ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangsa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Minggu, 20 Februari 2011

PENOLONG BANGSA PALESTINA

Setiap muslim mengetahui, bahwa penolong Bangsa Palestina adalah Allah SWT. Umat Islam yang ada di seluruh dunia, dan bangsa-bangsa lain yang bersimpati pada Bangsa Palestina hanyalah memiliki kemampuan sebatas ikhtiar manusia dengan segala keterbatasannya, dalam membantu Bangsa Palestina.


Setiap muslim mengetahui, bahwa insyaAllah (bila Allah SWT berkenan) Bangsa Palestina akan dapat mengalahkan Bangsa Israel, yang telah merampok tanah Bangsa Palestina. Tanah Bangsa Palestina telah dirampok oleh Bangsa Israel sejak tahun 1920, yaitu awal pembentukan embrio Negara Israel, yang kemudian diproklamirkan tahun 1948.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak pernah berharap budi baik negara-negara Barat bagi Bangsa Palestina. Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel adalah proyek jahat negara-negara Barat bagi Umat Islam.


Setiap muslim mengetahui, bahwa Negara Israel diletakkan di atas tanah Umat Islam (Bangsa Palestina), untuk menyakiti, menghinakan, dan melukai Umat Islam. Inggris adalah salah satu Negara Barat, yang membina berdirinya Negara Israel di tanah Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Inggris sangat berpengalaman dalam melukai dan menyakiti Umat Islam sejak awal abad ke-19. Bukankah Mirza Ghulam Ahmad yang menjadi pendiri Ahmadiyah sangat akrab dengan Pemerintah Inggris yang saat itu menjajah India dan Pakistan.


Bukankah setiap muslim mengetahui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad menyatakan dirinya sebagai muslim, seraya menyatakan dirinya sebagai nabi, setelah Nabi Muhammad SAW. Sehingga hal ini merupakan tindakan penodaan terhadap Agama Islam. Setiap muslim juga mengetahui, bahwa Markas Ahmadiyah Internasional saat ini berada di London, ibukota Negara Inggris.


Setiap muslim mengetahui, bahwa perubahan Turki dari Negara Islam menjadi Negara Sekuler seperti saat ini, merupakan proyek jahat Pemerintah Inggris yang dipersiapkan sejak tahun 1912. Pemimpin revolusi Turki saat itu, adalah orang Turki yang menjadi agen Inggris, yang dididik untuk meruntuhkan khilafah di Turki.


Inggris tidak sendirian dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, Amerika Serikat menjadi negara besar yang juga bersemangat menyakiti dan melukai Umat Islam. Berbekal diplomasi hipokrit (munafik), Amerika Serikat terus menerus mendukung Negara Israel yang didirikan di tanah Bangsa Palestina.


Pembelaan Amerika Serikat terhadap Negara Israel, mudah difahami, karena Amerika Serikat memiliki sejarah perampokan tanah, yang sama dengan Negara Israel. Sebagaimana diketahui, Negara Israel adalah negara yang didirikan Bangsa Yahudi dengan cara merampok tanah Bangsa Palestina. Sementara itu, Amerika Serikat adalah negara yang didirikan oleh Bangsa Eropa dengan cara merampok tanah Bangsa Indian.


Oleh karena itu, setiap muslim tidak terkejut, ketika beberapa hari yang lalu Pemerintah Amerika Serikat memveto resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menentang pembangunan Pemukiman Yahudi di atas Tanah Bangsa Palestina. Pembelaan Amerika Serikat terhadap kejahatan Negara Israel, menunjukkan kemampuan Amerika Serikat dalam menyakiti dan melukai Umat Islam, dan Bangsa Palestina.


Dengan demikian benarlah pandangan Umat Islam, yang sejak awal perjuangan Bangsa Palestina telah mendukung Bangsa Palestina, seraya berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Doa yang disampaikan Umat Islam kepada Allah SWT disertai berbagai ihktiar yang dapat dilakukan, seperti memberi dukungan politik, dan bantuan medis kepada Bangsa Palestina. Dukungan dan bantuan tersebut disertai oleh sikap Umat Islam untuk tidak mengkonsumsi atau menggunakan berbagai produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Tentu saja, semua ikhtiar Umat Islam dalam membantu Bangsa Palestina dilakukan sebatas kemampuan masing-masing. Ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara menggulingkan pemerintahan di negaranya, karena pemerintahan itu mendukung Israel, Amerika Serikat, dan Inggris. Contoh ikhtiar ini terjadi di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania.


