ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Selasa, 29 Maret 2011

"ADU DOMBA" BARAT DI LIBIA

Sebagai muslim, kita sedih ada sekian banyak saudara-saudara kita, sesama muslim, yang tewas di Libia, baik dari kalangan oposisi maupun kalangan pro Pemerintah Libia (pro Khadafi). Kita sedih, karena sesama muslim, oposisi dan pro Pemerintah Libia, saling bunuh. Kita sedih, karena muslim dari kalangan pro Pemerintah Libia tewas dibantai oleh Barat, atau Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Sebagai muslim kita faham bahwa di Benua Eropa dan Benua Amerika terdapat masyarakat yang cinta damai, yang menolak sepak terjang Barat. Untuk masyarakat cinta damai ini, Umat Islam memberi apresiasi yang tinggi, dan siap hidup berdampingan secara damai.


Oleh karena itu, yang dimaksud dengan Barat, atau Komunitas Iblis Internasional, adalah komunitas yang terdiri dari Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Perancis, serta para pendukungnya (seperti: Pemerintah Israel, Pemerintah Kanada, Pemerintah Italia, dan lain-lain).


Terkejut oleh runtuhnya rezim pro Barat di Afrika Utara dan Timur Tengah (seperti: Rezim Tunisia dan Rezim Mesir), Barat segera melakukan operasi balasan, yaitu melumat Umat Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah. Libia dipilih sebagai wilayah operasi, karena situasi dan kondisinya menguntungkan.


Sejak sepuluh tahun terakhir, Moamar Khadafi (penguasa Libia) sangat dekat dengan Barat, minyak bumi Libia sebagian besar mengalir ke Barat, bahkan segenap keluarga Moamar Khadafi bersemangat menabung dan menginvestasikan uangnya di Barat. Pada sisi yang lain, Barat telah sejak lama mendanai berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada di Libia, yang bersedia menjadi komparador (agen atau kaki-tangan) Barat di Libia.


Ketika rakyat Libia menuntut pemerintahan yang lebih adil kepada Moamar Khadafi, maka LSM komparador Barat segera melakukan langkah-langkah strategis menunggangi tuntutan rakyat Libia. Sementara itu, agen-agen Barat yang ada di sekitar Moamar Khadafi, yang menduduki jabatan tinggi, juga segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menjerumuskan Moamar Khadafi.


Upaya agen Barat berhasil, Moamar Khadafi emosional merespon tuntutan rakyat Libia, dan menuduh Al Qaida sebagai pihak yang mendalangi tuntutan rakyat Libia. Respon ini berhasil memposisikan Moamar Khadafi sebagai lawan Al Qaida, yang merupakan komunitas pejuang muslim dunia.


Pada awalnya Moamar Khadafi seolah berada di atas angin, karena dengan menyebut kata “Al Qaida”, ia seakan mendapat legitimasi untuk mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun.


Pada sisi yang lain LSM komparador Barat di Libia mulai bergerak mempersenjatai rakyat, dengan berbagai cara, termasuk dengan menyerang dan merampas gudang senjata milik polisi dan militer Libia. Setelah kondisi dipandang matang, maka LSM komparador Barat di Libia segera menggerakkan rakyat bersenjata untuk menyerang polisi dan militer Libia.


Dengan demikian kini berhadap-hadapanlah dua kelompok bersenjata, yaitu rakyat bersenjata yang disebut oposisi atau pemberontak, dengan polisi, militer, dan pemerintah Libia yang disebut pro Khadafi. Situasi ini sekaligus meresmikan terjadinya “perang saudara di Libia”, yaitu perang sesama muslim yang menjadi warga negara Libia. Situasi inilah yang menimbulkan kesedihan bagi Umat Islam dunia.


Setelah perang saudara meletus di Libia, Barat memperhitungkan bahwa Moamar Khadafi tidak lagi populer. Oleh karena itu, Barat memutuskan untuk mendukung oposisi atau pemberontak Libia, karena lebih populer, terutama dalam hal tuntutan keadilan dan upaya penegakan demokrasi (ideologi Barat).


Keberpihakan Barat pada oposisi atau pemberontak Barat juga dilatar-belakangi oleh peluang mendapat konsesi atas minyak bumi Libia yang sangat berlimpah, dan kesempatan membekukan kekayaan keluarga besar Moamar Khadafi yang berlimpah ruah di Benua Eropa dan Benua Amerika.


Akhirnya, Barat segera mendorong PBB (Pecundang Bangsa-Bangsa) untuk mengeluarkan resolusi “larangan terbang di wilayah udara Libia”. Berbekal logika penegakan resolusi PBB maka pesawat-pesawat Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis segera hilir mudik berpatroli di wilayah udara Libia.


Setelah masyarakat dunia terlihat mendukung resolusi PBB dan penegakkannya oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, maka tibalah waktunya bagi Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis untuk membantai Umat Islam Libia yang diidentifikasi sebagai kelompok pro Khadafi. Sejak saat itu, banyak Umat Islam Libia yang tewas dihantam rudal (peluru kendali) Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis; demikian juga dengan kota-kota Libia yang luluh lantak oleh serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.


Masyarakat dunia yang cenderung fasiq (mendustai Allah SWT) nampak gamang menyikapi serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis terhadap Libia. Akibatnya mengalir dukungan bagi Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang sedang asyik membantai Umat Islam Libia.


Bahkan beberapa pemerintah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, mengisyaratkan dukungannya atas Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang kemudian diperluas dengan bergabungnya beberapa anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization), seperti: Pemerintah Jerman, Pemerintah Italia, Pemerintah Kanada, dan lain-lain, dalam operasi pembantaian Umat Islam Libia.


Demikianlah pembantaian yang dilakukan Barat terhadap Umat Islam Libia, dengan menggunakan skenario “adu domba”, yang mendapat dukungan masyarakat dunia yang cenderung fasiq. Oleh karena itu, penting bagi Umat Islam di seluruh dunia untuk: Pertama, berikhtiar mendamaikan oposisi dengan Pemerintah Libia. Kedua, mengirim bantuan kemanusiaan untuk mengurangi korban tewas di kalangan oposisi dan Pemerintah Libia. Ketiga, berdoa atau memohon kepada Allah SWT agar berkenan menghentikan perang saudara di Libia, dan mengusir Barat dari bumi Libia.


Pembantaian atas Umat Islam Libia oleh Barat, antara lain dapat difahami dengan memperhatikan firman Allah SWT, sebagai berikut: Pertama, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (QS.5:44). Kedua, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim” (QS.5:45). Ketiga, “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut yang ditetapkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq” (QS.5:47).”


Berdasarkan ketiga firman Allah SWT tersebut, dan sehubungan dengan serangannya atas Libia yang menewaskan banyak Umat Islam Libia, maka Barat adalah komunitas kafir, dzalim dan fasiq di dunia, yang lebih tepat disebut sebagai Komunitas Iblis Internasional (berdasarkan QS.114 dan QS.2:120).


Semoga Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam Libia, dan semoga Bangsa Indonesia berkenan bersungguh-sungguh belajar dari peristiwa Libia, dengan menciptakan kedamaian di bumi Indonesia.


Selamat berikhtiar, damai selalu negeriku Indonesia...

Minggu, 20 Maret 2011

TIPUDAYA BARAT DI LIBIA

Banyak orang-orang yang ceroboh mengagungkan Barat sebagai penegak hak asasi manusia. Pada hari Jum’at 19 Maret 2011, Allah SWT memperlihatkan bahwa Barat adalah komunitas pengejar rente dan sumberdaya alam (minyak bumi). Pada hari itu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, serta negara-negara Barat lainnya, dan yang pro dengan mereka, berbondong-bondong menyerang Libia, dengan alasan membela kelompok oposisi (pemberontak) Libia.


Begitulah ciri khas komunitas Barat, bila ada kesempatan menyerang negara berpenduduk muslim, maka mereka dengan sangat gembira akan melakukannya. Demikianlah yang dilakukan oleh Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan kawan-kawannya, yang dengan penuh kegembiraan melakukan serangan udara ke wilayah Libia, untuk menewaskan muslim Libia.


