ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label dzalim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dzalim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2009

KEDZALIMAN PEMERINTAH ISRAEL

Sejak awal Juli 2009, Pemerintah Israel yang dzalim dan yang telah merampok tanah Palestina untuk mendirikan Negara Dzalim Israel, telah melakukan program yang keji terhadap rakyat Palestina. Program tersebut berupa pengusiran rakyat Palestina dari setiap jengkal tanah, yang berhasil dirampok oleh Pemerintah Israel.
Dalam konteks kekinian, nampak bahwa sangat sulit menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina yang ditindas dan didzalimi oleh Pemerintah Israel. Hal ini dikarenakan Pemerintah Israel mendapat dukungan kuat dari Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120), yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan lain-lain.
Namun demikian Umat Islam hendaknya tidaklah berputus-asa, tetaplah berdoa, agar rakyat Palestina mampu menegakkan keadilan bagi diri mereka sendiri di Tanah Palestina, karena Allah SWT telah berfirman:
"Orang-orang kafir berkata berkata kepada Rasul-Rasul mereka, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu (para Rasul dan pengikutnya, termasuk pengikut Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Bangsa Palestina) dari negeri kami (misal: Israel), atau kamu kembali kepada agama kami (misal: Yahudi)." Maka Allah mewahyukan kepada mereka (para Rasul, yang kemudian tercatat dalam Al Qur'an), "Kami (Allah) pasti akan membinasakan orang-orang yang dzalim itu (misal: Pemerintah Israel), dan Kami pasti akan menempatkan kamu (orang-orang saleh, misal: Palestina) di negeri-negeri itu, sesudah mereka (orang-orang kafir, misal: Pemerintah Israel). Yang demikian itu disampaikan sebagai penyemangat bagi orang-orang yang takut kepadaKu dan ancamanKu" (lihat QS.14:13-14).

Jumat, 05 Juni 2009

TIPUDAYA PEMERINTAH PAKISTAN

Tanggal 8 Mei 2009 Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Riza Gillani, mengumumkan dimulainya perang melawan Taliban (Pejuang Muslim Afghanistan) di Lembah Swat (perbatasan Pakistan dengan Afghanistan). Sang Perdana Menteri yang dzalim ini beralasan, bahwa perang ini dilakukan demi kehormatan bangsa dan rakyat Pakistan.
Inilah tipudaya Pemerintah Pakistan yang telah diketahui oleh mayoritas Umat Islam di seluruh dunia. Demikian pula halnya dengan rakyat Pakistan, yang sesungguhnya faham tentang tipudaya pemerintahnya, tetapi tidak berani bicara, karena takut ditangkap.
Mayoritas Umat Islam di seluruh dunia faham, bahwa kejahatan Pemerintah Pakistan ini dilakukan untuk membela kepentingan Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120), yang terdiri dari NATO (North Atlantic Treaty Organization) dan Amerika Serikat, yang sedang mengalami kekalahan di Afghanistan, karena adanya perjuangan yang ulet dan bersemangat dari Pejuang Muslim Afghanistan.
Allah SWT menjelaskan, "Barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka jahanam, ia (pembunuh tersebut) akan kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutuknya, dan menyediakan adzab yang pedih baginya" (QS.4:93).
Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata, "Mencaci seorang mukmin adalah kefasiqan, dan membunuhnya adalah kekufuran" (HR: Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Muhammad SAW juga pernah berkata, "Sesungguhnya sesudahku, akan ada para pemimpin. Siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kedzaliman mereka, maka ia bukan bagian dari golongan ku (Rasulullah Muhammad SAW). Aku (Rasulullah Muhammad SAW) bukan bagian dari golongannya, dan ia tidak akan merasakan kenikmatan telaga (surga). Sebaliknya, siapa saja yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu kedzaliman mereka, maka ia termasuk golonganku. Akupun termasuk golongannya, dan ia akan merasakan kenikmatan di telaga (surga) bersamaku" (HR: An Nasai).
Pada kesempatan lain, Rasulullah Muhammad SAW pernah berkata, "Ingatlah, demi Allah, apakah kalian sungguh-sungguh akan melakukan amar makruf nahi munkar, serta menghalangi tangan orang-orang dzalim, lalu menariknya pada kebenaran, dan menjaganya agar tetap di atas kebenaran? Ataukah kalian senang bila Allah membiarkan hati sebagian kalian membenci sebagian yang lain? Sungguh, bila seperti demikian itu (membenci muslim dan senang berbuat dzalim), maka Allah akan mengutuk kalian, sebagaimana Allah telah mengutuk Bani Israil" (HR: Abu Dawud).
Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesabaran pada Pejuang Muslim Afghanistan, dalam menghadapi Komunitas Iblis Internasional (NATO dan Amerika Serikat) yang sekarang dibantu Pemerintah Pakistan...

Kamis, 12 Juni 2008

WASPADAI PROVOKASI

Umat Islam di Indonesia hendaknya tetap mewaspadai upaya kekuatan asing, melalui agennya di Indonesia, yang terus menerus memprovokasi agar terjadi konflik berdarah di Indonesia. Oleh karena itu Umat Islam di Indonesia harus bersungguh-sungguh berupaya menahan diri, agar tidak bersikap emosional dalam bertindak. Tidak boleh terjadi konflik berdarah, antar Umat Islam.
Sementara itu, dalam konteks berbangsa dan bernegara, sudah saatnya Umat Islam di Indonesia sungguh-sungguh menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Jika kurang puas dengan suatu substansi hukum, maka tidak boleh melakukan tindakan melanggar hukum. Sebaliknya harus sungguh-sungguh mencari solusi dalam jalur hukum, dan tidak melanggarnya.
Sudah saatnya Umat Islam di Indonesia memperjuangkan sesuatu yang diyakininya dengan cara-cara elegan. Hal ini penting, agar emosionalitas Umat Islam di Indonesia tidak dimanfaatkan oleh kekuatan asing.
Selain itu, seharusnya Umat Islam di Indonesia juga dapat belajar dari kasus Iraq-Kuwait. Ketika pemerintah dan rakyat Kuwait di provokasi oleh kekuatan asing untuk mengganggu Iraq. Akibatnya Iraq yang terprovokasi oleh gangguan Kuwait, segera menyerang Kuwait. Selanjutnya dengan alasan menyelamatkan Kuwait, maka negara-negara Barat menyerang dan merusak Iraq (Perang Teluk Pertama).
Selanjutnya dengan disertai pencitra-burukan Iraq secara terus menerus, maka negara-negara Barat mencari-cari alasan untuk menyerang Iraq. Terjadilah Perang Teluk Kedua, antara Iraq dengan negara-negara Barat (yang menyebut diri negara-negara koalisi). Hasilnya Iraq dijajah oleh Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Barat lainnya.
Dalam konteks kekinian, inilah yang berpeluang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Agen Barat di Malaysia berupaya menyuap Tentara Diraja Malaysia agar memasuki wilayah Indonesia tanpa izin. Tujuannya jelas, yaitu untuk memprovokasi Pemerintah (Tentara Nasional Indonesia) agar menyerang Malaysia. Bila hal ini terjadi, maka Barat akan senang karena yang berperang adalah dua saudara serumpun, yang masing-masing penduduknya sebagian besar beragama Islam.
Jika Iraq dapat dihancurkan dengan mengumpankan Kuwait, bukan tidak mungkin Indonesia akan dihancurkan dengan mengumpankan Malaysia. Bila Indonesia dan Malaysia berperang, maka kedua-keduanya akan hancur, kedua bangsa ini akan sengsara.
Oleh karena itu, sudah selayaknya Umat Islam di Indonesia dan Malaysia bersatu, untuk menepis skenario Barat memperhadapkan Indonesia dengan Malaysia. Sudah saatnya Umat Islam di Malaysia mengingatkan pemerintahnya agar tidak lagi mengambil wilayah Indonesia. Bila, pemerintah dan masyarakat Indonesia telah mengalah untuk kasus Pulau Sipadan dan Ligitan, maka tidak boleh hal-hal seperti ini terulang lagi. Bukankah Allah SWT telah berpesan, agar manusia tidak mendzalimi manusia lainnya.
Sementara itu, Umat Islam di Indonesia perlu terus menerus mendukung pemerintahnya, agar tetap dapat menahan diri, agar tidak menyerang Malaysia. Bukankah lebih baik menyelesaikan persoalan secara damai, sambil mengingatkan pemerintah dan masyarakat Malaysia agar mencegah tindakan warganya yang akan memprovokasi terjadinya konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Semoga Allah SWT merahmati pemerintah dan masyarakat Indonesia dan Malaysia. Amiin....