Walaupun kemudian, Amerika Serikat dan Israel membalas gerakan Umat Islam di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania; dengan mendorong dan mendukung demonstrasi sebagian rakyat Iran, Suriah, dan Libia untuk menentang pemerintahnya yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Pertimbangan Amerika Serikat dan Israel mudah difahami, yaitu kalau mereka kehilangan dukungan dari pemerintah Tunisia, Mesir, Yaman, dan Yordania, karena digulingkan oleh rakyat yang anti Amerika Serikat dan Israel. Amerika Serikat dan Israel berharap mendapat dukungan dari pemerintah Iran, Suriah, dan Libia, bila sebagian rakyat yang mendukung Amerika Serikat dan Israel dapat menggulingkan pemerintahan saat ini yang anti Amerika Serikat dan Israel.


Selain itu, ada Umat Islam yang membantu Bangsa Palestina dengan cara: Pertama, tidak membeli produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan, seperti Umat Islam di Indonesia. Kedua, berdoa dengan sungguh-sungguh, agar Allah SWT berkenan membebaskan Bangsa Palestina dari kejahatan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris; seperti Umat Islam di Indonesia.


Akhir kata, teruslah berjuang saudaraku, Bangsa Palestina, doa kami (Umat Islam) menyertaimu. Percayalah… kekuasaan Allah SWT lebih besar dan lebih kuat dari kekuasaan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.


Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, lanjutkan boikot produk Israel, Amerika Serikat, dan Inggris sebatas kemampuan. Teruslah berjuang saudaraku, Umat Islam di Indonesia, teruskan berdoa agar Allah SWT berkenan menolong Bangsa Palestina.


Selamat berjuang...

Jumat, 19 November 2010

BANGSA INDONESIA MEMBUTUHKAN NILAI - NILAI ISLAM

Perhatikan media massa, baik cetak maupun elektronik, yang banyak mengungkapkan salah urus dalam mengelola segenap sumberdaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perhatikan berita yang menyebutkan seorang tahanan di sebuah rumah tahanan dapat melenggang ke luar dan piknik ke suatu tempat wisata. Perhatikan berita anggota parlemen yang berkunjung ke luar negeri dengan biaya besar, di saat sebagian rakyat terkena bencana. Perhatikan berita tentang para penegak hukum yang mudah disuap oleh para perusak hukum. Perhatikan saham badan usaha milik negara (rakyat) yang dijual murah. Perhatikan, perhatikan, dan perhatikan, maka sebagai Bangsa Indonesia kita tentu sedih, dan berharap saat-saat memilukan ini segera berakhir.


Sebagai Bangsa Indonesia, kita berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dengan mindset hanya mempertuhankan Allah SWT. Oleh karena itu, mindset ini harus diwujudkan dalam bentuk semangat untuk melawan setiap isme atau faham yang mendurhakai Allah SWT. Wujud kegiatannya berupa ”amar makruf nahi munkar”, dengan menggelar berbagai kegiatan yang mencerahkan, dan menghentikan berbagai kegiatan maksiat.


Sebagai Bangsa Indonesia, kita berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dengan mindset ingin berbakti kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mindset ini harus diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan yang dapat memberi manfaat optimal bagi rakyat, sebagai arahan ”rahmatan lil’alamiin” dari Allah SWT. Tegakkan hukum sebaik-baiknya, jangan jual saham badan usaha milik negara dengan harga murah, dan lain-lain. Jadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 ini sebagai negara yang diberkahi Allah SWT.


Sebagai Bangsa Indonesia, kita berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dengan mindset interaksi sosial yang baik. Oleh karena itu, mindset ini harus diwujudkan dengan sikap saling menghormati antar warga bangsa. Ada semangat untuk bekerjasama dalam hal-hal kebajikan, tetapi menolak bekerjasama dalam hal-hal maksiat. Sinergi antar lembaga tinggi negara hendaknya diarahkan untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.


Sebagai Bangsa Indonesia, kita berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dengan mindset etika yang baik. Oleh karena itu, mindset ini harus diwujudkan dengan berbagai kegiatan yang memuliakan manusia. Sudah saatnya warga miskin mendapat perhatian utama, agar mereka dapat keluar dari kemiskinannya. Indikatornya jelas, yaitu menurunnya jumlah keluarga miskin di Indonesia dari tahun ke tahun.


