Hari ini, tentara Israel menyerang dan menguasai konvoi beberapa kapal kemanusiaan, yang membawa bantuan (makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan) bagi Bangsa Palestina di Gaza, yang telah diblokade selama 3 (tiga) tahun oleh Bangsa Israel. Salah satu kapal kemanusiaan, yaitu “Marvi Marmara” (berpenumpang 700 orang), diserang tentara Israel yang turun dari helikopter militer. Akibatnya 19 orang tewas, dan 100 orang relawan luka-luka. Seluruh kapal dalam konvoy tersebut adalah kapal kemanusiaan yang tidak bersenjata.
Peristiwa ini merupakan bukti kebiadaban Bangsa Israel, yang selalu dilakukannya terhadap bangsa-bangsa di dunia sejak tahun 1910, ketika Protocol Zion (Rencana Israel Menguasai Dunia) mulai diketahui Publik. Pada masa kini, kebiadaban Israel selalu dirasakan oleh Bangsa Palestina, yang tanahnya dirampas oleh Bangsa Israel. Bagi Bangsa Palestina yang masih bertahan di Tepi Barat (West Bank) dan Gaza, maka Bangsa Israel melakukan blokade, untuk membunuh mereka secara perlahan-lahan melalui kelaparan, berbagai penyakit, dan serangan militer secara berkala.
Awalnya Bangsa Israel, adalah para budak di masa Fir’aun (Raja Mesir). Nabi Musa membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan Fir’aun, ketika Bangsa Israel berjanji kepada Nabi Musa dan Tuhan untuk berbuat kebajikan di muka bumi. Tetapi dalam perjalanan sejarah, Bangsa Israel tidak bersedia berbuat kebajikan, bahkan Bangsa Israel berencana untuk menjajah seluruh dunia dan bangsa-bangsa lain.
Rencana biadab Bangsa Israel yang dimuat dalam Protocol Zion, akhirnya terbongkar ke publik pada tahun 1910. Akibatnya terjadi bentrokan antara Bangsa Israel dengan bangsa-bangsa Eropa, terutama Jerman. Pada tahun 1930-an Bangsa Israel berupaya untuk menguasai Jerman, dengan mendirikan Negara Israel di Jerman. Hal inilah yang akhirnya membuat Adolf Hitler berang, dan akhirnya pada tahun 1939 Adolf Hitler menyerang Bangsa Israel, dan negara-negara yang melindungi Bangsa Israel. Hal ini dilakukan Adolf Hitler, karena Bangsa Israel juga merencanakan hal yang sama bagi Bangsa Jerman.
Bukti kebenaran Protocol Zion, dan rencana kebiadaban Bangsa Israel terhadap bangsa-bangsa Eropa, dapat dilihat dalam konteks saat ini, ketika kebiadaban Bangsa Israel dilampiaskan terhadap Bangsa Palestina. Inilah kebiadaban Bangsa Israel, inilah kebiadaban bangsa budak. Sejarah Bangsa Israel sebagai bangsa budak, secara genetik telah terbawa sepanjang masa, dan menjadi noda hitam perilakunya.
Sejarah Bangsa Israel sebagai bangsa budak, sekaligus menunjukkan bagi bangsa-bangsa lain, bahwa Bangsa Israel bukanlah bangsa mulia, Bangsa Israel bukanlah bangsa yang hebat. Bangsa Israel pernah menjadi budak di masa Mesir kuno, kini ia menjadi bangsa paling sombong di abad ke-21, dan kelak sejarah akan berputar, Bangsa Israel dapat dihancurkan kembali sebagaimana di masa lalu. Semoga Tuhan berkenan...
The United Nations Fact Finding Mission on the Gaza Conflict was established on 3 April 2009 by the President of the UNHRC (United Nations Human Rights Council). The mission was a team established by the UNHRC during the Gaza War to investigate all violations of international human rights law and international humanitarian law by Israel against the Palestinian peoples. Richard Goldstone of South Africa was appointed to head the mission, accompanied by Christine Chinkin of the United Kingdom, Hina Jilani of Pakistan, and Desmond Travers of Ireland. Allah (God) said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not serve any, but Allah, and you shall do good to your parents, the near of kin, the orphans, and the needy. You shall speak to men good words, keep up prayer, and pay the poor-rate." Then, you (Israel peoples) turned back, except a very few of you, and now too you turn aside" (Qur'an, 2:83). Allah (God) statement in The Holy Qur'an 2:83 has proved by Goldstone report, was state that the IDF (Israel Defence Force) committed war crimes, and possibly crimes against humanity for its serious violations of international human rights and humanitarian law, that the Israeli military actions were directed at the Gaza populations. Goldstone report state, that the strike on the al-Maqadmah mosque on the outskirts of Jabaliya, occured when between 200 and 300 men and women attended for their evening prayer, with 15 peoples being killed and 40 wounded as a result of the attack. The report also says that IDF's mortar shelling near a United Nations-run al-Fakhura school in the Jabaliya refugee camp, which was sheltering some 1,300 peoples, killed 35 peoples, and wounded up to 40 peoples. The report state that Israeli forces had been systematically reckless in their use of "white phosphorus bombs". The writers highlighted the Israeli attack on the UN Relief and Work Agency compound in Gaza City on 15 January 2009, the attack on the al-Quds hospital, and the attack on al-Wafa hospital, each of which involved using "white phosphorus bombs". The report described its use as disproportionate or excessive under international law. More generaly, the UN report recommended that serious considerations should be given to banning the use of "white phosphorus bombs" in built up areas. Allah (God) also said, "Remember please, when Allah made a covenant with Israel peoples, "You shall not shed blood (killing peoples), and you shall not turn the peoples (non Jews) out of their cities." Then, you gave a promise, while you witnessed" (Qur'an, 2:84). But in the real life, Israel peoples slay Palestinian peoples, and turn Palestinian peoples out of their homes and cities. Israel peoples also backing each other to kill Palestinian peoples. Israel peoples believe in a part of The Holy Torah, and disbelieve in the other. Israel peoples only believe The Talmud, which they made to attack of God. The reward to Israel peoples who do this, are disgrace in the life of this world. On the day of resurrection, they shall be sent back to the most grievous chastisement. Allah (God) is not at all heedless of what Israel peoples do. These are they who buy the life of this world for the hereafter. So, their chastisement shall not be lightened nor shall they be helped.
Bagi umat Islam di seluruh dunia, bila selesai shalat, berdoalah untuk muslim Gaza. Berdoalah untuk mereka, yang selalu diteror oleh tentara Israel. Hampir setiap hari selalu ada muslim Gaza yang tewas dibunuh tentara Israel, baik laki-laki maupun wanita, baik dewasa maupun anak-anak. Jangan ragu dengan doa anda, karena Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa setiap muslim bila ia berdoa. Bila Romawi dapat runtuh, bila Uni Sovyet dapat runtuh, maka tidak mustahil suatu saat Amerika Serikat dan Israel akan runtuh. Tentang bagaimana proses keruntuhannya, biarlah Allah SWT yang menentukan. Tidak ada janji Allah SWT yang tidak ditepatiNya, termasuk janji Allah SWT untuk mengadzab orang-orang kafir, seperti tentara Israel dan pendukungnya. Anda tentu masih ingat Ariel Sharon, tentara Israel yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel. Orang bengis yang telah membantai ribuan muslim Palestina. Sejak 13 Januari 2006 hingga saat ini dalam keadaan koma, atau dalam perspektif umat Islam tentulah dalam keadaan sakaratul maut. Dalam keadaan sakaratul maut itu seseorang ditunjukkan sepak terjangnya ketika masih sehat. Oleh karena itu , setiap muslim tentu maklum, bahwa saat ini Ariel Sharon sedang ditunjukkan sepak terjangnya ketika masih sehat. Dalam posisi sakaratul maut, para pemuja setan seperti Ariel Sharon tentu berharap ia dapat kembali seperti semula untuk berbuat baik. Tetapi insyaAllah permintaannya tidak dikabulkan. Begitulah janji Allah SWT bagi orang-orang kafir dan dzalim, yaitu adzab yang sangat pedih di akherat. Namun demikian kaum kafir tentu tidak faham dengan pengetahuan ini, maka mereka tetap bersemangat membantai umat Islam di manapun umat Islam berada. Oleh karena itu, marilah berdoa kepada Allah SWT, dan berikhtiarlah agar nilai-nilai Islam dapat tegak di alam semesta.
