ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

ADZAB ALLAH SWT UNTUK POLISI MALAYSIA

Assallamu'alaikum Wr. Wb.



Sahabat-Sahabatku yang baik hatinya, pada kesempatan ini marilah kita berdoa agar Allah SWT berkenan mengadzab polisi Malaysia, yang berbuat dzalim kepada TKI (Tenaga Kerja Indonesia), baik TKI yang laki-laki maupun TKI yang wanita (TKW atau Tenaga Kerja Wanita). Doa ini penting untuk mengurangi jumlah polisi Malaysia yang berbuat dzalim. Termasuk dalam doa ini adalah para pimpinan dan tokoh Malaysia yang mengabaikan kedzaliman polisi Malaysia terhadap TKI.

Kita (Bangsa Indonesia) sudah berulang-kali mendengar tentang penembakan semena-mena yang dilakukan polisi Malaysia terhadap TKI yang menewaskan banyak TKI, dan kita juga sudah berulang-kali mendengar perkosaan yang dilakukan polisi Malaysia terhadap TKW. Oleh karena itu marilah dengan segenap kerendahan hati di haribaan Allah SWT, kita memohon agar Allah SWT berkenan menurunkan adzabnya pada polisi Malaysia, dan para pimpinan serta tokoh Malaysia yang mengabaikan kedzaliman polisi Malaysia terhadap TKI.

 Semoga Allah SWT berkenan mengabulkan doa kita ini.....

...

Minggu, 03 April 2011

PBB: PECUNDANG BANGSA - BANGSA

Ketika duduk di Sekolah Dasar diajarkan kepada kita, bahwa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) adalah organisasi perhimpunan berbagai bangsa atau negara, yang didirikan dengan tujuan menciptakan perdamaian dunia, menegakkan hak asasi manusia, dan mensejahterakan bangsa-bangsa.


Ternyata semua yang diajarkan ketika duduk di Sekolah Dasar merupakan promosi, advertorial atau iklan Barat, bagi seluruh dunia. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun tidak tergabung dalam NATO (North Atlantic Treaty Organization); telah meracuni masyarakat dunia dengan berbagai promosi, advertorial, atau iklan tentang keindahan PBB.


Faktanya, PBB dalam Bahasa Indonesia lebih dapat dimaknai sebagai Pecundang Bangsa – Bangsa, yang setara dengan terminologi Bahasa Inggris, UNO (Un-identified Nations Organization) atau Organisasi Bangsa – Bangsa Tak Jelas.


Fakta ini dibentuk oleh berbagai data yang menunjukkan, bahwa negara-negara anggota PBB adalah negara-negara yang selalu dipecundangi (dibodohi) oleh Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kondisi Amerika Serikat yang saat ini sedang dijajah oleh Bangsa Yahudi (Israel), menjadikan PBB tak lebih dari sekedar alat Pemerintah Israel, yang menggerakkan tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Selanjutnya ketiga negara ini (Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis) menggerakkan seluruh anggota PBB agar tunduk pada kepentingan Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, yang tidak lain merupakan perpanjangan tangan kepentingan Pemerintah Israel.


Fakta ini tidak mengesampingkan, data bahwa ada sebagian kecil warga Yahudi, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis yang mencintai perdamaian; dan menentang sepak terjang bengis pemerintahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi dan kesiapan hidup berdampingan secara damai pada warga pecintai damai. Perlawanan yang tegas dan terus menerus (sepanjang masa) hanya diberikan kepada Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS.114 dan QS.2:120 komunitas pemerintah dzalim yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO ini, layak disebut “Komunitas Iblis Internasional”, yang dalam terminologi yang lebih sederhana disebut dengan istilah “Barat”.


Tepatnya, “Barat” adalah “Komunitas Iblis Internasional”, yang terdiri dari Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO. Barat adalah pihak yang selama ini mengendalikan PBB atau UNO, dan menjadikannya sebagai organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Sebagai contoh, lihatlah dukungan PBB atau UNO dalam kejahatan Barat di Palestina, Afghanistan, Iraq dan Libia.


