ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label rizieq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rizieq. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2008

KEMAKSIATAN MASUK DAERAH

Hari Rabu, 10 September 2008, "Metro Hari Ini" dari Metro TV memberitakan, bahwa di Indramayu 9 (sembilan) orang tewas, terdiri dari 7 (tujuh) orang laki-laki dan 2 (dua) orang perempuan, karena meminum minuman keras.
Berita ini menimbulkan pertanyaan, "Kemaksiatan apa lagi, yang akan dipungkiri oleh Bangsa ini? Meskipun kemudian disadari, bahwa pertanyaan ini tidak membutuhkan jawaban lisan, apalagi lips-service. Pertanyaan ini pada akhirnya mengingatkan Bangsa ini, "Berapa banyak lagi tokoh-tokoh muslim shaleh, yang harus dipenjarakan seperti Habib Rizieq, agar kemaksiatan merajalela, atau kedustaan terhadap Allah SWT dan pengkhianatan terhadap Rasulullah Muhammad SAW berkembang pesat.
Bangsa ini memang memiliki tradisi memenjarakan tokoh-tokoh shalehnya. Ingatlah ketika Ulama Besar Buya Hamka dipenjarakan di masa Orde Lama. Ingatlah ketika Habib Husein al-Habsyi dipenjarakan di masa Orde Baru. Ingatlah ketika Abu Bakar Ba'asyr dipenjarakan di masa Orde Reformasi. Ingatlah ketika Habib Rizieq dipenjarakan di masa kini, yang katanya masih bagian dari Orde Reformasi.
Bila tradisi memenjarakan tokoh-tokoh shaleh terus dilakukan, maka Bangsa ini akan mengalami kesulitan, karena kemaksiatan merajalela. Hal ini tentu menyenangkan musuh-musuh Bangsa ini.
Oleh karena itu, "Sadarlah.......!"

Sabtu, 07 Juni 2008

TERIMAKASIH HABIB RIZIEQ

Assallamu' alaikum Wr.Wb.
Saya bukanlah anggota FPI (Front Pembela Islam), tetapi saya faham atas kegeraman anggota FPI terhadap Ahmadiyah dan para pendukungnya. Wajar bila anggota FPI geram, karena Ahmadiyah adalah jemaat yang mengaku Islam, tetapi mempraktekkan aqidah yang bertentangan dengan aqidah Islam (lihat fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Ahmadiyah).
Saya bertambah hormat kepada FPI, ketika pemimpinnya (Habib Rizieq) lebih rela dipenjara (bahkan rela dibunuh) daripada harus membubarkan FPI. Terimakasih Habib atas kesediaan Anda untuk tidak bersedia membubarkan FPI.
Saya semakin hormat kepada FPI, ketika hari ini televisi menyiarkan pernyataan Gus Dur dan pimpinan Wahid Institute (peserta aliansi kebangsaan), agar Pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah melainkan melindunginya. Televisi juga menyiarkan tentang demonstrasi para mucikari (germo) dan PSK (Pekerja Seks Komersial) dari sepuluh lokalisasi pelacuran di Banyuwangi yang meminta FPI dibubarkan.
Terimakasih Habib atas perjuangan Anda dan anggota FPI, selamat beristirahat di penjara. Jangan patah semangat, sebab Rasulullah Yusuf a.s. juga pernah dipenjara. Karena penjara tidak akan pernah berhasil merendahkan derajat seseorang yang dimuliakan Allah SWT. Bukankah Umat Islam selalu mendoakan saudara-saudaranya yang didzalimi oleh Amerika Serikat (dengan memenjarakan orang-orang shaleh) di Guantanamo.
Namun demikian sebagai saudara seiman, saya tetap mengusulkan agar anggota FPI ditingkatkan pelatihan pengendalian emosinya, agar setiap aktivitas dapat terukur dampaknya. Perlu kiranya dipertimbangkan untuk berkolaborasi dengan KH. Abdullah Gymnastiar atau KH. Arifin Ilham untuk melatih pengendalian emosi FPI.
Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf kalau ada kesalahan penuturan kata-kata.
Wassallamu'alaikum Wr.Wb.