ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Palestina.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palestina.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Sabtu, 14 Agustus 2010

ADZAB BAGI ARIEL SHARON

Ariel Sharon lahir dari keluarga Yahudi di Palestina tahun 1928, yang saat itu dijajah oleh Inggris. Sesuai dengan sifat perusak yang dianutnya, Pemerintah Inggris memiliki program memasukkan warga Yahudi sebanyak-banyaknya ke wilayah Palestina sejak tahun 1920. Akibatnya, berbondong-bondong warga Yahudi memasuki Palestina dan secara sistematis berhasil mengusir warga Palestina dari beberapa wilayah Palestina.

Pada saat berusia 14 tahun Ariel Sharon bergabung dalam “Hagana”, sebuah organisasi militer Bangsa Yahudi yang berupaya mengusir warga Palestina dari tanah Palestina melalui berbagai tindakan teror dan pembunuhan. Hagana inilah yang dikemudian hari menjadi inti kekuatan Tentara Israel.

Tahun 1953 Ariel Sharon menjadi Komandan Kesatuan 101 Tentara Israel yang bertugas mengusir warga Palestina dari desa-desa dan kota-kota Palestina, dengan tindak biadab sebagai berikut:

Pertama, Agustus 1953 Ariel Sharon memimpin pasukannya membantai warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) di Kamp Pengungsi Al Buraij, Gaza.

Kedua, Oktober 1953 Ariel Sharon memimpin pasukannya membantai warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) di Desa Qibya.

Ketiga, tahun 1956 Ariel Sharon bergabung dengan Tentara Inggris dan Perancis yang membantai warga Sudan yang sedang bekerja membangun jalan di Mesir.

Keempat, tahun 1967 Ariel Sharon menjabat Komandan Tentara Israel Wilayah Selatan, yang bertugas membantai warga Palestina di Palestina Bagian Selatan. Saat itulah terjadi penghancuran desa-desa dan kota-kota Palestina (termasuk Jalur Gaza) oleh pasukan Ariel Sharon, serta pembantaian terhadap warga Palestina. Termasuk dalam hal ini, mengusir 17 ribu warga Palestina dari desa-desa dan kota-kota Palestina dan memaksa mereka mengungsi ke Yordania.

Kelima, pada 16 September 1982 pasukan Ariel Sharon mengepung Kamp Pengungsi Shabra dan Shatila yang berada di wilayah Libanon, kemudian memfasilitasi Tentara Libanon Selatan (South Lebanon Army) yang non muslim dan anti Palestina untuk membantai warga Palestina. Akibatnya 12 ribu warga Palestina (terutama wanita dan anak-anak) tewas.

Keenam, pada tahun 2000 Ariel Sharon dengan sombongnya memasuki Masjid Al Aqsa dengan dikawal dua ribu Polisi dan Tentara Israel. Tindakan ini dilakukan untuk menunjukkan pada dunia, bahwa Israel adalah penguasa atas Masjid Al Aqsa.

Ketujuh, pada tahun 2001 Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri Israel, yang salah satu tindak biadabnya adalah menyerang desa-desa dan kota-kota Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan tujuan membantai warga Palestina dan infrastruktur Palestina. Kebiadaban Ariel Sharon terus menerus berlangsung, selama ia menjabat sebagai Perdana Menteri Israel.

Kebiadabannya baru terhenti, ketika Allah SWT berkenan membuatnya koma pada tanggal 4 Januari 2006 akibat stroke berat.

Sejak terkena stroke, awalnya Ariel Sharon dirawat di Rumah Sakit Hadasa di Israel, namun kemudian dipindah ke Rumah Sakit Syaiba di Israel. Beberapa dokter rumah sakit memberitakan, bahwa Ariel Sharon mengalami pembusukan organ tubuh secara akut. Akibatnya otaknya mengalami penyumbatan, yang berakibat pada kelumpuhan. Sampai saat ini (tahun 2010), Ariel Sharon masih hidup di rumah sakit dalam keadaan organ tubuh terus membusuk, dan koma.

Dengan demikian sejak 4 Januari 2006 sampai dengan saat ini, atau telah 5 tahun Ariel Sharon mengalami adzab Allah SWT di dunia, yang berupa pembusukan organ tubuh secara terus menerus. Dalam menghadapi adzab Allah SWT di dunia ini, Ariel Sharon hanya dapat koma dan lumpuh tak berdaya. Namun adzab Allah SWT bukanlah hanya di dunia ini, dalam berbagai firmanNya di Al Qur’an, Allah SWT menjanjikan adzab yang lebih pedih di akherat.

Allah SWT berfirman, “Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami (Allah) kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka, hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka disediakan adzab yang menghinakan” (QS.3:178).

Dengan demikian, umat manusia mengetahui bahwa Allah SWT menghentikan kebiadaban Ariel Sharon melalui serangan stroke dan pembusukan organ tubuh pada tahun 2006 hingga saat ini (2010). Umat manusia saat ini, memang belum mengetahui tindakan Allah SWT di dunia terhadap George Walker Bush yang telah membantai jutaan warga Afghanistan (tahun 2002) dan warga Iraq (tahun 2003). Umat manusia juga belum mengetahui tindakan Allah SWT terhadap manusia-manusia dzalim yang saat ini gemar melecehkan dan menghina Umat Islam.

Semoga, Allah SWT berkenan memperlihatkan tindakanNya di dunia …

Khusus bagi Bangsa Indonesia, ”Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2010, Semoga Allah SWT Berkenan Meridhai...”

Sabtu, 08 Agustus 2009

BERTERIMAKASIH PADA POLRI

Dalam satu hari ini, beberapa stasiun televisi memberitakan keberhasilan POLRI (Kepolisian Republik Indonesia), khususnya Detasemen Khusus 88 Anti Teror, dalam menangkap dan menembak mati teroris di Bekasi dan Temanggung. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia selayaknya bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih pada POLRI.
Satu hal yang patut difahami adalah, bahwa nilai-nilai Islam tidak mengajarkan terorisme. Nilai-nilai Islam mengajarkan dua hal, yaitu: Pertama, setiap manusia haruslah beribadah kepada Allah SWT. Kedua, setiap manusia haruslah dapat memberi manfaat bagi alam semesta.
Peperangan atau perlawanan bersenjata, barulah diijinkan bagi setiap muslim di suatu wilayah, hanya bila mereka diserang secara fisik (serangan bersenjata) sebagaimana yang terjadi di Palestina, Iraq, dan Afghanistan. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia selayaknya mendukung perjuangan para pejuang muslim di Palestina, Iraq, dan Afghanistan.
Sudah selayaknya, Umat Islam Indonesia terus menerus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jangan terkecoh dengan fitnah yang ditujukan kepada Umat Islam Indonesia. Nilai-nilai Islam merupakan nilai-nilai kebenaran, yang baik buat manusia, karena akan secara benar mampu memartabatkan manusia.
Alhamdulillahi rabbil'alamiin.
Terimakasih Kepolisian Republik Indonesia, semoga Allah SWT selalu berkenan memberi petunjuk dan hidayahNya kepada Kepolisian Republik Indonesia.
Wassallamu'alaikum Wr. Wb.