ABOUT ISLAM

Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2009

KEUTAMAAN MUSLIMAH

Seorang laki-laki muslim yang beruntung, adalah yang berhasil menikahi seorang wanita muslim (muslimah), karena keduanya akan bahu membahu menggapai ridha Allah SWT. Sebaik-baik muslimah, adalah yang meneladani Rasulullah Muhammad SAW, meneladani kehidupan keluarga Rasulullah Muhammad SAW, dan meneladani istri-istri Rasulullah Muhammad SAW.
Istri-istri Rasulullah Muhammad SAW, merupakan teladan yang baik bagi muslimah, karena mereka hidup dalam binaan langsung Rasulullah Muhammad SAW. Oleh karena itu, tepatlah kiranya, bila muslimah sama sekali tidak meneladani artis hollywood, bollywood, maupun indowood (artis Indonesia).
Salah satu istri Rasulullah Muhammad SAW, yang patut diteladani oleh muslimah, dan wajib dihormati oleh laki-laki muslim, adalah Khadijah binti Khuwalid. Keutamaan Khadijah, sesungguhnya juga menunjukkan keutamaan muslimah, seperti:
Pertama, kecerdasan beliau (Khadijah), ketika menolak lamaran beberapa laki-laki yang berorientasi harta dan kecantikan wanita, merupakan fenomena kecerdasan seorang muslimah.
Kedua, kecermatan beliau, ketika menerima lamaran Rasulullah Muhammad SAW, yang didasarkan pada adanya data tentang keunggulan pribadi Rasulullah Muhammad SAW, merupakan fenomena kecermatan seorang muslimah.
Ketiga, ketepatan sikap beliau, ketika menjadi wanita pertama yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW (bersyahadat), merupakan ketepatan sikap seorang muslimah.
Keempat, kasih sayang beliau, ketika berperan sebagai istri Rasulullah Muhammad SAW, merupakan fenomena kasih sayang seorang muslimah.
Kelima, ketegaran beliau, ketika berperan sebagai pendamping perjuangan Rasulullah Muhammad SAW, merupakan fenomena ketegaran seorang muslimah.
Dengan kata lain, sesungguhnya keutamaan Khadijah binti Khuwalid, merupakan fenomena keutamaan muslimah. Kecerdasan, kecermatan, ketepatan sikap, kasih sayang, dan ketegaran Khadijah binti Khuwalid, merupakan fenomena kecerdasan, kecermatan, ketepatan sikap, kasih sayang, dan ketegaran seorang muslimah.
Oleh karena itu, agar seorang laki-laki muslim beruntung, maka hendaklah ia hanya menikahi muslimah. Dengan demikian, adalah suatu kebenaran, ketika nilai-nilai Islam menolak pernikahan lintas agama, atau beda agama. Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman, bahwa laki-laki muslim untuk wanita muslim, dan wanita muslim untuk laki-laki muslim. Artinya, hanya laki-laki muslim yang berhak menikahi wanita muslim (muslimah).

Kamis, 22 Januari 2009

KEMULIAAN MUSLIMAH

Seorang muslimah adalah sosok manusia yang selalu dikagumi oleh setiap laki-laki muslim. Ia dikagumi karena kemuliaan, dan peran besarnya dalam membangun Umat Islam yang berkualitas. Kemuliaan seorang muslimah nampak dari kesetiaannya pada nilai-nilai Islam, yang berbasis pada Al Qur'an dan Al Hadist.
Bagi seorang muslimah taqwa merupakan sesuatu yang inheren (bawaan) pada dirinya. Oleh karena itu, ia bersungguh-sungguh menekuni hal-hal yang diperintahkan Allah SWT, dengan cara meneladani (mengambil contoh) pemikiran, sikap, dan perilaku Rasulullah Muhammad SAW. Seorang muslimah faham, bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok yang sungguh-sungguh menerapkan perintah-perintah Allah SWT yang tertuang dalam Al Qur'an. Seorang muslimah juga faham, bahwa Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW memuliakan istri-istri Rasulullah Muhammad SAW. Itulah sebabnya maka istri-istri Rasulullah Muhammad SAW adalah wanita-wanita yang mulia. Mereka mulia karena ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Hal inilah yang menjadikan seorang muslimah memposisikan istri-istri Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan terindah bagi dirinya. Ia faham bahwa keteladanan istri-istri Rasullah Muhammad SAW terdokumentasi dalam QS.33:30-33. Maka seorang muslimah berupaya mempraktekkan QS.33:30-33 dalam kehidupannya sehari-hari.
Pertama, berbekal QS.33:30 seorang muslimah berupaya menghindari keburukan. Kedua, berbekal QS.33:32 seorang muslimah berupaya agar tidak menarik perhatian lawan jenisnya. Ketiga, hal ini dilakukan seorang muslimah agar terhindar dari ekses pekerjaan publik. Keempat, oleh karena itu, sejak awal, seorang muslimah menghindari pekerjaan publik, kecuali dalam keadaan darurat. Kelima, hal ini dilakukan untuk mencegah komoditisasi wanita , yaitu proses yang menjadikan wanita sebagai barang dagangan. Keenam, berbekal QS.33:31 seorang muslimah berkonsentrasi untuk melakukan kebaikan. Ketujuh, berbekal QS.33:33 seorang muslimah lebih memilih berada di rumah. Kedelapan, seorang muslimah ingin memfokuskan diri pada pekerjaan domestik. Kesembilan, dengan demikian seorang muslimah dapat fokus pada pengelolaan regenerasi Umat Islam.
Seorang muslimah faham, bahwa Allah SWT tidak menciptakan sesuatu agar sia-sia. Demikian pula ketika Allah SWT menciptakan laki-laki dan wanita, maka masing-masing ciptaanNya ini memiliki fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, bodohlah orang-orang liberal (Peradaban Barat) yang menjadikan laki-laki dan wanita memiliki fungsi yang sama.
Pekerjaan domestik (di dalam rumah) dan pekerjaan publik (di luar rumah) merupakan dua hal yang bersifat fungsional. Pekerjaan ini berkedudukan setara, dan tidak dalam posisi yang satu lebih rendah dari yang lain. Oleh karena itu, bodohlah orang-orang liberal (Peradaban Barat) yang memposisikan pekerjaan domestik lebih rendah dari pekerjaan publik.
Seorang muslimah faham. bahwa berada di rumah tidaklah merendahkan wanita, sebaliknya justru memuliakan wanita. Ia faham, bahwa Allah SWT berkehendak memuliakan wanita, dengan menjadikan wanita hidup dalam semangat taqwa kepada Allah SWT, agar ia dapat berpikir, bersikap, dan berperilaku mulia.
Oleh karena itu, bodohlah orang-orang liberal (Peradaban Barat) yang "menjual" kaum wanitanya ke hadapan publik, mempertontonkan aurat wanitanya ke hadapan publik, dan menjadikan kaum wanitanya sebagai sosok laki-laki yang cantik. Semoga Allah SWT berkenan memberikan nilai-nilai Islam pada orang-orang liberal (Peradaban Barat).