ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label sihir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sihir. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2009

KEMAMPUAN LUAR BIASA

Kita seringkali menemukan atau mengetahui adanya seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa, yaitu dapat melakukan hal-hal yang di luar kemampuan manusia pada umumnya. Dalam perspektif Islam, kemampuan luar biasa ini diidentifikasi dalam karakter yang berbeda-beda.
Pertama, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang kafir, misalnya mampu berjalan di atas air. Kemampuan ini disebut "sihir". Tujuan dari tindakan orang kafir (orang yang menolak keberadaan Allah SWT) tersebut adalah untuk mempengaruhi keimanan seseorang, yaitu agar orang yang melihatnya segera bergeser keimananannya, dengan tidak lagi beriman kepada Allah SWT.
Kedua, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang-orang fasik, misalnya mampu menyembuhkan penyakit tertentu. Kemampuan ini disebut "istidraj". Tujuan dari tindakan orang fasik tersebut adalah untuk mempengaruhi keimanan seseorang, yaitu agar orang yang melihat atau mendapat penyembuhan dari dirinya, segera berpikir, bersikap, dan berperilaku sebagaimana dirinya, yaitu tidak melaksanakan perintah Allah SWT.
Ketiga, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh orang awam (orang yang Keislamannya belum memadai), misalnya mampu membengkokkan besi baja. Kemampuan ini disebut "maunah". Tujuan dari tindakan orang awam tersebut adalah untuk menghibur orang yang melihatnya, namun karena keawaman dirinya dan orang yang melihatnya, maka keduanya dapat tergelincir pada kemusyrikan.
Keempat, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh para wali atau orang-orang shaleh, misalnya mampu mengubah buah mangga menjadi emas berbentuk mangga. Kemampuan ini disebut "karomah". Tujuan dari tindakan wali atau orang shaleh ini adalah untuk mengingatkan orang yang melihat atau mengetahuinya, agar faham, bahwa bila Allah SWT berkenan, maka sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi.
Kelima, kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh para Rasulullah (utusan Allah SWT), misalnya: (1) Rasulullah Musa AS mampu membelah lautan, (2) Rasulullah Isa AS mampu menghidupkan orang yang telah mati, dan (3) Rasulullah Muhammad SAW mampu memberi kemampuan pada Umat Islam dalam memaknai hidup dan kehidupannya, dengan berbekal nilai-nilai Islam, yang tertuang dalam Al Qur'an. Kemampuan ini disebut "mukjizat". Tujuan ditampilkannya mukjizat, agar orang yang mengetahui atau melihatnya dapat bersegera beriman kepada Allah SWT, dan menjalankan perintah-perintah Allah SWT.
Dengan demikian, mereka yang pada kondisi kekinian menyatakan diri memiliki mukjizat, adalah pembohong besar. Sebab Rasulullah Muhammad SAW adalah Rasulullah terakhir, tidak ada lagi Rasulullah setelah Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini juga berarti, tidak ada mukjizat yang dapat ditampilkan oleh orang yang bukan Rasulullah.
Oleh karena itu, Umat Manusia perlu berhati-hati, agar tidak tertipu oleh: (1) oknum-oknum masa kini yang mengaku diri Rasulullah dan dapat menghadirkan mukjizat, (2) oknum-oknum masa kini yang mengaku diri Malaikat Jibril dan dapat menyampaikan firman, (3) oknum-oknum masa kini yang mengaku manusia biasa, tetapi mampu menghadirkan mukjizat.
Ingatlah firman Allah SWT dalam QS.114, bahwa di masa kini ada setan (pengikut iblis) yang berbentuk manusia, atau manusia yang telah menjadi pengikut setan/iblis. Mereka inilah yang selalu berupaya menyesatkan Umat Manusia, hingga akhir zaman.

Rabu, 07 November 2007

FENOMENA KESESATAN

Ketika manusia berkenan membaca dan memahami Al Qur'an, maka ia akan faham dengan fenomena kekinian, yaitu fenomena kesesatan. Ia akan faham ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan tentang adanya beberapa aliran sesat di Indonesia. Bukankah bagian akhir dari Al Qur'an telah mengisyaratkan fenomena ini dalam Surah An Naas atau QS.114:1-6,
Allah SWT berfirman, "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Allah yang memelihara manusia, yang menguasai manusia, Tuhan bagi manusia; dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi, yang membisikkan dalam dada (kesadaran) manusia; dari jenis jin dan manusia" (QS.114:1-6).
Berdasarkan firman Allah SWT tersebut difahami bahwa: Pertama, ada jenis jin dan manusia yang selalu berupaya melakukan bisikan setan, yang antara lain berwujud kesesatan.
Kedua, bisikan itu ditujukan atau diarahkan pada manusia.
Ketiga, bisikan itu menyerang akal manusia, yang sesungguhnya merupakan instrumen untuk mengingat Allah SWT.
Keempat, ada manusia-manusia tertentu yang akalnya dapat "dimatikan" oleh serangan tersebut, misal melalui sihir, maka kesadarannya menjadi rusak.
Kelima, ada pula manusia-manusia tertentu yang akalnya tidak "dimatikan" oleh serangan tersebut, namun mindsetnya diserang dengan berbagai pemikiran kufur, seperti: sekularisme, liberalisme, atheisme, dan lain-lain. Akibatnya mindsetnya menjadi rusak, yang menyebabkan rusaknya kesadaran manusia.
Keenam, pada saat kesadaran manusia rusak karena sihir maupun karena pemikiran kufur, maka saat itulah manusia tersebut tergiring pada kesesatan.