and disbelieve in the other. Israel peoples only believe The Talmud, which they made to attack of God.
The reward to Israel peoples who do this, are disgrace in the life of this world. On the day of resurrection, they shall be sent back to the most grievous chastisement. Allah (God) is not at all heedless of what Israel peoples do. These are they who buy the life of this world for the hereafter. So, their chastisement shall not be lightened nor shall they be helped.

Sabtu, 21 November 2009

VARIAN PENCIPTAAN MANUSIA

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT, yang diciptakan dari tiada menjadi ada (lihat QS.76:1-2). Manusia setelah Rasulullah Adam AS memiliki korelasi genetik dengan Rasulullah Adam AS, karena Rasulullah Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT, sedangkan manusia-manusia sesudahnya merupakan hasil reproduksi dari Adam AS dan keturunannya.
Penciptaan manusia oleh Allah SWT diketahui memiliki empat varian, yaitu: Pertama, penciptaan Adam AS, yang memiliki keunikan, karena diciptakan dari tanah yang selanjutnya disempurnakan kejadiannya dan dilengkapi dengan ruh ciptaan Allah SWT (lihat QS.3:59). Kedua, penciptaan Hawa, yaitu istri Rasulullah Adam AS, yang memiliki keunikan, yang diciptakan dari diri Adam AS (lihat QS.4:1). Ketiga, penciptaan Rasulullah Isa AS, yaitu putra dari Maryam, yang memiliki keunikan, karena diciptakan oleh Allah SWT tanpa melalui proses reproduksi sebagaimana manusia pada umumnya. Rasulullah Isa AS lahir dari Maryam, yang merupakan seorang wanita suci yang tidak pernah "disentuh" oleh laki-laki (lihat QS.4:171 dan QS.19:20). Keempat, penciptaan manusia pada umumnya, yang memiliki keunikan, karena diciptakan oleh Allah SWT melalui proses reproduksi, yang dijalani oleh manusia sebagaimana manusia pada umumnya (lihat QS.23:12-14).
Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, maka manusia harus berpegang teguh pada aqidah, yang dituntunkan Allah SWT kepada manusia melalui Rasulullah Muhammad SAW, yang berisi komitmen kekinian yang berlaku hingga akhir masa, sebagaimana diajarkan dalam QS.112:1-4. Oleh karena itu kebodohan manusia terbesar sepanjang masa, adalah ketika manusia tidak mempertuhankan Allah SWT. Sangat sesatlah orang-orang yang mempertuhankan selain Allah SWT. Posisi orang-orang sesat ini dalam pandangan Allah SWT adalah seperti hewan ternak, atau yang lebih rendah lagi.

Sabtu, 14 November 2009

THE WAY OF GOD

Allah (God) said, "As for those who disbelieve, surely neither their wealth nor their children shall avail them in the least against Allah, and these it is who are the fuel of the hell fire" (Qur'an, 3:10).
Like the striving of the peoples of Pharaoh, and those before them; now, many peoples in the world rejected The Holy Qur'an as a God verses. But, Allah has promised, that Allah will destroyed who rejected The Holy Qur'an in the end of the universe, and the after its. On that time, peoples can see the hell and the heaven, which created by Allah. So, Allah destroy them on account of their faults. Allah say to those who disbelieve, "You shall be vanquished, and driven together to hell."
Indeed there was a sign for entire peoples in the world now, in the two hosts which met together in encounter (Iraq, Afghanistan, and Palestine). One party fighting in the way of God (Islamic fighters in Iraq, Afghanistan, and Palestine), and the other are unbelieving (USA, NATO, and Israel soldiers, and their puppets).
When believing peoples (Islamic fighters) and unbelieving peoples met in the war, the unbelieving peoples saw Islamic fighters as twice their number clearly (in impact perspective). Surely, Allah strengthens Islamic fighters in Iraq, Afghanistan, and Palestine with Allah-aids.
In the world perspective, moslem peoples know, that beautified for mankind is love of the joys that come, from women and offspring; and stored-up heaps of gold and silver, and horses branded with their mark, and cattle and land. Moslem peoples also know, that is comfort of the life in the world, but in Allah side, have a more excellent abode, that is call "heaven".
Allah teach moslem peoples to say, "Shall I tell you what is better than the world?" Allah will given heaven for those who guard against evil (wrong driven). The peoples who believe The Holy Qur'an will live in heaven, with rivers flowing beneath. Therein is their eternal home, with companions pure and holy, and the good pleasure of Allah.
The peoples who believe The Holy Qur'an say, "Our God (Allah). Surely we believe, therefore forgive us for our faults, and save us from the chastisement of the hell."
So, in The Holy Qur'an , 3:16-17, Allah describe, "That is who the patient, the truthful, the obedient, and those who spend benevolently, and those who ask forgiveness in the morning time."

Jumat, 13 November 2009

ILMU DAN ADZAB

Hari-hari terakhir ini, beberapa stasiun televisi memberitakan adanya musibah yang memprihatinkan, yaitu adanya seribu orang warga yang mengalami keracunan obat pencegah kaki gajah, dan delapan orang di antaranya tewas. Kegiatan ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan bekerjasama dengan WHO (World Health Organization), dengan tujuan untuk menekan angka penderita kaki gajah. Namun karena tidak sempurnanya sosialisasi yang berkaitan dengan karakteristik obat kepada masyarakat, dan juga karena ketidak-cermatan masyarakat dalam mengkonsumsi obat, maka terjadilah musibah ini.
Fenomena ini menunjukkan tentang pentingnya ilmu. Bagi Departemen Kesehatan, selain ilmu kesehatan mereka juga perlu mengkonsumsi sosiologi (ilmu tentang masyarakat), psikologi (ilmu tentang kejiwaan individu), dan komunikasi. Sementara itu, masyarakat juga perlu memiliki ilmu tentang kecermatan dalam mengkonsumsi obat-obatan. Bukankah Allah SWT, melalui nilai-nilai Islam telah mengajarkan tentang pentingnya ilmu? Amal tanpa ilmu tertolak! Kejujuran tanpa ilmu hanyalah kebohongan belaka!
Ketika Allah SWT mengirim Rasulullah Muhammad SAW bagi manusia di alam semesta, maka peristiwa ini sesungguhnya memberi simbol tentang pentingnya ilmu. Allah SWT berkehendak agar Rasulullah Muhammad SAW memperbaiki pemikiran, sikap, dan perilaku manusia melalui seperangkat nilai-nilai, yang disebut "Islam". Dengan kata lain, peristiwa ini menjadi bukti, bahwa pemikiran, sikap, dan perilaku manusia dapat diperbaiki melalui ilmu.
Pada saat manusia menolak ilmu (nilai-nilai Islam) yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, maka sebagaimana umat manusia terdahulu (Kaum Ad dan Kaum Tsamud), mereka akan mendapat adzab, yang berupa kesulitan dan kesukaran hidup, serta bencana alam dan kemanusiaan. Adzab yang mendatangi manusia sesungguhnya karena diundang oleh manusia, melalui penolakan ilmu. Para penolak ilmu lebih memilih adzab, sebagai konsekuensi logis dari ketiadaan ilmu.
Kepemilikan ilmu tidak ditunjukkan oleh sertipikat (ijazah), tetapi ditunjukkan oleh kemampuan seseorang mengantisipasi dan menyelesaikan masalah. Apabila suatu masyarakat sangat lemah kemampuannya dalam mengantisipasi masalah, maka berapapun banyaknya sertipikat keilmuan yang mereka miliki, tiadalah gunanya. Bahkan sertipikat itu hanya akan menjadi bahan olok-olok, sebagai sertipikat "aspal", yaitu sertipikat asli (kertas dan formalitasnya) tetapi palsu (substansi dan aksinya).
Semoga Bangsa Indonesia lebih senang belajar lewat ilmu, daripada belajar lewat adzab. Kalaupun adzab telah datang, semoga Bangsa Indonesia segera bertaubat, dan bersegera mempelajari ilmu (nilai-nilai Islam).