Fakta terakhir (awal tahun 2011), resolusi PBB tentang Libia, memberi jalan bagi Barat untuk menguasai minyak Libia dengan cara mengadu-domba Bangsa Libia. Agen Barat yang berada di lingkaran Moamar Khadafi membujuk Khadafi agar emosional dan kejam kepada para demonstran di awal tahun 2011. Sebaliknya, agen Barat yang hidup di antara rakyat Libia dalam bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) binaan Barat, membujuk dan mempersenjatai sebagian rakyat agar melawan Moamar Khadafi.


Akhirnya, pecahlah perang saudara antara Pemerintah Libia yang dikelompokkan sebagai pro Khadafi, dengan sebagian rakyat Libia yang anti Khadafi yang dikelompokkan sebagai oposisi. Dengan harapan mendapat konsesi minyak dari kelompok oposisi, selanjutnya Barat mendukung oposisi dan menyerang kota-kota yang berada di dalam kendali Pemerintah Libia.


Akibatnya, banyak korban tewas baik dari kelompok pro Khadafi maupun dari kelompok oposisi, sebagai “pintu masuk” penguasaan Barat atas minyak Libia yang berlimpah. Tepatnya ribuan Umat Islam Libia tewas dalam konflik Libia, di mana kejadian ini sangat menggembirakan Barat sebagai Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.114 dan QS.2:120).


Fakta adu domba Barat di Libia, bukanlah fakta tanpa data, karena pada akhir Maret 2011 muncul bukti awal, berupa membelotnya Menteri Luar Negeri, Moussa Koussa, ke Inggris. Patut difahami data ini mirip dengan Menteri Penerangan Iraq di masa Saddam Husein, yang ternyata adalah agen Barat yang ditanam di lingkaran Saddam Husein, untuk menjerumuskan Saddam Husein agar masuk skenario Barat (menyerang Kuwait).


Sementara itu, dalam konteks oposisi Libia, bukti awal menunjukkan bahwa persiapan gerakan bersenjata telah dilakukan atas dukungan Barat, jauh-jauh hari sebelum demonstrasi menuntut mundurnya Moamar Khadafi. Dengan demikian perang saudara di Libia merupakan skenario Barat, untuk menjadi pintu masuk intervensi, penjajahan, dan penguasaan atas minyak Libia.


Inilah fakta tentang proses diubahnya PBB atau UNO menjadi organisasi Pecundang Bangsa – Bangsa, atau Un-identified Nations Organization. Berbeda dengan fakta di Libia di mana PBB nampak “responsive”, sebaliknya di Gaza (Palestina) PBB tidak mampu menekan Pemerintah Israel yang membombardir Gaza dengan pesawat udara, padahal Pemerintah Israel (Bangsa Yahudi) telah merampok Tanah Palestina dan berbuat dzalim terhadap Bangsa Palestina sejak tahun 1920.


Bahkan PBB, Amerika Serikat dan Inggris mendukung berdirinya Negara Israel di atas Tanah Palestina pada tahun 1948. Selanjutnya Amerika Serikat dan Inggris terus menerus mendukung Pemerintah Israel yang melakukan tindakan biadab terhadap Bangsa Palestina hingga saat ini (tahun 2011).


Bagi Umat Islam Dunia, keberadaan Negara Israel merupakan monumen hidup tentang Bangsa Yahudi yang dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (Bangsa Palestina). Keberadaan Negara Israel yang dzalim, dan biadab terhadap Bangsa Palestina merupakan bukti nyata relevansi ayat-ayat Al Qur’an hingga akhir zaman.


Banyak firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang menjelaskan dengan terang benderang tentang sifat Bangsa Yahudi (pendiri Negara Israel) yang gemar berdusta kepada Allah SWT, serta gemar berbuat dzalim, dan biadab terhadap bangsa lain (misal: Bangsa Palestina).


