ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label israel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Minggu, 20 Februari 2011

PENOLONG BANGSA PALESTINA

Setiap muslim mengetahui, bahwa penolong Bangsa Palestina adalah Allah SWT. Umat Islam yang ada di seluruh dunia, dan bangsa-bangsa lain yang bersimpati pada Bangsa Palestina hanyalah memiliki kemampuan sebatas ikhtiar manusia dengan segala keterbatasannya, dalam membantu Bangsa Palestina.


Setiap muslim mengetahui, bahwa insyaAllah (bila Allah SWT berkenan) Bangsa Palestina akan dapat mengalahkan Bangsa Israel, yang telah merampok tanah Bangsa Palestina. Tanah Bangsa Palestina telah dirampok oleh Bangsa Israel sejak tahun 1920, yaitu awal pembentukan embrio Negara Israel, yang kemudian diproklamirkan tahun 1948.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak pernah berharap budi baik negara-negara Barat bagi Bangsa Palestina. Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel adalah proyek jahat negara-negara Barat bagi Umat Islam.


Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel diletakkan di atas tanah Umat Islam (Bangsa Palestina), untuk menyakiti, menghinakan, dan melukai Umat Islam. Inggris adalah salah satu Negara Barat, yang membina berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Inggris sangat berpengalaman dalam melukai dan menyakiti Umat Islam sejak awal abad ke-19. Bukankah Mirza Ghulam Ahmad yang menjadi pendiri Ahmadiyah sangat akrab dengan Pemerintah Inggris yang saat itu menjajah India dan Pakistan.


Bukankah setiap muslim mengetahui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya sebagai muslim, seraya menyatakan dirinya sebagai nabi, setelah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hal ini merupakan tindakan penodaan terhadap Agama Islam. Setiap muslim juga mengetahui, bahwa Markas Ahmadiyah Internasional saat ini berada di London, ibukota Negara Inggris.


Setiap muslim mengetahui, bahwa perubahan Turki dari Negara Islam menjadi Negara Sekuler seperti saat ini, merupakan proyek jahat Pemerintah Inggris yang dipersiapkan sejak tahun 1912. Pemimpin revolusi Turki saat itu, adalah orang Turki yang menjadi agen Inggris, yang dididik untuk meruntuhkan khilafah di Turki.


Inggris tidak sendirian dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, Amerika Serikat menjadi negara besar yang juga bersemangat menyakiti dan melukai Umat Islam. Berbekal diplomasi hipokrit (munafik), Amerika Serikat terus menerus mendukung Negara Israel yang didirikan di tanah Bangsa Palestina.


Pembelaan Amerika Serikat terhadap Negara Israel, mudah difahami, karena Amerika Serikat memiliki sejarah perampokan tanah, yang sama dengan Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan Bangsa Yahudi dengan cara merampok tanah Bangsa Palestina. Sementara itu, Amerika Serikat adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Eropa dengan cara merampok tanah Bangsa Indian.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak terkejut, ketika beberapa hari yang lalu Pemerintah Amerika Serikat memveto resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menentang pembangunan Pemukiman Yahudi di atas Tanah Bangsa Palestina. Pembelaan Amerika Serikat terhadap kejahatan Negara Israel, menunjukkan kemampuan Amerika Serikat dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, dan Bangsa Palestina.


Dengan demikian benarlah pandangan Umat Islam, yang sejak awal perjuangan Bangsa Palestina telah mendukung Bangsa Palestina, seraya berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Doa yang disampaikan Umat Islam kepada Allah SWT disertai berbagai ihktiar yang dapat dilakukan, seperti memberi dukungan politik, dan bantuan medis kepada Bangsa Palestina. Dukungan dan bantuan tersebut disertai oleh sikap Umat Islam untuk tidak mengkonsumsi atau menggunakan berbagai produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Tentu saja, semua ikhtiar Umat Islam dalam membantu Bangsa Palestina dilakukan sebatas kemampuan masing-masing. Ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara menggulingkan pemerintahan di negaranya, karena pemerintahan itu mendukung Israel, Amerika Serikat, dan Inggris. Contoh ikhtiar ini terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania.


Walaupun kemudian, Amerika Serikat dan Israel membalas gerakan Umat Islam di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania; dengan mendorong dan mendukung demonstrasi sebagian rakyat Iran, Suriah, dan Libia untuk menentang pemerintahnya yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Pertimbangan Amerika Serikat dan Israel mudah difahami, yaitu kalau mereka kehilangan dukungan dari pemerintah Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania, karena digulingkan oleh rakyat yang anti Amerika Serikat dan Israel. Amerika Serikat dan Israel berharap mendapat dukungan dari pemerintah Iran, Suriah, dan Libia, bila sebagian rakyat yang mendukung Amerika Serikat dan Israel dapat menggulingkan pemerintahan saat ini yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Selain itu, ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara: Pertama, tidak membeli produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan, seperti Umat Islam di Indonesia. Kedua, berdoa dengan sungguh-sungguh, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris; seperti Umat Islam di Indonesia.


Akhir kata, teruslah berjuang saudaraku, Bangsa Palestina, doa kami (Umat Islam) menyertaimu. Percayalah… kekuasaan Allah SWT lebih besar dan lebih kuat dari kekuasaan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, lanjutkan boikot produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan. Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, teruskan berdoa agar Allah SWT berkenan menolong Bangsa Palestina.


Selamat berjuang...

Minggu, 28 November 2010

THE CHILDREN OF ISRAEL

Allah (God) says, that should the Children of Israel (to read: The people of Israel or the Jews) think about the pleasure of Allah to them (see QS.2: 47), when they were rescued from the cruelty of the King of Egypt, Pharaoh (see QS.2 : 49). Allah save them with extraordinary way (beyond the pleasure of Allah to other nations), when The Prophet Moses split the sea to the Children of Israel who were being chased by Pharaoh's army (see QS.2: 50).


Not easy to understand Israel, because of its uniqueness. When talking about "Israel" our minds focused on the Jews (which in the Qur'an is called by the name "Children of Israel") which established the State of Israel by way of seizing land owned by Palestinians. Therefore, in order to understand Israel objectively (in truth), then we must learn from the source of Truth, ie Allah (God).


Furthermore, in order to grace of Allah to the Children of Israel, Allah also give to the Children of Israel (through The Prophet Moses) a Book (Guidance), namely: The Holy Torah (see QS.2: 51). But the Children of Israel lied to Allah to keep idolize calf (see QS.2: 54). Even in the present context, the Children of Israel with a very brave (very ungodly) replace the role of the Torah with the book that they choose to, namely "The Talmud".


Allah also allow the Israelites to enter The Baitul Maqdis (Palestine) with humility, as a guest which respected by Palestinians (see QS.2: 58). But the harmony becomes corrupted, when the Children of Israel changed the order (lower heart) by doing things which Allah commanded (see QS.2: 59). Harmony between the guests (the Children of Israel) with the host (The Palestine) on Palestinian land becomes difficult to implement, because the Children of Israel against the Palestinian.


Disharmony in the land of Palestine was immediately exploited by the big countries which at that time, to attack and control the land of Palestine. Uniquely, without a sense of gratitude to the Palestinian nation, the Children of Israel are not willing to help Palestinians whose land is being attacked by other countries. Children of Israel would prefer to do the diaspora (fled to various countries).


More unique again, when the British occupied Palestinian land, the Children of Israel in collaboration with the British, make Israelites to migrate en masse to Palestine since 1920, to establish the State of Israel on Palestinian land. The crime was the Children of Israel had achieved in 1948 with the establishment of the State of Israel on Palestinian land.


Israelites crime getting worse, because after the establishment of the State of Israel they have strong support from the United States until now. This can be understood, because factually, the United States of America was hegemonic by Children of Israel are organized in various Jewish lobby.

Jumat, 15 Oktober 2010

THE TRUTH OF GOD SAID

"God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor begotten; and none is like Allah" (source: The Holy Qur'an 112:1-4).


This declare will being a power (energy) for Palestinians (moslems) to resist and against Israelis (the ultimate evil) violence. This declare also give strong motivation for Palestinian to live and life in "God land" (Palestine). Every moslem in the world had known that Israelis (the ultimate evil) had killed millions Palestinian. This evidence has proved the truth of God said in The Holy Qur'an 2:120 and 114, that Israelis is the ultimate evil in the world.


Palestinians are prayer five times a day, include Friday prayer (one time a week), that make Palestinans have communicated with God. In his or her prayer, Palestinians face toward Mecca (for common direction) to worship God. In verse of The Holy Qur'an (3:19) God states, "The only religion in the sight of God is Islam." Islam is Palestinians religion which give strong motivation against the violence (dark behavior) of Israelis.


Islam is a simple, reasonable, practical religion, and free from priestcraft and the above charge. It is away of life for the social, moral, and transcendental development of humanity. It does not demand of man to surrender his reasoning faculties, nor does it demand a blind faith in obscure and inexplicable mysteries. It teaches the purest form of monotheism and regards polytheism as an unpardonable sin.


We are (moslems) support Palestinians to against the Israelis violence.
We are knows about the Israelis violence.
We are knows about the Israelis worst.
We are knows about the ultimate evil, that is Israelis.
Thanks for Palestinians, thanks for your fight.


May 31st 2010, Israeli soldiers attacked a convoy of several ships of humanity, which carry aid (food, medicines, and building materials) for Palestinians in Gaza, which has been blockaded for 3 (three) years by the Nation of Israel. One of the ship of humanity, namely "Marvi Marmara" (700 passengers), attacked Israeli soldiers who fell from a military helicopter. As a result 19 people were killed, and 100 volunteers were wounded. The whole ship is a ship in such convoy unarmed and humanitarian.


This event is proof of barbarity Nation of Israel, which is always done to the nations in the world since 1910, when the Protocol of Zion (Israel's Plan for Mastering the World) has the public known. At present, Israeli savagery is always perceived by the Palestinians, whose land was seized by the Nation of Israel. For those Palestinians who remained in the West Bank (West Bank) and Gaza, the Israeli blockade want to kill them slowly through starvation, disease, and periodic military attacks.


Initially the Nation of Israel, are the slaves of the Pharaoh (King of Egypt). Moses freeing the Nation of Israel from the slavery of Pharaoh, when the Nation of Israel promised to Moses and God to do good on earth. But in the course of history, the Nation of Israel is not willing to do good, even the people of Israel are planning to colonize the whole world and other nations.


Israel's barbarous plan contained in the Protocol of Zion, finally revealed to the public in 1910. The result is a clash between the Nation of Israel with the nations of Europe, particularly Germany. In the 1930s the Nation of Israel seeks to take control of Germany, by establishing the State of Israel in Germany. This is what ultimately makes Adolf Hitler's rage, and finally in 1939, Adolf Hitler attacked the Nation of Israel, and countries that protect the Nation of Israel. This was carried out Adolf Hitler, because the Nation of Israel is also planning the same thing for the German Nation.


Evidence of the truth of Protocol of Zion, and the Nation of Israel plans outrage against European nations, can be viewed in the context of this moment, when the Nation of Israel do barbarity against the Palestinian Nation. This is the outrage Nation of Israel, this is barbarism of nation of slaves. History of the Nation of Israel as a nation of slaves, are genetically has carried all time, and a black stain their behavior.

Sabtu, 28 Agustus 2010

RELIGIOUS RESPONSIBILITIES

Western classical economics is based on the idea of unlimited needs of individuals who face limited resources. The classical homo economicus is a rational and calculating person who seeks to maximize his happiness (utility). Individuals search for happiness is represented by an emotionless cost - benefit analysis of their decisions. More importantly, happiness is usually measured by meterial means.

Many cases were give many evidence that "material means" (natural resources) had turned the world into a lawless, and unjust, and had destruction moslems region, and killing of several hundred thousand moslems people. Look at this evidence:

First
, continously devastating condition of Palestinians, who have robbered their land by Israel (the tyrant, unjust, and ilegal authorizing) since 1948.

Second
, USA and NATO invation on Afghanistan (since 2002 until now) and Iraq (since 2003 until now), and create "puppet government" in Afghanistan an Iraq, had destruction moslems village and killings of several hundred thousand moslems people of Afghanistan and Iraq.

Third
, evil treatment of prisoners by USA Military in Abu Ghraib in Iraq (2004), and Guantanamo in Cuba region (since 2003 until now) are some of the major factors which have turned the world into a lawless, and unjust.

Thought, attitude, action, and behavior of USA, Israel, and NATO government to destruction moslems region, and killing several hundred thousand moslems people of the world, have described about their religion quality.

For this, God (Allah) punish their with economic collapse in 2008. The Holy Qur'an is explicit in this regard as God (Allah) has stated, "Truly, the religion on the sight of Allah is Islam" (Qur'an 3:19).

In another verse of The Holy Qur'an, God (Allah) has stated, "And whosoever desire a religion other that Islam, never will it accepted of him/her, and in the hereafter he/she will be in the ranks of those who are lost" (Qur'an 3:85).

God (Allah) has stated in The Holy Qur'an, "And to thee. We have sent The Book (The Holy Qur'an) in truth. This Qur'an confirming the scripture that came before it, and a witness over it" (Qur'an 5:48).

Islamic economics, unlike its Western counterpart, is a value driven discipline replete with moral values that limits individual's consumption, and imposes significant social and religious responsibilities on individuals as guardian of the natural environment for future generations.

Islamic economics is a value driven discipline. Individual moslem's choices are subordinate to the collective interests of a larger Islamic community. Accordingly, the collectivist social and religious norms of Islam guide the economic behavior of individual moslems. Hence, homo Islamicus, unlike its counterpart homo economicus, must be a paragon of values.

Islamic economics begins with the abundance of resources and assumes the limited needs of individuals. Accordingly, the problem of scarcity in classical economics is due to unnatural assumption of unlimited needs created by artificial means such as advertising.

Islam imposes legal and moral restrictions on totality of human behavior, including individual's needs. Islam as a comprehensive way of life, embraces the totality of moslem's conducts, including their economic transactions. Individual moslem's freedom is always bounded by his/her social and religious responsibilities.

Moslems are free, but they a responsible to God (Allah) and other moslems for their actions. As a result, freedom and responsibility are the two sides of one coin in Islam. Social and religious responsibilities are the constraints imposed on moslems behavior, including their economic behavior.

Islamic norms of behavior such as justice (Qur'an 5:8), moderation (Qur'an 17:29), charity (Qur'an 57:7), and waste avoidance (Qur'an 7:31) are the restriction that are meant to change the innate selfish nature of man to altruistic and compassionate economic behavior.

Hence, homo Islamicus, unlike its counterpart homo economicus, must be a paragon of values.

Who is moslems people? They are the man and womens who pray five times each day. They attend their mosques or places of worship each week (on friday). They fast during Ramadhan and try to perform a pilgrimage to the Ka'bah in Mecca (Saudi Arabia) at least once in their lives.

As moslems, they have a book called "The Holy Qur'an". This book is the word of God (Allah). The Holy Qur'an lays down, "Whoseover kills a human being without any reason like man slaughter, or corruption on earth. It is as though he had killed all mankind" (Qur'an 5:32).

Although Islam is regarded as the youngest of all revealed religions, it is not a new religions, but continuation of the first religion of God (Allah) to man, purged, and purified, time after time, from all human adulterations, and restored to its original purity.

Thus all prophet from Adam to Muhammad (peace be upon them) came to preach the same religion, which continued to grow and grow until it reached perfection at the hand of the prophet Muhammad (peace be upon him).

Sabtu, 14 Agustus 2010

ADZAB BAGI ARIEL SHARON

Ariel Sharon lahir dari keluarga Yahudi di Palestina tahun 1928, yang saat itu dijajah oleh Inggris. Sesuai dengan sifat perusak yang dianutnya, Pemerintah Inggris memiliki program memasukkan warga Yahudi sebanyak-banyaknya ke wilayah Palestina sejak tahun 1920. Akibatnya, berbondong-bondong warga Yahudi memasuki Palestina dan secara sistematis berhasil mengusir warga Palestina dari beberapa wilayah Palestina.

Pada saat berusia 14 tahun Ariel Sharon bergabung dalam “Hagana”, sebuah organisasi militer Bangsa Yahudi yang berupaya mengusir warga Palestina dari tanah Palestina melalui berbagai tindakan teror dan pembunuhan. Hagana inilah yang dikemudian hari menjadi inti kekuatan Tentara Israel.

Tahun 1953 Ariel Sharon menjadi Komandan Kesatuan 101 Tentara Israel yang bertugas mengusir warga Palestina dari desa-desa dan kota-kota Palestina, dengan tindak biadab sebagai berikut:

Pertama, Agustus 1953 Ariel Sharon memimpin pasukannya membantai warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) di Kamp Pengungsi Al Buraij, Gaza.

Kedua, Oktober 1953 Ariel Sharon memimpin pasukannya membantai warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) di Desa Qibya.

Ketiga, tahun 1956 Ariel Sharon bergabung dengan Tentara Inggris dan Perancis yang membantai warga Sudan yang sedang bekerja membangun jalan di Mesir.

Keempat, tahun 1967 Ariel Sharon menjabat Komandan Tentara Israel Wilayah Selatan, yang bertugas membantai warga Palestina di Palestina Bagian Selatan. Saat itulah terjadi penghancuran desa-desa dan kota-kota Palestina (termasuk Jalur Gaza) oleh pasukan Ariel Sharon, serta pembantaian terhadap warga Palestina. Termasuk dalam hal ini, mengusir 17 ribu warga Palestina dari desa-desa dan kota-kota Palestina dan memaksa mereka mengungsi ke Yordania.

Kelima, pada 16 September 1982 pasukan Ariel Sharon mengepung Kamp Pengungsi Shabra dan Shatila yang berada di wilayah Libanon, kemudian memfasilitasi Tentara Libanon Selatan (South Lebanon Army) yang non muslim dan anti Palestina untuk membantai warga Palestina. Akibatnya 12 ribu warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) tewas.

Keenam, pada tahun 2000 Ariel Sharon dengan sombongnya memasuki Masjid Al Aqsa dengan dikawal dua ribu Polisi dan Tentara Israel. Tindakan ini dilakukan untuk menunjukkan pada dunia, bahwa Israel adalah penguasa atas Masjid Al Aqsa.

Ketujuh, pada tahun 2001 Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri Israel, yang salah satu tindak biadabnya adalah menyerang desa-desa dan kota-kota Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan tujuan membantai warga Palestina dan infrastruktur Palestina. Kebiadaban Ariel Sharon terus menerus berlangsung, selama ia menjabat sebagai Perdana Menteri Israel.

Kebiadabannya baru terhenti, ketika Allah SWT berkenan membuatnya koma pada tanggal 4 Januari 2006 akibat stroke berat.

Sejak terkena stroke, awalnya Ariel Sharon dirawat di Rumah Sakit Hadasa di Israel, namun kemudian dipindah ke Rumah Sakit Syaiba di Israel. Beberapa dokter rumah sakit memberitakan, bahwa Ariel Sharon mengalami pembusukan organ tubuh secara akut. Akibatnya otaknya mengalami penyumbatan, yang berakibat pada kelumpuhan. Sampai saat ini (tahun 2010), Ariel Sharon masih hidup di rumah sakit dalam keadaan organ tubuh terus membusuk, dan koma.

Dengan demikian sejak 4 Januari 2006 sampai dengan saat ini, atau telah 5 tahun Ariel Sharon mengalami adzab Allah SWT di dunia, yang berupa pembusukan organ tubuh secara terus menerus. Dalam menghadapi adzab Allah SWT di dunia ini, Ariel Sharon hanya dapat koma dan lumpuh tak berdaya. Namun adzab Allah SWT bukanlah hanya di dunia ini, dalam berbagai firmanNya di Al Qur’an, Allah SWT menjanjikan adzab yang lebih pedih di akherat.

Allah SWT berfirman, “Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami (Allah) kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka, hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka disediakan adzab yang menghinakan” (QS.3:178).

Dengan demikian, umat manusia mengetahui bahwa Allah SWT menghentikan kebiadaban Ariel Sharon melalui serangan stroke dan pembusukan organ tubuh pada tahun 2006 hingga saat ini (2010). Umat manusia saat ini, memang belum mengetahui tindakan Allah SWT di dunia terhadap George Walker Bush yang telah membantai jutaan warga Afghanistan (tahun 2002) dan warga Iraq (tahun 2003). Umat manusia juga belum mengetahui tindakan Allah SWT terhadap manusia-manusia dzalim yang saat ini gemar melecehkan dan menghina Umat Islam.

Semoga, Allah SWT berkenan memperlihatkan tindakanNya di dunia …

Khusus bagi Bangsa Indonesia, ”Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2010, Semoga Allah SWT Berkenan Meridhai...”

Senin, 31 Mei 2010

KEBIADABAN BANGSA ISRAEL, KEBIADABAN BANGSA BUDAK

Hari ini, tentara Israel menyerang dan menguasai konvoi beberapa kapal kemanusiaan, yang membawa bantuan (makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan) bagi Bangsa Palestina di Gaza, yang telah diblokade selama 3 (tiga) tahun oleh Bangsa Israel. Salah satu kapal kemanusiaan, yaitu “Marvi Marmara” (berpenumpang 700 orang), diserang tentara Israel yang turun dari helikopter militer. Akibatnya 19 orang tewas, dan 100 orang relawan luka-luka. Seluruh kapal dalam konvoy tersebut adalah kapal kemanusiaan yang tidak bersenjata.


Peristiwa ini merupakan bukti kebiadaban Bangsa Israel, yang selalu dilakukannya terhadap bangsa-bangsa di dunia sejak tahun 1910, ketika Protocol Zion (Rencana Israel Menguasai Dunia) mulai diketahui Publik. Pada masa kini, kebiadaban Israel selalu dirasakan oleh Bangsa Palestina, yang tanahnya dirampas oleh Bangsa Israel. Bagi Bangsa Palestina yang masih bertahan di Tepi Barat (West Bank) dan Gaza, maka Bangsa Israel melakukan blokade, untuk membunuh mereka secara perlahan-lahan melalui kelaparan, berbagai penyakit, dan serangan militer secara berkala.


Awalnya Bangsa Israel, adalah para budak di masa Fir’aun (Raja Mesir). Nabi Musa membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan Fir’aun, ketika Bangsa Israel berjanji kepada Nabi Musa dan Tuhan untuk berbuat kebajikan di muka bumi. Tetapi dalam perjalanan sejarah, Bangsa Israel tidak bersedia berbuat kebajikan, bahkan Bangsa Israel berencana untuk menjajah seluruh dunia dan bangsa-bangsa lain.


Rencana biadab Bangsa Israel yang dimuat dalam Protocol Zion, akhirnya terbongkar ke publik pada tahun 1910. Akibatnya terjadi bentrokan antara Bangsa Israel dengan bangsa-bangsa Eropa, terutama Jerman. Pada tahun 1930-an Bangsa Israel berupaya untuk menguasai Jerman, dengan mendirikan Negara Israel di Jerman. Hal inilah yang akhirnya membuat Adolf Hitler berang, dan akhirnya pada tahun 1939 Adolf Hitler menyerang Bangsa Israel, dan negara-negara yang melindungi Bangsa Israel. Hal ini dilakukan Adolf Hitler, karena Bangsa Israel juga merencanakan hal yang sama bagi Bangsa Jerman.


Bukti kebenaran Protocol Zion, dan rencana kebiadaban Bangsa Israel terhadap bangsa-bangsa Eropa, dapat dilihat dalam konteks saat ini, ketika kebiadaban Bangsa Israel dilampiaskan terhadap Bangsa Palestina. Inilah kebiadaban Bangsa Israel, inilah kebiadaban bangsa budak. Sejarah Bangsa Israel sebagai bangsa budak, secara genetik telah terbawa sepanjang masa, dan menjadi noda hitam perilakunya.


Sejarah Bangsa Israel sebagai bangsa budak, sekaligus menunjukkan bagi bangsa-bangsa lain, bahwa Bangsa Israel bukanlah bangsa mulia, Bangsa Israel bukanlah bangsa yang hebat. Bangsa Israel pernah menjadi budak di masa Mesir kuno, kini ia menjadi bangsa paling sombong di abad ke-21, dan kelak sejarah akan berputar, Bangsa Israel dapat dihancurkan kembali sebagaimana di masa lalu. Semoga Tuhan berkenan...

Jumat, 05 Maret 2010

UNJUST GLOBAL VILLAGE

Moslems (Islam) relation with West (Israel, NATO, and USA government) have polarized. Continously devastating condition of Palestinians, who have tyrant and unjust authoritizing by Israel. NATO and USA invations on Afghanistan (2002 until now), and Iraq (2003 until now), had destruction and killings of several hundred thousand people (moslem, or Islamist) of Afghanistan and Iraq. Evil treatment of prisoners by USA military in Abu Ghraib (Iraq region), and Guantanamo (Cuba region) are some of the major factors which have turn the world into a lawless, and unjust global village. So, West had become a International Evil Community (look The Holy Qur'an 2:120 and The Holy Qur'an 114).

Allah (God) said, "O mankind, God have created you from a male and female, and have made you into nations and tribes, for you to know one another. Truly, the noblest of you with God is the most pious. Truly, God is All Knowing, and All Aware" (The Holy Qur'an 49:13).

As a moslem, a person must declare, that he or she believe there is no god (the other God), but God (Allah), and Muhammad is the messenger of Allah. This declare is perhaps the bedrock belief in Islam. Without this declare a person is not considered a moslem, he or she still an unbeliever. This phrase is the essential step in a conversion to Islam, by someone who is not a born moslem. This creed will often be repeated by moslem constantly.

Allah (God) said, "God is Allah, the One and Only. Allah is God, on whom all depend. Allah begets not, and nor begotten; and none is like Allah (The Holy Qur'an 112:1-4).

Senin, 01 Maret 2010

MEMPERTAHANKAN MASJID AL AQSA

Ketika para pemimpin dunia Islam "terlelap" dalam keduniaannya, para pemuda Palestina berupaya melawan tentara Israel, yang secara sistematis, cermat, dan penuh rekayasa berupaya menguasai dan merobohkan Masjid Al Aqsa. Para pemuda Palestina ini sudah tidak teringat lagi pada pemimpin dunia Islam, karena telah mengetahui bahwa para pemimpin dunia Islam sedang sibuk menikmati dunia.
Namun demikian para pemuda Palestina masih memiliki harapan yang kuat pada Umat Islam di seluruh dunia (yang tidak termasuk dalam pemimpin formal dunia Islam). Umat Islam yang tetap diharapkan doanya oleh para pemuda Palestina ini adalah tokoh-tokoh informal dan anggota masyarakat dunia Islam yang masih memiliki ghirah pada nilai-nilai Islam. Doa Umat Islam di seluruh dunia, insyaAllah didengar oleh Allah SWT.
Banyak cara bagi Allah SWT untuk menghancurkan Israel dan para pendukungnya (NATO dan Amerika Serikat). Bencana alam telah terjadi di banyak tempat belahan dunia, untuk mengingatkan umat manusia agar memperhatikan dan berlaku adil kepada Bangsa Palestina. Bencana tersebut memang belum langsung menghunjam Israel, NATO dan Amerika Serikat. Namun Allah SWT tentu Maha Berkehendak, maka tanggal dan waktu bencana bagi Israel, NATO, dan Amerika Serikat tergantung pada penetapan Allah SWT. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Qur'an, bahwa Ia akan mengganti suatu kaum (Israel, NATO, dan Amerika Serikat) dengan kaum yang lebih baik dan lebih bertaqwa.
Bagi Umat Islam di seluruh dunia, kinilah saatnya bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk mendoakan kemenangan bagi Palestina atas Israel. Jika Israel pernah dihinakan oleh Bangsa Mesir yang dipimpin Fir'aun, maka kinilah saatnya Bangsa Israel dihinakan oleh dirinya sendiri, karena berbuat dzalim kepada sesama manusia (Bangsa Palestina). Semoga Allah SWT memenangkan Palestina atas Israel, dan mengembalikan masjid suci Umat Islam di seluruh dunia, yaitu Masjid Al Aqsa, kepada Umat Islam di seluruh dunia. InsyaAllah...

Sabtu, 02 Januari 2010

WHO TO BE PRAISED

All prophets from Adam until Muhammad (peace be upon them) came to preach the same religion, which continued to grow and grow, until it reached perfection at the hand of The Prophet Muhammad. He was foretold in earlier scriptures, i.e. The Holy Bible. Thus Christians and Jews ought to recognize, that he was the final prophet of God (Allah).
This phenomenon has a symbolic, that God has commanded people to praise God, with follow a man who to be praised. This man is The Prophet Muhammad, who bring Islam from God to peoples. Islam is true religion ordained by God, and the only religion prevailing over all other religions.
The core of moslems identity are their status as worshipers of God. Through The Holy Qur'an 51:56, God said that God have only created human (man and women) that they may serve or worship of God. This is make every moslems are focused to create a benefit for the universe, or to create humanity in the world.
Now, compare with the act of west government (USA, NATO, and Israel) who destruction of humanity in the world. The west civilization since 14-th century until now, had killed millions moslem people, and destruction many village, country, state, and region of moslem. Ancient colonialism and imperialism since 14-th century until 19-th century, and modern colonialism and imperialism since 19-th century until now, was evidences about the worst of the west civilization. Phenomenons on Palestine, Afghanistan, Iraq (include Abu Ghraib scandal), and Guantanamo was evidences about this worst civilization (look at Qur'an, 2:120).
The west civilization has fallen to build humanity in the world, when they killed millions moslem people in the world. Now, the world need Islam to build humanity, with Islamic values, as the ultimate values from God to peoples in the world (universe).
Most people know that The Holy Qur'an is the holy book on Islam. The Holy Qur'an is a human guidance book to live and life in the universe (world). Moslem grant a very high place to honor to The Holy Qur'an in their mind, hearts, and lives.
Moslems know that The Holy Qur'an is perfect, and they know that The Holy Qur'an is the complete revelation of God to mankind. The facts have proved that The Holy Qur'an is held to be flawless, completely unassailable in what it says, and both in fact and doctrine. Because of this completeness and perfection, Islam had to become the ultimate religion, the final religious revelation from God to mankind, and superseding all previous belief system.
God has stated, "And whosoever desire a religion other that Islam, never will it accepted of him/her religion, and in the hereafter he/she will be in the ranks of those who are lost" (Qur'an, 3:55). God also has stated in The Holy Qur'an, "And to thee. We have sent the Book (The Holy Qur'an) in truth. This Qur'an confirming the scripture that came before it, and a witness over it" (Qur'an, 5:48).

Kamis, 26 November 2009

COVENANT WITH ISRAEL

The United Nations Fact Finding Mission on the Gaza Conflict was established on 3 April 2009 by the President of the UNHRC (United Nations Human Rights Council). The mission was a team established by the UNHRC during the Gaza War to investigate all violations of international human rights law and international humanitarian law by Israel against the Palestinian peoples. Richard Goldstone of South Africa was appointed to head the mission, accompanied by Christine Chinkin of the United Kingdom, Hina Jilani of Pakistan, and Desmond Travers of Ireland.
Allah (God) said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not serve any, but Allah, and you shall do good to your parents, the near of kin, the orphans, and the needy. You shall speak to men good words, keep up prayer, and pay the poor-rate." Then, you (Israel peoples) turned back, except a very few of you, and now too you turn aside" (Qur'an, 2:83).
Allah (God) statement in The Holy Qur'an 2:83 has proved by Goldstone report, was state that the IDF (Israel Defence Force) committed war crimes, and possibly crimes against humanity for its serious violations of international human rights and humanitarian law, that the Israeli military actions were directed at the Gaza populations.
Goldstone report state, that the strike on the al-Maqadmah mosque on the outskirts of Jabaliya, occured when between 200 and 300 men and women attended for their evening prayer, with 15 peoples being killed and 40 wounded as a result of the attack. The report also says that IDF's mortar shelling near a United Nations-run al-Fakhura school in the Jabaliya refugee camp, which was sheltering some 1,300 peoples, killed 35 peoples, and wounded up to 40 peoples.
The report state that Israeli forces had been systematically reckless in their use of "white phosphorus bombs". The writers highlighted the Israeli attack on the UN Relief and Work Agency compound in Gaza City on 15 January 2009, the attack on the al-Quds hospital, and the attack on al-Wafa hospital, each of which involved using "white phosphorus bombs". The report described its use as disproportionate or excessive under international law. More generaly, the UN report recommended that serious considerations should be given to banning the use of "white phosphorus bombs" in built up areas.
Allah (God) also said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not shed blood (killing peoples), and you shall not turn the peoples (non Jews) out of their cities." Then, you gave a promise, while you witnessed" (Qur'an, 2:84).
But in the real life, Israel peoples slay Palestinian peoples, and turn Palestinian peoples out of their homes and cities. Israel peoples also backing each other to kill Palestinian peoples. Israel peoples believe in a part of The Holy Torah, and disbelieve in the other. Israel peoples only believe The Talmud, which they made to attack of God.
The reward to Israel peoples who do this, are disgrace in the life of this world. On the day of resurrection, they shall be sent back to the most grievous chastisement. Allah (God) is not at all heedless of what Israel peoples do. These are they who buy the life of this world for the hereafter. So, their chastisement shall not be lightened nor shall they be helped.

Jumat, 30 Oktober 2009

TAKING THE CALF

Allah (God) always says to Israel peoples (include Israel government), to call them mind about Allah favor, which Allah bestowed on Israel peoples. Allah said, "And remember please, when Allah delivered you (Israel peoples) from Pharaoh, who subjected you to severe torment, to killing your sons, and sparing your women, and in this there was great trial from your God" (Qur'an, 2:49).
Qur'an 2:49 has evidenced, that Israel peoples must be remember Allah favor. So, they must be neglect the violence like Pharaoh. But in the real life now, Israel people think, attitude, and behavior similar with Pharaoh, who had never obey The Allah Command (The Holy Qur'an).
Look at Israel government action to Palestinian peoples. They (Israel Soldier) killed Palestinian people, to occupied Palestinian land, and build Israel State on Palestinian blood. Israel government action have many similar with Pharaoh action, and now, in modern era, Israel government action have many similar with Hitler and Nazi action.
In Pharaoh context, remember when Allah parted the sea for Israel peoples. Allah saved Israel peoples, and drowned the follower of Pharaoh, and Israel peoples watched by. But, now, Israel Soldier killed Palestinian peoples, to occupied Palestinian land.
Allah appointed a time of forty nights with The Prophet Moses (peace be upon him), then Israel peoples took the calf for a god after The Prophet Moses do, and Israel peoples were unjust. But, then Allah pardoned Israel peoples after that, so that they might give thanks. So, Allah gave The Prophet Moses "The Holy Torah", as the distinction that Israel peoples might walk aright. But now, Israel peoples was delete "The Holy Torah" from their think, attitude, and behavior. Now, Israel peoples useful "Talmud" (not from God) to construct their think, attitude, and behavior.
The Prophet Moses said to Israel peoples, "Hi Israel peoples! You have surely been unjust to yourselves by taking the calf for a god. Therefore turn to your God (Allah) penitently, so kill yourself. That is best for you with your God. So, Allah turned to you mercifully, for surely Allah is the Oft-returning to mercy, and the Merciful" (Qur'an, 2:54).
But, Israel peoples said, "Hi Moses! We will not believe in you, until we see Allah manifestly" (Qur'an, 2:55).

Senin, 19 Oktober 2009

ALLAH (GOD) WARNING

Allah (God) said, "Hi Israel peoples! Call to mind My favor which I bestowed on you, and be faithful to your covenant with Me. I will fulfill My covenant with you. Me alone should you be afraid. Believe in what I have revealed (The Holy Qur'an), that verifying which is with you (The Holy Torah), and be not the first to deny God (Allah), neither take a mean price in exchange for My guidance (The Holy Qur'an). Me alone should you be afraid" (Qur'an, 2:40-41).
Allah give warning statement to Israel peoples (include Israel government) to do not mix up the truth with the falsehood, nor hide the truth while they know it. This warning statement confirm Israel government lies about holocaust, or "holocaust lies". When Jewish and Israel government talk about holocaust in NAZI era, or World War Second in 1939 - 1945, indeed that is not true, not truth, or not right. Holocaust is only story as an argument to occupied the Palestinians land, and oppressed the Palestinian peoples.
Although, NAZI and its activities organized by Germany peoples (Hitler and his allied), not by Palestinian people (moslem peoples). In World War Second, knows that 6 million Jewish peoples has died, but 54 millions non Jewish peoples has died. Like in Nazi era, now in the Palestinians land, Palestinian peoples are arrested, kept for months or even years in Israeli prison, by Israeli Occupation Soldiers.
The present humanitarian disaster in Palestinians land would be deepened by the ongoing Israeli blockade on fuel, and food supplies. The Palestinians peoples could not go from this situation, and they have deep poverty, disease, and malnutrition.
In Jewish settlements and around the West Bank town of Hebron, Jewish settlers were seen dancing in an apparent expression of joy over the tragedy in Gaza Strip. Jewish settler in Hebron wielding automatic rifles attacked Palestinians and vandalized their property, in full view of Israeli Occuption Soldiers, and who looked on passively. Jewish settler and Israelis are bunch of criminals, who are committing all sorts of crimes against humanity.
In Palestinian land, innocent civilian of Palestinians were dying by Israeli attack. Bakeries were stopping making bread, and the hospitals were cold as electricity generators stopped due to fuel shortages. Yet, USA government, under the influence of Jewish lobby, always veto an UN Security Council condemning such crimes.
So, Allah command to Israel peoples to accept the Islamic values. They must keep up prayer, and pay the poor-rate, and bow down with moslems who bow down. Allah ask in warning sounds to Israel peoples, cause they enjoin men to be good, and neglect them own souls, while they read The Holy Torah.
Allah command to Israel peoples to seek assistance through patience and prayer in Islamic values. Most surely it is a hard thing, except for the humble ones, that is the human who accept the Islamic values, and who know that they shall meet their God (Allah), and that they shall return to Allah.
Allah said, "Hi Israel peoples! Call to mind My favor which I bestowed on you, and that I made you excel the nations. But be on your guard against a day, when one soul shall not avail another in the least, neither shall intercession on its behalf be accepted, nor shall any compensation be taken from it, nor shall you be helped" (Qur'an, 2:47-48).

Jumat, 25 September 2009

PARA PENENTANG

Allah SWT membuat pernyataan tegas dalam Al Qur'an, khususnya QS.30:8-10, yang intinya bahwa para penentang Rasulullah Muhammad SAW, dan para penentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW akan mengalami kehancuran, sebagaimana halnya para penentang Rasul-Rasul Allah SWT di masa lampau. Jika saat ini para penentang nampak menikmati keberhasilan dan kesuksesan, sesungguhnya mereka sedang menghimpun kehancurannya sedikit demi sedikit. Penderitaan muslim di Afghanistan, Iraq, dan Palestina akibat penjajahan dan perampokan tanah mereka oleh Pemerintah Amerika Serikat, NATO, dan Israel, tidak akan pernah tak berbayar. Pada saatnya kelak, masing-masing individu yang terlibat dalam pendzaliman terhadap muslim, akan dimintai pertanggungan-jawab oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akherat.
Para penentang ini tidak pernah memikirkan tentang kejadian diri mereka. Seolah mereka tidak tahu, bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi serta seluruh isi yang ada di antara dan pada keduanya, dengan tujuan yang benar dan pada waktu yang telah ditentukan. Para penentang ini telah berjalan di banyak tempat di permukaan bumi, dan sebagian sangat kecil ruang angkasa, tetapi mereka tetap tidak mengenal Tuhannya. Mereka mengetahui kesudahan orang-orang yang dzalim di masa lalu, tetapi mereka sangat gemar mempraktekkan kedzaliman.
Mereka mengetahui bahwa orang-orang dzalim di masa lalu juga memiliki kekuatan sebagaimana mereka sekarang, tetapi bukankah orang-orang dzalim itu mengalami kehancuran. Telah datang kepada para penentang ini seorang Rasul, yaitu Rasulullah Muhammad SAW, tetapi mereka meremehkan dan mengabaikan ajarannya (nilai-nilai Islam). Oleh sebab itu, jika orang-orang dzalim ini mengalami kehancuran, sesungguhnya merekalah yang mengundang kehancuran itu bagi dirinya. Allah SWT menjanjikan adzab kepada para penentang ini, sebagaimana tertuang dalam QS.30:10.
Jika yang menjanjikan kehancuran bagi para penentang Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang manusia, maka tentulah janjinya itu patut diragukan. Namun bila yang berjanji adalah Allah SWT, maka layaklah bila Umat Muslim menyiapkan diri untuk menyambut perwujudan janji Allah SWT. Bila Romawi dan Uni Sovyet dapat hancur, bukan tidak mungkin bagi Allah SWT menghancurkan Amerika Serikat, NATO, dan Israel. Semoga Allah SWT berkenan...