Sabtu, 07 November 2009

FROM OUR GOD

Allah (God) give a lesson to all human, "Allah, there is no god, but Allah, who the Everliving, and the Self Subsisting" (Qur'an, 3:2).
Allah has revealed The Holy Qur'an to all human with truth. The Holy Qur'an is a holy book to verifying and confirming the holy books before, which has deviated by human. Surely they who disbelieve the Allah verses, has deviated and making chaos on the holy books, before The Holy Qur'an revealed.
Bad and lies human, or human who disbelieve the Allah verses (The Holy Qur'an) has hidden act systematically to deviate and making chaos on the holy books, before The Holy Qur'an revealed. But, Allah knows what their do. Then, moslem peoples also know this deviate and chaos, from Allah, through The Holy Qur'an. Now, from the history of religion in Europe, moslem knows about Nicea Phenomenon (or Constantine Phenomenon) in 325 AC, when a part of peoples in the world decided to call a human as a god, and distributed their perspective all over the world. But their perspective is wrong, false, lies, not true, not truth, not real, and nothing have logically base. Surely, that nothing is hidden from Allah knows, on earth and in the sky.
Allah (God), who shapes human in the wombs as Allah pleases, give a lesson to all human to say, "There is no god, but Allah as a God of the universe. Allah is the Exalted in Might, and the Wise." Allah has revealed The Holy Qur'an to all human. Some of The Holy Qur'an verses are decisive, or "muhkamat" (Arabic) verses, which are the basis of The Holy Qur'an. For the other side, The Holy Qur'an also have allegorical verses, or "mutasyabihat" (Arabic) verses.
For those in whose hearts there is perversity, then they follow the part of it which allegorical, seeking to mislead, and seeking to give it their own interpretation. But none knows its interpretation, except Allah, who revealed the verses of The Holy Qur'an. But, for those who are firmly rooted in knowledge say, "We believe in allegorical verses. It is all from our God (Allah)".
The peoples who are firmly rooted in knowledge say, "Our God! Make not our hearts to deviate after You (God) has guided us aright, and grant us from the mercy from God side. Surely, You are the Most Giver. Our God! Surely, You will gathered all human on a day which there is no doubt. Surely, Allah will not fail promise" (Qur'an, 3:8-9).

Jumat, 06 November 2009

DIRUNDUNG BENCANA

Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia dirundung bencana. Pertama, bencana alam, seperti: tsunami, gempa, banjir, dan letusan gunung api. Kedua, bencana kemanusiaan, seperti: penyalahgunaan kekuasaan, arogansi, kesombongan, dan "sok pahlawan".
Menurut Allah SWT dalam QS.57:22 diketahui, bahwa bencana alam telah dituliskan dalam Kitab Lauhul Mahfuz, saat sebelum bencana alam terjadi. Dengan kata lain, bencana alam merupakan wujud skenario Allah SWT, dalam frame harmoni alam semesta.
Sebaliknya, bencana kemanusiaan telah lebih disebabkan oleh agresivitas manusia, dalam berbuat kerusakan di alam semesta. Allah SWT sesungguhnya melarang manusia melakukan tindakan, yang mengarah pada bencana. Hanya saja manusia seringkali lupa dengan hal tersebut.
Mereka (para pembuat kerusakan di bumi) mengetahui, bahwa meskipun hidupnya mewah tak berkekurangan, namun mereka gemar menyalahgunakan kekuasaan. Mereka juga seringkali menggunakan kewenangan sebagai dasar bertindak arogan, sombong , dan "sok pahlawan".
Oleh karena itu, Bangsa Indonesia harus bangkit dari tindak pencemaran. Bangsa Indonesia harus bangkit kembali meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Sudah saatnya mereka yang mengaku diri sebagai pahlawan, dianalisis lebih ketat, yaitu: Pertama, apakah benar mereka adalah pahlawan kebenaran? atau. Kedua, mereka hanyalah sekedar pahlawan kebetulan, yang menjadi pahlawan karena kebetulan semata.
Sudah saatnya Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang ditaburi rahmat dan keberkahan dari Allah SWT, dengan hidup bertaqwa kepada Allah SWT, melalui penerapan nilai-nilai Islam. InsyaAllah...........

Rabu, 04 November 2009

Jumat, 30 Oktober 2009

TAKING THE CALF

Allah (God) always says to Israel peoples (include Israel government), to call them mind about Allah favor, which Allah bestowed on Israel peoples. Allah said, "And remember please, when Allah delivered you (Israel peoples) from Pharaoh, who subjected you to severe torment, to killing your sons, and sparing your women, and in this there was great trial from your God" (Qur'an, 2:49).
Qur'an 2:49 has evidenced, that Israel peoples must be remember Allah favor. So, they must be neglect the violence like Pharaoh. But in the real life now, Israel people think, attitude, and behavior similar with Pharaoh, who had never obey The Allah Command (The Holy Qur'an).
Look at Israel government action to Palestinian peoples. They (Israel Soldier) killed Palestinian people, to occupied Palestinian land, and build Israel State on Palestinian blood. Israel government action have many similar with Pharaoh action, and now, in modern era, Israel government action have many similar with Hitler and Nazi action.
In Pharaoh context, remember when Allah parted the sea for Israel peoples. Allah saved Israel peoples, and drowned the follower of Pharaoh, and Israel peoples watched by. But, now, Israel Soldier killed Palestinian peoples, to occupied Palestinian land.
Allah appointed a time of forty nights with The Prophet Moses (peace be upon him), then Israel peoples took the calf for a god after The Prophet Moses do, and Israel peoples were unjust. But, then Allah pardoned Israel peoples after that, so that they might give thanks. So, Allah gave The Prophet Moses "The Holy Torah", as the distinction that Israel peoples might walk aright. But now, Israel peoples was delete "The Holy Torah" from their think, attitude, and behavior. Now, Israel peoples useful "Talmud" (not from God) to construct their think, attitude, and behavior.
The Prophet Moses said to Israel peoples, "Hi Israel peoples! You have surely been unjust to yourselves by taking the calf for a god. Therefore turn to your God (Allah) penitently, so kill yourself. That is best for you with your God. So, Allah turned to you mercifully, for surely Allah is the Oft-returning to mercy, and the Merciful" (Qur'an, 2:54).
But, Israel peoples said, "Hi Moses! We will not believe in you, until we see Allah manifestly" (Qur'an, 2:55).

Rabu, 28 Oktober 2009

NATIONAL SUMMIT 2009

Kamis, 29 Oktober 2009, di Jakarta berlangsung National Summit 2009, atau Temu Nasional 2009, yang dihadiri oleh para pemimpin nasional dari seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuannya antara lain melakukan musyawarah, diskusi, atau kajian tentang peluang dan prospek kemajuan bangsa dan negara ke depan.
National Summit 2009 mengingatkan setiap muslim pada firman Allah SWT, sebagai berikut: "Dan jika kau tanyakan kepada mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi?" Tentulah mereka menjawab, "Allah." Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku. Jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku. Apakah mereka yang kamu seru selain Allah, mampu menghilangkan kemudharatan yang hendak ditimpakan itu? Atau, jika Ia (Allah) menghendaki rahmat bagiku, dapatkah mereka menahan rahmatNya?" Jawablah, "Cukuplah Allah bagiku! Kepadanyalah menaruh percaya orang-orang yang bertawakal" (QS.39:38).
QS.39:38 ini sangat relevan dengan National Summit 2009, terutama jika para pemimpin nasional berkenan menggunakan arahan Allah SWT sebagai jawaban, yaitu kalimat: "Cukuplah Allah bagiku! KepadaNyalah menaruh percaya orang-orang yang bertawakal." Berbasis kalimat ini sebagai mindset, maka para pemimpin nasional didorong oleh Allah SWT, untuk semakin bersemangat dalam memajukan bangsa dan negara.
Para pemimpin nasional tentunya juga faham, bahwa setiap manusia memiliki dua tugas utama, yaitu: beribadah kepada Allah SWT (lihat QS.51:56), dan rahmatan lil'alamiin (lihat QS.21:107). Berdasarkan dua tugas utama ini, setiap manusia, terutama para pemimpin nasional, wajib memajukan bangsa dan negara dalam frame nilai-nilai Islam (nilai-nilai universal), yaitu terwujudnya bangsa yang berkualitas FAST (Fathonah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh) sehingga mampu mempraktekkan kehidupan bernegara yang TRANSHUME (TRANSenden, HUManis, dan Emansipatori).
Sudah saatnya para pemimpin nasional memperhatikan pula firman Allah SWT, "Hai orang yang beriman! Bersabarlah dan tabahlah. Pertahankanlah negeri, dan bertawakallah kepada Allah, supaya kamu berjaya" (QS.3:200). Dengan memperhatikan firman ini, selayaknya para pemimpin nasional terus berjuang, agar bangsa dan negara berjaya. Untuk itu, para pemimpin nasional harus beriman kepada Allah SWT, agar ia memiliki kesabaran dan ketabahan, ketika memajukan bangsa dan negara.
Para pemimpin nasional harus berani mengambil peran sebagai MUASIR (Mujahiddin, Uswatun hasanah, Assabiquunal awwalluun, SIrajan muniran, dan Rahmatan lil'alamiin), yang beraktivitas dalam koridor AIM-A2 (Aqidah, Ibadah, Muamallah, Adab, dan Akhlak). Dengan kata lain, para pemimpin nasional dituntut agar bersungguh-sungguh menjalankan perannya sebagai MUASIR dalam koridor AIM-A2, dengan memanfaatkan kualitas bangsa yang FAST, sehingga dapat mewujudkan kehidupan bernegara yang TRANSHUME.
Setelah berikhtiar secara optimal, para pemimpin nasional hendaknya memperhatikan firman Allah SWT, "Karena itu katakanlah, "Ya Tuhanku! Berilah ampun dan rahmat! Engkaulah (Allah) pemberi rahmat yang paling baik" (QS.23:118). Dengan kata lain, setelah bekerja keras, maka para pemimpin nasional hendaknya berdoa kepada Allah SWT, untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Adalah logis (rasional), ketika para pemimpin nasional memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Hal ini dikarenakan, walaupun mereka telah bersungguh-sungguh mencermati kebijakan yang ditetapkannya, boleh jadi kebijakannya tidaklah tepat, sehingga mereka harus memohon ampunan dari Allah SWT. Selanjutnya, sekalipun kebijakannya tidaklah tepat, namun dengan rahmat dari Allah SWT ternyata bangsa dan negara masih dapat memperoleh keuntungan secara optimal.
Akhirnya, seluruh uraian artikel ini menunjukkan, bahwa para pemimpin nasional wajib mengusai nilai-nilai Islam. Mereka wajib menguasai ilmu Islam, karena Rasulullah Muhammad SAW pernah menjelaskan, bahwa amalan tanpa ilmu (Islam) akan tertolak. Pandangan ini kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut, bahwa sejujur apapun para pemimpin nasional, namun bila tidak berbasis pada nilai-nilai Islam (ilmu Islam), maka kejujurannya hanya akan berisi kebohongan. Hanya nilai-nilai Islam yang bersubstansi kebenaran, karena ia dari Allah SWT (melalui Al Qur'an), dan diajarkan kepada manusia oleh Rasulullah Muhammad SAW (melalui Al Hadist).

