ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label penjaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penjaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2008

DUKUNG M.U.I. MADIUN

Hari ini beberapa media elektronik (televisi) mengabarkan, tentang kegeraman salah seorang tokoh MUI (Majelis Ulama Indonesia) Madiun, terhadap artis (wanita) ibukota (Jakarta) yang beraksi seronok ketika menyanyi di salah satu pusat perbelanjaan di Madiun. Padahal di lokasi tersebut banyak terdapat anak-anak, yang sedang berbelanja bersama-sama orang tua mereka.
Itulah fakta kekinian, yang sesungguhnya mengundang adzab Allah SWT kepada Bangsa Indonesia. Undangan adzab Allah SWT seakan gencar dilantunkan oleh Bangsa Indonesia, ketika para pemimpinnya berkhianat, dan rakyatnya sesat.
Sementara itu para wanita yang menyebut diri artis, sibuk menjajakan syahwat kepada siapa saja yang bersedia terpedaya. Sebutan artis bagi para wanita ini merupakan sebutan penghalus rasa (pendengaran) tapi tetap bernuansa maksiat secara faktual. Perhatikan, bagaimana para penjaja maksiat ini berupaya membangkitkan syahwat siapapun yang menyaksikan mereka, ketika mereka beraksi di panggung.
Fenomena ini sekaligus menjadi tantangan bagi Umat Islam, untuk menjaga sanak saudara, sahabat, dan orang-orang yang disayangi, dari perilaku maksiat. Hal ini dilakukan seiring upaya melawan para penjaja maksiat, dengan memboikot kemaksiatan yang dilakukan para penjaja ini. Semoga Allah SWT berkenan meridhai, karena sesungguhnya Allah SWT sangat memuliakan wanita.

Sabtu, 02 Februari 2008

ARTIS PENJAJA AURAT

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS.49:6).
Sementara itu, Ibnu Taimiyah pernah mengingatkan, "Banyak orang berkata bahwa ia tidak bermaksud bohong, tetapi ia terbawa arus pendapat umum yang berisi kebohongan. Semua itu disebabkan karena ia tidak memperhatikan pendapat orang lain dengan teliti, melainkan memahaminya secara serampangan.
Bila umat Islam bersungguh-sungguh memperhatikan firman Allah SWT dalam QS.49:6 dan peringatan yang disampaikan oleh Ibnu Taimiyah, maka umat Islam akan mengerti, bahwa mereka harus berhati-hati ketika artis menyampaikan penjelasan, informasi, atau berita. Hal ini disebabkan adanya sebagian besar (artinya tidak semua) artis yang tergolong fasiq, yaitu orang yang mendustai ayat-ayat Allah SWT, termasuk mendustai nilai-nilai Islam.
Para artis yang tergolong fasiq ini, lebih sering menjajakan auratnya daripada berkesenian. Oleh karena itu, umat Islam perlu meneliti lebih detail setiap kata-kata yang keluar dari para artis penjaja aurat ini. Jangan terkecoh dengan istilah yang mereka gunakan, seperti: (1) sekedar entertainment, (2) saya khan entertain, (3) saya mawas diri, (4) ini khan tuntutan profesi, (5) anda dapat melihat tapi tak dapat menyentuh, (6) dan lain-lain.
Kesemua ucapan artis penjaja aurat itu sesungguhnya tidak bernilai. Ucapannya tidak bermanfaat dalam memperbaiki kualitas aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak umat manusia. Ucapan artis penjaja aurat ini lebih bersifat merusak umat, terutama kerusakan aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.
Oleh karena itu, sudah saatnya umat Islam berhati-hati, dan jangan terpengaruh dengan kerusakan dan kesesatan para artis penjaja aurat. Bersabarlah hingga Allah SWT menurunkan ketetapanNya.

Kamis, 15 November 2007

PENTINGNYA SENSOR FILM

Baru-baru ini beberapa artis film dan sutradara mengajukan gugatan terhadap keberadaan sensor film di Indonesia. Hal yang mereka lakukan ini, secara jelas menggambarkan kepentingan mereka, yaitu kebebasan berekspresi tanpa memperdulikan dampak buruknya bagi Bangsa Indonesia. Mereka biasanya memang tidak perduli dengan upaya memperbaiki akhlak Bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, setiap muslim perlu menolak upaya mereka. Sudah selayaknya setiap muslim memperhatikan firman Allah SWT, sebagai berikut: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq (yang mendurhakai Allah) dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakai suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS.49:6).
Sensor film merupakan suatu mekanisme penting dalam perfilman Indonesia, yang akan menjadi mekanisme pengaman bagi perlindungan akhlak Bangsa Indonesia. Jika saat ini sensor film dipandang belum memadai dalam menjaga akhlak bangsa, maka sudah seharusnya ia diperkuat, dan bukannya malah diberangus.
Tanpa sensor film yang kuat, maka para artis film Indonesia tidak berhak menyebut diri sebagai seniman. Mereka seharusnya menyebut diri sebagai penjaja aurat, karena yang mereka hasilkan bukan karya seni, melainkan penjajaan aurat. Jika ini terjadi, maka sudah sewajarnya bila setiap muslim menganggap penjaja aurat ini sebagai beban bangsa, karena membebani bangsa dengan kerusakan akhlak.