ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label sensor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sensor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2008

PERKUAT LEMBAGA SENSOR FILM

Umat Islam perlu bersyukur kepada Allah SWT, karena upaya MFI (Masyarakat Film Indonesia) yang ditokohi Mira Lesmana dan Riri Reza untuk membubarkan LSF (Lembaga Sensor Film) telah gagal. Upaya MFI membubarkan LSF telah dilakukan sejak lama, mulai dengan membangun opini tentang perlunya pembubaran LSF, hingga mengajukan gugatan terhadap Undang-Undang yang menjadi dasar berdirinya LSF kepada Mahkamah Konstitusi. Umat Islam perlu bersyukur kepada Allah SWT, karena atas ridhonya Mahkamah Konstitusi menolak permohonan MFI, sehingga LSF tetap berdiri dan eksis.
Sudah saatnya umat Islam memetakan pihak-pihak yang bersemangat merusak akhlak Bangsa Indonesia melalui jalur film. Pembubaran LSF merupakan salah satu program perusakan akhlak bangsa, dan sekaligus bentuk sinisme terhadap nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, umat Islam perlu menggalang solidaritas untuk melawan perbuatan "makar" MFI.
MFI, meskipun merupakan singkatan dari Masyarakat Film Indonesia, tidaklah mewakili seluruh para aktivis film di Indoensia. Banyak aktivis film yang berseberangan pemikiran, sikap, dan perilaku dengan MFI, maka tindakan umat Islam juga harus proporsional dan tidak emosional. Lakukan perlawanan terhadap MFI dengan menginventarisir para aktivitisnya, dan selanjutnya upayakan dengan sungguh-sungguh untuk tidak menyaksikan atau mengapresiasi karya-karya mereka.
Pada saat ini, Bangsa Indonesia membutuhkan Lembaga Sensor Film yang kuat, yang memiliki kemampuan mengantisipasi kerusakan akhlak bangsa melalui tindakan penyensoran terhadap film-film yang mengancam kerusakan akhlak. Oleh karena itu, sudah saatnya umat Islam menggalang solidaritas untuk memperkuat Lembaga Sensor Film, dan melawan pihak-pihak yang akan membubarkan Lembaga Sensor Film.
Allah SWT berfirman, "Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (QS.5:2). Allah SWT juga berfirman, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah" (QS.7:128).
Terimakasih kepada semua pihak yang telah berjuang mempertahankan Lembaga Sensor Film. Semoga Allah SWT berkenan menerima amal baik anda semuanya. Semoga pula Bangsa Indonesia dapat memperkuat Lembaga Sensor Film, agar dapat menjaga akhlak dari upaya perusakan melalui film.

Kamis, 15 November 2007

PENTINGNYA SENSOR FILM

Baru-baru ini beberapa artis film dan sutradara mengajukan gugatan terhadap keberadaan sensor film di Indonesia. Hal yang mereka lakukan ini, secara jelas menggambarkan kepentingan mereka, yaitu kebebasan berekspresi tanpa memperdulikan dampak buruknya bagi Bangsa Indonesia. Mereka biasanya memang tidak perduli dengan upaya memperbaiki akhlak Bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, setiap muslim perlu menolak upaya mereka. Sudah selayaknya setiap muslim memperhatikan firman Allah SWT, sebagai berikut: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq (yang mendurhakai Allah) dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakai suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS.49:6).
Sensor film merupakan suatu mekanisme penting dalam perfilman Indonesia, yang akan menjadi mekanisme pengaman bagi perlindungan akhlak Bangsa Indonesia. Jika saat ini sensor film dipandang belum memadai dalam menjaga akhlak bangsa, maka sudah seharusnya ia diperkuat, dan bukannya malah diberangus.
Tanpa sensor film yang kuat, maka para artis film Indonesia tidak berhak menyebut diri sebagai seniman. Mereka seharusnya menyebut diri sebagai penjaja aurat, karena yang mereka hasilkan bukan karya seni, melainkan penjajaan aurat. Jika ini terjadi, maka sudah sewajarnya bila setiap muslim menganggap penjaja aurat ini sebagai beban bangsa, karena membebani bangsa dengan kerusakan akhlak.