Jumat, 23 Oktober 2009

THE ANSWER TO ALL PROBLEMS

  • God said, "And why should you not fight in the cause of Allah and of the feeble among man, and of the women and the children who are crying, "Our Lord (Allah)! Rescue us on this town whose people are oppressors, and raise for us from Thee One (Allah) who will protect, and raise for us from Thee One who will help!" (Qur'an, 4:75).
  • In Afghanistan, Iraq, and Palestine this God said (Qur'an, 4:75) is very urgent. Based on this verse, Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine want to protect and help the peoples who crying to God, from oppress by military of USA, NATO (North Atlantic Treaty Organization), and Israel. Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine have the process by which and individual's attitudes, belief, and behaviors are influenced by Islamic values. As a result, in Afghanistan, Iraq, and Palestine, million peoples in the world can see Islamic civilization (as angel force) face to face with West civilization (as evil force).
  • Samuel P. Huntington (1992) said, that the fundamental source of conflict in this new world will not be primarily ideological or primarily economic. The great divisions among humankind and the dominating source of conflict will be cultural. Nation states will remain the most powerful actors in world affairs, but the principal conflicts of global politics will occur between nations and groups of different civilizations. The clash of civilizations will dominate global politics. The fault lines between civilizations will be the battle lines of the future.
  • To support Samuel P. Huntington, Daniel Benjamin and Steven Simon (2002) said, that Islamic discourse dominates societies, the airwaves, and thinking about the world. Islamic values have proliferated throughout the world. Bookstores are dominated by works with Islamic themes. The demand for sharia (Islamic law), the belief that Islam is the answer to all problems, and the fact that the West government hate Islam and moslem dominate public discussion.
  • Million peoples think that to live an Islamic life is a balanced way of living, and respect of human right. They know, that God created all the human with what is called a "fitrah" (the inherent behavior), which include to protect and help the people who are crying to God from oppressors. Million peoples know, that one day human shall die and return to God.
    God said, "You desire the good of this world, but Allah desires for you the hereafter, and Allah is Almighty and All Wise" (Qur'an, 8:67).
  • God (Allah) said too, "O mankind! God created you from a single soul, become male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly the most honored of you in God's sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing and All-Aware" (Qur'an, 49:13).
  • In the wealth context, many peoples know, that God who provided wealth to the person, made a portion of it for the poor, so the poor have a right over one's wealth. Love of wealth is natural, and it takes firm belief in God for a person to part with some of his wealth. The whole concept of wealth is considered in Islamic values as a gift from God. The true owner of things is not man, but God.
  • God said, "You who believe! Give of the good things which you have honourably earned, and the fruits of the earth, which God have produced for you" (Qur'an, 2:267).
  • In Islamic values, a person must give, provide, or supply the other people of the good things, which he have honourably earned. Giving charity to those who deserve it is part of moslems character. Giving charity is considered to purify one's heart of greed. It is an obligation for those who have received their wealth from God, to respond to those members of the community in need. Islamic values emphasizes feeding the hungry, clothing the naked, and helping those who are need.
  • Moslem peoples in Afghanistan, Iraq, and Palestine need help from the other moslems. They have oppressed by USA, NATO, and Israel military. God calls on those who obey God to stand up for the rights of the oppressed. Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine want to protect and help the peoples from oppress by military of USA, NATO, and Israel.

Kamis, 22 Oktober 2009

KOMUNITAS KEBAIKAN DAN KEBENARAN

Di antara sekian banyak umat manusia di seluruh dunia, maka umat Islam merupakan sebuah komunitas kebaikan dan kebenaran. Ukuran kebaikan dan kebenarannya tidaklah ditetapkan oleh manusia melainkan oleh Allah SWT, melalui ukuran-ukuran yang tertuang dalam Al Qur'an (Himpunan Firman Allah SWT).
Dalam konteks kekinian, Bangsa Indonesia beberapa hari yang lalu telah memiliki kabinet baru, yaitu "Kabinet Indonesia Bersatu II", yang di antara menterinya terdapat beberapa menteri yang beragama Islam. Oleh karena itu, para menteri yang beragama Islam ini hendaknya dapat menunjukkan kualitas sebagai anggota dari komunitas muslim, yang merupakan komunitas kebaikan dan kebenaran.
Sesuai dengan kualitas komunitas, dan nilai-nilai Islam yang menjadi substansi komunitas, maka harus ada keinginan para menteri tersebut untuk konsisten, pada nilai-nilai Islam, dengan bertahan dan terus menerus memupuk nilai-nilai Islam, yang terdiri dari aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak. Wujud konkritnya berupa upaya: (1) menyeru kebaikan dan kebenaran, serta (2) melarang orang lain melakukan kemunkaran.
Tujuan dari upaya ini adalah agar Bangsa Indonesia berhasil mencapai kejayaan, sebagaimana firman Allah SWT, sebagai berikut, "Dan hendaklah ada di antara kamu, suatu umat yang menyeru berbuat kebaikan, serta menyuruh orang melakukan yang benar, dan melarang yang munkar. Merekalah orang yang mencapai kejayaan" (QS.3:104).
Para menteri ini hendaknya mengingatkan banyak pihak, bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha Menyayangi hambanya. Oleh karena itu, jika terjadi kebaikan bagi seseorang, maka hal itu tentulah berasal dari Allah SWT. Hal ini disitir Allah SWT, dengan menyatakan, "Apapun kebaikan yang terjadi padamu asalnya dari Allah. Dan apapun yang buruk menimpamu asalnya dari dirimu sendiri" (QS.4:79).
Selain bercerita tentang kebaikan, QS. 4:79 memperlihatkan adanya penjelasan, bahwa keburukan yang menimpa manusia tentulah berasal dari dirinya sendiri. Kekeliruan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku telah mengakibatkan manusia menghadapi banyak masalah. termasuk dalam hal ini ketidak-mampuan merespon masalah (misal bencana alam) secara proporsional, seringkali hanya menimbulkan masalah baru.
Kebaikan dan kebenaran seringkali harus dikonstruksi secara cerdas, agar tidak terjebak dalam paradigma antroposentris, yang menganggap segala sesuatu buatan manusia memiliki status terpuji. Sudah saatnya kemajuan yang diperoleh, disadari sebagai hasil dari adanya kritik. Saat itulah manusia memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi optimal, sebagai bakti kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin.
Dengan demikian dinamika masyarakat tidak akan disikapi secara tidak acuh, melainkan justru harus disambungkan dengan semangat konsistensi yang proporsional. Sudah saatnya para menteri memahami firman Allah SWT, sebagai berikut: "Dijadikan indah nampaknya bagi manusia, kecintaan pada segala sesuatu yang diinginkan, seperti: wanita, anak-anak mereka, emas dan perak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk, kuda-kuda pilihan, binatang ternak, serta tanah untuk bercocok tanam. Itulah harta benda hidup di dunia. Tetapi pada sisi Allah-lah seindah-indah tempat kembali" (QS.3:14).

