ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2009

SURETY OF HEART

Two bomb explosion has killed at last 8 people at Ritz Carlton Hotel and J.W. Marriot Hotel in Jakarta, at Friday July 17-th 2009. Moslem peoples strongly condemn this bomb attack, and belief that peace will come in the world, when unjust disappear.
God (Allah) said, "Whoseover kills a human being without any reason like man slaughter, or corruption on earth, it is as though he/she had killed all mankind (Qur'an 5:32).
A moslem is an adherent of the religion of Islam. The word "Islam" in Arabic word which mean "submission to the will of God". This word comes from the same root as the Arabic word "salam" which means "peace". Then "Islam" have mean "submission to the will of God with peace". As such, the religion of Islam teaches that in order to achive true peace of mind a surety of heart, one must submit to God and live according to God divinely revealed law.
Islam is a monotheistic religion based on the teachings contained in The Holy Qur'an, and include many religious practices. Adherents are generally required to observe the five pillars of Islam, which are five duties that unite moslems into a community.
In addition to the five pillars, Islamic law or "sharia" (Arabic) has developed a tradition of rulings that touch on virtually all aspects of life and society. This tradition encompasses everything from practical matters like dietry laws and banking to warfare and welfare.
Islam's fundamental theological concept is "tawhid" (Arabic), the belief that there is only one God, who is a universal God, rather than a local, tribal, or parochial one. God is an absolute, who integrates all affirmative values, who tells people about "who God is" by speaking through the prophet. According to this view, the fundamental message of all of the prophets is, "There is no god worthy of worship but God (Allah)."
God said, "Say, God is the only one, God is the indivisible, God gives no birth, nor is God begotten, and God is in God self, not dependent on anything" (Qur'an 114:1-4).

Sabtu, 18 Juli 2009

MENENTANG TINDAKAN PEMBOMAN DI JAKARTA

Allah SWT dalam QS.5:32 menyatakan, bahwa Ia (Allah SWT) menentang pembunuhan seorang manusia secara semena-mena, secara keji, atau secara serampangan. Allah SWT mengatakan, bahwa seseorang yang membunuh seorang manusia lainnya, sesungguhnya identik dengan membunuh manusia seluruhnya. Para pembunuh ini sesungguhnya telah membunuh kemanusiaan manusia, dan merusak tatanan harmoni sosial manusia, yang didorong oleh nilai-nilai Islam untuk ditegakkan di alam semesta. Islam menyebutnya dengan istilah "Rahmatan lil' Alamiin".
Oleh karena itu, Umat Islam menentang tindakan pemboman di Jakarta, yang menimpa Ritz Carlton Hotel, dan J.W. Marriot Hotel pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 2009, sehingga mengakibatkan 8 orang tewas, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Umat Islam juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri untuk tidak saling fitnah, dengan memberi kesempatan jajaran Kepolisian Republik Indonesia melakukan investigasi secara sistematis dan menyeluruh.
Himbauan Umat Islam ini menjadi sesuatu yang penting, karena sebagaimana terjadi pada umumnya, pada kasus-kasus terorisme semacam ini Umat Islam-lah yang paling dirugikan, karena akan menjadi sasaran fitnah yang sistematis dan menyeluruh. Biasanya kasus-kasus pemboman semacam ini akan menjadi titik masuk, bagi mereka yang anti Islam untuk menghujat nilai-nilai Islam. Padahal nilai-nilai Islam adalah seperangkat nilai yang mampu mengharmonisasi antara aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.
Dengan demikian dapatlah diyakini, bahwa para teroris ini adalah juru fitnah yang gemar merancang fitnah terhadap Islam. Para teroris ini, meskipun kerapkali menyebut diri membela Islam, namun sesungguhnya lebih banyak membuktikan diri sebagai memusuhi Islam, dengan memberi pintu masuk pada Islamophobi untuk menghujat Islam.
Hal inilah yang seharusnya menjadi kewaspadaan Umat Islam, dan lebih memperkuat kesungguhannya, dalam mendukung terciptanya stabilitas nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangun terus komunikasi dengan para pihak, baik secara personal, komunal, maupun institusional agar tercipta stabilitas nasional. Semoga Allah SWT berkenan melindungi Bangsa Indonesia dari gelapnya fitnah di era destabilisasi dunia saat ini.