Sejarah menunjukkan, bahwa Bangsa Yahudi yang merupakan bangsa budak di masa Fir’aun (Raja Mesir masa lalu) mengalami “sindrom budak” atau “slave syndrome”, yang berakibat munculnya sifat gemar menyiksa (misal: terhadap Bangsa Palestina) dan gemar memperbudak bangsa lain (misal: terhadap Bangsa Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis).


Belajar dari tipu daya Barat (Komunitas Iblis Internasional) di Palestina, Afghanistan, Iraq, dan Libia; maka Bangsa Indonesia harus berhati-hati. Bangsa Indonesia perlu berhati-hati terhadap sepak terjang dan tipu daya Pemerintah Israel, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan para sekutunya baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam NATO, yang menggunakan PBB sebagai kendaraan utamanya.


Jangan lupa, Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia juga pernah dan sampai saat ini masih diupayakan untuk diadu domba oleh Barat. Jika Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia berperang, maka yang rugi adalah kedua bangsa ini dan Umat Islam Dunia, sedangkan yang mengambil keuntungan adalah Barat.


Waspadalah… waspadalah… waspadalah…

Kamis, 27 Agustus 2009

MUSLIM INDONESIA DAN MUSLIM MALAYSIA TETAP KOMPAK

Dalam beberapa minggu ini "Operasi Adu Domba" antara Indonesia dengan Malaysia relatif lebih gencar dari biasanya. Setelah oknum Tentara Diraja Malaysia dengan menggunakan kapal laut memprovokasi Tentara Nasional Indonesia, yang berada di perairan Blok Ambalat; kini giliran sebuah production house (swasta) Malaysia memproduksi dan mengedarkan sebuah iklan kunjungan wisata ke Malaysia, dengan menjadikan seolah-olah ikon budaya Indonesia (wayang kulit, batik, keris, dan tari pendet) adalah hasil karya Malaysia. Sesungguhnya "Operasi Adu Domba" ini telah berlangsung sejak tahun 2000, dalam bentuk beraneka-ragam kegiatan jahat.
Alhamdulillahi Rabbil'alamiin, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia berhasil mengatasi "Operasi Adu Domba" ini dengan cerdas. Kedua pemerintahan selalu menyelesaikan ekses kegiatan jahat pihak ketiga ini, dengan cara-cara yang bermartabat, dan saling memartabatkan satu sama lain. Demikian pula Umat Islam atau muslim di kedua negara, selalu mensikapi kegiatan jahat (adu domba) ini dengan kepala dingin. Muslim Indonesia berupaya menahan diri, untuk tidak terlalu memojokkan Pemerintah Malaysia, yang sedang sibuk menghadang juru fitnah yang ada di Malaysia. Demikian pula halnya dengan Pemerintah Indonesia yang sedang melakukan hal yang sama di Indonesia.
Sesungguhnya Muslim Indonesia dan Muslim Malaysia mempunyai tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT, dan rahmatan lil'alamiin. Ukhuwah Islamiah telah mengikat Muslim Indonesia dengan Muslim Malaysia, dengan mengubah sumber konflik menjadi sumber energi. Beberapa keluarga Muslim Malaysia mempekerjakan Muslim Indonesia di perusahaan dan/atau di dalam rumah mereka secara bermartabat. Sementara Muslim Indonesia sangat senang dapat bekerja di Malaysia, karena selain mendapat penghasilan yang memadai, mereka juga merasa senang karena dapat bekerja dengan saudara semuslimnya, yaitu Muslim Malaysia.
Fenomena ini tentu tidak menyenangkan pihak-pihak yang menginginkan Muslim Indonesia dengan Muslim Malaysia berperang. Tetapi Muslim Indonesia dan Muslim Malaysia tetap kompak.