Senin, 19 Oktober 2009

ALLAH (GOD) WARNING

Allah (God) said, "Hi Israel peoples! Call to mind My favor which I bestowed on you, and be faithful to your covenant with Me. I will fulfill My covenant with you. Me alone should you be afraid. Believe in what I have revealed (The Holy Qur'an), that verifying which is with you (The Holy Torah), and be not the first to deny God (Allah), neither take a mean price in exchange for My guidance (The Holy Qur'an). Me alone should you be afraid" (Qur'an, 2:40-41).
Allah give warning statement to Israel peoples (include Israel government) to do not mix up the truth with the falsehood, nor hide the truth while they know it. This warning statement confirm Israel government lies about holocaust, or "holocaust lies". When Jewish and Israel government talk about holocaust in NAZI era, or World War Second in 1939 - 1945, indeed that is not true, not truth, or not right. Holocaust is only story as an argument to occupied the Palestinians land, and oppressed the Palestinian peoples.
Although, NAZI and its activities organized by Germany peoples (Hitler and his allied), not by Palestinian people (moslem peoples). In World War Second, knows that 6 million Jewish peoples has died, but 54 millions non Jewish peoples has died. Like in Nazi era, now in the Palestinians land, Palestinian peoples are arrested, kept for months or even years in Israeli prison, by Israeli Occupation Soldiers.
The present humanitarian disaster in Palestinians land would be deepened by the ongoing Israeli blockade on fuel, and food supplies. The Palestinians peoples could not go from this situation, and they have deep poverty, disease, and malnutrition.
In Jewish settlements and around the West Bank town of Hebron, Jewish settlers were seen dancing in an apparent expression of joy over the tragedy in Gaza Strip. Jewish settler in Hebron wielding automatic rifles attacked Palestinians and vandalized their property, in full view of Israeli Occuption Soldiers, and who looked on passively. Jewish settler and Israelis are bunch of criminals, who are committing all sorts of crimes against humanity.
In Palestinian land, innocent civilian of Palestinians were dying by Israeli attack. Bakeries were stopping making bread, and the hospitals were cold as electricity generators stopped due to fuel shortages. Yet, USA government, under the influence of Jewish lobby, always veto an UN Security Council condemning such crimes.
So, Allah command to Israel peoples to accept the Islamic values. They must keep up prayer, and pay the poor-rate, and bow down with moslems who bow down. Allah ask in warning sounds to Israel peoples, cause they enjoin men to be good, and neglect them own souls, while they read The Holy Torah.
Allah command to Israel peoples to seek assistance through patience and prayer in Islamic values. Most surely it is a hard thing, except for the humble ones, that is the human who accept the Islamic values, and who know that they shall meet their God (Allah), and that they shall return to Allah.
Allah said, "Hi Israel peoples! Call to mind My favor which I bestowed on you, and that I made you excel the nations. But be on your guard against a day, when one soul shall not avail another in the least, neither shall intercession on its behalf be accepted, nor shall any compensation be taken from it, nor shall you be helped" (Qur'an, 2:47-48).

Sabtu, 17 Oktober 2009

MANAJEMEN HARTA

Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang apabila menginfaqkan harta, mereka tidak berlebihan, namun tidak pula kikir, melainkan di antara keduanya secara wajar" (QS.25:67).
Firman Allah SWT ini mengingatkan manusia tentang manajemen harta. Tentu saja sebagai manusia, setiap manusia wajib memanaje (mengelola) harta dengan baik. Pemahaman ini penting, karena tak ada seorang manusiapun yang dapat memastikan harta yang diperolehnya. Sesungguhnya hanya Allah SWT yang memastikan harta bagi setiap manusia.
QS.25:67 menekankan manajemen harta pada sisi proporsionalitas, yang dalam terminologi Al Qur'an disebut "wajar". Proporsionalitas mendorong setiap manusia yang memanaje harta, untuk memperhatikan efektivitas (pengutamaan dampak sebesar-besarnya), dan efisien (pengutamaan maksimalisasi hasil per satuan usaha).
Oleh karena itu, setiap manusia wajib membuat perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi pengelolaan harta yang dimilikinya. Dalam format proporsionalitas, harta dimanaje dengan memperhatikan koridor aqidah (keimanan Islami), koridor ibadah (format berbakti kepada Allah SWT), koridor muamallah (tata interaksi sosial Islami), koridor adab (tata kesopanan dan etika Islami), dan koridor akhlak (format ekspresi manusia, sebagai konsekuensi manusia yang beraqidah, beribadah, bermuamallah, beradab, dan berakhlak).

Sabtu, 10 Oktober 2009

THE MAN FROM HEAVEN

Allah (God) said, "Remember please, when your God (Allah) said to the angels, "I am going to place in the earth a khalif (a man as a leader)." And they (angels) asked, "Why will You (Allah) place in earth, such as shall make mischief in it, and shed blood? While we celebrate the praise and extol the holiness." Allah said, "Surely I know what you do not know" (Qur'an, 2:30).
To make evidence of His statement, Allah taught Adam (peace be upon him) all the names, then presented them to the angels. Allah said to the angels, "Tell Me the names of those, if you are right." The names is a symbol of knowledge (science), which had absorbed in the reason of human. So the angels said, "Glory be to You (Allah)! We have no knowledge, but that which You has taught us. Surely You art the Knowing, and the Wise."
Then, Allah said, "Hi Adam! Inform them of their names." So, when Adam had informed them of their names, Allah said again, "Did I not say to you, that I surely know what is the secret of the heaven and the earth, and that I know what you manifest, and what you hide!" Then, Allah said to the angels, "Make obeisance to Adam!" So they (the angels) did obeisance. But Iblis (Satan, Evil, or Devil) did it not. Iblis refused, because he was proud. Then Iblis was one of the unbelievers.
Allah said to Adam, "Hi Adam! Dwell you and your wife in the garden (heaven), and eat from it a plenteous food wherever you wish, and do not approach this "tree", which you will not be obey My command." When Iblis knows about Allah command to Adam, Iblis made Adam and his wife (Adams wife) not obey Allah command, and caused them (Adam and his wife) to depart from heaven in which they were. Allah said, "Get forth, some of you (human) being the enemies of others, and there is for you in the earth, an abode and a provision for a time!" Then Adam received some words to hope forgiveness from Allah, so Allah turned to him mercifully.
Allah said, "Go forth from heaven all (Adam, his wife, and Iblis)! So surely there will come to you a guidance from Me. Then whoever follows My guidance, no fear shall come upon them, nor shall they grieve. And those who disbelieve in, and reject My guidance, they are the inmates of the hell, in it they shall abide."
In now context, a guidance from Allah is the Islamic values, which based on The Holy Qur'an. So, who disbelieve the Islamic values, and reject The Holy Qur'an, they are the inmates of the hell, in it they shall abide.

Jumat, 09 Oktober 2009

MENYONGSONG KEMATIAN

Setiap manusia, baik muslim maupun non muslim sesungguhnya sedang menyongsong kematian. Suka atau tidak suka, hari-hari yang dilaluinya justru mengarah pada kematian. Ia dapat mengalami kematian kapan saja, dan dengan cara apa saja. Apapun prosedur yang ditempuhnya, ia sedang memproses dirinya menuju kematian. Allah SWT adalah penentu waktu dan cara kematian setiap manusia.
Setelah kematiannya, maka manusia yang bersangkutan akan dimintai pertanggung-jawaban atas semua pemikiran, sikap, dan perilakunya ketika masih hidup. Mereka yang tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan, tentu saja akan terkejut, tetapi semua itu terlambat, karena ia harus segera mempertanggung-jawabkan pemikiran, sikap, dan perilakunya kepada Allah SWT. Saat itu, suasananya tentu sangat mendebarkan dan dramatis.
Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan, "Akherat mendekat, dan dunia akan segera berlalu. Perjalanan masih panjang, namun bekal sangat kurang, dan "bahaya" semakin besar." Oleh karena kepongahan seorang manusia, ia seringkali melupakan kematian, seolah-olah kematian hanya untuk orang lain. Seolah-olah kematian hanya tayangan di televisi, berita di radio, atau sekedar tulisan di surat kabar harian.
Para pecinta dunia, seringkali melupakan akherat. Para pecinta dunia, seringkali mengabaikan kematian. Para pecinta dunia, seringkali meremehkan nilai-nilai Islam. Mereka hidup untuk memperebutkan dunia, dan dengan berbagai cara haram (tidak halal) mereka berupaya mendapatkannya. Mereka terkejut, karena ketika dunia didapatkan, berupa harta, pangkat, jabatan, dan segenap asesorinya, ternyata ia berada pada track menyongsong kematian. Ketika ia sadar, ia telah terlambat, kematian telah datang menjemput.
Rasulullah Muhammad SAW pernah mengingatkan, "Banyak-banyaklah mengingat mati, sebab mengingat mati itu akan mengurangi kecintaan seseorang terhadap dunia" (HR. Anas RA).