Sebagai Bangsa Indonesia, kita berharap Negara Kesatuan Republik Indonesia dikelola dengan mindset perilaku yang baik. Oleh karena itu mindset ini harus diwujudkan dalam perilaku yang mencerminkan bangsa yang mempertuhankan Allah SWT, berbakti kepadaNya, berinteraksi dengan baik, dan memiliki etika yang baik. Dengan demikian Allah SWT akan berkenan mencurahkan berkahnya. Jadikan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang layak diberkahi Allah SWT.


Akhirnya tiada kesimpulan lain, selain kesimpulan bahwa Bangsa Indonesia membutuhkan nilai-nilai Islam, yang antara lain terdiri dari aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak. Bangsa Indonesia membutuhkan aqidah agar memiliki mindset hanya mempertuhankan Allah SWT. Bangsa Indonesia membutuhkan ibadah agar memiliki mindset ingin berbakti kepada Allah SWT. Bangsa Indonesia membutuhkan muamallah agar memiliki mindset interaksi sosial yang baik. Bangsa Indonesia membutuhkan adab agar memiliki mindset etika yang baik. Bangsa Indonesia membutuhkan akhlak agar memiliki mindset perilaku yang baik.

Kamis, 04 November 2010

NASEHAT BUAT BANGSA INDONESIA

Assallamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ini, Gunung Merapi kembali meletus. Awan panasnya menjangkau radius 15 kilometer. Oleh karena itu wilayah rawan bencana ditetapkan mencapai radius 20 kilometer. Berita Gunung Merapi bukanlah berita bencana satu-satunya. Wasior di Papua Barat dan Mentawai di Sumatera Barat juga menjadi berita bencana beberapa hari ini.

Memperhatikan segenap bencana tersebut, sudah saatnya Bangsa Indonesia kembali introspeksi diri. Sudah saatnya Bangsa Indonesia lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Tidak boleh ada lagi sebagian Bangsa Indonesia yang fasik dan munafik. Perbaiki setiap kekeliruan yang pernah dilakukan, agar Allah SWT berkenan melindungi bangsa ini.

Tidak boleh ada lagi sebagian bangsa ini yang menghina dan meremehkan nilai-nilai Islam. Tidak boleh ada lagi cemooh dan cibiran terhadap mereka yang ingin mempraktekkan nilai-nilai Islam dalam hidupnya. Kini saatnya Bangsa Indonesia lebih menghormati para ulama (kiai, ustadz, dan tuan guru). Jangan lagi memperlakukan para ulama dengan perlakuan yang tidak memperlihatkan rasa hormat pada mereka.

Belajarlah dari keruntuhan Orde Lama yang pernah memenjarakan Buya Hamka. Belajarlah pula dari keruntuhan Orde Baru yang pernah memenjarakan Habib Husein Al Habsyi. Oleh karena itu, Orde Reformasi yang didukung oleh segenap Bangsa Indonesia, jangan lagi memenjarakan ulama. Berbaik-baiklah dengan ulama, dan jika terdapat perbedaan konsepsi mensejahterakan bangsa dengan para ulama, maka berdiskusilah.

Dengan demikian, perkenankan saya menyarankan, agar sudilah kiranya Kepolisian Republik Indonesia yang saya cintai membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba'asyr yang juga saya cintai. Sebagai muslim Indonesia saya mencintai Kepolisian Republik Indonesia sebagai garda terdepan pemelihara keamanan di Indonesia. Sebagai muslim Indonesia saya juga mencintai Ustadz Abu Bakar Ba'asyr sebagai ulama Indonesia.

Demikian harapan saya, di mana harapan yang sama juga saya haturkan pada Bapak Presiden Republik Indonesia sebagai pemimpin Bangsa Indonesia, agar berkenan mendorong hal yang saya sarankan. Semoga Allah SWT berkenan atas segenap ikhtiar Bangsa Indonesia dalam beribadah kepada Allah SWT dan rahmatan lil'alamiin. Semoga bangsa ini dapat mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan, ... amin.

Wassallamu'alikum Wr. Wb.

