ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2009

AGITASI BARAT TERHADAP IRAN

Sejak berdirinya Republik Islam Iran menggantikan Rezim Sekuler Syah Iran di Iran, Barat melakukan agitasi untuk meruntuhkan Republik Islam Iran. Agitasi adalah upaya-upaya sistematis untuk menghancurkan negara, pemerintahan, dan tatanan kehidupan bangsa dan negara lain.
Barat, yang terdiri dari Pemerintah Amerika Serikat, Eropa, dan Israel melakukan agitasi dengan berbagai cara, termasuk dengan memanfaatkan sebagian kecil Bangsa Iran, yang bersedia menjadi kaki tangan atau komparador Barat, atau Komunitas Iblis Internasional (lihat QS.2:120). Oleh karena itu, saat ini Iran mengalami guncangan relatif kuat secara politik dan sosial, karena proyek agitasi Barat mulai menampakkan hasilnya.
Proyek agitasi Barat memang disiapkan dengan penuh kesabaran dan kecermatan agar memberikan hasil yang menentukan, yaitu kehancuran dan keruntuhan Republik Islam Iran. Sebagai contoh, sejak tahun 2005 Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan pengeluarannya untuk mendukung gerakan oposisi di Iran. Pada tahun 2005 Pemerintah Amerika Serikat yang selalu dzalim ini, telah mengeluarkan dana sebesar 75 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung gerakan oposisi di Iran. Dana ini digunakan untuk: (1) meningkatkan kemampuan stasiun televisi dan radio Amerika Serikat dalam melakukan agitasi terhadap Iran, (2) mendukung serikat pekerja dan aktivis hak asasi manusia Iran dalam menjatuhkan Pemerintahan Republik Islam Iran, (3) mendorong pelaksanaan pertukaran pelajar Iran dengan Amerika Serikat dalam upaya mendukung proyek agitasi, dan (4) membangun jaringan televisi dan internet independen di Iran yang bersedia mendukung proyek agitasi untuk meruntuhkan Republik Islam Iran.
Sebagai muslim, kita tentu berharap agar rakyat dan Pemerintah Republik Islam Iran dapat terus bersatu melawan agitasi Barat. Sebagai muslim, kita faham bahwa kekuatan Barat atau Komunitas Iblis Internasional relatif besar. Namun sebagai muslim, kita mengerti bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, mendukung perjuangan setiap manusia dalam menegakkan nilai-nilai Islam. Biarlah Allah SWT yang akan menentukan hasilnya, karena bagi setiap muslim yang wajib dilakukan hanyalah ikhtiar halal sekuat dan sebesar mungkin. Semoga Allah SWT berkenan melindungi Iran dari keruntuhan dan kehancuran.
Belajar dari Iran, maka Bangsa Indonesia hendaklah berpikir, bersikap, bertindak, dan berperilaku secermat mungkin. Jaga terus keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, laksanakan Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Konsensus Nasional. Dengan demikian insyaAllah Bangsa Indonesia dapat melawan agitasi Barat (Komunitas Iblis Internasional) dan para komparadornya.

Senin, 09 Februari 2009

TOLAK LIBERALISME

Liberalisme bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, setiap muslim wajib menolak liberalisme dalam praktek kehidupan manusia. Ada tiga alasan yang menunjukkan keburukan liberalisme, yaitu:
Pertama, liberalisme berbasis pada pemikiran "semua boleh" dan antroposentris. Semua boleh sepanjang tidak bertentangan dengan norma-norma yang dianut masyarakat, meskipun bertentangan dengan nilai-nilai yang diamanatkan Tuhan. Dasar argumentasi liberalisme bertumpu pada posisi manusia sebagai pusat alam semesta (antroposentris), yang diwujudkan dengan penerapan hak asasi dan kepentingan manusia, yang seringkali bertentangan dengan hak asasi Tuhan.
Kedua, liberalisme berupaya menyusupkan pandangan yang berlebihan pada inklusivitas dan pluralitas manusia. Akibatnya tiap manusia cenderung kehilangan identitas fitrahnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ketika seorang manusia telah kehilangan identitas fitrahnya, maka segeralah dia didesakkan dengan identitas baru, sebagai agen peradaban Barat.
Uniknya, ketika sebagian masyarakat Barat di Eropa, Amerika, dan Australia berbondong-bondong memeluk agama Islam, sebagai agama pencerahan, maka para agen baru peradaban Barat justru sibuk "menjual" nilai-nilai Barat di lingkungannya.
Ketiga, liberalisme merupakan basis bagi berkembangnya faham sekuler, yang menyatakan bahwa nilai-nilai Islam tak layak menata seluruh aspek kehidupan manusia. Bagi kaum sekuler nilai-nilai Islam hanya akan diposisikan sebagai ritus pribadi tanpa makna.
Banyak pihak sengaja melupakan historisitas faham sekuler, yang diawali oleh penemuan para ilmuwan, seperti Galileo Galilei (1564-1642). Pada saat itu hasil penemuan para ilmuwan ini ternyata bertolak belakang dengan doktrin keagamaan yang dibangun oleh institusi agama di Eropa. Akibatnya para ilmuwan harus menjalani hukuman, bahkan hingga hukuman mati seperti yang dialami oleh Galileo Galilei. Oleh karena itu, para ilmuwan sosial kemudian menyerukan agar ada pemisahan antara agama (di Eropa) dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal inilah yang kemudian berkembang menjadi faham sekuler.
Oleh karena itu, setiap muslim wajib menolak liberalisme yang nyata-nyata menolak keberadaan dan kekuasaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa (lihat QS.112:1-4). Setiap muslim wajib menolak liberalisme, karena pada akhirnya liberalisme identik dengan kekafiran. Tanpa liberalisme Umat Manusia insyaAllah akan lebih berbahagia, dan lebih TRANSHUME (TRANSenden, HUManis, dan Emansipatori).