Sabtu, 29 Agustus 2009

LOVE OF WEALTH

God (Allah) said, "O mankind! God created you from a single soul, become male and female, and made you into nations and tribes, so that you may come to know one another. Truly the most honored of you in God's sight is the greatest of you in piety. God is All-Knowing and All-Aware" (Qur'an, 49:13).
About the wealth, many peoples know, that God who provided wealth to the person, made a portion of it for the poor, so the poor have a right over one's wealth. Love of wealth is natural, and it takes firm belief in God for a person to part with some of his wealth. The whole concept of wealth is considered in Islamic values as a gift from God. The true owner of things is not man, but God.
God said, "You who believe! Give of the good things which you have honourably earned, and the fruits of the earth, which God have produced for you" (Qur'an, 2:267).
In Islamic values, a person must give, provide, or supply the other people of the good things, which he have honourably earned. Giving charity to those who deserve it is part of moslems character. Giving charity is considered to purify one's heart of greed. It is an obligation for those who have received their wealth from God, to respond to those members of the community in need. Islamic values emphasizes feeding the hungry, clothing the naked, and helping those who are need.
Moslem peoples in Afghanistan, Iraq, and Palestine need help from the other moslems. They have oppressed by USA, NATO, and Israel military. God calls on those who obey God to stand up for the rights of the oppressed. Islamic fighters in Afghanistan, Iraq, and Palestine want to protect and help the peoples from oppress by military of USA, NATO, and Israel.

Rabu, 05 Agustus 2009

KEDZALIMAN PEMERINTAH ISRAEL

Sejak awal Juli 2009, Pemerintah Israel yang dzalim dan yang telah merampok tanah Palestina untuk mendirikan Negara Dzalim Israel, telah melakukan program yang keji terhadap rakyat Palestina. Program tersebut berupa pengusiran rakyat Palestina dari setiap jengkal tanah, yang berhasil dirampok oleh Pemerintah Israel.
Dalam konteks kekinian, nampak bahwa sangat sulit menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina yang ditindas dan didzalimi oleh Pemerintah Israel. Hal ini dikarenakan Pemerintah Israel mendapat dukungan kuat dari Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120), yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan lain-lain.
Namun demikian Umat Islam hendaknya tidaklah berputus-asa, tetaplah berdoa, agar rakyat Palestina mampu menegakkan keadilan bagi diri mereka sendiri di Tanah Palestina, karena Allah SWT telah berfirman:
"Orang-orang kafir berkata berkata kepada Rasul-Rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu (para Rasul dan pengikutnya, termasuk pengikut Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Bangsa Palestina) dari negeri kami (misal: Israel), atau kamu kembali kepada agama kami (misal: Yahudi)." Maka Allah mewahyukan kepada mereka (para Rasul, yang kemudian tercatat dalam Al Qur'an), "Kami (Allah) pasti akan membinasakan orang-orang yang dzalim itu (misal: Pemerintah Israel), dan Kami pasti akan menempatkan kamu (orang-orang saleh, misal: Palestina) di negeri-negeri itu, sesudah mereka (orang-orang kafir, misal: Pemerintah Israel). Yang demikian itu disampaikan sebagai penyemangat bagi orang-orang yang takut kepadaKu dan ancamanKu" (lihat QS.14:13-14).

Jumat, 27 Februari 2009

IN THE NAME OF GOD

In the name of God (Allah subhanahu wa ta'ala), the Most Compassionate, and the Most Merciful. Asallamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, which is equivalent in English, "greetings of peace".
We are going through some very difficult time, when west relations with moslem have polarized. Continously devastating conditions of Palestinians, who had tyrant and unjust authoritizing by Israel. USA invations on Afganistan (since 2002) and Iraq (since 2003), had destruction and killings of several hundred thousand moslem people on Afghanistan and Iraq. Evil treatment of prisoners by USA military (on Abu Ghraib in Iraq, and on Guantanamo in Cuba Region) are some of the major factors which have turned our world into a lawless, and unjust global village.
I hope we will be a step to undo the lawless and unjust global village. We will to undo the stereotypes, and help inspire a contructive and sincere interaction. The Holy Qur'an could inspiring to return harmonize west world and moslem world interaction.