Sabtu, 18 Juli 2009

MENENTANG TINDAKAN PEMBOMAN DI JAKARTA

Allah SWT dalam QS.5:32 menyatakan, bahwa Ia (Allah SWT) menentang pembunuhan seorang manusia secara semena-mena, secara keji, atau secara serampangan. Allah SWT mengatakan, bahwa seseorang yang membunuh seorang manusia lainnya, sesungguhnya identik dengan membunuh manusia seluruhnya. Para pembunuh ini sesungguhnya telah membunuh kemanusiaan manusia, dan merusak tatanan harmoni sosial manusia, yang didorong oleh nilai-nilai Islam untuk ditegakkan di alam semesta. Islam menyebutnya dengan istilah "Rahmatan lil' Alamiin".
Oleh karena itu, Umat Islam menentang tindakan pemboman di Jakarta, yang menimpa Ritz Carlton Hotel, dan J.W. Marriot Hotel pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 2009, sehingga mengakibatkan 8 orang tewas, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Umat Islam juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri untuk tidak saling fitnah, dengan memberi kesempatan jajaran Kepolisian Republik Indonesia melakukan investigasi secara sistematis dan menyeluruh.
Himbauan Umat Islam ini menjadi sesuatu yang penting, karena sebagaimana terjadi pada umumnya, pada kasus-kasus terorisme semacam ini Umat Islam-lah yang paling dirugikan, karena akan menjadi sasaran fitnah yang sistematis dan menyeluruh. Biasanya kasus-kasus pemboman semacam ini akan menjadi titik masuk, bagi mereka yang anti Islam untuk menghujat nilai-nilai Islam. Padahal nilai-nilai Islam adalah seperangkat nilai yang mampu mengharmonisasi antara aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.
Dengan demikian dapatlah diyakini, bahwa para teroris ini adalah juru fitnah yang gemar merancang fitnah terhadap Islam. Para teroris ini, meskipun kerapkali menyebut diri membela Islam, namun sesungguhnya lebih banyak membuktikan diri sebagai memusuhi Islam, dengan memberi pintu masuk pada Islamophobi untuk menghujat Islam.
Hal inilah yang seharusnya menjadi kewaspadaan Umat Islam, dan lebih memperkuat kesungguhannya, dalam mendukung terciptanya stabilitas nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangun terus komunikasi dengan para pihak, baik secara personal, komunal, maupun institusional agar tercipta stabilitas nasional. Semoga Allah SWT berkenan melindungi Bangsa Indonesia dari gelapnya fitnah di era destabilisasi dunia saat ini.

Minggu, 25 Januari 2009

KONSTITUSI BERBASIS ISLAM

Bangsa Indonesia bersyukur pada Allah SWT, karena Ia berkenan mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia, yaitu mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia membentuk konstitusi (Undang-Undang Dasar Tahun 1945) , yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Dalam konstitusi ini, Bangsa Indonesia menyatakan diri memperTuhankan Allah SWT, dan menyebutNya sebagai Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Esa. Bangsa Indonesia faham, bahwa sesuatu tidak akan Maha Kuasa bila tidak Maha Esa. Dengan kata lain hanya yang Maha Esa saja yang Maha Kuasa.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini saya kutipkan "Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945", sebagai berikut:
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat sentausa, mengantarkan Rakyat Indonesia, ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah, yang Maha Kuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka Rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia, yang melindungi segenap Bangsa Indonesia, dan seluruh Tumpah Darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan Rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Kamis, 15 November 2007

PENTINGNYA SENSOR FILM

Baru-baru ini beberapa artis film dan sutradara mengajukan gugatan terhadap keberadaan sensor film di Indonesia. Hal yang mereka lakukan ini, secara jelas menggambarkan kepentingan mereka, yaitu kebebasan berekspresi tanpa memperdulikan dampak buruknya bagi Bangsa Indonesia. Mereka biasanya memang tidak perduli dengan upaya memperbaiki akhlak Bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, setiap muslim perlu menolak upaya mereka. Sudah selayaknya setiap muslim memperhatikan firman Allah SWT, sebagai berikut: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq (yang mendurhakai Allah) dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakai suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS.49:6).
Sensor film merupakan suatu mekanisme penting dalam perfilman Indonesia, yang akan menjadi mekanisme pengaman bagi perlindungan akhlak Bangsa Indonesia. Jika saat ini sensor film dipandang belum memadai dalam menjaga akhlak bangsa, maka sudah seharusnya ia diperkuat, dan bukannya malah diberangus.
Tanpa sensor film yang kuat, maka para artis film Indonesia tidak berhak menyebut diri sebagai seniman. Mereka seharusnya menyebut diri sebagai penjaja aurat, karena yang mereka hasilkan bukan karya seni, melainkan penjajaan aurat. Jika ini terjadi, maka sudah sewajarnya bila setiap muslim menganggap penjaja aurat ini sebagai beban bangsa, karena membebani bangsa dengan kerusakan akhlak.