Senin, 05 Oktober 2009

SERVE ALLAH AS YOUR GOD

Allah (God) said, "Hi men (human)! Serve your God (Allah), who created you and those before you, so that you may have the righteousness" (Qur'an, 2:21).
Allah has created the earth, as a resting place for human, and the sky as canopy. Allah also sends down rain from the cloud, then brings for with it subsistence for you of the fruits. Therefore do not set up rivals to Allah while you know. So for that, read The Holy Qur'an, or learn the Islamic values please.
If some peoples are in doubt to The Holy Qur'an, which Allah have revealed to Allah servant (The Prophet Muhammad, peace be upon him), then Allah challenge them to produce a chapter like it in similar quality, and then call on them witnesses. But, if they do it not, and never shall they do it, then be on them guard against the punishment by Allah.
Convey good news to the peoples who believe, and do good deeds as implementation of the Islamic values, that they shall have heaven. In heaven, whenever they shall be given a portion of them needs. They shall understand, "This is what was given to us before." They shall be given them needs by Allah.
Surely Allah is not ashamed to set forth any parable that of a gnat or anything above that. For the peoples who believe, they know that it is the truth from their God (Allah). They know that The Holy Qur'an is the truth from their God, and they also know that the Islamic values is the truth from their God.
For the peoples who disbelieve, they always say, "What is it that Allah means by this parable." Allah causes many to err by it, and many leads a right by it. But Allah does not cause to err by it, except the transgressors.
The transgressor is any peoples who break the covenant of Allah (the Islamic values), after its confirmation, and cut asunder what Allah has ordered to be joined, and make mischief in the land. This fact can be the evidence, that transgressors are the losers.
Many peoples life in fool, when they do deny Allah. They never understand, that they were dead, and Allah gave they life. Allah will cause they to die, and again bring they to life, then they shall be brought back to Allah, who created for you all that is in the earth. So that, implement the Islamic values please....

Minggu, 04 Oktober 2009

BELAJAR DARI BENCANA

Sejak tahun 2004 hingga saat ini (Oktober 2009), Bangsa Indonesia didera oleh berbagai bencana yang bertubi-tubi. Mulai dari Tsunami Aceh (2004), Gempa Yogya (2006), hingga Gempa Sumatera Barat (2009), keseluruhannya tentulah menghadirkan simpati kepada mereka yang tertimpa bencana. Namun selain itu, kesemuanya tentulah juga menjadi pelajaran bagi segenap Bangsa Indonesia, tentang pentingnya menjadi bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, yaitu bangsa yang berkenan mempraktekkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman, "Hai sekalian manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu (Allah), sebagai penyembuh penyakit yang ada di dalam dada, serta petunjuk, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman" (QS.10:57).
Istilah "penyakit dalam dada" dalam QS.10:57 ini dapatlah dimaknai sebagai "Berbagai kesalahan pemikiran dan persepsi manusia tentang sesuatu, yang kemudian menyesatkannya, hingga terasa sesak dadanya, karena sulit bernafas dengan baik, disebabkan banyaknya persoalan yang tak pernah terselesaikan."
Oleh karena itu, Bangsa Indonesia harus terus menerus mempelajari konsepsi kehidupan yang diajarkan oleh Allah SWT. Selanjutnya, agar konsepsi tersebut mudah diterapkan, maka sebagian dari Bangsa Indonesia perlu mengkaji prospek penerapan terintegrasi konsepsi kehidupan tersebut, lalu menyampaikannya dengan jujur kepada segenap Bangsa Indonesia. Dengan metode ini, maka Bangsa Indonesia dapat dikenali sebagai bangsa yang mampu "Belajar Dari Bencana". InsyaAllah....

Sabtu, 26 September 2009

THE VARIOUS OF PEOPLES

This article will describe the various of peoples, that is the peoples who believe, who reject faith, and who do not really believe. God (Allah) said about the peoples who believe, when God said about The Holy Qur'an.
God said, "This is the Book (The Holy Qur'an); in it is guidance sure, without doubt, to those who fear God. Who believe in the unseen, are steadfast in prayer, and spend out of what God have provided for them. And who believe in the Revelation (The Holy Qur'an) sent them, and sent before they time, and in their hearts have the assurance of the hereafter. They are on true guidance from their God, and they are will prosper" (Qur'an, 2:2-5).
Meanwhile, the peoples who reject faith have character that it is the same to them, whether you (moslem) warn them or do not warn them, they will not believe. God has set a seal on their hearts, and on their hearing, and on their eyes is a veil. God also said, that there is a great punishment for them.
On the other side, on this era many peoples who do not really believe live in the world. They say, "We believe in God (Allah) and the last day", but they do not really believe. Fain would they deceive God and those who believe, but they only deceive themselves, and realize it not. In their hearts is a disease, and God has increased their disease, and they shall have a painful, because they are false to themselves.
When moslem said to them, "Make not mischief on the earth," they say, "Why, we only want to make peace!" Of a surety, they are the ones who make mischief, but they realize it not. When moslem said to them, "Believe as the other believe, " they say, "Shall we believe as the fools believe?" Nay, of a surety they are fools, but they do not know.
When they (the peoples who do not really believe) meet those who believe, they say, "We believe, " but when they are alone with their evil ones, they say, "We are really with you. We were only jesting." God will throw back their mockery on them, and give them rope in their trespasses, so they will wander like blind ones. These are they who have bartered guidance for error, but their traffic is profitless, and they have lost true direction.
Their similitude is that of a man who kindled a fire. When it lighted all around them, God took away their light and left them in utter darkness. So they could not see. They deaf, dumb, and blind, and they will not return to the path.
Another their similitude is that of a rain-laden cloud from the sky. In it are zones of darkness, and thunder and lightning. They press their fingers in their ears to keep out the stunning thunder-clap, the while they are in terror of death. The lightning all but snatches away their sight, every time the light helps them, they walk therein, and when the darkness grows on them, they stand still.

Jumat, 25 September 2009

PARA PENENTANG

Allah SWT membuat pernyataan tegas dalam Al Qur'an, khususnya QS.30:8-10, yang intinya bahwa para penentang Rasulullah Muhammad SAW, dan para penentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW akan mengalami kehancuran, sebagaimana halnya para penentang Rasul-Rasul Allah SWT di masa lampau. Jika saat ini para penentang nampak menikmati keberhasilan dan kesuksesan, sesungguhnya mereka sedang menghimpun kehancurannya sedikit demi sedikit. Penderitaan muslim di Afghanistan, Iraq, dan Palestina akibat penjajahan dan perampokan tanah mereka oleh Pemerintah Amerika Serikat, NATO, dan Israel, tidak akan pernah tak berbayar. Pada saatnya kelak, masing-masing individu yang terlibat dalam pendzaliman terhadap muslim, akan dimintai pertanggungan-jawab oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akherat.
Para penentang ini tidak pernah memikirkan tentang kejadian diri mereka. Seolah mereka tidak tahu, bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi serta seluruh isi yang ada di antara dan pada keduanya, dengan tujuan yang benar dan pada waktu yang telah ditentukan. Para penentang ini telah berjalan di banyak tempat di permukaan bumi, dan sebagian sangat kecil ruang angkasa, tetapi mereka tetap tidak mengenal Tuhannya. Mereka mengetahui kesudahan orang-orang yang dzalim di masa lalu, tetapi mereka sangat gemar mempraktekkan kedzaliman.
Mereka mengetahui bahwa orang-orang dzalim di masa lalu juga memiliki kekuatan sebagaimana mereka sekarang, tetapi bukankah orang-orang dzalim itu mengalami kehancuran. Telah datang kepada para penentang ini seorang Rasul, yaitu Rasulullah Muhammad SAW, tetapi mereka meremehkan dan mengabaikan ajarannya (nilai-nilai Islam). Oleh sebab itu, jika orang-orang dzalim ini mengalami kehancuran, sesungguhnya merekalah yang mengundang kehancuran itu bagi dirinya. Allah SWT menjanjikan adzab kepada para penentang ini, sebagaimana tertuang dalam QS.30:10.
Jika yang menjanjikan kehancuran bagi para penentang Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang manusia, maka tentulah janjinya itu patut diragukan. Namun bila yang berjanji adalah Allah SWT, maka layaklah bila Umat Muslim menyiapkan diri untuk menyambut perwujudan janji Allah SWT. Bila Romawi dan Uni Sovyet dapat hancur, bukan tidak mungkin bagi Allah SWT menghancurkan Amerika Serikat, NATO, dan Israel. Semoga Allah SWT berkenan...

