ABOUT ISLAM

Senin, 09 Agustus 2010

DOA BUAT USTADZ ABU BAKAR BA'ASYIR

Hari ini berbagai media elektronik, terutama televisi, menyiarkan penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir oleh Detasemen 88 Kepolisian Republik Indonesia di daerah Banjar Patoman (dekat Ciamis), dalam perjalanan pulang (ke Solo) setelah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir memberikan pengajian.

Sebagai muslim kita tentu menyesalkan penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, karena beliau sudah sepuh (lanjut usia), dan sudah terlalu sering dituduh sebagai teroris. Penangkapan ini tentu amat disayangkan, karena akan mencemarkan nama baik Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Kalaupun ada pandangan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang terlalu kritis terhadap fenomena nasional dan global, namun hal ini tentulah tidak serta merta menjadikan beliau seorang teroris.

Perbedaan pandangan tentang sesuatu, sesungguhnya dapat diselesaikan dengan diskusi. Perspektif sosiologis mengajarkan, bahwa diskusi yang penuh kesabaran akan menghasilkan kondisi saling percaya, dan saling mencerahkan, dalam suasana yang egaliter (setara atau equal) dan emansipatoris (membebaskan). Banyak sosiolog percaya, bahwa persoalan terorisme di Indonesia dapat diantisipasi dengan pencerahan tentang perdamaian, demokratis, dan kesejahteraan.

Oleh karena saat ini telah terlanjur terjadi penangkapan terhadap Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, sebagai muslim kita hanya dapat mendoakan agar Allah SWT berkenan melimpahkan kesehatan dan kesabaran kepada Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. Selanjutnya diharapkan Kepolisian Republik Indonesia dapat membebaskan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, agar beliau dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan baik.

Untuk masa-masa selanjutnya, diharapkan terjadi hubungan dan komunikasi yang harmonis antara Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dengan Kepolisian Republik Indonesia, sehingga keduanya dapat bekerjasama memajukan dan mensejahterakan masyarakat yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Sudah saatnya tidak ada lagi tradisi menangkap ulama (ustadz atau habib) sebagaimana terjadi di masa lalu. Contoh: (1) Buya Hamka dipenjarakan oleh Orde Lama, dan (2) Habib Husein Al Habsyi dipenjarakan oleh Orde Baru.

InsyaAllah... Bangsa Indonesia menjadi bangsa besar yang diridhai Allah SWT. Amiiinnn....

1 komentar:

Admin BeDa mengatakan...

Kemarin juga mendapat berita ini lewat SMS dari seorang teman. Semoga ALlah melindungi beliau.

Ramadhan menjelang... ia tamu istimewa yang membawa banyak keutamaan. Menemuinya dalam kondisi ikhlas dan bersih dari hak Adam adalah kebaikan. Dari lubuk hati yang paling dalam, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan

Salam ukhuwah