ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label membela. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membela. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

MAMPU MEMBELA DIRI

Membela diri, adalah suatu pemikiran, sikap, tindakan, dan perilaku seseorang dalam melindungi diri dari serangan yang bersifat fisik maupun non fisik terhadap dirinya. Hal ini dilakukan seseorang sebagai upaya mencegah diri dari bahaya atau tekanan yang akan merugikan dirinya.


Kemampuan membela diri menunjukkan, bahwa yang bersangkutan peduli pada dirinya. Dengan kata lain, yang bersangkutan mengetahui bahwa dirinya penting, dan merasa bahwa kepentingan dirinya harus dilindungi. Dirinya penting untuk melakukan sesuatu yang penting bagi kepentingannya, yaitu berbuat kebajikan.


Seseorang yang mampu membela diri tidak mudah terkecoh oleh pujian, karena boleh jadi pujian itu justru dimaksudkan untuk menghancurkan dirinya. Bila ada orang yang memuji dirinya, maka ia akan tersenyum dan menerimanya sebagai pemicu semangat.


Seseorang yang mampu membela diri akan menjaga dirinya agar tetap berada dalam koridor kebajikan. Ia tidak mudah terkecoh oleh hinaan, karena boleh jadi hinaan merupakan informasi penting tentang kekurangan dirinya.


Kekurangan itulah yang selama ini sedang ia upayakan untuk direduksi (dikurangi) dengan penuh kesungguhan. Oleh karena itu, ia membela diri, hanya apabila ikhtiar kebajikannya terganggu.


Sebagai contoh, apabila ada orang yang menghina tindakannya ketika membantu anak yatim, maka ia akan membela diri. Ia akan menjelaskan bahwa membantu anak yatim merupakan tindakan yang penting dan perlu.



Penggemar kebajikan ini juga sanggup membela diri secara fisik, jika ada orang yang ingin berbuat jahat kepadanya. Ia telah mempersiapkan diri dengan berlatih secukupnya dalam hal bela diri.




Ia menjaga kesehatannya, agar dapat selalu beribadah kepada Allah SWT, dan terus menerus melakukan kebajikan pada sesama manusia sesuai kemampuannya.
Ia ingin dirinya dinilai baik oleh Allah SWT. Ia juga ingin agar hidupnya bermakna bagi orang lain.



Ibadah kepada Allah SWT, dan kebajikan bagi sesama manusia menjadi instrumen interaksi dirinya. Allah SWT merupakan Dzat yang penting bagi dirinya, karena merupakan tujuan segenap ibadah dan kebajikannya. Sesama manusia merupakan sahabat yang penting bagi dirinya, terutama sebagai ”tempat” berbagi dalam suka dan duka.




Seseorang yang mampu membela diri selalu ingat firman Allah SWT, “
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik dengan suatu berita, maka selidikilah, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, kemudian kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS.49:6).



Berdasarkan firman Allah SWT ini, maka seseorang yang mampu membela diri akan berhati-hati dalam mensikapi informasi, karena sebaik-baik pembelaan diri adalah kemampuan mensikapi informasi dengan tepat, agar tidak keliru dalam mengambil keputusan.



Selamat berikhtiar, semoga Allah SWT meridhai...

Kamis, 09 Oktober 2008

SIMPATI BUAT HABIB RIZIEQ DAN FPI

Assallamu'alaikum Wr. Wb.
Kepada Yth. Saudaraku Seiman, Habib Rizieq dan anggota FPI.
Beberapa hari ini saya menyaksikan melalui layar televisi, beratnya persidangan dan provokasi yang dihadapi oleh Habib Rizieq dan anggota FPI (Front Pembela Islam).
Ketahuilah, saya dan banyak orang-orang seperti saya menyaksikan hal ini. Saya menghargai perjuangan dan pembelaan Habib dan anggota FPI terhadap Islam. Sebagai muslim saya bersyukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih kepada Habib dan anggota FPI. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan membantu Habib dan anggota FPI dalam membela Islam (nilai-nilai Islam). Semoga Allah SWT selalu melindungi kami (Umat Islam) dari tipudaya musuh-musuh Islam.
Sekali lagi, terimakasih Habib dan anggota FPI.
Wassallamu'alaikum Wr. Wb.