Sebagai muslim, kita seharusnya cerdas dan menolak serangan Barat di Libia. Jangan pernah mendukung serangan Barat di Libia, yang menewaskan saudara-saudara kita. Sesungguhnya serangan Barat di Libia adalah dalam rangka memperoleh konsesi minyak bumi di Libia, apabila oposisi berhasil berkuasa di Libia.


Dalam konteks serangan Barat di Libia, perhatikan penegasan Allah SWT, bahwa banyak di antara ahli kitab (Nasrani dan Yahudi) yang menginginkan agar Umat Islam tunduk pada mereka. Semua ini antara lain karena kedengkian mereka terhadap Umat Islam. Padahal semua ini mereka lakukan, justru karena mereka mengetahui kebenaran nilai-nilai Islam. Allah SWT juga telah mengingatkan, bahwa mereka tidak akan pernah rela atas penerapan nilai-nilai Islam oleh Umat Islam. Mereka ingin agar Umat Islam keluar atau meninggalkan nilai-nilai Islam, dan mengikuti cara hidup mereka, yang berarti tunduk pada mereka (lihat QS.2:109 dan QS.2:120).


Dalam konteks kekinian, dan berdasarkan sejarah di masa lalu, umat manusia sesungguhnya mengetahui bahwa karakter Barat adalah menjarah sumberdaya alam negara-negara lain, termasuk negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam.


Oleh karena itu, tolak serangan Barat terhadap Umat Islam di Libia. Waspadai tipudaya Barat yang membantu oposisi Libia untuk mendapatkan konsesi minyak bumi di Libia. Berdoalah, agar Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam di Libia.


Semoga Allah SWT berkenan menggerakkan negara-negara berpenduduk muslim, dan tokoh-tokoh muslim dunia, untuk menjadi juru damai bagi oposisi dan pemerintah Libia. Walaupun mudah dimengerti, bahwa upaya mendamaikan oposisi dengan pemerintah Libia akan dihalang-halangi oleh Barat, karena akan menggagalkan upaya mereka mendapat konsesi minyak bumi di Libia.


Semoga Allah SWT berkenan melindungi Umat Islam Libia dari kejahatan Barat...


Catatan:


Dalam siaran persnya pada hari Minggu tanggal 20 Maret 2011, Pemerintah Jepang menyatakan dukungannya atas serangan Barat di Libia. Oleh karena itu, kita dapat lebih mudah memahami, mengapa Allah SWT menimpakan gempa berkekuatan 8,9 sekala richter dan tsunami kepada masyarakat Jepang beberapa hari yang lalu, yang menghancurkan 40 % wilayah Jepang dan menewaskan 20.000 orang.

Selama ini Pemerintah Jepang mendukung serangan dan penjajahan Amerika Serikat dan NATO (North Atlantic Treaty Organizations) di bumi Afghanistan dan Iraq.


Subhanallah...

Minggu, 20 Februari 2011

PENOLONG BANGSA PALESTINA

Setiap muslim mengetahui, bahwa penolong Bangsa Palestina adalah Allah SWT. Umat Islam yang ada di seluruh dunia, dan bangsa-bangsa lain yang bersimpati pada Bangsa Palestina hanyalah memiliki kemampuan sebatas ikhtiar manusia dengan segala keterbatasannya, dalam membantu Bangsa Palestina.


Setiap muslim mengetahui, bahwa insyaAllah (bila Allah SWT berkenan) Bangsa Palestina akan dapat mengalahkan Bangsa Israel, yang telah merampok tanah Bangsa Palestina. Tanah Bangsa Palestina telah dirampok oleh Bangsa Israel sejak tahun 1920, yaitu awal pembentukan embrio Negara Israel, yang kemudian diproklamirkan tahun 1948.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak pernah berharap budi baik negara-negara Barat bagi Bangsa Palestina. Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel adalah proyek jahat negara-negara Barat bagi Umat Islam.


Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel diletakkan di atas tanah Umat Islam (Bangsa Palestina), untuk menyakiti, menghinakan, dan melukai Umat Islam. Inggris adalah salah satu Negara Barat, yang membina berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Inggris sangat berpengalaman dalam melukai dan menyakiti Umat Islam sejak awal abad ke-19. Bukankah Mirza Ghulam Ahmad yang menjadi pendiri Ahmadiyah sangat akrab dengan Pemerintah Inggris yang saat itu menjajah India dan Pakistan.


Bukankah setiap muslim mengetahui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya sebagai muslim, seraya menyatakan dirinya sebagai nabi, setelah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hal ini merupakan tindakan penodaan terhadap Agama Islam. Setiap muslim juga mengetahui, bahwa Markas Ahmadiyah Internasional saat ini berada di London, ibukota Negara Inggris.


Setiap muslim mengetahui, bahwa perubahan Turki dari Negara Islam menjadi Negara Sekuler seperti saat ini, merupakan proyek jahat Pemerintah Inggris yang dipersiapkan sejak tahun 1912. Pemimpin revolusi Turki saat itu, adalah orang Turki yang menjadi agen Inggris, yang dididik untuk meruntuhkan khilafah di Turki.


Inggris tidak sendirian dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, Amerika Serikat menjadi negara besar yang juga bersemangat menyakiti dan melukai Umat Islam. Berbekal diplomasi hipokrit (munafik), Amerika Serikat terus menerus mendukung Negara Israel yang didirikan di tanah Bangsa Palestina.


Pembelaan Amerika Serikat terhadap Negara Israel, mudah difahami, karena Amerika Serikat memiliki sejarah perampokan tanah, yang sama dengan Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan Bangsa Yahudi dengan cara merampok tanah Bangsa Palestina. Sementara itu, Amerika Serikat adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Eropa dengan cara merampok tanah Bangsa Indian.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak terkejut, ketika beberapa hari yang lalu Pemerintah Amerika Serikat memveto resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menentang pembangunan Pemukiman Yahudi di atas Tanah Bangsa Palestina. Pembelaan Amerika Serikat terhadap kejahatan Negara Israel, menunjukkan kemampuan Amerika Serikat dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, dan Bangsa Palestina.


Dengan demikian benarlah pandangan Umat Islam, yang sejak awal perjuangan Bangsa Palestina telah mendukung Bangsa Palestina, seraya berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Doa yang disampaikan Umat Islam kepada Allah SWT disertai berbagai ihktiar yang dapat dilakukan, seperti memberi dukungan politik, dan bantuan medis kepada Bangsa Palestina. Dukungan dan bantuan tersebut disertai oleh sikap Umat Islam untuk tidak mengkonsumsi atau menggunakan berbagai produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Tentu saja, semua ikhtiar Umat Islam dalam membantu Bangsa Palestina dilakukan sebatas kemampuan masing-masing. Ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara menggulingkan pemerintahan di negaranya, karena pemerintahan itu mendukung Israel, Amerika Serikat, dan Inggris. Contoh ikhtiar ini terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania.


Walaupun kemudian, Amerika Serikat dan Israel membalas gerakan Umat Islam di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania; dengan mendorong dan mendukung demonstrasi sebagian rakyat Iran, Suriah, dan Libia untuk menentang pemerintahnya yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Pertimbangan Amerika Serikat dan Israel mudah difahami, yaitu kalau mereka kehilangan dukungan dari pemerintah Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania, karena digulingkan oleh rakyat yang anti Amerika Serikat dan Israel. Amerika Serikat dan Israel berharap mendapat dukungan dari pemerintah Iran, Suriah, dan Libia, bila sebagian rakyat yang mendukung Amerika Serikat dan Israel dapat menggulingkan pemerintahan saat ini yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Selain itu, ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara: Pertama, tidak membeli produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan, seperti Umat Islam di Indonesia. Kedua, berdoa dengan sungguh-sungguh, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris; seperti Umat Islam di Indonesia.


Akhir kata, teruslah berjuang saudaraku, Bangsa Palestina, doa kami (Umat Islam) menyertaimu. Percayalah… kekuasaan Allah SWT lebih besar dan lebih kuat dari kekuasaan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, lanjutkan boikot produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan. Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, teruskan berdoa agar Allah SWT berkenan menolong Bangsa Palestina.


Selamat berjuang...

Senin, 01 Maret 2010

MEMPERTAHANKAN MASJID AL AQSA

Ketika para pemimpin dunia Islam "terlelap" dalam keduniaannya, para pemuda Palestina berupaya melawan tentara Israel, yang secara sistematis, cermat, dan penuh rekayasa berupaya menguasai dan merobohkan Masjid Al Aqsa. Para pemuda Palestina ini sudah tidak teringat lagi pada pemimpin dunia Islam, karena telah mengetahui bahwa para pemimpin dunia Islam sedang sibuk menikmati dunia.
Namun demikian para pemuda Palestina masih memiliki harapan yang kuat pada Umat Islam di seluruh dunia (yang tidak termasuk dalam pemimpin formal dunia Islam). Umat Islam yang tetap diharapkan doanya oleh para pemuda Palestina ini adalah tokoh-tokoh informal dan anggota masyarakat dunia Islam yang masih memiliki ghirah pada nilai-nilai Islam. Doa Umat Islam di seluruh dunia, insyaAllah didengar oleh Allah SWT.
Banyak cara bagi Allah SWT untuk menghancurkan Israel dan para pendukungnya (NATO dan Amerika Serikat). Bencana alam telah terjadi di banyak tempat belahan dunia, untuk mengingatkan umat manusia agar memperhatikan dan berlaku adil kepada Bangsa Palestina. Bencana tersebut memang belum langsung menghunjam Israel, NATO dan Amerika Serikat. Namun Allah SWT tentu Maha Berkehendak, maka tanggal dan waktu bencana bagi Israel, NATO, dan Amerika Serikat tergantung pada penetapan Allah SWT. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Qur'an, bahwa Ia akan mengganti suatu kaum (Israel, NATO, dan Amerika Serikat) dengan kaum yang lebih baik dan lebih bertaqwa.
Bagi Umat Islam di seluruh dunia, kinilah saatnya bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk mendoakan kemenangan bagi Palestina atas Israel. Jika Israel pernah dihinakan oleh Bangsa Mesir yang dipimpin Fir'aun, maka kinilah saatnya Bangsa Israel dihinakan oleh dirinya sendiri, karena berbuat dzalim kepada sesama manusia (Bangsa Palestina). Semoga Allah SWT memenangkan Palestina atas Israel, dan mengembalikan masjid suci Umat Islam di seluruh dunia, yaitu Masjid Al Aqsa, kepada Umat Islam di seluruh dunia. InsyaAllah...

Jumat, 25 September 2009

PARA PENENTANG

Allah SWT membuat pernyataan tegas dalam Al Qur'an, khususnya QS.30:8-10, yang intinya bahwa para penentang Rasulullah Muhammad SAW, dan para penentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW akan mengalami kehancuran, sebagaimana halnya para penentang Rasul-Rasul Allah SWT di masa lampau. Jika saat ini para penentang nampak menikmati keberhasilan dan kesuksesan, sesungguhnya mereka sedang menghimpun kehancurannya sedikit demi sedikit. Penderitaan muslim di Afghanistan, Iraq, dan Palestina akibat penjajahan dan perampokan tanah mereka oleh Pemerintah Amerika Serikat, NATO, dan Israel, tidak akan pernah tak berbayar. Pada saatnya kelak, masing-masing individu yang terlibat dalam pendzaliman terhadap muslim, akan dimintai pertanggungan-jawab oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akherat.
Para penentang ini tidak pernah memikirkan tentang kejadian diri mereka. Seolah mereka tidak tahu, bahwa Allah SWT menciptakan langit dan bumi serta seluruh isi yang ada di antara dan pada keduanya, dengan tujuan yang benar dan pada waktu yang telah ditentukan. Para penentang ini telah berjalan di banyak tempat di permukaan bumi, dan sebagian sangat kecil ruang angkasa, tetapi mereka tetap tidak mengenal Tuhannya. Mereka mengetahui kesudahan orang-orang yang dzalim di masa lalu, tetapi mereka sangat gemar mempraktekkan kedzaliman.
Mereka mengetahui bahwa orang-orang dzalim di masa lalu juga memiliki kekuatan sebagaimana mereka sekarang, tetapi bukankah orang-orang dzalim itu mengalami kehancuran. Telah datang kepada para penentang ini seorang Rasul, yaitu Rasulullah Muhammad SAW, tetapi mereka meremehkan dan mengabaikan ajarannya (nilai-nilai Islam). Oleh sebab itu, jika orang-orang dzalim ini mengalami kehancuran, sesungguhnya merekalah yang mengundang kehancuran itu bagi dirinya. Allah SWT menjanjikan adzab kepada para penentang ini, sebagaimana tertuang dalam QS.30:10.
Jika yang menjanjikan kehancuran bagi para penentang Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang manusia, maka tentulah janjinya itu patut diragukan. Namun bila yang berjanji adalah Allah SWT, maka layaklah bila Umat Muslim menyiapkan diri untuk menyambut perwujudan janji Allah SWT. Bila Romawi dan Uni Sovyet dapat hancur, bukan tidak mungkin bagi Allah SWT menghancurkan Amerika Serikat, NATO, dan Israel. Semoga Allah SWT berkenan...

Rabu, 05 Agustus 2009

KEDZALIMAN PEMERINTAH ISRAEL

Sejak awal Juli 2009, Pemerintah Israel yang dzalim dan yang telah merampok tanah Palestina untuk mendirikan Negara Dzalim Israel, telah melakukan program yang keji terhadap rakyat Palestina. Program tersebut berupa pengusiran rakyat Palestina dari setiap jengkal tanah, yang berhasil dirampok oleh Pemerintah Israel.
Dalam konteks kekinian, nampak bahwa sangat sulit menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina yang ditindas dan didzalimi oleh Pemerintah Israel. Hal ini dikarenakan Pemerintah Israel mendapat dukungan kuat dari Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120), yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan lain-lain.
Namun demikian Umat Islam hendaknya tidaklah berputus-asa, tetaplah berdoa, agar rakyat Palestina mampu menegakkan keadilan bagi diri mereka sendiri di Tanah Palestina, karena Allah SWT telah berfirman:
"Orang-orang kafir berkata berkata kepada Rasul-Rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu (para Rasul dan pengikutnya, termasuk pengikut Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Bangsa Palestina) dari negeri kami (misal: Israel), atau kamu kembali kepada agama kami (misal: Yahudi)." Maka Allah mewahyukan kepada mereka (para Rasul, yang kemudian tercatat dalam Al Qur'an), "Kami (Allah) pasti akan membinasakan orang-orang yang dzalim itu (misal: Pemerintah Israel), dan Kami pasti akan menempatkan kamu (orang-orang saleh, misal: Palestina) di negeri-negeri itu, sesudah mereka (orang-orang kafir, misal: Pemerintah Israel). Yang demikian itu disampaikan sebagai penyemangat bagi orang-orang yang takut kepadaKu dan ancamanKu" (lihat QS.14:13-14).

Jumat, 26 Juni 2009

AGITASI BARAT TERHADAP IRAN

Sejak berdirinya Republik Islam Iran menggantikan Rezim Sekuler Syah Iran di Iran, Barat melakukan agitasi untuk meruntuhkan Republik Islam Iran. Agitasi adalah upaya-upaya sistematis untuk menghancurkan negara, pemerintahan, dan tatanan kehidupan bangsa dan negara lain.
Barat, yang terdiri dari Pemerintah Amerika Serikat, Eropa, dan Israel melakukan agitasi dengan berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan sebagian kecil Bangsa Iran, yang bersedia menjadi kaki tangan atau komparador Barat, atau Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120). Oleh karena itu, saat ini Iran mengalami guncangan relatif kuat secara politik dan sosial, karena proyek agitasi Barat mulai menampakkan hasilnya.
Proyek agitasi Barat memang disiapkan dengan penuh kesabaran dan kecermatan agar memberikan hasil yang menentukan, yaitu kehancuran dan keruntuhan Republik Islam Iran. Sebagai contoh, sejak tahun 2005 Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan pengeluarannya untuk mendukung gerakan oposisi di Iran. Pada tahun 2005 Pemerintah Amerika Serikat yang selalu dzalim ini, telah mengeluarkan dana sebesar 75 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung gerakan oposisi di Iran. Dana ini digunakan untuk: (1) meningkatkan kemampuan stasiun televisi dan radio Amerika Serikat dalam melakukan agitasi terhadap Iran, (2) mendukung serikat pekerja dan aktivis hak asasi manusia Iran dalam menjatuhkan Pemerintahan Republik Islam Iran, (3) mendorong pelaksanaan pertukaran pelajar Iran dengan Amerika Serikat dalam upaya mendukung proyek agitasi, dan (4) membangun jaringan televisi dan internet independen di Iran yang bersedia mendukung proyek agitasi untuk meruntuhkan Republik Islam Iran.
Sebagai muslim, kita tentu berharap agar rakyat dan Pemerintah Republik Islam Iran dapat terus bersatu melawan agitasi Barat. Sebagai muslim, kita faham bahwa kekuatan Barat atau Komunitas Iblis Internasional relatif besar. Namun sebagai muslim, kita mengerti bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mendukung perjuangan setiap manusia dalam menegakkan nilai-nilai Islam. Biarlah Allah SWT yang akan menentukan hasilnya, karena bagi setiap muslim yang wajib dilakukan hanyalah ikhtiar halal sekuat dan sebesar mungkin. Semoga Allah SWT berkenan melindungi Iran dari keruntuhan dan kehancuran.
Belajar dari Iran, maka Bangsa Indonesia hendaklah berpikir, bersikap, bertindak, dan berperilaku secermat mungkin. Jaga terus keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, laksanakan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Konsensus Nasional. Dengan demikian insyaAllah Bangsa Indonesia dapat melawan agitasi Barat (Komunitas Iblis Internasional) dan para komparadornya.

Selasa, 10 Februari 2009

DUKUNG HAK NUKLIR IRAN

Republik Islam Iran telah sejak lama mendapat tekanan Amerika Serikat, Eropa, dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas teknologi nuklir yang dikembangkannya. Tekanan ini merupakan skenario yang dirancang oleh Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya) untuk menghilangkan kekuatan Umat Islam yang mampu melawan Komunitas Iblis Internasional.
Ketika Pakistan, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, berhasil mengembangkan teknologi nuklir, maka Komunitas Iblis Internasional merasa kecolongan. Namun kemudian mereka berhasil menjinakkan Pakistan, dengan mengkooptasi (menundukkan) Pemerintah Pakistan agar berpihak pada Komunitas Iblis Internasional. Hal ini dibuktikan oleh peran besar Pemerintah Pakistan dalam menyerang Pejuang Muslim Afghanistan (Taliban) di perbatasn Pakistan, demi kepentingan Komunitas Iblis Internasional. Pemerintah Pakistan bahkan tidak perduli, jika karena kebijakannya yang anti Pejuang Muslim Afghanistan, ia harus bertentangan dengan Rakyat Pakistan.
Untuk kasus teknologi nulir Iran, telah sejak lama Komunitas Iblis Internasional berupaya meruntuhkan kemampuan teknologi nulkir Iran. Namun dengan perkenan Allah SWT, upaya Komunitas Iblis Internasional hingga saat ini belum berhasil. Iran terus mengembangkan teknologi nuklir sebagai hak segala bangsa. Untuk itu Iran terus menunjukkan pentingnya teknologi nuklir bagi pemenuhan kebutuhan energinya kepada masyarakat dunia.
Semangat anti kemajuan dan anti penguasaan teknologi tinggi oleh Umat Islam, memang selalu ditunjukkan oleh Komunitas Iblis Internasional. Hal ini mereka lakukan, karena khawatir pada suatu saat mereka tak lagi dapat berbuat dzalim pada Umat Islam, sebagaimana kedzaliman yang mereka peragakan di Palestina, Afghanistan, dan Iraq pada saat ini.
Kesungguhan Komunitas Iblis Internasional untuk meruntuhkan kemampuan teknologi Iran, nampak dari kesediaan Amerika Serikat mengeluarkan dana yang relatif besar. Sebagai contoh, salah satu harian ibukota (Jakarta) pada tahun 2005 memuat artikel berjudul, "AS Siap Lawan Rezim Iran", di mana Amerika Serikat menyediakan dana khusus sebagai bagian dari upaya meruntuhkan kemampuan teknologi Iran.
Pada tahun 2005 Amerika Serikat menyediakan dana 75 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung gerakan oposisi di Iran, yang digunakan untuk: (1) meningkatkan kemampuan televisi dan radio Amerika Serikat dalam memberi citra buruk bagi Iran, sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat; (2) membantu serikat pekerja dan aktivis hak asasi manusia yang ada di Iran dalam melawan Pemerintah Republik Islam Iran dan Rakyat Iran, sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat; (3) melaksanakan pertukaran pelajar antara Iran dengan Amerika Serikat yang akan mencuci otak pelajar Iran yang mengikuti program ini agar melawan pemerintah dan rakyat Iran, sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat; dan (4) membangun jaringan internet dan televisi independen di Iran, untuk melawan pemerintah dan rakyat Iran, sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat.
Inilah salah satu fakta tentang keseriusan Komunitas Iblis Internasional memusuhi dan melemahkan kemampuan teknologi Republik Islam Iran, yang berarti memusuhi dan melemahkan kemampuan teknologi Umat Islam.
Dalam konteks kekinian, Umat Islam mengetahui, bahwa Allah SWT telah membantu Umat Islam dengan mentakdirkan terjadinya krisis keuangan global pada Komunitas Iblis Internasional. Oleh karena itu, meskipun sedikit banyak berdampak pada Umat Islam, namun hendaknya Umat Islam dapat memahami skenario makro dari Allah SWT dalam membantu Umat Islam melawan Komunitas Iblis Internasional.

