ABOUT ISLAM

Minggu, 10 Februari 2008

KONSER PUNK RUSUH

Hari ini beberapa stasiun televisi menyampaikan berita tentang adanya konser musik beraliran punk yang rusuh (tanggal 9 Februari 2008 di Bandung). Akibatnya telah tewas 10 orang anak muda, yang salah satu di antaranya wanita. Beberapa orang yang tewas tersebut adalah muslim, sehingga sebagai muslim maka tentulah kita bersedih.
Kesedihan kita dikarenakan, dengan tewasnya seorang muslim (di manapun ia berada) akan mengurangi daya juang umat Islam. Setiap muslim adalah bagian dari asset umat, sebagai asset maka ia wajib merapatkan barisan dengan muslim-muslim lainnya. Hal ini diperlukan untuk membangun sinergi umat Islam, dalam menjalankan perannya sebagai MUASiR, yaitu: (1) Mujahiddin atau pejuang nilai-nilai Islam, (2) Uswatun hasanah atau teladan yang baik, (3) Asabiquunal awaluun atau perintis pertama suatu kebajikan tertentu, (3) Sirajan muniran atau pencerah bagi mereka yang membutuhkan, dan (4) Rahmatan lil'alamiin atau penebar rahmat (kebajikan) di alam semesta.
Setiap muslim tentu mengetahui, bahwa perannya sebagai MUASiR tersebut relevan dengan nilai-nilai Islam yang diperjuangkannya, yang antara lain meliputi AIM-A2, yaitu: (1) Aqidah atau Sistem Keimanan Islami, (2) Ibadah atau Sistem Tata Bakti kepada Allah SWT, (3) Muamallah atau Sistem Interaksi Sosial Islami, (4) Adab atau Sistem Etika atau Sistem Sopan Santun Islami, dan (5) Akhlak atau Sistem Ekspresi Islami.
Setiap muslim juga mengetahui, bahwa perannya sebagai MUASiR dan nilai-nilai Islam yang diperjuangkannya (antara lain meliputi AIM-A2), menuntutnya untuk melakukan ikhtiar secara optimal. Untuk itu ia layak mencontoh Rasulullah Muhammad SAW, yang memiliki karakter FAST-I2R, yaitu: (1) Fathonah atau cerdas komprehensif, (2) Amanah atau dapat dipercaya, (3) Shiddiq atau obyektif, (4) Tabligh atau informatif, (5) Istiqomah atau konsisten, (6) Ikhlas atau tulis hati sebagai bakti kepada Allah SWT, dan (7) Ridha atau lapang dada.
Setiap muslim mengetahui pula, bahwa peran, nilai-nilai Islam yang diperjuangkan, dan ikhtiar optimalnya dimaksudkan untuk membangun peradaban Islam yang TRANSHUME, yaitu: (1) TRANSenden atau peradaban yang merohani (memiliki nilai-nilai rohani yang Islami), (2) HUManis atau peradaban yang berbasis pada penegakan sifat-sifat fitriah manusia sebagai hamba Allah SWT, dan (3) Emansipatori atau peradaban yang mampu membebaskan manusia dari jebakan nilai-nilai jahiliah yang menyesatkan dan merendahkan martabat manusia.
Oleh karena itu sudah saatnya setiap muslim memperhatikan diri, "Apakah aktivitasnya akan berdampak positif pada penegakan nilai-nilai Islam?" atau sebaliknya justru memperlemah penegakan nilai-nilai Islam. Sudah saatnya pula setiap muslim tidak menghadiri kegiatan apapun yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Tidak ada komentar: