ABOUT ISLAM

Jumat, 29 Agustus 2008

TAK ADA JAMINAN, TIDAK SALAH TANGKAP

Harian Kompas terbitan Jum'at 29 Agustus 2008 di halaman depan memuat artikel berjudul, "POLRI Akui Keliru: Terdakwa Mengaku Disiksa". Artikel itu memuat peristiwa salah tangkap dan salah vonis terhadap Devid Eka Priyanto (telah disidang dan divonis 12 tahun penjara), Imam Hambali (telah disidang dan divonis 17 tahun penjara), dan Maman Sugianto (masih disidang di Pengadilan Negeri Jombang). Ketiga orang tersebut dituduh membunuh Asrori pada tahun 2007. Ternyata pada akhir Agustus ini (tahun 2008) terungkap, bahwa pembunuh Asrori adalah Very Idham Henyansyah.
Berita menariknya adalah, para terdakwa (Devid Eka Priyanto, Imam Hambali, dan Maman Sugianto) memberi pengakuan, bahwa selama dalam pemeriksaan sebagai tahanan POLRI, mereka telah disiksa sedemikian rupa, hingga terpaksa mengaku telah membunuh Asrori, karena tidak kuat mengalami siksaan.
Pertanyaan berat terkait dengan kasus ini adalah, "Apakah ada jaminan tindakan penyiksaan tidak dilakukan terhadap mereka (Umat Islam) yang dituduh sebagai teroris?" Padahal terorisme merupakan salah satu komoditi negara-negara Barat untuk memfitnah Islam.
Sebagai muslim, dan sebagai manusia, maka jawabannya adalah, "Tak ada jaminan, tidak salah tangkap, dalam kasus terorisme."
Oleh karena itu, untuk Umat Islam marilah berupaya, agar keadilan dapat ditegakkan di muka bumi. Caranya tingkatkan terus kualitas dan kemampuan diri. Bagi para mahasiswa muslim, belajarlah sungguh-sungguh, agar Anda dapat memberi kontribusi optimal bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Harus ada muslim yang menjadi polisi, untuk memperbaiki citra POLRI, dan menjadikan POLRI sebagai alat penegak keadilan. Percayalah, tetap ada polisi-polisi baik dan shaleh di lingkungan POLRI yang membutuhkan dukungan dalam menjadikan POLRI sebagai alat penegak keadilan.
Semoga Allah SWT meridhai.

1 komentar:

JHD mengatakan...

Syukran katsiran atas informasinya. Sepakat.

"...saat ini, dakwah adalah defenisi lain bagi sebuah jihad di atas tiap waktu...". Setiap waktu... setiap waktu...

Jihad setiap waktu, termasuk perang!
Allahu Akbar...