Jumat, 18 September 2009

WHEN PEOPLES ARE READ

The Holy Qur'an is the central religious text of Islam. Islam holds that The Holy Qur'an was revealed to The Prophet Muhammad (peace be upon him) by The Angel Jibril (Gabriel) over a period of approximately twenty three years. Beginning in 610 CE, when The Prophet Muhammad was forty years old, and concluding in 632 CE, the year of The Prophet Muhammad death.
The Qur'anic verses contain general exhortations regarding right and wrong and the nature of revelation. The Holy Qur'an's message is conveyed through the use of various literary structures and devices. In the original Arabic, the chapters and verses employ phonetic and thematic structures, that assist the audience's efforts to recall the message of the text.
Ali compiled a complete version of The Holy Qur'an mushaf (book), immediately after The Prophet Muhammad's death. After seventy reciters were killed in the battle of Yamama, the first caliph, Abu Bakr, decided to collect the different chapters and verses into one volume. In about 650 CE, the third caliph, Uthman ibn Affan, ordered the preparation of an official standardize version.
The Holy Qur'an were first printed from carved wooden block one block per page. The relation between The Holy Qur'an and science is strongly affirmed in Islamic thought. Almost all source, classical and modern agree that The Holy Qur'an encourages the acquisition of science and scientific knowledge.
Very important for peoples to understanding of the message of The Holy Qur'an. This helps peoples to get a better first hand idea of the basic concepts of Islam as a universal message and a balanced way of life. Here are some general guidelines to read The Holy Qur'an, especially for non Arab peoples:
First, find a good translation in language you understand well.
Second, listen to recitation of The Holy Qur'an from an experienced reciter, even if you do not understand.
Third, start you first reading with a neutral frame of mind.
Fourth, do not be afraid to question or even challenge what you read.
Fifth, allow yourself time to contemplate.
Sixth, in parallel with your in-depth reading, get additional insights from trusted sources about the Qur'anic message from different perspective (psychology, or sociology).
Seventh, do not overrule the possibility of reading The Holy Qur'an in its original language (Arabic).

Kamis, 17 September 2009

PENGGEREBEKAN DI SOLO

Dalam penggerebekan di sebuah rumah di Kampung Kepuh Sari RT 3 / RW 11, Kelurahan Mojo Songo, Kecamatan Jebres, Solo, Detasemen Khusus 88 telah menewaskan empat orang yang diduga teroris, dan menangkap tiga orang lainnya. Empat orang yang tewas diduga adalah Susilo alias Adib (24 tahun), Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Nordin M. Top, dan Ario Sudarso alias Aji.
Sementara itu istri Susilo, Putri Munawaroh (20 tahun) yang pada saat penggerebekan berada di rumah tersebut mengalami luka-luka, dan saat ini dirawat di Rumah Sakit POLRI, Jakarta. Berdasarkan informasi di berbagai media massa, diketahui bahwa Susilo bekerja sebagai pengurus ternak sapi yang tempatnya tidak jauh dari rumah yang ia kontrak, yang digerebek oleh Detasemen Khusus 88.
Memperhatikan dinamika terorisme di Indonesia, maka diperlukan adanya tindakan penyadaran kepada seluruh masyarakat di Indonesia, yang melibatkan POLRI (sebagai penanggung-jawab keamanan), Departemen Dalam Negeri (sebagai penanggung-jawab politik dalam negeri), dan para tokoh agama (ulama). Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain berupa penyuluhan dan diskusi di berbagai tempat, baik di kota, desa, maupun di kampus-kampus. Tujuannya sederhana, yaitu melakukan deradikalisasi pada mindset masyarakat, dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dinamika di dalam negeri, maupun luar negeri.
Kegiatan ini (penyuluhan dan diskusi melawan terorisme) memang bersifat masif, dan membutuhkan biaya relatif besar. Namun sesungguhnya kegiatan ini berguna dalam mencegah kerugian besar di semua sektor yang diakibatkan adanya tindakan terorisme. Dengan demikian suatu saat Negara Kesatuan Republik Indoenesia dapat relatif lebih aman, sehingga masyarakat dapat berkonsentrasi pada upaya meningkatkan kesejahteraan.
Hal ini sekaligus juga akan berakibat tidak adanya lagi tindakan-tindakan penggerebekan oleh Detasemen Khusus 88 yang membuat miris hati Bangsa Indonesia yang melihatnya. Karena yang menggerebek dan digerebek sama-sama Bangsa Indonesia, dan sama-sama meyakini bahwa tindakan mereka benar.
Semoga Allah SWT berkenan memberikan ilham kepada pimpinan POLRI, dan Departemen Dalam Negeri, serta tokoh-tokoh agama, agar mereka dapat merumuskan solusi terbaik dan terindah bagi upaya pencegahan tindakan terorisme.

Minggu, 13 September 2009

PRAY FOR PALESTINIANS

When Jewish and Israeli Government talk about "holocaust" in World War Second in 1939 to 1945, or in NAZI era, indeed that is not true, not truth, or not right. Holocaust is only Jewish and Israeli Government story as an argument to occupied the Palestinians land, and oppressed the Palestinian peoples. Although, NAZI and its activities organized by Germany peoples (Hitler and his friends), not by Palestinian peoples, and not by moslem peoples. Hitler and his friends is Christians.
Holocaust is only his story, and not history. In World War Second, knows that 6 millions Jewish peoples has died, but 54 millions Non Jewish peoples has died. Holocaust is only his (Jewish and Israeli Government) story, because Jewish and Israeli Government had done holocaust to Palestinian peoples from 1920 until now.
Like in NAZI era, now in the Palestinians land, Palestinian peoples are arrested, kept for months or even years in Israeli prison, by Israeli Occupation Soldiers. The present humanitarian disaster in the Palestinians land would be deepened by the ongoing Israeli blockade. Palestinian peoples could not go from this oppress, and then they have deep poverty, disease, and malnutrition.
Meanwhile, in Jewish settlements in and around the West Bank town of Hebron, Jewish settlers were seen dancing in an apparent expression of joy the tragedy in Palestinians land. Jewish settlers in Hebron wielding automatic rifles attacked Palestinian peoples, and vandalized Palestinian properties, in full view of Israeli Occupation Soldiers, who looked on passively. Moslem peoples all over the world knows, that Jewish settlers and Israeli Government are bunch of criminals, who are committing all sorts of crimes against humanity.
In Palestinians land, innocent civilian of Palestinian peoples were dying by Israeli Occupation Soldiers. Bakeries were stopping making bread, and the hospitals were cold as electricity generators stopped due to fuel shortages. Yet, USA Government, under the influence of Jewish lobby (who has occupied USA and USA peoples), always veto an UN Security Council condemning such crimes.
Palestinian Moslem Fighters said, "Put your trust in Allah (God), not in the UN or other disbelieving entities. Allah had said, "Certainly, the help of Allah is near!" Look The Holy Qur'an 2:214 please!" Then, moslem peoples in the world responded this fight and faith. They have done something, against occupied and oppressed by Israeli Government (who supported by USA Government) in Palestinians land. Moslem peoples in the world have done something, that is: pray, boycott, and support Palestinian Moslem Fighters.
Moslem peoples in the world boycott all "made in Israel" and "made in USA", to protest what is happening to the Palestinian peoples in the Palestinians land. It is the only way, that moslem knows to share the hurt, that the Palestinian peoples are suffering. Moslem peoples in the world have conscience to help Palestinian peoples, to bring Israeli Government oppression there to an end, and make concerted effort to inform the whole world about their plight, until there is no more oppression.
Moslem peoples all over the world should pray to Almighty, Allah, for God mercy for Palestinian peoples. May Allah see them through as they fight (in faith) for their right and freedom. Moslem peoples appeal for every moslem to pray for those moslem fighters in Palestinians land, who killed by Israeli Occupation Soldiers, and its brutal zionist army (like NAZI special force).
This action plus boycott all "made in Israel" and "made in USA", at least moslem peoples do for the Palestinian peoples, who are suffering under Israeli Government (like Hitler Government), who supported by USA Government. Moslem peoples all over the world pray for Palestinian, and hope that Allah will help Palestinian peoples.
For new conscience: Now, moslem peoples all over the world know that holocaust is not true, not truth, not right, and not history. Holocaust is only Jewish and Israeli Government story. Holocaust is only his - story.

Sabtu, 12 September 2009

APA KHABAR FPI.... ?

Umat Islam mengerti dan bersyukur pada Allah SWT, bahwa: Pertama, FPI (Front Pembela Islam) saat ini sedang berproses untuk berpikir, bersikap, dan berperilaku semakin sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan Al Hadist, yang mempersyaratkan ketepatan (metode), kecepatan, kekuatan, dan keakuratan (substansi).
Kedua, FPI didirikan di era 1990-an sebagai bentuk ikhtiar membela Umat Islam yang saat itu nampak tak berdaya menghadapi para bandar judi (di Jakarta), dan pembunuhan para ustadz (di Banyuwangi) yang difitnah sebagai dukun santet.
Ketiga, FPI bertekad untuk menjaga aqidah, dengan berupaya mengeliminir berbagai aliran sesat dan menyesatkan yang telah menistakan Agama Islam, serta menanggulangi pemikiran yang menyimpang, seperti: sekularisme dan liberalisme.
Keempat, FPI bersungguh-sungguh memperjuangkan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik lingkup individu maupun kolektif, pada konteks bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kelima, FPI berupaya mendorong terselenggaranya sistem ekonomi Islami agar Bangsa Indonesia dapat lebih sejahtera dari hari-hari sebelumnya, dengan terus memberi masukan pada penyelenggara negara (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tentang perlunya penguasaan asset strategis oleh Bangsa Indonesia, dan menggerakkan secara intens sektor riil sebagai basis perekonomian.
Keenam, FPI berikhtiar dengan serius untuk mengingatkan semua komponen bangsa, tentang pentingnya melawan intervensi asing yang menyusup dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Umat Islam banyak belajar dari kasus Iraq, bahwa nasionalisme tanpa dibekali nilai-nilai Islam akan mudah dipatahkan. Lihatlah kaum nasionalis sekuler Iraq, yang mudah dipatahkan dengan senjata pemusnah massal Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Bahkan kemudian berpihak pada Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menjajah bangsa sendiri (Bangsa Iraq) dengan menyelenggarakan "negara boneka" Iraq.
Bandingkan dengan Pejuang Muslim Iraq yang terus berjuang melawan kedzaliman Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, meskipun dengan persenjataan yang serba terbatas. Jika suatu saat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya menarik diri dari Iraq, hal itu bukanlah karena mereka berbaik hati (lihat QS.2:120), melainkan karena mereka kesulitan menghadapi semangat juang para Pejuang Muslim Iraq.
Oleh karena itu, Umat Islam di Indonesia ingin terus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didirikan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, dengan cara menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian terbuka peluang bagi Umat Islam di Indonesia untuk beribadah kepada Allah SWT, dan memberi kontribusi optimal bagi bangsa dan negaranya sebagaimana konsepsi rahmatan lil'alamiin.
Umat Islam berharap FPI dapat terus bersama-sama dengan Umat Islam pada umumnya, dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diberkahi Allah SWT. Terus berjuang FPI semoga Allah SWT meridhai....

Senin, 07 September 2009

THE ECONOMIC SYSTEM

As a complete way of life, Islam has provided guidelines and rules for every sphere of society. God (Allah), the Creator of all, knows that people love to gather material possession, and that much of their effort are for the sake of gathering the various material means of the world. The relationship between economics and religion only has a very solid ground in Islam.
Ibn Khaldun wrote about the economic system in Islam in the 15th century. The Islam economic system has its own principles and philosophies, and the only way to understand them is to refer back to what is called the primary sources of learning about Islam and its principles. These are mainly The Holy Qur'an, which is viewed by moslems as the word of God, and The Prophetic tradition which explained and elaborated upon how to apply those principles.
Look at this fact: First, Islam seeks to guarantee the freedom of property owners to spend, give away, and invest it as he or she deems fit. Then, Islam has set some standards, based on justice and practicality. Earnings should not be based on cheating and sweandling. The Islamic ideal is based upon absolute justice on the personal as well as the societal level.
Second, Islam is concerned with the spirit of the economic system. There is no monopolization of necessities. Wells and other sources of water, for instance, are unlawful to use and monopolize as personal property, thereby eliminating another potential for oppression.
Third, Islam teaches that God has created provision for every person, who God has brought to life. Interest (riba) is strictly forbidden. Interest is defined as a set return on a loan, and as such implies a profit based on no risk and effort.
Fourth, Islam encourages investment and loan given as a means of charity. Interest has crumbled empires, while making oppressors out of others. The true moslem realizes that the wealth in his or her possession is in actuality in the possession of God. Through such measures, The Prophet Muhammad (peace be upon him) sought to reduce the gap between rich and poor.

Minggu, 06 September 2009

LOGIKA DIALEKTIS MANUSIA

Logika dialektis, adalah penarikan kesimpulan yang berpola "tesis - antitesis - sintesis", di mana tesis merupakan pemahaman awal, yang ditentang oleh antitesis sebagai pemahaman tandingan, hingga muncullah sintesis sebagai pemahaman yang mengungguli tesis dan antitesis.
Sebagai contoh: Pertama, pada suatu masa, karena ketidak-mampuan merawat nilai-nilai Ketuhanan, manusia terjebak pada pemahaman, bahwa Tuhan itu tidak ada (T=0). Pemahaman ini biasa disebut "atheis".
Kedua, tesis bahwa Tuhan tidak ada atau atheis, kemudian ditentang oleh kelompok manusia lainnya, dengan menyodorkan antitesis, bahwa Tuhan itu banyak (T>1). Pemahaman ini biasa disebut "politheis".
Ketiga, antitesis bahwa Tuhan itu banyak atau politheis, lalu dikalahkan oleh pemahaman, bahwa Tuhan itu Maha Esa (T=1). Pemahaman ini biasa disebut "monotheis".
Dalam perspektif Islam, pemahaman atheis dan politheis merupakan pemahaman yang tak logis. Sementara itu pemahaman monotheis juga tidak logis jika yang dipertuhankan adalah sesuatu yang bukan Tuhan. Oleh karena itu, pemahaman yang paling logis adalah ketika manusia mampu hanya mempertuhankan Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah SWT.
Allah SWT mengingatkan, "Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah "tempat" meminta. Dia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatupun yang setara denganNya" (QS.112:1-4).

Sabtu, 29 Agustus 2009

LOVE OF WEALTH

God (Allah) said, "O mankind! God created you from a single soul, become male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly the most honored of you in God's sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing and All-Aware" (Qur'an, 49:13).
About the wealth, many peoples know, that God who provided wealth to the person, made a portion of it for the poor, so the poor have a right over one's wealth. Love of wealth is natural, and it takes firm belief in God for a person to part with some of his wealth. The whole concept of wealth is considered in Islamic values as a gift from God. The true owner of things is not man, but God.
God said, "You who believe! Give of the good things which you have honourably earned, and the fruits of the earth, which God have produced for you" (Qur'an, 2:267).
In Islamic values, a person must give, provide, or supply the other people of the good things, which he have honourably earned. Giving charity to those who deserve it is part of moslems character. Giving charity is considered to purify one's heart of greed. It is an obligation for those who have received their wealth from God, to respond to those members of the community in need. Islamic values emphasizes feeding the hungry, clothing the naked, and helping those who are need.
Moslem peoples in Afghanistan, Iraq, and Palestine need help from the other moslems. They have oppressed by USA, NATO, and Israel military. God calls on those who obey God to stand up for the rights of the oppressed. Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine want to protect and help the peoples from oppress by military of USA, NATO, and Israel.

Kamis, 27 Agustus 2009

MUSLIM INDONESIA DAN MUSLIM MALAYSIA TETAP KOMPAK

Dalam beberapa minggu ini "Operasi Adu Domba" antara Indonesia dengan Malaysia relatif lebih gencar dari biasanya. Setelah oknum Tentara Diraja Malaysia dengan menggunakan kapal laut memprovokasi Tentara Nasional Indonesia, yang berada di perairan Blok Ambalat; kini giliran sebuah production house (swasta) Malaysia memproduksi dan mengedarkan sebuah iklan kunjungan wisata ke Malaysia, dengan menjadikan seolah-olah ikon budaya Indonesia (wayang kulit, batik, keris, dan tari pendet) adalah hasil karya Malaysia. Sesungguhnya "Operasi Adu Domba" ini telah berlangsung sejak tahun 2000, dalam bentuk beraneka-ragam kegiatan jahat.
Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia berhasil mengatasi "Operasi Adu Domba" ini dengan cerdas. Kedua pemerintahan selalu menyelesaikan ekses kegiatan jahat pihak ketiga ini, dengan cara-cara yang bermartabat, dan saling memartabatkan satu sama lain. Demikian pula Umat Islam atau muslim di kedua negara, selalu mensikapi kegiatan jahat (adu domba) ini dengan kepala dingin. Muslim Indonesia berupaya menahan diri, untuk tidak terlalu memojokkan Pemerintah Malaysia, yang sedang sibuk menghadang juru fitnah yang ada di Malaysia. Demikian pula halnya dengan Pemerintah Indonesia yang sedang melakukan hal yang sama di Indonesia.
Sesungguhnya Muslim Indonesia dan Muslim Malaysia mempunyai tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT, dan rahmatan lil'alamiin. Ukhuwah Islamiah telah mengikat Muslim Indonesia dengan Muslim Malaysia, dengan mengubah sumber konflik menjadi sumber energi. Beberapa keluarga Muslim Malaysia mempekerjakan Muslim Indonesia di perusahaan dan/atau di dalam rumah mereka secara bermartabat. Sementara Muslim Indonesia sangat senang dapat bekerja di Malaysia, karena selain mendapat penghasilan yang memadai, mereka juga merasa senang karena dapat bekerja dengan saudara semuslimnya, yaitu Muslim Malaysia.
Fenomena ini tentu tidak menyenangkan pihak-pihak yang menginginkan Muslim Indonesia dengan Muslim Malaysia berperang. Tetapi Muslim Indonesia dan Muslim Malaysia tetap kompak.

