ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

MENYONGSONG KEMATIAN

Setiap manusia, baik muslim maupun non muslim sesungguhnya sedang menyongsong kematian. Suka atau tidak suka, hari-hari yang dilaluinya justru mengarah pada kematian. Ia dapat mengalami kematian kapan saja, dan dengan cara apa saja. Apapun prosedur yang ditempuhnya, ia sedang memproses dirinya menuju kematian. Allah SWT adalah penentu waktu dan cara kematian setiap manusia.
Setelah kematiannya, maka manusia yang bersangkutan akan dimintai pertanggung-jawaban atas semua pemikiran, sikap, dan perilakunya ketika masih hidup. Mereka yang tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhan, tentu saja akan terkejut, tetapi semua itu terlambat, karena ia harus segera mempertanggung-jawabkan pemikiran, sikap, dan perilakunya kepada Allah SWT. Saat itu, suasananya tentu sangat mendebarkan dan dramatis.
Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan, "Akherat mendekat, dan dunia akan segera berlalu. Perjalanan masih panjang, namun bekal sangat kurang, dan "bahaya" semakin besar." Oleh karena kepongahan seorang manusia, ia seringkali melupakan kematian, seolah-olah kematian hanya untuk orang lain. Seolah-olah kematian hanya tayangan di televisi, berita di radio, atau sekedar tulisan di surat kabar harian.
Para pecinta dunia, seringkali melupakan akherat. Para pecinta dunia, seringkali mengabaikan kematian. Para pecinta dunia, seringkali meremehkan nilai-nilai Islam. Mereka hidup untuk memperebutkan dunia, dan dengan berbagai cara haram (tidak halal) mereka berupaya mendapatkannya. Mereka terkejut, karena ketika dunia didapatkan, berupa harta, pangkat, jabatan, dan segenap asesorinya, ternyata ia berada pada track menyongsong kematian. Ketika ia sadar, ia telah terlambat, kematian telah datang menjemput.
Rasulullah Muhammad SAW pernah mengingatkan, "Banyak-banyaklah mengingat mati, sebab mengingat mati itu akan mengurangi kecintaan seseorang terhadap dunia" (HR. Anas RA).

Jumat, 03 Juli 2009

MICHAEL JACKSON: "SO WHAT, GITU LOH?"

Ada tiga kematian fenomenal, yang menjemput tiga legenda musik dunia, yaitu: Pertama, Elvis Presley di tahun 1977, pada saat ia berusia 42 tahun. Kedua, John Lennon di tahun 1980, pada saat ia berusia 40 tahun. Ketiga, Michael Jackson di tahun 2009, pada saat ia berusia 51 tahun.
Kematian fenomenal ini memiliki kesamaan, yaitu sama-sama tragis. Pertama, Elvis Presley meninggal karena over dosis obat penenang. Kedua, John Lennon meninggal karena dibunuh oleh penggemarnya (Mark David Chapman) di depan apartemennya. Ketiga, Michael Jackson meninggal karena mengalami gagal jantung.
Satu-satunya perbedaan dari ketiga kematian ini, hanyalah kondisi Michael Jackson yang telah menjadi muslim sebelum ia meninggal. Hal ini memberi peluang baginya untuk mendapat ridha dan tempat yang layak di sisi Allah SWT.
Sebelum memeluk Islam, Michael Jackson adalah penganut Nasrani, atau Kristen, khususnya aliran Jehovah Witnesses. Pada tahun 2008, Michael Jackson beralih memeluk Islam dengan alasan, bahwa Islam adalah agama yang sesuai bagi dirinya.
Islam memang agama yang sesuai bagi setiap manusia dengan latar belakang ras, budaya, dan ekologi apapun. Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan Islam bagi manusia, maka janganlah mati melainkan dalam keadaan muslim (lihat QS.2:132). Tidak ada paksaan dalam memeluk Islam, karena telah jelas jalan yang benar dengan yang salah (lihat QS.2:256). Sesungguhnya agama yang diridhai Allah SWT hanyalah Islam (lihat QS.3:19).
Michael Jackson membaca syahadat, yang merupakan pernyataan menjadi muslim, di rumah sahabatnya, yaitu Steve Porcaro, yang beralamat di Los Angeles, dengan disaksikan oleh ulama setempat. Setelah menjadi muslim, ada satu hal penting yang sempat disampaikan oleh Michael Jackson, bahwa ia ingin memindahkan assetnya ke Bahrain. Hal ini dikarenakan ia mendapat tekanan dan fitnah yang semakin gencar, sejak ia menyatakan diri memeluk Islam. Namun ada satu hal penting yang sempat dilakukan oleh Michael Jackson sebelum kematiannya, yaitu membangun masjid yang megah di Bahrain, yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat ibadah, serta pusat pendidikan dan pengkajian nilai-nilai Islami.
Michael Jackson mengikuti jejak kakaknya, Jermaine Jackson, yang telah memeluk Islam lebih dahulu. Ketertarikan Michael Jackson kepada Islam diawali dari membaca buku-buku tentang Islam, yang dihadiahkan Jermaine Jackson sepulang dari Mekah.
Sesungguhnya bila kebenaran telah datang, maka ketidak-benaran akan menghilang (lihat QS.34:49). Kebenaran itu dari Allah SWT (lihat QS.2:147), karena bila kebenaran diserahkan pada versi manusia, maka akan terjadi kekacauan (lihat QS.23:71). Sesungguhnya setiap orang berbuat sesuatu menurut keadaannya, maka Allah SWT mengetahui manusia yang berada pada jalan yang benar (lihat QS.17:84).