ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2009

DUKUNG HAK NUKLIR IRAN

Republik Islam Iran telah sejak lama mendapat tekanan Amerika Serikat, Eropa, dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas teknologi nuklir yang dikembangkannya. Tekanan ini merupakan skenario yang dirancang oleh Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya) untuk menghilangkan kekuatan Umat Islam yang mampu melawan Komunitas Iblis Internasional.
Ketika Pakistan, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, berhasil mengembangkan teknologi nuklir, maka Komunitas Iblis Internasional merasa kecolongan. Namun kemudian mereka berhasil menjinakkan Pakistan, dengan mengkooptasi (menundukkan) Pemerintah Pakistan agar berpihak pada Komunitas Iblis Internasional. Hal ini dibuktikan oleh peran besar Pemerintah Pakistan dalam menyerang Pejuang Muslim Afghanistan (Taliban) di perbatasn Pakistan, demi kepentingan Komunitas Iblis Internasional. Pemerintah Pakistan bahkan tidak perduli, jika karena kebijakannya yang anti Pejuang Muslim Afghanistan, ia harus bertentangan dengan Rakyat Pakistan.
Untuk kasus teknologi nulir Iran, telah sejak lama Komunitas Iblis Internasional berupaya meruntuhkan kemampuan teknologi nulkir Iran. Namun dengan perkenan Allah SWT, upaya Komunitas Iblis Internasional hingga saat ini belum berhasil. Iran terus mengembangkan teknologi nuklir sebagai hak segala bangsa. Untuk itu Iran terus menunjukkan pentingnya teknologi nuklir bagi pemenuhan kebutuhan energinya kepada masyarakat dunia.
Semangat anti kemajuan dan anti penguasaan teknologi tinggi oleh Umat Islam, memang selalu ditunjukkan oleh Komunitas Iblis Internasional. Hal ini mereka lakukan, karena khawatir pada suatu saat mereka tak lagi dapat berbuat dzalim pada Umat Islam, sebagaimana kedzaliman yang mereka peragakan di Palestina, Afghanistan, dan Iraq pada saat ini.
Kesungguhan Komunitas Iblis Internasional untuk meruntuhkan kemampuan teknologi Iran, nampak dari kesediaan Amerika Serikat mengeluarkan dana yang relatif besar. Sebagai contoh, salah satu harian ibukota (Jakarta) pada tahun 2005 memuat artikel berjudul, "AS Siap Lawan Rezim Iran", di mana Amerika Serikat menyediakan dana khusus sebagai bagian dari upaya meruntuhkan kemampuan teknologi Iran.
Pada tahun 2005 Amerika Serikat menyediakan dana 75 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung gerakan oposisi di Iran, yang digunakan untuk: (1) meningkatkan kemampuan televisi dan radio Amerika Serikat dalam memberi citra buruk bagi Iran, sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat; (2) membantu serikat pekerja dan aktivis hak asasi manusia yang ada di Iran dalam melawan Pemerintah Republik Islam Iran dan Rakyat Iran, sebesar 15 juta dolar Amerika Serikat; (3) melaksanakan pertukaran pelajar antara Iran dengan Amerika Serikat yang akan mencuci otak pelajar Iran yang mengikuti program ini agar melawan pemerintah dan rakyat Iran, sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat; dan (4) membangun jaringan internet dan televisi independen di Iran, untuk melawan pemerintah dan rakyat Iran, sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat.
Inilah salah satu fakta tentang keseriusan Komunitas Iblis Internasional memusuhi dan melemahkan kemampuan teknologi Republik Islam Iran, yang berarti memusuhi dan melemahkan kemampuan teknologi Umat Islam.
Dalam konteks kekinian, Umat Islam mengetahui, bahwa Allah SWT telah membantu Umat Islam dengan mentakdirkan terjadinya krisis keuangan global pada Komunitas Iblis Internasional. Oleh karena itu, meskipun sedikit banyak berdampak pada Umat Islam, namun hendaknya Umat Islam dapat memahami skenario makro dari Allah SWT dalam membantu Umat Islam melawan Komunitas Iblis Internasional.

Minggu, 09 Desember 2007

BERSABAR DALAM KETAQWAAN

Allah SWT berfirman, "Dan berapa banyak nabi yang berperang, yang bersama-sama mereka ikut serta sejumlah besar pengikut yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana (kesulitan) yang menimpanya di jalan Allah, dan tidak lesu, serta tidak menyerah; Karena Allah menyukai orang-orang yang sabar" (QS.3:146).
Bila umat Islam berkenan berhikmah dan berkhidmat pada QS.3:146, maka ia akan mengerti bahwa ketika berjuang menjalani hidup dalam konteks kekinian, diperlukan taqwa kepada Allah SWT.
Bila umat Islam bertaqwa, maka ia tidak akan lemah, tidak akan lesu, dan pantang menyerah ketika berjuang menjalani hidup dalam konteks kekinian. Dengan kata lain umat Islam memiliki kesabaran, ketika berjuang menjalani hidup di dunia, yang nantinya akan menjadi bekal hidup di akherat.
M. Quraish Shihab dalam "Tafsir Al Mishbah" menjelaskan, bahwa sabar (dalam QS.3:146) memiliki makna tabah dalam melaksanakan kewajiban, tabah ketika menderita, serta tabah dalam menghadapi musuh-musuh Islam, yaitu: segala bentuk kemaksiatan.
Sedangkan lemah, lesu, dan menyerah (dalam QS.3:146) memiliki makna adanya tiga hal yang bertingkat (berurutan), yaitu: Pertama, mula-mula lemah, yang berkaitan dengan jasmani dan ruhani. Kedua, lalu menimbulkan kelesuan, yang akan menurunkan tekad dan semangat juang. Ketiga, sehingga menimbulkan sikap menyerah kepada musuh-musuh Islam.
Oleh karena itu umat Islam harus bersabar, tabah, dan bersungguh-sungguh ketika menjalani hidup. Caranya dengan terus menerus mencari ilmu, dan pengetahuan, serta menguasai teknologi, dalam bingkai kokoh nilai-nilai Islam.
Ilmu, adalah cara untuk memahami atau mengetahui kaidah-kaidah, yang meliputi: Pertama, ilmu kealaman (seperti: ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial), yaitu ilmu tentang alam semesta dan seisinya, yang harus dicerahkan oleh; Kedua, ilmu keIslaman (seperti: aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak), yaitu ilmu tentang tata laksana hidup di dunia (alam semesta) dan konsekuensi yang akan diperoleh di akherat.
Sedangkan pengetahuan, adalah kaidah-kaidah di alam semesta, serta tata laksana hidup di dunia (alam semesta) dan konsekuensi yang akan diperoleh di akherat, yang berhasil diketahui manusia dengan menggunakan ilmu.
Ketika ditentang oleh sebagian manusia, Rasulullah Muhammad SAW berdoa, "Ya Allah, limpahkanlah petunjuk kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui" (HR: Bukhari dan Muslim dari Sahal Ibn Said RA).
Sementara itu, teknologi, adalah instrumen atau alat/konsepsi yang dihasilkan oleh manusia sebagai respon terhadap adanya kaidah-kaidah di alam semesta.
Allah SWT berfirman dalam QS.55:33, "Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu mampu melintasi segenap penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Namun kamu tidak akan dapat melintasinya melainkan dengan kekuatan (ilmu, pengetahuan, dan teknologi)."