Kamis, 12 Juni 2008

WASPADAI PROVOKASI

Umat Islam di Indonesia hendaknya tetap mewaspadai upaya kekuatan asing, melalui agennya di Indonesia, yang terus menerus memprovokasi agar terjadi konflik berdarah di Indonesia. Oleh karena itu Umat Islam di Indonesia harus bersungguh-sungguh berupaya menahan diri, agar tidak bersikap emosional dalam bertindak. Tidak boleh terjadi konflik berdarah, antar Umat Islam.
Sementara itu, dalam konteks berbangsa dan bernegara, sudah saatnya Umat Islam di Indonesia sungguh-sungguh menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Jika kurang puas dengan suatu substansi hukum, maka tidak boleh melakukan tindakan melanggar hukum. Sebaliknya harus sungguh-sungguh mencari solusi dalam jalur hukum, dan tidak melanggarnya.
Sudah saatnya Umat Islam di Indonesia memperjuangkan sesuatu yang diyakininya dengan cara-cara elegan. Hal ini penting, agar emosionalitas Umat Islam di Indonesia tidak dimanfaatkan oleh kekuatan asing.
Selain itu, seharusnya Umat Islam di Indonesia juga dapat belajar dari kasus Iraq-Kuwait. Ketika pemerintah dan rakyat Kuwait di provokasi oleh kekuatan asing untuk mengganggu Iraq. Akibatnya Iraq yang terprovokasi oleh gangguan Kuwait, segera menyerang Kuwait. Selanjutnya dengan alasan menyelamatkan Kuwait, maka negara-negara Barat menyerang dan merusak Iraq (Perang Teluk Pertama).
Selanjutnya dengan disertai pencitra-burukan Iraq secara terus menerus, maka negara-negara Barat mencari-cari alasan untuk menyerang Iraq. Terjadilah Perang Teluk Kedua, antara Iraq dengan negara-negara Barat (yang menyebut diri negara-negara koalisi). Hasilnya Iraq dijajah oleh Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Barat lainnya.
Dalam konteks kekinian, inilah yang berpeluang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Agen Barat di Malaysia berupaya menyuap Tentara Diraja Malaysia agar memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. Tujuannya jelas, yaitu untuk memprovokasi Pemerintah (Tentara Nasional Indonesia) agar menyerang Malaysia. Bila hal ini terjadi, maka Barat akan senang karena yang berperang adalah dua saudara serumpun, yang masing-masing penduduknya sebagian besar beragama Islam.
Jika Iraq dapat dihancurkan dengan mengumpankan Kuwait, bukan tidak mungkin Indonesia akan dihancurkan dengan mengumpankan Malaysia. Bila Indonesia dan Malaysia berperang, maka kedua-keduanya akan hancur, kedua bangsa ini akan sengsara.
Oleh karena itu, sudah selayaknya Umat Islam di Indonesia dan Malaysia bersatu, untuk menepis skenario Barat memperhadapkan Indonesia dengan Malaysia. Sudah saatnya Umat Islam di Malaysia mengingatkan pemerintahnya agar tidak lagi mengambil wilayah Indonesia. Bila, pemerintah dan masyarakat Indonesia telah mengalah untuk kasus Pulau Sipadan dan Ligitan, maka tidak boleh hal-hal seperti ini terulang lagi. Bukankah Allah SWT telah berpesan, agar manusia tidak mendzalimi manusia lainnya.
Sementara itu, Umat Islam di Indonesia perlu terus menerus mendukung pemerintahnya, agar tetap dapat menahan diri, agar tidak menyerang Malaysia. Bukankah lebih baik menyelesaikan persoalan secara damai, sambil mengingatkan pemerintah dan masyarakat Malaysia agar mencegah tindakan warganya yang akan memprovokasi terjadinya konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Semoga Allah SWT merahmati pemerintah dan masyarakat Indonesia dan Malaysia. Amiin....