George Ritzer dan Douglas J. Goodman dalam "Modern Sociological Theory" (2003) menjelaskan, bahwa ada kecenderungan masyarakat dunia untuk menganggap sosiologi sebagai fenomena Barat. Padahal sesungguhnya Abdulrahman Ibnu Khaldun (1332-1400) telah sejak lama mengajarkan ilmu tentang masyarakat kepada para mahasiswa atau santrinya di Universitas Al Azhar, Mesir, yang merupakan universitas tertua di dunia. Barulah kemudian pada tahun 1842 Auguste Comte (1798-1857) memberi nama bagi ilmu tentang masyarakat ini dengan sebutan "sosiologi". Pendapat yang senada sebelumnya telah disampaikan oleh Bjorn Eriksson (1993), bahkan dengan tegas Bjorn Eriksson menolak sebutan "Bapak Sosiologi" bagi Auguste Comte. Bagi seorang muslim sebenarnya tidaklah terlalu penting tentang sebutan "Bapak Sosiologi". Seorang muslim lebih mementingkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memperkenankan hadirnya seorang muslim bernama Abdulrahman Ibnu Khaldun, yang memiliki keahlian dalam sosiologi. Dengan demikian setiap muslim perlu memanfaatkan sosiologi dalam menebar nilai-nilai Islam di seluruh dunia, agar setiap manusia berkesempatan menyerap "cahaya" Islam. Agar dunia berkesempatan membangun peradaban Islam, yang memanusiakan manusia.
Saya adalah dosen pada STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional) yang beralamat di Jalan Tata Bumi Nomor 5 Yogyakarta. Saya juga mengajar (Sosiologi Dakwah) di Pesantren Mahasiswa Takwinul Muballighin, yang beralamat di Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. Saya juga pernah menjadi anggota Tim Ahli Pertanahan dan Pemetaan Kota, Dinas Pertanahan dan Pemetaan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2005.
Berdasarkan kompetensi saya, saya berupaya mengembangkan Sosiologi Pertanahan di STPN, dan mengembangkan Sosiologi Dakwah di Pesantren Mahasiswa Takwinul Muballighin.
Saya memiliki seorang istri bernama Rahimah Ipa Lubis yang selalu mendukung kegiatan saya. Saya juga memiliki ayah, Untung Suharjo (almarhum), dan ibu (Sukartini). Selain itu, saya memiliki ayah mertua, Kasim Manan Lubis (almarhum), dan ibu mertua (Nurjani).
Allah SWT telah berpesan dalam QS.4:34, "Arrijaalu qawwaamuunaa 'alan nisaa-i" (laki-laki adalah pemimpin bagi wanita). Pesan ini tidak mengindikasikan diktatoriat seorang laki-laki, melainkan memerintahkan pelaksanaan sebuah tanggung jawab kepada laki-laki. Seorang laki-laki bertanggung- jawab atas semua yang berada dalam tanggungjawabnya. Bila ia sudah menikah, maka ia bertanggungjawab memenuhi kebutuhan keluarganya. Oleh karena itu, bila ada seorang istri yang ke luar rumah untuk mencari nafkah dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga, maka perlu dipertanyakan, "Sejauhmana ikhtiar suaminya, dalam memenuhi kebutuhan keluarga?" Demikian pula bila seorang anak ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, maka perlu dipertanyakan, "Sejauhmana ikhtiar ayahnya, dalam memenuhi kebutuhan keluarga?" Bila jawabannya adalah, "Ikhtiar suami/ayah belum maksimal!" , maka sesungguhnya laki-laki itu (suami/ayah itu) tergolong lak-laki yang dzalim. Ia telah melanggar QS.4:34, ia telah melalaikan tanggungjawabnya. Ia telah menyebabkan terjadinya eksploitasi istri/anak dalam keluarganya. Dengan demikian ia telah merusak tatanan masyarakat, karena gagal menata dan mengelola keluarganya, yang merupakan bagian dari masyarakat.
ABOUT VIETNAM WAR
NIKMATNYA BERISLAM
Allah SWT telah berfirman, bahwa Ia telah menyempurnakan nikmatNya bagi manusia, melalui ridhanya terhadap Agama Islam (lihat QS.5:3). Oleh karena itu umat manusia perlu bersyukur kepada Allah SWT, dengan cara mempelajari, dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sebagai nilai-nilai utama (ultimate values). Selain itu, dalam rangka melestarikan nilai-nilai Islam, perlu disiapkan sebagian anggota masyarakat untuk mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh (lihat QS.9:122). Dengan demikian umat manusia mendapat kesempatan untuk menghadapkan diri dengan lurus (sebenar-benarnya) kepada Allah SWT (lihat QS.30:30). Hal ini penting karena contains Agama Islam, yang sesuai dengan fitrah (kondisi asasi) manusia. Hal ini terbukti dari substansi aqidahnya yang valid dan reliable, sebagaimana dimuat dalam QS.112:1-4). Aqidah tersebut berisikan komitmen manusia, bahwa: (1) Allah itu Maha Esa; (2) hanya kepada Allah, manusia mengharapkan dan meminta sesuatu; (3) Allah tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan; serta (4) tak ada sesuatupun yang setara denganNya.