Sabtu, 22 Agustus 2009

ANGEL AND EVIL FORCE

God (Allah) said, "Praise be Allah, who created the heavens and the earth, and made the darkness and the light. Yet those who reject faith, hold others as equal with their God. He it is created you from clay, and then decreed a stated term for you, and there is in His presence another determined term. Yet you doubt within yourselves, and He is Allah, God of the heavens and the earth. He knows what you hide, and what you reveal, and He knows the recompense which you earn by your deeds" (Qur'an, 6:1-3).
One of the most important in Islamic values is, that God created humankind to be fully accountable for his actions. Each human being has certain rights and responsibilities, and no human being has the right to restrict the freedom of another. Anyone who dares to take away the God given rights inherent in Islam, including the right to human dignity, is called a wrongdoer or an oppressor. God calls on those who obey Him to stand up for the rights of the oppressed.
God said, "And why should you not fight in the cause of Allah and of the feeble among man, and of the women and the children who are crying, "Our Lord (Allah)! Rescue us on this town whose people are oppressors, and raise for us from Thee One (Allah) who will protect, and raise for us from Thee One who will help!" (Qur'an, 4:75).
In Afghanistan, Iraq, and Palestine this God said (Qur'an, 4:75) is very urgent. Based on this verse, Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine want to protect and help the peoples who crying to God, from oppress by military of USA, NATO (North Atlantic Treaty Organization), and Israel. Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine have the process by which and individual's attitudes, belief, and behaviors are influenced by Islamic values. As a result, in Afghanistan, Iraq, and Palestine, million peoples in the world can see Islamic civilization (as angel force) face to face with West civilization (as evil force).
Samuel P. Huntington (1992) said, that the fundamental source of conflict in this new world will not be primarily ideological or primarily economic. The great divisions among humankind and the dominating source of conflict will be cultural. Nation states will remain the most powerful actors in world affairs, but the principal conflicts of global politics will occur between nations and groups of different civilizations. The clash of civilizations will dominate global politics. The fault lines between civilizations will be the battle lines of the future.
To support Samuel P. Huntington, Daniel Benjamin and Steven Simon (2002) said, that Islamic discourse dominates societies, the airwaves, and thinking about the world. Islamic values have proliferated throughout the world. Bookstores are dominated by works with Islamic themes. The demand for sharia (Islamic law), the belief that Islam is the answer to all problems, and the fact that the West government hate Islam and moslem dominate public discussion.
Million peoples think that to live an Islamic life is a balanced way of living, and respect of human right. They know, that God created all the human with what is called a "fitrah" (the inherent behavior), which include to protect and help the people who are crying to God from oppressors. Million peoples know, that one day human shall die and return to God.
God said, "You desire the good of this world, but Allah desires for you the hereafter, and Allah is Almighty and All Wise (Qur'an, 8:67).

Jumat, 21 Agustus 2009

HISTERIA PEMERINTAH BARAT TERHADAP ISLAM

Pemerintah Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Israel, Inggris, Perancis, Australia, dan sekutu-sekutunya sejak tahun 1990 mengidap histeria terhadap Islam. Hal ini terjadi karena jumlah pemeluk Islam di Barat meningkat dengan pesat, hingga mencapai angka 20 - 30 % per tahun. Para mualaf ini terdiri dari generasi terdidik Barat, yang atas ridha Allah SWT mampu menggunakan akalnya untuk mengenali kebenaran nilai-nilai Islam.
Oleh karena itu, sejak tahun 1990 Pemerintah Barat menggelar "Operasi Fitnah" terhadap Islam, yang puncaknya berupa serangan terhadap World Trade Center di New York pada tahun 2001. Namun demikian, para peneliti Barat independen berhasil mengungkap kebohongan itu, dan menyebarkan temuan mereka melalui internet. Dengan kata lain, serangan terhadap World Trade Center di New York pada tahun 2001 merupakan bagian dari operasi fitnah yang dilancarkan Barat terhadap Islam, sebagai pintu masuk untuk menjajah Afghanistan, (tahun 2002) dan Iraq (tahun 2003), serta mendukung kedzaliman Pemerintah Israel terhadap Bangsa Palestina (sejak tahun 1948).
Histeria adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu, yang berakibat pada ketiadan kemampuan para pengidapnya untuk mengendalikan pemikiran, sikap, dan perilaku mereka. Para pengidap histeria tidak lagi mampu mengendalikan pemikiran, sikap, dan perilakunya dalam batas normal atau wajar, karena mereka terlalu takut pada rasa takut yang telah sangat menakutkan mereka. Dengan demikian mereka bukan dirusak oleh sesuatu yang menakutkan, melainkan menjadi rusak oleh rasa takut yang dikonsumsi secara berlebihan.
Dalam konteks Pemerintah Barat, rasa takut itu demikian kuat, dikarenakan khawatir peradaban Barat di Barat akan tergusur oleh peradaban Islam, yang mulai diterapkan oleh generasi terdidik Barat yang telah memeluk Islam. Pemerintah Barat seakan menghadapi benturan peradaban, sebagaimana yang ditulis oleh Samuel P. Huntington dalam bukunya "The Clash of Civilizations: Remaking of World Order".
Dalam bukunya tersebut, Samuel P. Huntington menjelaskan bahwa peradaban Barat mendapat ancaman dari peradaban Cina dan Islam. Namun peradaban Islam lebih berat mengancam Barat karena meliputi segenap aspek kehidupan, bila dibandingkan dengan peradaban Cina yang hanya sebatas militer, ekonomi, dan budaya. Hanya saja ada kesalahan Samuel P. Huntington ketika menjelaskan ancaman peradaban Islam terhadap Barat, di mana ia menjelaskan seolah-olah ada ofensi dari peradaban Islam terhadap Barat. Padahal sesungguhnya, generasi terdidik Barat yang telah memeluk Islam, yang mengkonstruksi peradaban Islam di Barat dengan mempraktekkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Histeria Pemerintah Barat terhadap Islam selanjutnya diekspor ke negara-negara berkembang, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pemerintah Barat seakan-akan ingin menghancurkan peradaban Islam di basis keberadaannya. Sejak saat itu stigma negatif terhadap Islam bukan hanya berkembang di negara-negara Barat, melainkan juga berkembang di negara-negara berkembang yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kerjasama antara Pemerintah Barat dengan pemerintah negara-negara berkembang, yang dikemas dalam kerjasama melawan terorisme, semakin menguatkan stigma negatif terhadap Islam. Belum lagi peran pers yang telah memihak Barat, semakin signifikan memberi stigma negatif terhadap Islam.
Namun demikian Umat Islam ternyata tidak histeris, ketika menghadapi histeria Pemerintah Barat, dan stigma negatif terhadap Islam. Umat Islam tetap istiqamah menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Suci Ramadhan tahun ini tetap meriah, dan disambut dengan sukacita oleh Umat Islam. Mereka memperbanyak pemikiran, sikap, dan perilaku yang mengarah pada perwujudan ibadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin.
Umat Islam mengerti, tentang janji Allah SWT bahwa Dialah yang akan menjaga substansi atau isi Al Qur'an hingga akhir zaman. Oleh karena substansi Al Qur'an adalah basis bagi nilai-nilai Islam, maka sesungguhnya Allah SWT juga akan menjaga nilai-nilai Islam hingga akhir zaman. Umat Islam tidak khawatir dengan operasi fitnah yang digelar Pemerintah Barat untuk meruntuhkan nilai-nilai Islam, karena Allah SWT juga telah meluncurkan skenario penjagaan nilai-nilai Islam hingga akhir zaman.
Umat Islam saat ini hanya ingin berkonsentrasi untuk menerapkan Rukun Iman dan Rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian dari penegakan nilai-nilai Islam, yang bercirikan ibadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin.