ABOUT ISLAM

Minggu, 20 Februari 2011

PENOLONG BANGSA PALESTINA

Setiap muslim mengetahui, bahwa penolong Bangsa Palestina adalah Allah SWT. Umat Islam yang ada di seluruh dunia, dan bangsa-bangsa lain yang bersimpati pada Bangsa Palestina hanyalah memiliki kemampuan sebatas ikhtiar manusia dengan segala keterbatasannya, dalam membantu Bangsa Palestina.


Setiap muslim mengetahui, bahwa insyaAllah (bila Allah SWT berkenan) Bangsa Palestina akan dapat mengalahkan Bangsa Israel, yang telah merampok tanah Bangsa Palestina. Tanah Bangsa Palestina telah dirampok oleh Bangsa Israel sejak tahun 1920, yaitu awal pembentukan embrio Negara Israel, yang kemudian diproklamirkan tahun 1948.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak pernah berharap budi baik negara-negara Barat bagi Bangsa Palestina. Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel adalah proyek jahat negara-negara Barat bagi Umat Islam.


Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel diletakkan di atas tanah Umat Islam (Bangsa Palestina), untuk menyakiti, menghinakan, dan melukai Umat Islam. Inggris adalah salah satu Negara Barat, yang membina berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Inggris sangat berpengalaman dalam melukai dan menyakiti Umat Islam sejak awal abad ke-19. Bukankah Mirza Ghulam Ahmad yang menjadi pendiri Ahmadiyah sangat akrab dengan Pemerintah Inggris yang saat itu menjajah India dan Pakistan.


Bukankah setiap muslim mengetahui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya sebagai muslim, seraya menyatakan dirinya sebagai nabi, setelah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hal ini merupakan tindakan penodaan terhadap Agama Islam. Setiap muslim juga mengetahui, bahwa Markas Ahmadiyah Internasional saat ini berada di London, ibukota Negara Inggris.


Setiap muslim mengetahui, bahwa perubahan Turki dari Negara Islam menjadi Negara Sekuler seperti saat ini, merupakan proyek jahat Pemerintah Inggris yang dipersiapkan sejak tahun 1912. Pemimpin revolusi Turki saat itu, adalah orang Turki yang menjadi agen Inggris, yang dididik untuk meruntuhkan khilafah di Turki.


Inggris tidak sendirian dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, Amerika Serikat menjadi negara besar yang juga bersemangat menyakiti dan melukai Umat Islam. Berbekal diplomasi hipokrit (munafik), Amerika Serikat terus menerus mendukung Negara Israel yang didirikan di tanah Bangsa Palestina.


Pembelaan Amerika Serikat terhadap Negara Israel, mudah difahami, karena Amerika Serikat memiliki sejarah perampokan tanah, yang sama dengan Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan Bangsa Yahudi dengan cara merampok tanah Bangsa Palestina. Sementara itu, Amerika Serikat adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Eropa dengan cara merampok tanah Bangsa Indian.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak terkejut, ketika beberapa hari yang lalu Pemerintah Amerika Serikat memveto resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menentang pembangunan Pemukiman Yahudi di atas Tanah Bangsa Palestina. Pembelaan Amerika Serikat terhadap kejahatan Negara Israel, menunjukkan kemampuan Amerika Serikat dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, dan Bangsa Palestina.


Dengan demikian benarlah pandangan Umat Islam, yang sejak awal perjuangan Bangsa Palestina telah mendukung Bangsa Palestina, seraya berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Doa yang disampaikan Umat Islam kepada Allah SWT disertai berbagai ihktiar yang dapat dilakukan, seperti memberi dukungan politik, dan bantuan medis kepada Bangsa Palestina. Dukungan dan bantuan tersebut disertai oleh sikap Umat Islam untuk tidak mengkonsumsi atau menggunakan berbagai produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Tentu saja, semua ikhtiar Umat Islam dalam membantu Bangsa Palestina dilakukan sebatas kemampuan masing-masing. Ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara menggulingkan pemerintahan di negaranya, karena pemerintahan itu mendukung Israel, Amerika Serikat, dan Inggris. Contoh ikhtiar ini terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania.


Walaupun kemudian, Amerika Serikat dan Israel membalas gerakan Umat Islam di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania; dengan mendorong dan mendukung demonstrasi sebagian rakyat Iran, Suriah, dan Libia untuk menentang pemerintahnya yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Pertimbangan Amerika Serikat dan Israel mudah difahami, yaitu kalau mereka kehilangan dukungan dari pemerintah Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania, karena digulingkan oleh rakyat yang anti Amerika Serikat dan Israel. Amerika Serikat dan Israel berharap mendapat dukungan dari pemerintah Iran, Suriah, dan Libia, bila sebagian rakyat yang mendukung Amerika Serikat dan Israel dapat menggulingkan pemerintahan saat ini yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Selain itu, ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara: Pertama, tidak membeli produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan, seperti Umat Islam di Indonesia. Kedua, berdoa dengan sungguh-sungguh, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris; seperti Umat Islam di Indonesia.


Akhir kata, teruslah berjuang saudaraku, Bangsa Palestina, doa kami (Umat Islam) menyertaimu. Percayalah… kekuasaan Allah SWT lebih besar dan lebih kuat dari kekuasaan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, lanjutkan boikot produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan. Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, teruskan berdoa agar Allah SWT berkenan menolong Bangsa Palestina.


Selamat berjuang...

Tidak ada komentar: