ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

TOLAK PLURALISME, TEBARKAN RAHMATAN LIL'ALAMIIN

Beberapa hari setelah Gus Dur (KH. Abdurrahaman Wahid) meninggal dunia muncul eforia kepahlawanan bagi dirinya. Beberapa tokoh nasional menawarkan beberapa sebutan baginya, antara lain: bapak pluralisme, dan ikon pluralisme.
Dalam perspektif kritis Islami, tawaran beberapa tokoh nasional ini merisaukan, sebab pluralisme bertentangan dengan nilai-nilai Islam, sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya No.7/MUNAS VII/MUI/11/2005 telah menetapkan hukum "haram" bagi pluralisme, sekularisme, dan liberalisme.
Banyak tokoh nasional tidak kritis dalam memaknai terminologi (istilah) "pluralisme" atau "pluralism" yang disusupkan ke Indonesia. Mereka gagal mengenali bahaya laten yang disembunyikan dalam pluralisme. Faham ini seringkali disalah-artikan sebagai faham yang toleran terhadap berbagai perbedaan pemikiran, agama, kebudayaan, peradaban, dan lain-lain.
Sesungguhnya pluralisme, adalah faham yang berupaya meruntuhkan "truth claim" (klaim kebenaran) yang mendasari suatu agama. Melalui faham ini diupayakan agar manusia menganggap semua agama benar, sehingga tak diketahui lagi bedanya antara benar dengan salah. Target berikutnya dari faham ini adalah melemahkan konsepsi kebenaran Umat Islam atas agamanya (Agama Islam), sehingga Umat Islam tidak lagi sepenuhnya mengakui kebenaran Agama Islam, karena agama lain juga benar.
Kondisi ini tentu menguntungkan Barat (Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan sekutu-sekutunya) yang gemar melakukan kedzaliman di dunia (lihat kasus Palestina, Afghanistan, Iraq, Abu Ghraib, dan Guantanamo), karena satu-satunya komunitas manusia yang terus bersikap kritis terhadap Barat dengan berbasis agama (sehingga tak mudah ditipu dengan permainan media massa), adalah Umat Islam. Apabila keberagamaan Umat Islam menurun atau tersesatkan, maka Baratlah yang paling banyak mengambil keuntungan, karena mereka dapat leluasa berbuat kedzaliman di muka bumi (alam semesta), tanpa khawatir ada pihak yang mengetahui kedzalimannya.
Sesungguhnya, memeluk suatu agama adalah pilihan manusia yang bersifat asasi (sesuai dengan Hak Asasi manusia). Ketika memilih suatu agama tertentu maka manusia yang bersangkutan telah mempertimbangkan tingkat kebenaran, kebaikan, dan keindahan agama tersebut. Oleh karena itu, truth claim suatu agama adalah hal yang wajar dan bersifat asasi (sesuai dengan Hak Asasi Manusia).
Dalam Agama Islam, truth claim tidaklah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan pengikutnya. Dengan kata lain, dalam Agama Islam, truth claim tidaklah dilakukan oleh manusia, melainkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah SWT. Tepatnya, Allah SWT-lah yang melakukan truth claim, atau menyatakan kebenaran Agama Islam dibandingkan dengan agama-agama lainnya. Oleh karena itu, siapapun di dunia ini, tidak boleh memprotes Umat Islam atas truth claim yang dilakukannya, karena Umat Islam hanya menyampaikan dan melakukan segala sesuatu yang diperintahkan Allah SWT, termasuk truth claim yang dilakukan Allah SWT.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam" (QS.3:19). Pada bagian ayat yang lain dalam Al Qur'an, Allah SWT menerangkan, bahwa Allah SWT menolak siapapun yang memeluk agama selain Islam (lihat QS.3:85). Allah SWT menolak truth claim yang dilakukan penganut agama selain Islam dalam QS.9:30-31, dan Allah SWT memandang orang-orang yang menolak memeluk Islam sebagai orang-orang kafir (lihat QS.5:72). Allah SWT menjelaskan, "Mereka menyembah selain Allah, tanpa keterangan yang diturunkan oleh Allah. Mereka tidak memiliki ilmu, dan tidaklah orang-orang dzalim itu memiliki pembela" (QS.67:71)
Oleh karena itu, Umat Islam menolak pluralisme (faham semua agama benar), namun mengakui dan menghormati adanya pluralitas (keaneka-ragaman agama yang dianut manusia). Bagi Umat Islam, upaya untuk menggalang kerjasama dan mereduksi konflik antar umat beragama, bukanlah dengan menebarkan pluralisme; melainkan dengan menebarkan semangat rahmatan lil'alamiin (memberi manfaat optimal bagi alam semesta).
Penebaran rahmatan lil'alamiin, tidak akan mengorbankan aqidah, ibadah, muamallah, adab dan akhlak; karena rahmatan lil'alamiin adalah buah dari aqidah, ibadah, muamallah, adab, dan akhlak.
Allah SWT berfirman, "Hai manusia! Sesungguhnya Allah menciptakan kalian terdiri dari laki-laki dan perempuan, serta Allah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian, adalah orang yang paling bertaqwa di sisi Allah" (QS.49:13).
Dengan demikian, bagi Umat Islam, dalam konteks ini, tidak ada kata lain, selain, "Tolak Pluralisme, Tebarkan Rahmatan Lil'alamiin."