Jumat, 30 Januari 2009

FENOMENA BUNUH DIRI

Ada fenomena menarik di kalangan tentara Amerika Serikat yang menjajah Afghanistan dan Iraq, yaitu "bunuh diri". Sejak menjajah Afghanistan (tahun 2002) dan Iraq (tahun 2003) telah banyak tentara Amerika Serikat yang melakukan bunuh diri. Selama tahun 2008 saja telah 143 orang tentara Amerika Serikat melakukan bunuh diri.
Dalam perspektif Islam, fenomena ini telah dijanjikan oleh Allah SWT, di mana Allah SWT tidak akan meridhai siapapun, dan tidak akan memberi petunjuk (hidayah) kepada siapapun yang telah berbuat dzalim. Penjajahan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya terhadap Afghanistan dan Iraq merupakan bentuk kedzaliman di masa kini, sehingga Allah SWT membiarkan para penjajah ini hidup dalam kesesatan, tanpa petunjuk, tanpa tujuan, dan tanpa kebahagian. Akibatnya, tentara para penjajah berupaya melakukan substitusi terhadap berbagai ketiadaan yang ditimpakan Allah SWT tersebut, dengan berbagai kegiatan seperti: meminum minuman keras (mabuk), berzinah, berjudi, dan perbuatan maksiat lainnya. Namun itu semua tetap tidak membahagiakan mereka. Akibatnya ribuan tentara Amerika Serikat mengalami gangguan jiwa, dan ratusan lainnnya melakukan bunuh diri.
Dalam perspektif sosiologi, ada beberapa penjelasan yang dapat diberikan terhadap maraknya bunuh diri di kalangan tentara Amerika Serikat, yaitu: Pertama, adanya fenomena fatalistic suicide. Fenomena ini menunjukkan adanya sebagian tentara Amerika Serikat yang tidak berdaya menghadapi tekanan keadaan di wilayah jajahan. Misalnya, ketidak-berdayaan tentara Amerika Serikat menghadapi Pejuang Muslim Afghanistan dan Iraq yang gigih berjuang, meskipun memiliki berbagai keterbatasan fasilitas. Hal ini menimbulkan tekanan berat bagi tentara Amerika Serikat yang berkelimpahan fasilitas, tapi kosong rohani.
Kedua, adanya fenomena anomic suicide. Fenomena ini menunjukkan adanya sebagian tentara Amerika Serikat yang merasa tidak adanya nilai-nilai bersama. Sebagian tentara ini merasa diperlakukan tidak adil, karena di saat warga negara Amerika Serikat hidup bebas, aman, dan nyaman di Amerika Serikat, mereka justru harus berhadapan dengan Pejuang Muslim Afghanistan dan Iraq yang tangguh, ulet, dan sangat militan. Terlebih-lebih lagi mereka ketahui, bahwa yang paling banyak menikmati keuntungan adalah beberapa pengusaha yang dekat dengan George Walker Bush.
Ketiga, adanya fenomena egoistic suicide. Fenomena ini menunjukkan adanya sebagian tentara Amerika Serikat yang telah terjebak oleh sistem nilai kapitalis dan liberalis yang kuat. Tetapi mereka kecewa karena sistem ini gagal memberi ketangguhan sikap juang pada diri mereka. Hal berbeda mereka temukan pada Pejuang Muslim Afghanistan dan Iraq, yang dalam jumlah sedikit dan fasilitas seadanya memiliki ketangguhan sikap juang yang tinggi. Satu hal yang tidak difahami oleh tentara Amerika Serikat adalah kenyamanan berada di "jalan" Allah SWT.
Keempat, adanya fenomena altruistic suicide. Fenomena ini menunjukkan adanya upaya dari sebagian tentara Amerika Serikat untuk "mempertuhankan" kepentingan bangsa dan negaranya, dengan cara berperang di Afghanistan dan Iraq. Namun mereka ini kemudian kecewa, ketika mengetahui bahwa penjajahan di Afghanistan dan Iraq dilakukan untuk kepentingan beberapa pengusaha yang dekat dengan George Walker Bush, dan untuk kepentingan mengamankan Negara Israel, yang selama ini "menjajah" Amerika Serikat.
Kelima, adanya fenomena individualistic suicide. Fenomena ini menjukkan adanya sebagian tentara Amerika Serikat yang merasa bahwa pengiriman mereka ke Afghanistan atau Iraq merupakan suatu proses pengasingan sosial. Hal ini dikarenakan mereka harus kehilangan kenyamanan berada di tanah airnya sendiri (Amerika Serikat) dengan berperang di Afghanistan atau Iraq, padahal yang harus mereka hadapi adalah ketangguhan dan keuletan Pejuang Muslim Afghanistan atau Iraq, yang terkenal memiliki basis rohani yang kuat.
Keenam, adanya fenomena institutional suicide. Fenomena ini menunjukkan adanya sebagian tentara Amerika Serikat yang merasa, bahwa negara mereka telah memaksa mereka melakukan bunuh diri massal dengan mengirim mereka ke Afghanistan atau Iraq. Hal ini dikarenakan negara mereka memaksakan perang terhadap suatu bangsa yang memiliki pijakan rohani yang kuat, yang bahagia ketika berjuang, dan sangat senang ketika berkorban demi kejayaan nilai-nilai Islam. Sebaliknya tentara Amerika Serikat harus berperang dalam basis nilai-nilai yang tidak memiliki unsur rohani, dan dicaci banyak bangsa beradab.
Inilah fenomena yang dapat dijelaskan dalam perspektif Islam dan sosiologi, sehingga memudahkan pemahaman terhadap maraknya bunuh diri di kalangan tentara Amerika Serikat, terutama yang bertugas menjajah di Afghanistan dan Iraq.

Kamis, 29 Januari 2009

RASISME BANGSA TERKUTUK

Sebagaimana diketahui Yahudi Israel adalah bangsa terkutuk (lihat QS.2:65). Yahudi Israel dikutuk (dihinakan) oleh Allah SWT, karena memiliki kegemaran menentang, dan mengabaikan perintah Allah SWT. Salah satu contoh penentangan Yahudi Israel, adalah ketika Allah SWT memerintahkan Yahudi Israel untuk tidak membunuh, tetapi sejarah (hingga saat ini) telah membuktikan, bahwa Yahudi Israel merupakan juru bantai bagi Bangsa Palestina.
Sebagai bangsa terkutuk, Yahudi Israel merupakan "tokoh" dari Komunitas Iblis Internasional, yang terdiri dari Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya (lihat QS.2:120). Tentu saja, sebagai "tokoh" dan bagian dari Komunitas Iblis Internasional, maka Yahudi Israel sangat gemar melakukan kejahatan, layaknya setan (Iblis) yang berwujud manusia (lihat QS.114).
Sesuai dengan ciri-cirinya, Yahudi Israel juga gemar hipokrit atau munafik, yang identik dengan karakteristik Komunitas Iblis Internasional pada umumnya. Salah satu fenomena kemunafikan Yahudi Israel, adalah: (1) Pada satu sisi, ia menggembar-gemborkan anti rasisme, dengan menolak sikap anti semit (anti Yahudi Israel) para penentangnya, dengan menyatakan sikap anti semit sebagai sikap yang rasis; (2) Sementara itu, pada sisi yang lain, ia mempraktekkan sikap rasis, atau menganut rasisme.
Beberapa bukti adanya rasisme bangsa terkutuk ini, adalah: Pertama, di Negara Israel, selain ras Yahudi dilarang membeli tanah.
Kedua, bagi Negara Israel, setiap ras Yahudi yang ada di setiap negara di seluruh dunia adalah warga negara Israel. Sebaliknya, orang-orang Palestina yang berada di wilayah kekuasaan Negara Israel harus segera keluar dari wilayah tersebut.
Ketiga, di Negara Israel, orang-orang Palestina harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna yang khusus, untuk membedakannya dengan ras Yahudi yang dimuliakan oleh Negara Israel.
Keempat, di wilayah kekuasaan Negara Israel, 85 % air bersih hanya diperuntukkan bagi ras Yahudi, sedangkan untuk ras non Yahudi hanya mendapat 15 % air bersih. Contoh, di Hebron, 85 % air bersih diperuntukkan bagi 400 orang Yahudi, sedangkan 15 % nya diperuntukkan bagi 120.000 orang Palestina.
Sikap rasisme bangsa terkutuk ini, dapat terpelihara sejak tahun 1948 (berdirinya Negara Israel) hingga saat ini, karena mendapat dukungan dari Amerika Serikat, yang setiap tahun mengalokasikan dana sebesar 5 milyar dolar Amerika Serikat bagi Negara Israel, dari hasil penarikan pajak di Amerika Serikat.
Bagi Bangsa Indonesia, sikap rasisme Yahudi Israel, bukanlah sesuatu yang sulit dimengerti, karena Bangsa Indonesia pernah mengalami rasisme Bangsa Belanda, ketika Bangsa Belanda menjajah wilayah Indonesia selama 250 tahun. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda membagi penduduk Hindia Belanda dalam tiga kelas. Kelas Pertama atau kelas tertinggi, adalah Bangsa Eropa, kelas ini mendapat fasilitas sangat lengkap dan berkelimpahan. Kelas Kedua, adalah Bangsa Timur Asing (misal China, Arab, dan lain-lain), kelas ini tidak terlalu berkelimpahan tapi masih mendapat kebebasan berusaha (berbisnis). Kelas Ketiga atau kelas terbawah, adalah Bangsa Pribumi (penduduk asli Indonesia), kelas ini merupakan kelas tertindas, yang tidak mendapat kebebasan dan tidak berkelimpahan.
Fenomena Pemerintah Hindia Belanda, yaitu suatu pemerintahan Bangsa Belanda yang didirikan di atas tanah Bangsa Indonesia, sangatlah mirip dengan fenomena Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Yahudi di atas tanah Bangsa Palestina. Rasisme yang dianut oleh Pemerintah Hindia Belanda, juga dianut oleh Pemerintah Negara Israel.
Oleh karena itu, sangatlah wajar ketika Bangsa Indonesia menentang Negara Israel, sebab hal ini mirip dengan penentangan Bangsa Indonesia terhadap Hindia Belanda. Dengan demikian, sangat wajar pula , ketika Umat Islam di Indonesia mendukung perjuangan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam menghadapi Negara Israel dan Yahudi Israel. Semoga Allah SWT meridhai perjuangan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) .......

Jumat, 23 Januari 2009

KEBODOHAN DAN KEMISKINAN

Beberapa negara, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, saat ini memiliki fenomena menyedihkan, yaitu sebagian besar masyarakatnya diliputi kebodohan dan kemiskinan. Kondisi ini tidaklah datang tiba-tiba melainkan melalui proses panjang kedzaliman Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120).
Sejak abad ke-16 hingga abad ke-19 negara-negara ini dijajah oleh Komunitas Iblis Internasional, dalam format kolonialisme dan imperialisme. Selanjutnya pada abad ke-19 hingga saat ini, Komunitas Iblis Internasional melanjutkan penjajahannya dengan format neo kolonialisme dan neo imperialisme. Pada masa kini Komunitas Iblis Internasional diidentifikasi terdiri dari Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya. Sementara itu, fenomena yang menunjukkan adanya Komunitas Iblis Internasional dapat dilihat pada kasus Afghanistan, Iraq, dan Palestina.
Namun demikian, negara-negara yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, dan masih terbelengu oleh kebodohan dan kemiskinan, janganlah patah semangat. Perbaiki terus kondisi yang ada, insyaAllah negara-negara Anda akan dapat keluar dari belengu kebodohan dan kemiskinan.
Allah SWT dalam QS.51:11-12 menyemangati hamba-hambanya agar keluar dari kebodohan. Allah SWT mengingatkan agar muslim jangan lalai dalam memanfaatkan kesempatan mendapatkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Dengan tegas Allah SWT memotivasi agar muslim tidak melalaikan kesempatan ini.
Dalam hal kemiskinan, Allah SWT mengingatkan agar muslim menghindari kebodohan, dan membangun sinergi sesama muslim (lihat QS.89:15-18). Bukan saatnya lagi sesama muslim bersitegang. Bukan saatnya lagi Kaum Sunni menghina Kaum Syiah, atau sebaliknya. Bukan saatnya lagi Kelompok Nahdatul Ulama (NU) menghina Kelompok Muhammadiyah, atau sebaliknya. Jika hal ini dilakukan, maka yang melakukannya dapat dikategorikan orang-orang bodoh, yang berencana menghancurkan Umat Islam.
Sesungguhnya Umat Islam memiliki musuh bersama, yaitu Komunitas Iblis Internasional, yang dalam perspektif sejarah tercatat sebagai komunitas yang gemar menjajah, dengan terlebih dahulu "mengadu-domba" sesama Umat Islam. Oleh karena itu, sudah saatnya Umat Islam memperbaiki diri, merapatkan barisan, dan mengerahkan segenap pemikiran, sikap, dan perilaku dalam mengatasi kerusakan yang ditimbulkan oleh Komunitas Iblis Internasional.

Sabtu, 17 Januari 2009

KEJAHATAN BANGSA TERKUTUK

Sejak menyerang Jalur Gaza pada 26 Desember 2008 hingga hari ini, telah 1.250 orang Bangsa Palestina (sebagian besar anak-anak) yang dibantai oleh Tentara Yahudi Israel. Kejahatan Bangsa Terkutuk (Yahudi Israel) ini, telah memperjelas kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:65, QS.2:120, dan QS.114.
Dalam QS.2:65 Allah SWT mengutuk Bani Israil (Yahudi Israel), karena melanggar perintah Allah SWT. Dengan bahasa yang tegas Allah SWT menyatakan, "Jadilah kamu (Bani Israil, atau Yahudi Israel) kera yang hina!"
Sedangkan dalam QS.2:120 Allah SWT mengingatkan Umat Islam di seluruh dunia, tentang adanya Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya), yang selalu memusuhi Islam, nilai-nilai Islam, dan Umat Islam.
Selanjutnya, dalam QS.114 Allah mengingatkan tentang adanya setan (bagian dari Iblis) yang berwujud manusia, atau manusia yang berhati setan (berhati Iblis), yang selalu berbuat kejahatan, seperti "gelapnya malam", sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai kejahatan yang dilakukan oleh Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan sekutu-sekutunya) di Afghanistan, Iraq, dan Palestina.
Oleh karena itu peristiwa penyerangan Jalur Gaza oleh Bangsa Terkutuk (Yahudi Israel), merupakan Kejahatan Bangsa Terkutuk, sebagai bentuk permusuhan abadi antara Umat Islam (Umat Yang Diridhai Allah SWT) melawan Komunitas Iblis Internasional (Umat Yang Dimurkai Allah SWT).
Dengan demikian, perlawanan Umat Islam terhadap Komunitas Iblis Internasional tidak akan pernah berakhir, hingga Allah SWT menetapkan Hari Akhir alam semesta. Fenomena Palestina, Iraq, dan Afghanistan adalah representasi perlawanan Umat Islam terhadap Komunitas Iblis Internasional. Perlawanan ini telah diridhai Allah SWT, maka insyaAllah akan berlanjut terus hingga Hari Akhir alam semesta.
Selamat berjuang saudara muslimku di Palestina, Afghanistan, dan Iraq. Doa kami menyertaimu.


Jumat, 09 Januari 2009

KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL

Hari ini telah 763 orang warga sipil Palestina tewas di Gaza, akibat pembantaian yang dilakukan oleh Israel sejak tanggal 26 Desember 2008. Sesungguhnya sejak tahun 1920, Bangsa Palestina yang merupakan penduduk asli tanah Palestina telah dibantai oleh Yahudi Israel. Saat itu, Yahudi Israel dibantu oleh Inggris yang menjajah tanah Palestina. Selanjutnya ketika Negara Israel berhasil didirikan pada tahun 1948 oleh Yahudi Israel di tanah Palestina, dengan cara merampok tanah tersebut, maka dukungan diberikan oleh Amerika Serikat. Akhirnya saat ini Yahudi Israel mendapat dukungan kuat dari Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya (Eropa Barat, Canada, Australia, dan lain-lain).
Berdasarkan data itu, fahamlah kita dengan firman Allah SWT dalam QS.2:120, yang dengan mengkaitkannya dengan QS.114, maka layaklah kita sebut, bahwa Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya adalah "KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL". Oleh karena itu, sudah selayaknya Umat Islam di seluruh dunia melakukan boikot terhadap produk-produk KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL. Jangan beli produk KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL, kecuali karena terpaksa. Misalnya, Anda mendapat inventaris barang dari kantor berupa barang produk KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL, maka ini tergolong perkecualian. Namun sepanjang memungkinkan boikot produk KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL, yaitu Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya.
Percayalah, Allah SWT mendukung kita, tetapi karena saat ini bukan "era mukjizat" sebagaimana di masa para Nabi atau Rasulullah, maka setiap muslim harus berjuang. Allah SWT telah memberikan rekomendasi dalam QS.2:120 dan QS.114 agar Umat Islam di seluruh dunia melawan KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL, yaitu Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya, sesuai kemampuan masing-masing. Selamat berjuang saudaraku Umat Islam, tidak ada damai bagi KOMUNITAS IBLIS INTERNASIONAL.

Senin, 05 Januari 2009

SELAMAT JALAN ANAKKU

Sejak 26 Desember 2008 sampai dengan hari ini Pasukan Iblis, Tentara Yahudi Israel yang didukung oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat terus membantai Bangsa Palestina di Gaza. Salah satu sasaran utama dalam pembantaian itu, adalah wanita dan anak-anak. Maka berguguranlah wanita dan anak-anak dibantai oleh Pasukan Iblis, Tentara Yahudi Israel yang didukung oleh Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Barat.
Selamat jalan anak-anak Palestina. Selamat jalan anakku. Selamat berjumpa dengan Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT. Kepergianmu tidak sia-sia, anakku. Karena Allah SWT tidak pernah menjadikan seorang muslim sia-sia. Muslim anak-anak, dewasa, tua, muda, laki-laki, maupun wanita, semuanya hadir untuk memberi makna, yaitu "jalan" perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam di dunia.
Hasil perjuangan bukanlah manusia yang menentukan, melainkan Allah SWT-lah yang menentukannya. Tugas muslim hanyalah berjuang menegakkan nilai-nilai Islam, dengan memerangi Peradaban Iblis, yaitu Peradaban Barat, yang sangat menyengsarakan manusia. Bagi yang belum faham bacalah dengan sungguh-sungguh firman Allah SWT dalam QS.2:120 dan saksikan fenomena Palestina, Afghanistan, serta Iraq. Bila masih belum faham juga tentang kebusukan dan keiblisan Peradaban Barat, baca kembali sejarah penjajahan, perampokan, dan kolonialisme Barat pada abad ke-14 hingga ke-19. Namun bila masih belum juga bersedia untuk faham, bertaubatlah, karena boleh jadi Anda adalah agen Peradaban Barat.
Selamat jalan anak-anakku. Selamat jalan anak-anak Palestina. Selamat berjumpa dengan Allah SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kami faham tentang kebusukan dan keiblisan Peradaban Barat. Kami berharap, Allah SWT suatu saat meridhai hadirnya Peradaban Islam di dunia. InsyaAllah.

Kamis, 01 Januari 2009

MELAWAN KEKUATAN JAHAT GLOBAL

Jika sampai saat ini, ada di antara kita, yang bingung menentukan siapa kekuatan jahat global, maka bacalah QS.2:120. Komunitas yang dimaksud dalam QS.2:120 itulah yang dinyatakan oleh Allah SWT sebagai kekuatan jahat global.
Secara nyata, peristiwa serangan Yahudi Israel ke Jalur Gaza, yang menewaskan 350 orang warga Palestina (sejak jum'at 26 Desember 2008 sampai dengan Kamis 1 Januari 2009) merupakan bukti kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Bukankah serangan itu dilakukan oleh Yahudi Israel? dan bukankah Yahudi Israel didukung sepenuhnya oleh negara-negara barat (Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya)? Mereka itulah komunitas kekuatan jahat global yang dimaksud Allah SWT dalam QS.2:120.
Berita terbaru (Kamis 1 Januari 2009 dalam Headline Metro TV jam 17.00 WIB), serangan udara Yahudi Israel ditujukan dan telah menghancurkan Rumah Sakit Khusus Anak-Anak di Jalur Gaza. Inilah bukti nyata kekuatan jahat global. Inilah bukti nyata, bahwa Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya merupakan kekuatan jahat global.
Oleh sebab itu, jika saat ini ada pihak yang masih bersimpati pada kekuatan jahat global, maka ia boleh jadi tidak faham QS.2:120. Jika ia seorang muslim, maka boleh jadi ia telah mengkhianati Allah SWT. Jika ada tokoh muslim, yang mendapat penghargaan dari yayasan Yahudi (Wiesenthal Center), maka sesungguhnya tokoh muslim tersebut telah menjual Agama Islam yang dianutnya dengan harga yang murah.
Akhirnya, Umat Islam hendaknya merapatkan barisan. Jauhi tokoh-tokoh Islam yang telah menjual Agama Islam yang dianutnya kepada kekuatan jahat global. Galang terus persatuan Umat Islam. Bantu rakyat Palestina sesuai kemampuan masing. Bagi yang sanggup memberi bantuan medis, berilah bantuan medis. Bagi yang sanggup memberi bantuan dana, berilah bantuan dana. Dan tentu saja, setiap muslim memiliki kewajiban untuk terus mendoakan agar rakyat Palestina dan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) tidak gentar dengan gertakan kekuatan jahat global (Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya).
Perjuangan rakyat Pelestina dan Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam menghadapi kekuatan jahat global, insyaAllah memang panjang (hingga akhir zaman). Namun rakyat Palestina dan Pejuang Muslim Palestina berada di jalan yang diridhai Allah SWT, sedangkan kekuatan jahat global (Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya) berada di jalan yang dimurkai Allah SWT (lihat QS. Al Fatihah).
Selamat berjuang saudaraku, Pejuang Muslim Palestina (Hamas). Jika engkau gugur dalam perjuangan, itu merupakan jalan mulia yang engkau persembahkan kepada Allah SWT, dan juga kepada kami (Umat Islam Dunia). Kami (Umat Islam Dunia) terus menerus berdoa untukmu. Kami juga mengerti bahwa Negara Yahudi Israel adalah negara yang didirikan secara tidak sah, karena didirikan di atas tanah hasil merampok tanah Bangsa Palestina. Oleh karena itu, bila kebenaran yang dijanjikan Allah SWT suatu saat terwujud, maka insyaAllah, akan hapuslah Negara Yahudi Israel dari muka bumi. Sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT.

Minggu, 28 Desember 2008

LAWAN TENTARA YAHUDI ISRAEL

Jum'at 26 Desember 2008 malam, Tentara Yahudi Israel membom pemukiman Palestina di Jalur Gaza, 155 orang Palestina tewas (terdiri dari anak-anak dan wanita). Sementara itu, Tentara Yahudi Israel juga sedang mempersiapkan serangan darat, untuk membantai Bangsa Palestina. Serangan Tentara Yahudi Israel ini didukung terutama oleh Amerika Serikat dan Inggris.
Oleh karena itu, Umat Islam di seluruh dunia, dari tempat kediaman masing-masing, apapun bangsa dan warna kulit Anda, marilah berdoa untuk keselamatan Bangsa Palestina. Berdoalah agar Allah SWT berkenan meridhai upaya Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam bertempur menghadapi Tentara Yahudi Israel.
Kedzaliman, kejahatan, dan kebengisan Tentara Yahudi Israel yang dibantu dan didukung sepenuhnya oleh Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya secara terus menerus kepada Bangsa Palestina, sesungguhnya membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Oleh sebab itu, silahkan Tentara Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya berdalih seribu satu kata, maka kedzaliman, kejahatan, dan kebengisan mereka hanya akan membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam QS.2:120.
Selamat berjuang Saudaraku, Pejuang Muslim Palestina (Hamas) dalam pertempuran hingga akhir zaman, melawan Tentara Yahudi Israel dan para sekutunya. InsyaAllah kemuliaan berada di sisi Pejuang Muslim Palestina.
Wahai saudaraku. Umat Islam, di seluruh dunia ketahuilah, suatu saat Tentara Yahudi Israel dan Negara Israel akan dihancurkan Allah SWT. Ingatlah nasib Ariel Sharon (mantan Komandan Tentara Yahudi Israel) yang sejak digantikan Ehut Olmert (2005) hingga kini masih dalam keadaan koma. Itulah balasan Allah SWT bagi Tentara Yahudi Israel di dunia. InsyaAllah di akherat tersedia hukuman yang lebih berat. Amin....

Senin, 06 Oktober 2008

TERBUKTI BUSUNG LAPAR

Hari Kamis tanggal 27 Desember 2007, di blog ini (Sosiologi Dakwah), saya mengkritik pandangan Francis Fukuyama dan para pengikutnya (termasuk di Indonesia) yang menyatakan, bahwa Kapitalisme dan Demokrasi Liberal (KDL) telah berhasil mengalahkan Komunisme dan Sosialis (KS), karena KDL memiliki keunggulan yang besar. Monumenta pemikiran ini tertuang dalam buku Francis Fukuyama, "The End of History and The Last Man" (1992).
Dalam kritik terhadap pandangan ini, saya menyatakan bahwa pertarungan antara KDL versus KS adalah seperti pertarungan antara dua petinju yang menderita busung lapar. Kedua-keduanya akan jatuh karena kelaparan, bukan karena ditinju oleh lawannya. Keduanya tumbang, karena masing-masing memiliki kelemahan yang akan menumbangkan dirinya sendiri. Sayangnya, yang tumbang belakangan menganggap yang tumbang lebih dahulu, adalah korban dari tinjunya, padahal tidak. Pihak yang tumbang pertama adalah korban dari kelemahannya sendiri. Sesudah itu, lawannya akan menjadi pihak yang tumbang berikutnya, karena juga mengidap kelemahan dalam dirinya.
Pihak yang tumbang pertama (tahun 1990-an) adalah Uni Sovyet, dan kawan-kawannya yang menerapkan komunisme dan sosialis. Sementara itu, saat ini (tahun 2008), pihak yang tumbang kedua adalah Amerika Serikat dan kawan-kawannya yang menerapkan kapitalisme dan demokrasi liberal. Inilah bukti, bahwa Amerika Serikat dan kawan-kawannya adalah penderita "busung lapar".
Fenomena "busung lapar" atau kelemahan internal dari kapitalisme dan demokrasi liberal yang menjadi fondasi Amerika Serikat mulai nampak pada tanggal 16 Maret 2008, perusahaan yang bernama "Bear Stearn Co's" mengalami kebangkrutan dan kemudian (untuk penyelamatan) dibeli oleh "JP Morgan Chase and Co" atas dukungan Pemerintah Amerika Serikat.
Selanjutnya, pada tanggal 11 Juli 2008, Pemerintah Amerika Serikat mengambil alih "Indy Mac Bank", karena bank ini mengalami kebangkrutan.
Pada tanggal 7 September 2008, Pemerintah Amerika Serikat kembali mengambil alih "Fannie Mae" dan "Freddie Mac", yang merupakan perusahaan perumahan yang mengalami kebangkrutan.
Kemudian berlanjut, pada tanggal 11 September 2008, Pemerintah Amerika Serikat berupaya menyelamatkan "Lehman Brothers", yang merupakan perusahaan perbankan terkemuka.
Pada tanggal 17 September 2008, Pemerintah Amerika Serikat berupaya menyelamatkan AIG (American International Group), yang merupakan perusahaan asuransi terkuat yang ternyata terancam bangkrut. Dana yang disiapkan untuk penyelamatan ini adalah 85 milyar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp. 799 triliun.
Akhirnya pada awal Oktober 2008, Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush (manusia terjahat di dunia), mengajukan proposal penyelamatan keuangan Amerika Serikat kepada Parlemen. Tentu saja kemudian proposal ini disetujui oleh Parlemen. Namun ada tiga hal yang dapat dipetik dari fenomena proposal ini, yaitu: Pertama, hal ini merupakan pengakuan dan sekaligus pengumuman bahwa Amerika Serikat sedang mengalami krisis keuangan. Kedua, hal ini berarti Negara Amerika Serikat akan mengeluarkan dana besar untuk penyelamatan krisis keuangan, padahal perang di Afghanistan dan Iraq masih membutuhkan dana yang sangat besar. Ketiga, hal ini berarti kapitalisme dan demokrasi liberal tidak cocok buat rakyat Amerika Serikat, karena berdampak pada pengurangan kesejahteraan, dan kewajiban menyerahkan nyawa atas nama negara di Afghanistan dan Iraq.
Itulah sebabnya, saat ini banyak rakyat Amerika Serikat yang berbondong-bondong menjadi muslim. Kecerdasan mereka yang relatif tinggi, akan lebih mudah menerima nilai-nilai Islam daripada nilai-nilai kapitalisme dan demokrasi liberal.
Terimakasih yaa Allah SWT.
Dan selamat datang di nilai-nilai Islam, saudara-saudaraku warga Amerika Serikat.

Rabu, 03 September 2008

KEJAHATAN INGGRIS PADA UMAT ISLAM

Pertama, di masa kolonial menjajah dan merampas hasil bumi, wilayah-wilayah muslim.
Kedua, mendorong dan membantu berdirinya Negara Israel di Tanah Bangsa Palestina, sejak tahun 1920 sampai berdirinya Negara Israel tahun 1948, dan hingga kini.
Ketiga, mendorong agen Inggris, Kemal Ataturk, menghancurkan Kekhalifahan Islam Ottoman, dan mendirikan Negara Turki yang sekuler.
Keempat, menyediakan London bagi Markas Besar Ahmadiyah Internasional, yang mendirikan Kekhalifahan Islam Palsu, dan merusak atau menodai Islam.
Kelima, membantu Amerika Serikat menjajah Negeri-Negeri Muslim, seperti Afghanistan dan Irak.
Keenam, dan lain-lain

Jumat, 15 Agustus 2008

SELAMAT HUT KEMERDEKAAN

17 Agustus 2008 Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-63. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, karena atas berkat rahmat Allah SWT, maka Bangsa Indonesia dapat mengenyam kemerdekaan. Berdasarkan perspektif sejarah (seperti pesan Ibn Khaldun) maka sejak dahulu hingga kini, musuh kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah: Pertama, Belanda, yang menjajah selama 250 tahun, sambil memurtadkan sebagian Bangsa Indonesia dari nilai-nilai Islam. Hingga kini, Belanda juga masih memusuhi Indonesia, hal ini dibuktikan dengan penolakan mereka mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kedua, Jepang, yang menjajah selama tiga setengah tahun. Namun kekejiannya melampaui kekejian hewan. Lihatlah bagaimana sumberdaya alam dikuras, dan perempuan-perempuan Indonesia dijadikan jugun ianfu (pemuas sex tentara Jepang). Hingga kini, Jepang tetap mengeksploitasi Indonesia sebagai pasar barang-barang mereka.
Ketiga, Inggris, yang menyerang Bangsa Indonesia di Surabaya, dan membawa masuk tentara Belanda ke wilayah Indonesia. Hingga kini, Inggris tetap memusuhi Indonesia, dengan menyebut Indonesia sebagai negara teroris, dan memojokkan muslim Indonesia.
Keempat, Amerika Serikat, yang melalui Konferensi Meja Bundar, berhasil memaksa Indonesia menanggung hutang Belanda sebesar 1,13 miliar dollar Amerika Serikat, yang 42 %-nya adalah anggaran militer yang digunakan Belanda memerangi Indonesia. Amerika Serikat juga pernah mendukung pemberontakan PRRI-Permesta. Hingga kini, seluruh Bangsa Indonesia tahu sikap tidak bersahabat Amerika Serikat (siapapun presidennya).
Kelima, Australia, yang pada tahun 2000-an bersemangat memisahkan Timor-Timur dari Indonesia. Hingga kemudian oposan Timor-Timur, Mayor Alfredo menjelaskan bagaimana berkuasanya Australia di Timor-Timur.
Seluruh sejarah kemerdekaan Indonesia dan sejarah Indonesia kini menunjukkan, bahwa hanya kepada Allah SWT-lah Bangsa Indonesia dapat berharap. Hal ini penting difahami, karena musuh-musuh bangsa mengintai selalu. Bila tidak dapat melakukan konfrontasi langsung, maka musuh-musuh Bangsa Indonesia akan membayar orang-orang Indonesia yang bersedia berkhianat kepada bangsanya.
Oleh karena itu bersabarlah, dan tetaplah berjuang sesuai kemampuan masing-masing, dengan menegakkan nilai-nilai Islam. Bukankah nilai-nilai ini yang diperjuangkan oleh para pahlawan nasional. Semoga Allah SWT meridhai, dan selamat HUT Kemerdekaan...