Kamis, 29 Januari 2009

RASISME BANGSA TERKUTUK

Sebagaimana diketahui Yahudi Israel adalah bangsa terkutuk (lihat QS.2:65). Yahudi Israel dikutuk (dihinakan) oleh Allah SWT, karena memiliki kegemaran menentang, dan mengabaikan perintah Allah SWT. Salah satu contoh penentangan Yahudi Israel, adalah ketika Allah SWT memerintahkan Yahudi Israel untuk tidak membunuh, tetapi sejarah (hingga saat ini) telah membuktikan, bahwa Yahudi Israel merupakan juru bantai bagi Bangsa Palestina.
Sebagai bangsa terkutuk, Yahudi Israel merupakan "tokoh" dari Komunitas Iblis Internasional, yang terdiri dari Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya (lihat QS.2:120). Tentu saja, sebagai "tokoh" dan bagian dari Komunitas Iblis Internasional, maka Yahudi Israel sangat gemar melakukan kejahatan, layaknya setan (Iblis) yang berwujud manusia (lihat QS.114).
Sesuai dengan ciri-cirinya, Yahudi Israel juga gemar hipokrit atau munafik, yang identik dengan karakteristik Komunitas Iblis Internasional pada umumnya. Salah satu fenomena kemunafikan Yahudi Israel, adalah: (1) Pada satu sisi, ia menggembar-gemborkan anti rasisme, dengan menolak sikap anti semit (anti Yahudi Israel) para penentangnya, dengan menyatakan sikap anti semit sebagai sikap yang rasis; (2) Sementara itu, pada sisi yang lain, ia mempraktekkan sikap rasis, atau menganut rasisme.
Beberapa bukti adanya rasisme bangsa terkutuk ini, adalah: Pertama, di Negara Israel, selain ras Yahudi dilarang membeli tanah.
Kedua, bagi Negara Israel, setiap ras Yahudi yang ada di setiap negara di seluruh dunia adalah warga negara Israel. Sebaliknya, orang-orang Palestina yang berada di wilayah kekuasaan Negara Israel harus segera keluar dari wilayah tersebut.
Ketiga, di Negara Israel, orang-orang Palestina harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna yang khusus, untuk membedakannya dengan ras Yahudi yang dimuliakan oleh Negara Israel.
Keempat, di wilayah kekuasaan Negara Israel, 85 % air bersih hanya diperuntukkan bagi ras Yahudi, sedangkan untuk ras non Yahudi hanya mendapat 15 % air bersih. Contoh, di Hebron, 85 % air bersih diperuntukkan bagi 400 orang Yahudi, sedangkan 15 % nya diperuntukkan bagi 120.000 orang Palestina.
Sikap rasisme bangsa terkutuk ini, dapat terpelihara sejak tahun 1948 (berdirinya Negara Israel) hingga saat ini, karena mendapat dukungan dari Amerika Serikat, yang setiap tahun mengalokasikan dana sebesar 5 milyar dolar Amerika Serikat bagi Negara Israel, dari hasil penarikan pajak di Amerika Serikat.
Bagi Bangsa Indonesia, sikap rasisme Yahudi Israel, bukanlah sesuatu yang sulit dimengerti, karena Bangsa Indonesia pernah mengalami rasisme Bangsa Belanda, ketika Bangsa Belanda menjajah wilayah Indonesia selama 250 tahun. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda membagi penduduk Hindia Belanda dalam tiga kelas. Kelas Pertama atau kelas tertinggi, adalah Bangsa Eropa, kelas ini mendapat fasilitas sangat lengkap dan berkelimpahan. Kelas Kedua, adalah Bangsa Timur Asing (misal China, Arab, dan lain-lain), kelas ini tidak terlalu berkelimpahan tapi masih mendapat kebebasan berusaha (berbisnis). Kelas Ketiga atau kelas terbawah, adalah Bangsa Pribumi (penduduk asli Indonesia), kelas ini merupakan kelas tertindas, yang tidak mendapat kebebasan dan tidak berkelimpahan.
Fenomena Pemerintah Hindia Belanda, yaitu suatu pemerintahan Bangsa Belanda yang didirikan di atas tanah Bangsa Indonesia, sangatlah mirip dengan fenomena Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Yahudi di atas tanah Bangsa Palestina. Rasisme yang dianut oleh Pemerintah Hindia Belanda, juga dianut oleh Pemerintah Negara Israel.
Oleh karena itu, sangatlah wajar ketika Bangsa Indonesia menentang Negara Israel, sebab hal ini mirip dengan penentangan Bangsa Indonesia terhadap Hindia Belanda. Dengan demikian, sangat wajar pula , ketika Umat Islam di Indonesia mendukung perjuangan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam menghadapi Negara Israel dan Yahudi Israel. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) .......

Minggu, 25 Januari 2009

TIDAK MEMBUTUHKAN OBAMA

Pertama, Umat Islam tidak membutuhkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, karena ada perbedaan yang mendasar, antara Umat Islam dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.
Kedua, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya mendukung perampokan oleh Yahudi Israel terhadap tanah Palestina, yang kemudian dijadikan tempat bermukim, dan mendirikan negara Yahudi Israel dengan nama Negara Israel.
Ketiga, Umat Islam menolak perampokan tanah Palestina oleh Yahudi Israel, sehingga Negara Israel adalah negara ilegal, karena didirikan di atas tanah hasil perampokan.
Keempat, Umat Islam tidak membutuhkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang sejak pelantikannya menyatakan diri mendukung Yahudi Israel dan Negara Israel, namun bersikap memusuhi Hamas (Pejuang Muslim Palestina).
Kelima, Umat Islam percaya sepenuhnya pada kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120 dan QS.114.
Keenam, Umat Islam hanya membutuhkan Allah SWT sebagaimana dimaksud dalam QS.112, dan berharap Allah SWT meridhai setiap perjuangan Umat Islam dalam menegakkan nilai-nilai Islam.

Jumat, 23 Januari 2009

KEBODOHAN DAN KEMISKINAN

Beberapa negara, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, saat ini memiliki fenomena menyedihkan, yaitu sebagian besar masyarakatnya diliputi kebodohan dan kemiskinan. Kondisi ini tidaklah datang tiba-tiba melainkan melalui proses panjang kedzaliman Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120).
Sejak abad ke-16 hingga abad ke-19 negara-negara ini dijajah oleh Komunitas Iblis Internasional, dalam format kolonialisme dan imperialisme. Selanjutnya pada abad ke-19 hingga saat ini, Komunitas Iblis Internasional melanjutkan penjajahannya dengan format neo kolonialisme dan neo imperialisme. Pada masa kini Komunitas Iblis Internasional diidentifikasi terdiri dari Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya. Sementara itu, fenomena yang menunjukkan adanya Komunitas Iblis Internasional dapat dilihat pada kasus Afghanistan, Iraq, dan Palestina.
Namun demikian, negara-negara yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, dan masih terbelengu oleh kebodohan dan kemiskinan, janganlah patah semangat. Perbaiki terus kondisi yang ada, insyaAllah negara-negara Anda akan dapat keluar dari belengu kebodohan dan kemiskinan.
Allah SWT dalam QS.51:11-12 menyemangati hamba-hambanya agar keluar dari kebodohan. Allah SWT mengingatkan agar muslim jangan lalai dalam memanfaatkan kesempatan mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Dengan tegas Allah SWT memotivasi agar muslim tidak melalaikan kesempatan ini.
Dalam hal kemiskinan, Allah SWT mengingatkan agar muslim menghindari kebodohan, dan membangun sinergi sesama muslim (lihat QS.89:15-18). Bukan saatnya lagi sesama muslim bersitegang. Bukan saatnya lagi Kaum Sunni menghina Kaum Syiah, atau sebaliknya. Bukan saatnya lagi Kelompok Nahdatul Ulama (NU) menghina Kelompok Muhammadiyah, atau sebaliknya. Jika hal ini dilakukan, maka yang melakukannya dapat dikategorikan orang-orang bodoh, yang berencana menghancurkan Umat Islam.
Sesungguhnya Umat Islam memiliki musuh bersama, yaitu Komunitas Iblis Internasional, yang dalam perspektif sejarah tercatat sebagai komunitas yang gemar menjajah, dengan terlebih dahulu "mengadu-domba" sesama Umat Islam. Oleh karena itu, sudah saatnya Umat Islam memperbaiki diri, merapatkan barisan, dan mengerahkan segenap pemikiran, sikap, dan perilaku dalam mengatasi kerusakan yang ditimbulkan oleh Komunitas Iblis Internasional.