Sabtu, 07 Juni 2008

TERIMAKASIH HABIB RIZIEQ

Assallamu' alaikum Wr.Wb.
Saya bukanlah anggota FPI (Front Pembela Islam), tetapi saya faham atas kegeraman anggota FPI terhadap Ahmadiyah dan para pendukungnya. Wajar bila anggota FPI geram, karena Ahmadiyah adalah jemaat yang mengaku Islam, tetapi mempraktekkan aqidah yang bertentangan dengan aqidah Islam (lihat fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Ahmadiyah).
Saya bertambah hormat kepada FPI, ketika pemimpinnya (Habib Rizieq) lebih rela dipenjara (bahkan rela dibunuh) daripada harus membubarkan FPI. Terimakasih Habib atas kesediaan Anda untuk tidak bersedia membubarkan FPI.
Saya semakin hormat kepada FPI, ketika hari ini televisi menyiarkan pernyataan Gus Dur dan pimpinan Wahid Institute (peserta aliansi kebangsaan), agar Pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah melainkan melindunginya. Televisi juga menyiarkan tentang demonstrasi para mucikari (germo) dan PSK (Pekerja Seks Komersial) dari sepuluh lokalisasi pelacuran di Banyuwangi yang meminta FPI dibubarkan.
Terimakasih Habib atas perjuangan Anda dan anggota FPI, selamat beristirahat di penjara. Jangan patah semangat, sebab Rasulullah Yusuf a.s. juga pernah dipenjara. Karena penjara tidak akan pernah berhasil merendahkan derajat seseorang yang dimuliakan Allah SWT. Bukankah Umat Islam selalu mendoakan saudara-saudaranya yang didzalimi oleh Amerika Serikat (dengan memenjarakan orang-orang shaleh) di Guantanamo.
Namun demikian sebagai saudara seiman, saya tetap mengusulkan agar anggota FPI ditingkatkan pelatihan pengendalian emosinya, agar setiap aktivitas dapat terukur dampaknya. Perlu kiranya dipertimbangkan untuk berkolaborasi dengan KH. Abdullah Gymnastiar atau KH. Arifin Ilham untuk melatih pengendalian emosi FPI.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf kalau ada kesalahan penuturan kata-kata.
Wassallamu'alaikum Wr.Wb.

Minggu, 04 Mei 2008

SAYANG SEKALI ......

Hari ini, beberapa media elektronik menginformasikan tentang rencana keberangkatan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) ke Amerika Serikat untuk menerima penghargaan (award) dari Wiesenthal Center.
Sayang sekali, karena Wiesenthal Center adalah lembaga swadaya masyarakat Yahudi di Amerika Serikat yang lantang membela kepentingan Yahudi, Zionis, dan Israel di seluruh dunia.
Sayang sekali, karena Wiesenthal Center adalah lembaga swadaya masyarakat Yahudi di Amerika Serikat yang terus menerus memusuhi Bangsa Palestina, dan merindukan kepunahan Bangsa Palestina, dan mendukung perampokan tanah Palestina oleh Bangsa Yahudi (Zionis).
Sayang sekali, karena Wiesenthal Center adalah lembaga swadaya masyarakat Yahudi di Amerika Serikat yang berusaha melemahkan dan merongrong aktivitas muslim di Eropa, dengan cara meloby pemerintah negara-negara Eropa agar membatasi aktivitas muslim hingga titik paling minimal. Wiesenthal Center juga gencar memfitnah organisasi dan individu muslim di Eropa sebagai teroris.
Sayang sekali, karena tidak ada tanda-tanda, bahwa Gus Dur akan menolak penghargaan dari Wiesenthal Center.
Sayang sekali, karena hal itu berarti Gus Dur setuju bahwa dirinya telah berjasa bagi Yahudi, Zionis, dan Israel.
Sayang sekali, karena Wiesenthal Center jelas-jelas memusuhi muslim dan nilai-nilai Islam.
Sayang sekali, karena Allah SWT telah berfirman, bahwa orang-orang Yahudi (dan musuh-musuh Islam lainnya) tidak akan senang kepada muslim, hingga muslim mengikuti agama mereka" (lihat QS.2:120).
Semoga Allah SWT berkenan melindungi umat Islam di seluruh dunia dari hal-hal yang buruk, yang dirancang secara sistematis oleh musuh-musuh Islam.